
Sisi lain ada sosok Rey dan Rasyid yang membela jalan menuju satu titik tempatnya Rindu berada.. Ada alasan kenapa ia tetap diam ditempat tanpa bicara apapun dengan Raysid.. ia memang menjadi lebih pendiam sejak hiangnya Rindu. Bukan tak menghormati tapi karena memang jiwanya terasa seperti hilang separuh.
Sampai masuk kesatu perumahan elit yang rumahnya hampir sama semua membuat ia mengerjab bersama Raysid.”Gila.. orang disini pada enggak takut rumahnya ketuker apa?” Tanyanya Raysid disana mengerjab melihat rumah rumah yang bagaikan rumah susun namun mewah itu.
Rey disana cukup tersenyum dan menjawan.” Ya kalo yang punya rumah si enggak. Yang jadi masalahnya gimana kabar tukang paket bang? Bisa bisa kesasar terus dia nganter paket disini..”Ujarnya membuat Rasyid terkekeh disana. Rumah bercorak warna putih tersusun sudah habis setelah beberapa kilo meter dan tersisah rumah yang bagaika istana.. itu bukan hanya satu tapi seluruhnya. Tidak ada rumah yang kecil, semuanya sangat besar membuat Rasyid disana menelan liur.. sedangkan Rey biasa saja karena itu suidah biasa baginya. Rumahnya juga besar mangkanya tidak heran pula.
Mobil Rey berhenti digerbang besar berwarna coklat, disana ia melihat satpan yang mendekat dan ia membuka pintu.. “Maaf pak cari siapa?” Tanyanya disana kepada dokter Rey sopan, bagaimana tidak sopan mobil Rey saja BDnya hanya satu angka.
Rey disana menatap nama alamat dan berkata.”Saya mau bertemu dengan pak Antonio Wilyem.. dan bapak Gionio pak... apakah mereka ada didalam?” Tanyanya sopan membuat penjaga itu ,melirik sekilas dan mengerjab memikirkan suatu hal terlebih dahulu.
“Hmm iya ini alamatnya dan.. Hmm.. apakah bapak bapak ada janji kepada bapak Gionio atau Antonio terlebih dahulu sebelumnya?” Tanyanya sopan lagi disana, sebagaimana orang kaya dan orang penting. Time is Money, jadi tidak sembarang orang yang bisa bertemu karena dituntut semuanya waktu karena pekerjaan.
Rey disana menghela nafas. Namun Raysid langsung menyelah dan mengangguk.” Ya bilang aja Rasyid yang mau datang. Nanti dia pasti akan membuka kan pintu pak.. lihatlah kami orang penting jadi kami adalah tamu penting.."| Ujarnya disana karena tak mau memperdebatkan banyak hal. Hal itu membuat Rey menatap Rasyid dengan meringis.
“Tapi saya hgubungi dulu lewat telepon ya.”Ujarnya si penjaga karena tak mau mengambil resko besar akan hal ini.
Namun hal itu sangat menganggu untuk Rasyid, itu membuat Rasyid Disana menghela nafas.”Pak kita buru buru.. kami punya banyak pekerjaan. Jika lama kami akan pergi dan hungungi tuanmu. Bilang kami tidak jadi masuk dan menulis kontrak karena penjaganya yang lelet dan tidak santun. Mau?” Tanyanya membuat penjaga itu menggeleng.
” Yasudah kalo enggak mau cepetan..”Ujarnya membuat penjaga itu gugup dan mengangguk. Bisa bisa ia akan dipecat, mau makan apa anak dam istri-istrinya nanti.
Rasyid yang seperti itupun tersenyum. Namun Rey menatap Rayisd dengan tatapan helaan nafasnya.”Jangan menatapku seperti itu Rey.. itu aku hanya berbohoing demi kebaikan, jika tidak kita tidak bisa masuk dan kau tau apa yang akan terkadi berikutnya kepada Rindu?” Tanyanya membuat Rey menggeleng sebagai jawaban,” Karena kita tidak tau kita harus bergegas secepatnya kesana.. dan memeriksa keadaannya.”Ujarnya disana.
