
Pada Faktanya Ketika kamu mencintai seseorang maka kamu akan memprioritaskan orang yang kamu cintai dari pada diri kamu sendiri.... NVS.
Dokter Rey menatap Rindu dengan tatapan nanarnya. Sedangkan Rindu malah menatapnya dengan tetawa sendunya menampilkan gigi ginsulnya dan lesung pipinya membuat ia semakin cantik. Bahkan Fey dan keluarga pangling idibuatnya.” Gila manis banget si Rindu senyum yah..”Gumam Fey kepada ayahnya yang ada disampingnya.
Ayah Fey mendengarnya pun tersenyum menatap Rindu yang memainkan bunganya itu.” Iya Fey... wajar aja adek kamu suka sama dia.. nyatanya dia manis banget... gula aja kalah..”Ujarnya membuat Fey tertawa dan mengangguk.
Ibunya dokter Rey tak mau kalah dong.” Iya namanya juga calon mantu ibu kan hehe.. jadi wajar dong cantik dan manis hehe..”Ujarya menyenggul suaminya itu membuat suaminya memeluk pinggangnya dengan sneyumnya.
“Iya calon mantu kita bu bukan calon mantu mu saja.. calon mantu ayah juga dong hehe.”Ujarnya tak mau kalah dengan istrinya itu membuat istrinya malah memukul dada bidang suaminya. Fey hanya memutar malas bola matanya menatap kedua orang tuanya bagaikan ABG saja.. namun ia bahagia melihat keluarganya yang akur dan juga manis seperti ini kok.
Ditempat lain dokter Rey menatap Rindu dengan tatapan sendunya.” Jadi bunga abadi ini sebenarnya enggak abadi gitu? Yang abadi itu Cuma fisiknya aja gitu?”Tanyanya keada Rindu.”Tapi enggak apa-apa lah ya , yang penting dia enggak rusak dan lay kayak bunga lain. mati meninggalkan dunia.”Ujarnya mengangkat bahu. Mereka masih membahas masalah bunga yaa... Masih ingatkan bab sebelumnya? Kalo enggak monggo baca lagi
“Hahaha..”Rindu kembali tertawa dan tersenyum lucu membuat pipinya yang lucu itu semakin berisih.”Justru saya mau jadi bunga loh dok.”Ujarnya membuat dokter mengernyit bingung membuat Rindu mengangguk dan mulai bicara.”Iya.. soalnya bunga itu tumbuhnya sebentar. Meski begitu ia tumbuh dengan indah.. memberikan warna dan disukai oleh semua orang haha,, dari pada tumbuh lama tapi enggak disukai orang dan malah nyusahin orang haha..”Ujarnya tergelak lagi. Ia. tertawa kalem kok. tidak. bar bar...
Dokter Rey menatap Rindu dengan tatapan malasnya.”Ih ada kok bunga yang nggak kayak yang kamu definisikan Rindu.”Ujarnya membuat Rindu menatap dokter Rey.”Iya.. bunga bangai misalnya.. atau bunga taikkk ayamm haha.. mereka cantik tapi bauk. Menyisahkan bauk yang luar biasa... banyak yang enggak suka malah.. jadi enggak semua bunga itu indah dan disukai.”Lanjutnya.
Rindu mengangguk.”Justru karena itu kita harus belajar Rey.. kamu tau apa yang membuat kita belajar dari mereka?” Tanyanya membuat dokter Rey menggeleng,”Dari bunga bangkai kita bisa belajar. Ia bauk dan ia menganggu penciuman orang..Tapi harus kita ketahui bahwa Ia nggak bisa sembarangan tumbuhnya enggak kayak bunga lain, yang artinya dia pilih pilih dan mahal. dan nilai plusnya dia adalah bunga langkah yang harus dilestarikan hehe.. dan lucunya meski ia bauk, Tapi enggak ada yang mau membunuhnya. Semua orang malah mengabadikanya lewat kamera dan memeliharanya supaya panjang umur. Meksi ia hanya tumbuh tak lamah.. “Ceritanya sendu.
“Dan dari bunga taikk ayam kita belajar kalo cantik nggak menjamin ia baik. Bunga taikk ayam bisa tumbuh dimana saja. Subur dan cerah memberi warna disana sini. Tapi sayang, ketika disentuh kita bisa merasakan dan bauk yang menyengat. Kayak manusia. Cantik dipandang namun menyakitkan ketika dipercayakan hehe.. “Ujar Rindu tersenyum renyum. "Jadi ya mereka sama tapi beda... dan yang membuat beda yah bunga itu sendiri. sama dengan manusia... Yang membedakan bisa dihargai atau tidaknya ya dari kita sendiri... "Lanjutnya mengangguk. memberikan argumennya.
Dokter Rey mendengarnya pun mengangguk.”Jadi pada intinya semua punya nilai masing maisng bukan? Baik dia buruk, cantik dan juga bauk sekalipun hehe. Sama dengan manusia. Mau dia jerawatan. Kurus.. gendut. Jelek, manis bahkan sampai ke cantik dan tampan. Mereka memiliki nilai masing masing..”Lanutnya kepada Rindu.
Rndu menganguk dibuatnya. “Nah iya. Semua orang punya nilai masing-masing dalam kehidupanya. Dan yang membuat kita Berharga dan menambah nilai plusnya ya di diri kita, Diri kita sendiri. Jangan sampai jadi kek bunga bangkai. Udah bauk. Hidup disembarangan tempat dan lebih parahnya lama pula hehe.. Auto dibabat habis bunganya... ”Ujarnya membuat dokter Rey gemas dan ikut tertawa.. Rindu memang benar-benar ya...
“Ehemm.. ehem.. kita tu kek nyamuk ya bu.. yah.. kek Cuma nonton drakor gitu.. “Ujar Fey memotong pembicaraan mereka membuat dokter Rey dan Rndu menatap keluarga dokter Rey disana. Fey memutar matanya menatap kearah lain.
__ADS_1
“Iya ni ya Fey..'’Jawab dari ayahnya dokter Rey disana membuat ibunya dokter Rey menahan senyum nya.” Kita tu kayak jual obat nyamuk gitu ya.. hehe.. gimana ni permirsa... “Lanjutnya membuat semua orang disana tergelak. Sebab muka ayahnya dokter Rey kan memang seram tapi diajak bercanda jadinya lucu mukanya.
Rindu tertawa melihatnya sama dengannya dokter Rey” Kalian diem aja dari tadi hehe. Jadi ya Cuma kita yang ngbrol... maaf ya.”Ujar Rindu malu. Ia masih wanita normal yang merasa malu jika disingung seperti itu wey..
Doker Rey pun menahan senyumnya melihat wajah Rndu yang memerah. Ayahnya dokter Rey menatap Rindu dengan tatapan tanyanya.”Kita tu lagi cerita doang kok... Enggak lagi ngomongin kalian loh.. tapi kok kamu yang kek tersinggung gitu Rin.. minta maaf lagi.. .. lanjutin aja enggak apa-apa kok. Kita enggak ngomongin kalian.”Ujarnya dengan memainkan tanganya dan menahan senyum ya.
Rindu semaki malu membuat ia menutupi mukanya dengan bunga yang diberi dokter Rey. Ia yakin wajahnya sekarang merona meksi ia sedang sakit sekalipun. “Ih liat nih yah.. Rindunya malu hahaha..”Fey malah tertawa kencang didalam ruangan itu membuat semuanya ikut tertawa termasuk ayahnya dokter Rey rindu bagaikan anak kecil jika malu. Dokter Rey baru tau sebab baru kali ini ia melihat tingkah Rindu yang seperti ini hahah benar benar ya Rindu...
Dokter Rey menahan dirinya lagi untuk tidak tersenyum karena tak tahan lagi namun ucapan Rindu kembali membuat semua orang tertawa terbahak bahak.”Jangan ngetawain Rindu.. rindu malu beneran ini..”Ternyata Rindu polos banget sii. Ia mengintip disela sela bunga itu membuat siapapun menahan tawanya keras. Sungguh Rindu buat mood mereka naik saja.
“Udah-udah.. ayah sakit perut hahaha..”Ujar ayah dokter Rey menahan perutnya yang sakit karena tertawa itu bahkan bibirnya saja capek dan sakit karena terlalu lama tertawa.” Ayah udah lama banget enggak ketawa selepas ini haha. Ayah bahkan lupa kapan kita ketawa selepas ini ya..”Lanjutnya membuat semua yang ada disana mengangguk.
“Jangankan ketawa yah.. ngeliat ayah senyum aja itu dah syukur kita mah.. “Jawab Fey membuat semuanya mengangguk kecuali Rindu. memang benar ayah dokter Rey kaku kepada anak-anaknya. Ia terlalus serius dalam pekeranaya membuat ia lupa pada hakikat seorang ayah yang seharusnya wey..