“Itu bukan berbohoing demi kebaikan,. Tapi hanya lasan, kita terlalu sering mengatakan berbohong demi kebaikan setiap melakukan kesalahan, contonya kepada ibu. Aku yakin kau pernah berbohong kepada ibumu karena takut dimarai?” Tanya Rey disana membuat Rasyid disana terkekeh dengan gigi putihnya.
“Nah karena satu kali berhasil, maka kita akan melakukanya berurang kali untuk kesalahan berikutnya sampai lupa jika kebohongan tetaplah kebohongan dan kebohongan itu sudah menjadi kebiasaan buruk yang melekat pada kepercayaan jika yang dilakukan kita itu benar.. padahal kalimat berbohong demi kebaikan itu tidak sesimpel itu untuk dipelajari..”Ujarnya.. Karena memang rumah itu luas dan hergerbang yang cukup lama dibuka.
“Rasulullah bahkan tidka pernah berbohong meski dalam keadaan mencekik sekalpun. Ketika ada sesoerang yang dikejar oleh penjahat dan ia bersmebunyi dan berlari disaat Rosul sedang duduk disana.. namun setelahnya ada yang datang dan bertanya pada Rosul.’Ya Muhammad, apakah kau melihat seseorang yang lewat disini tadi?” Tanya sesoerang itu. Namun setelahnya Rosulpun berdiri dan berkata ‘Tidak, selama aku berdiri disini aku tidak melihat siapapun yang lewat, “
“Dan dikalah itu jika kita berfikir rosul berbohong namun nyatanya tidak, karena rosul dikalah itu berkata selama ia berdiri bukan? Sedangkan ia melihat orang yang berlari dikejar tadi dikalah ia duduk? Ia tidak berbohong, ia hanya mencari alasan untuk menyelamatkan sesoerang dikalah terdesak dan ingin dibunuh..”
__ADS_1
“Namun dizaman sekarang banyak yang berbohong katanya untuk kebaikan seperti ingin dibunuh dikalah itu saja.. Ini menjadi suatu pelajaran untuk kita, jangan sampai kebohongan itu menjadi candu dalam kehidupan.. karena jika sudah candu, maka melepaskan candu itu pada kebiasa kita sangatlah sulit. Bagai seseorang pecanudu rokok ataupun obat terlarang? Jika sudah kecanduan merokok maka sangat sulit untuk merokok..”Ujarnya bercerita membuat Rasyid disana terdiam..
Apakah ia salah karena berbohong? Ia rasa tidak.. Akh sudahlah, ia tetaplah bersalah jika menjawab.. ia mendelik meluhat Rey. Nyatanya jodoh memanglah cerminan diri. Lihatlah Rey yang selalu cerama dan Rindu yang memberontak.. hadeww..
Sampai mereka sampai pintu mereka dibuka kan oleh pelayan disana membuat Rey dan Rasyid cukup terkejut.. mereka keluar dari sana dan memberikan kunci mobil itu kepada lelaki yang tak lain penjaga dna sopiur disana. “Hmm.. ingin bertemu dengan siapa tuan?” Tanya penjaga itu kepada Rey dengan kagum, ia pelayan perempuan dibidang penyambutan tamu.
Rey Disana berdehem sebentar.” Saya ingin bertemu dnegan Ginio atau Antonio..”Ujarya membuat pelayan itu menganguk, membawa Rey dan Rasyid menuju ketempat tunggu untuk tamu.. dan seseorang menemui Gio dimana Gio berada.
Ditempat lain Gio sekarang duduk dikamar Rindu menatap kain yang Rindu gunakan.. disana ada banyak darah yang ia lihat membuat ia heran. Kenapa Rindu berdarah? Apakah ia haid atau bagaimana? Itu diatas kasur membuat ia menggeleng dan kembali kenyusuri ruangan ini.. dan disana ada satu buku kecul yang tak lain adalah buku novel membuat ia mengambilnya..
Ia harus mencari tau suatu hal tentang Rindu yang belum ia dapatkan... Ia membuka buku tersbeut dan membaca bait pertama.. dan, isi dibait pertama adalah pusi yang telah Rindu buatkan.. dan ia tidak tau itu untuk siapa.
...“ Langit. Bisakah aku minta untuk segerakalah membawaku tidur diempuknya awan dan bermalam dengan dinginnya bintang yang diketuk? Aku gila? Sepertinya iya. Karena terlalu banyak bintik bintik hitam berlabu bagaikan plankton dalam duri yang menacap didadaku,...
...Dan parahnya duri itu seakin beracun dan menambah nana dan darah diulu hatiku.. jikapun aku boleh memilih, maka aku lebih baik menjadi orang gila, yang tak memiliki masalah namun tetap mampu tertawa dan tersenyum bagaikan manusia tampa benan,... Salam rindu.....
Gio disana menatapnya dengan gemetar karena tinta itu berwarna merah membuat ia bertanya, dimana rindu mendapatkan tinta itu? Apakah itu diberi oleh Reksi dan Rizky? Atau Willy? Tapi dirinya tidak pernah mengizinkan siapapun memberikan Rindu suatu hal yang tajam takut Rindu melakukan seusatu diluar nalar seperti menuliskan surat untuk seseorang karena ingin meminta bantuan.
...‘Hidupku bagaikan porosnya hujan, di aggap semua orang sebagai pengganggu sedangkan aku yang selalu jatuh dan terbuang sia sia. ..Rindu Azzahra’’’...
Dan kembali tertulis dengan tinda merah darah membuat siapapun akan takut melihatnya. Bahkan darahnya menghitam..
Gio disana melihat buku belakangnya itu dan bertemu dengan kalimat yang mampu menyakitkan siapapun dengan bertuliskan.
...‘ Kadang linunya tulang beda dengan linunya hati. Tulang mampu kau urut sedangkan hati jika kau urut maka hati akan membiru, jika kau suntik maka hati akan melepuh dan jika kau obati maka hati akan keracunan.. parahnya jika kau salah sedikit saja, maka hati akan hancur. Karena hati memang selemah itu... Tapi jangan lupa, hati kuat karena hati pundi kehipuan, jika hati mati lantas bagaimana organ lain bisa berfungsi? Biarpun hati rusak, maka hati harus tetap berdetak supaya jantung tetap berefolusi.. salam system dalam tubuh dari Rindu......
Semuanya membuat Gio diam dan tak mengerti, semua tertulis dengan tinda merah sebagaimana darah membuat keningnya mengerut.. ia melihat tempat lain dan juga kembali duduk diatas kasur keranjang bingung akan tulisan tulisan Rindu.. kenapa semuanya tertulis dengan tinda merah? Baginya itu sangatlah menyakitkan untuk siapapun yang membacanya . Dan ya.. ia salah satu yang menolak yang mengatakan kalimat menyakitkan begitu..
Sampai tangannya menemukan satu kain didalam selimut membuat ia mengambilnya. Kain putih dan kembali bertulis absrak, entah ia tidak tau tapi itu lisan yang beramburadul dengan darah membuat Gio mengernyit nyilu.. ia melebarkan kain itu yang tak lain adalah hijab tipis yng diberi oleh Risky karena Risky tidak tau model jilbab, disana ada tulisan terpampang nyata dengan tulisan.
__ADS_1
...Jika kau menemukan ini aku itu tandanya aku sudah pergi.. Aku Hanya ingin mengatakan.. Aku sayang kalian...”...
Tulisan membuat Gio disana mengerjab dengan mata yang berkata kaca. Gio tau itu darah karena masih amis. Tapi darah apa? Apa Rindu menyakiti dirinya? Atau apa?
Rindu memang selalu selalu memuntahkan darah dipagi hari karena penyakitnya yang sudah stadium empat, itu memang biasa bagi penikmat penyakit kangker hati atau kangker darah dipagi hari.. apalagi dipuncaknya mereka sakit.. Apalagi Rindu tidak minum obat sama sekali sedangkan mereka sangat berketargantungan kepada obat.. Rindu hanya kuat dengan senyum tapi tidak dengan dalam hatinya.
Diluar banyak pelayan mencari Gio namun tidak ketemu membuat mereka mencari diCCTV, Dan mereka pun bertemu dengan Gio dikamar Rindu. Mereka segera kekamar Rindu untuk bicara akan kedatangan tamu, sedangkan Nio dan Reon didalam suatu ruangan yang berbeda.. mereka dikurung oleh Gio jika masih mengamuk dan juga menuntut maka mereka tidak akan dikeluarkan dari sana.. akhh ralat. Hanya Reon karena Nio sekarang sudah bebas karena ia tak memberontak lagi.