Ayah nya dokter Rey tersenyum dibuatnya menatap Rindu yang tersenyum kepadanya itu. “Iya yah.. eggak ada kata terlambat.. sekarang tugas ayah buat ngerubah semuanya bahagiain kita sebagaimana ibu orang diluar sana.. ayah masih punya kesempatan kok.. jangan kecewain kami lagi.”Ujar dokter Rey memeluk ayahnya itu.
Ayahnya membalas pelukan anaknya itu lembut.”Makasih Rey..”Ujarnya membuat dokter Rey mengangguk.”Makasih ya karena udah kasih ayah kesempatan.. padahal ayah pernah gagal dan ngecewain kalian.”Lanjutnya.
Dokter Rey meleapsakan pelukanya dan menatap keluarganya itu. Ayahnya dipeluk oleh Fey juga disana dan ibunya”yah sayang banget sama kalian. beri ayah kesempatan ya..”Ujarnya kepada keluarganya itu. Mencium kepala anaknya sayang dan mencium istrinya itu dengan cintanya Disana membuat Rindu menatapnya terharu. Ahhkk. Ia jadi ingat dengan ayah dan ibunya. Apa kabar ya mereka semua.
“Btw Rey punya kabar buat semuanya.. jadi tolong lihat Rey dan perhatiin Rey dong..!!”Ujar Rey yang membuat keluarganya yang sedang syahdu syahdunya itu menatapnya heran. Sebab Rey bertepuk tangan heboh bagai apa saja. Ibu dan kakaknyapun menguspa pipinya yang basah itu sama halnya dengan ayahnya.
” Ada apa si Rey? Ganggu masa kita yang sedang haru haru aja ih..”Dengus ibunya dokter Rey tak terima disana.
Dokter Rey menghela nafas dibuatnya dan menatap keluarganya. Ia mengambil sesuatu didalam kantung celananya. Disana ada cincin berlian yang sederhana namun indah membuat keluarganya tertegun. Ia mendekati Rindu yang diam dan mengerjab polos ditempatnya itu. Dokter Rey membuka kotak cincin itu dan mengarahkan kepada Rindu membuat Rindu bisa melihatnya dengan jelas isi dari kotak kecil itu.
__ADS_1
Dokter Rey menghela nafas sebentar disana dan menatap Rindu dengan tatapan sendunya.”Rindu.. sebagaimana yang kamu ketahui jika selama ini saya sangat mencintai kamu.. dan kamu juga yang menjadi alasan saya untuk pertama kali mengenal Islam.. dan mengenalkan saya kepada Allah membuat saya menjadi candu dalam beribada..”Ujarnya membuat Rindu diam dengan tertegun disana.
Dokter Rey menghela nafas dan menatap kebelakang bentar untuk membuang nafasnya.” Yaampun jantung aku Yallah..”Gumamnya membuat kelyarga dokter Rey tergelak.. jujur saja dokter Rey baru kali ni merasakan ketegangan yang luar biasa. Biasanya ia tak begini. Padahal juga ya ia itu sudah biasa mealukan operasi besar sekalipun.. Tapi ini lebih menegangkan lagi dari apa yang ia lakukan.
Dokter Rey menghela nafas dalam lagi dan menatap Rindu yang diam mematung didepannya itu.”Rindu saya tidak tau harus memulainya dari mana.. “Ujarnya mengerjab. Tanganya bahkan gemetar dan panas dingin sekarang.” Saya yang tidak pandai dalam menyatakan tentang cinta sekalipun.. saya bukan ahli cinta atau puitis Rindu, sampai bisa meluluhkan kamu supaya bisa membaas cinta saya..”Lanjutnya dengan gugup. Ia bahkan menutupi matanya.
“Saya pernah mencintai seseorang dan menyayangi seseorang... tapi sayangnya saya tidak pernah mencintai seseorang melebihi saya mencintai kamu.”Ujarnya lau membuat ia memberanikan diri menatap Rindu. namun nyalinya kembali menciut membuat ia menunduk.” Bahkan saya baru sekarang merasakan jika saya mengkhianati diri saya sendiri karena terlalu mencintai seseorang.. dan seseorang itu adalah kamu.”Ujarnya.
Rindu mendengarnyapun mengernyit dan menatap dokter Rey dengan alis terangkatnya. “Bagaimana bisa? Saya tidak sejahat itu Rey.. saya tidak seperti itu.”Jawabnya karena tak paham akan ucapan dokter Rey.