Gio mengusap darah dikain itu dan terkejut dikalah penjaga datang dan berkata.’'Maaf tuan., diluar ada tamu katanya tuan dan mereka sudah membuat janji..”Ujarnya sopan membuat Gio terkejut dan menaruh kain itu disampingnya.
Gio bangkit dan bertanya.”Janjii? apa aku setua itu sampai melupakan janji dengan seseorang?” Tanyanya heran membuat pelayan itu gugup.” Hmm antarkan aku dengan mereka..”Ujarnya disana dengan sendunya. Urusan Rindu nanti ia cari tau lagi sekarang ia harus liat siapa yang telah membuat janji yang ia lupakan itu. Apakah penting atau tidak?
Dan ternyata disana sudah ada Nio yang juga baru sampai dan baru saja mengenakan baju kemeja berwarna putih.. dan ia melihat dua pemuda yang duduk namun langsung berdiri dikalah ia sampai.. ia kenal dengan slaah satu anak itu membuat ia sedikit tersneyum.
” Oh putranya Fandi yak an?” Tanyanya disana menatap Rey membuat Rey mengangguk..
Sedangkan Nio melihat Rey dengan diam, ia tau namun ia tak terlalu tertarik, ia malah lebih tertarik dengan Rasyid si kakaknya Rindu itu.. kenapa ia datang dengan dokter itu kerumahnya?
“Silahkan duduk tuan muda dari keluarga Faris.. dan ya.. silahkan dimimun tehnya...”Ujar Gio disana semangat karena tau bagaimana harta kekayarannya Rey. “Jika boleh saya Tanya keperluan apa yang anda inginkan sampai menginjak rumah keluarga Nio? Apomakah kami melakukan suatu perjanjian yang kami lupakan?” Tanya Gio disana,
Rey disana tersenyum biasa dan menjawab.”Maaf tuan Gio.. kami kesini hanyalah ada suatu urusan karena itu kami datang... Bukan.. Kalian tidak memiliki janji tapi kalian orang yang sibuk, jika tidak diberi sedikit alasan kami tidak akan dibolehkan berjumpa dengan kalian.’Ujar Rey sopan dan penuh wibawah.
“Hahaha..” Gio tertawa disana “kau bisa saja tuan.. pantas saja kau sudah sukses diusia muda dengan beberapa cabang rumah sakit milikmu... Kau memang berbakat dalam bicara dan memuji..”Ujarnya Gio lagi disana mengangguk bagaikan orang yang sangat kenal. Mereka beda usaha namun tidak ada yang tidak kenal dengan keluarga Rey yang termasuk paling kaya dalam bidang perobatan dan juga kesehatan.. Dan bahkan keluarga Rey sudah memanca Negara karena usaha pengobatan milik mereka..
“Langsung saja.. apa yang kalian inginkan disini?”Tanya Nio mematap Raysid yang diam saja itu dengan diam.”Dan apakah dia bekerja dengan kamu sehingga berada disisi kamu ?” Tanyanya menatap Raysid membuat Raysid disana memutar bola mata malas mendengar dan melihatmya.
Rey menggeleng..” Dia calon kakak iparku tuan..”Ujarnya membuat Gio diam melihat Raysid yang tak asing namun ia lupa.. siapa dia?
Sedangkan Rey tersenyum dna menjawab” Dan aku eksini juga ingin menjempuut calon istriku dari cucu dan anak kalian.. apakah Rindu Azzahra ada disini tuan? Oh maaf, maksudku apakah kalian berkenan mempertemukan kami berdua? Karena kami juga baru tau jika kalian keluarga kandungnya dan keluarganya selama ini bukan keluarga aslinya sedangkan kami sudah membuat jadwal pernikahan sebelum ia berangkat pulang dan bertemu dengan kaliang.”Ujar Rey sopan karena belum mencium bauh bauh apapun disini.
__ADS_1
‘' Dan aku cukup kaget mendengar jika sebenarnya Rindu dari keluarga ternama sebelumnya, dan yang lebih kagetnya lagi Rindu pergi tanpa surat. besok adalah hari pernikahan kami namun Rindu belum juga menemuiku.. apakah Rindu disini baik-baik saja tuan?” Tanyanya sopan, bukan tak tegas namun bicara lembut dan santun tidaklah salah bukan?