Dokter Rey terkekeh.” Kamu sudah mengambil alih dunia saya Rindu... “Jawabnya dan menatap Rindu memberanikan diri.” Ketika kamu yang dipenjara membuat saya merasa separuh jiwa saja juga dipenjara, ketia makan saya menanyakan apakah kamu sudah makan membuat nafsu makan saya berkurang. Ketika saya mau tidur saya bertanya apakah kamu disana kedinginan?” Ujarnya.”jauh sebelum kamu masuk penjarapun rasa rindu saya lebih tak tertahankan. Apakah kamu tak sakit lagi? Apakah kamu juga merindukan saya? Kamu lagi apa? Sampai saya lupa menanyakan kepada diri saya sendiri apakah saya sudah makan? Apakah saya nyaman? Dan apakah saya baik baik saja saat ini..”Ujarnya.
Dokter Rey tersneyum.” Dan jawabannya saya akan baik baik saja ketika sudah melihat kamu tersenyum.”Ujarnya tersneyum.”Lucu bukan? Iya.. bagaimana bisa hanya dengan sebuah senyuman kita bisa mendapatkan obat dari segala keluhan dan penyakit didiri kita..” Lanjutnya.
Ayahnya dokter Rey menatap anaknya dengan tatapan sendunya sama dengan halnya ibunya. Sedangkan Fey mengerjab mendesah.” Auto dilangkahin nih gue sama adek laknat gue. Astaga.. ”Gumamnya Fey dalam hati miris.
Rey menatap Rindu sendu.” Saya tidak punya kata kata lain lagi Rindu supaya kamu bisa menerima saya.. dan sekali lagi saya katakan dan tanyakan dengan kamu.. Will You merry me Rin? Jadi istri aku ya? Jadi makmum aku dan jadi penyemprnah iman aku Rin..”Tanyanya tegas namun lembut kepada Rindu.
Rindu mendengarnya pun merasakan jantungnya dipacuh kuat. Ia menatap dokter Rey dengan tatapan sendunya. Ia bisa melihat betapa cintanya dokter Rey kepadanya. Rasanya rasa dokter Rey tak usah ditanyakan lagi bukan? Melihat bukti nya saja Rindu sudah tau jika dokter Rey sangat tulus. “Rey... sepertinya saya tidak pantas untuk kamu..”Jawabnya lalu menghela nafas kasarnya.
Dokter Rey menatap Rindu dengan tatapan nanarnya. Jantungnya terasa mau jatuh karena mendengar penolakan itu.” Siapa kamu yang bisa mengatakan jika diri kamu tidak pantas untuk saya Rin?” Tanyanya dengan nanarnya.” Tidak ada yang bisa memantaskan diri untuk seseorang Rindu. hanya Allah... dan kamu pantas untuk saya.. dan sayapun pantas untuk kamu. Karena Tuhan tidak pernah membeda bedakan hamba-hambanya.”Bantahnya.
Rindu menahan nafasnya.” Tapi kamu taukan Rey. saya sakit.. bahkan saya sakit parah dn umur saya bisa dipertanyakan. Dengan kamu menikahi saya itu sangat beresiko untuk kamu kehilangan titel kamu sebagai bujang. Jika saya meninggal maka kamu akan mendapatkan nama lain yaitu duda. Saya juga akan menyusahkan kamu nantinya. Kamu terlalu baik untuk aku sakitin kayak gitu Rey. Kamu pantas dan berhak mendapatkan perempuan yang lebih baik dari pada aku.. “
Rindu menghela nafas menata dokter Rey lagi yang diam.” Kamu mengubah hidup saya.. kamu mengajarkan saya untuk bisa melihat seseorang secara jelas Rey. Kamu lelaki yang sangat baik.. jadi kamu berhak mendapatkan wanita baik pula. Yang tak memiliki penyakit. Yang sholeha.. yang bisa menjadi istri kamu. Mengurus kamu dan membantu kamu. Memberikan kamu keturunan. Tidak seperti saya. Yang jikapun kita menikah, maka hanya akan membuat kamu susah karena penyakit saya. Saya juga tak tahu bisa memberikan keturunan atau kebahagiaan. Demi Tuhan Rey..kamu pantas mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari saya..”Rindu menutup matanya erat karena merasakan ada yang luka dihatinya ketika kata kata itu keluar dari mulutnya.
__ADS_1