Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Bibit Hijra


__ADS_3

“Itu bukan kuasa kamu nak. Semua itu adalah pilihan mereka Sendiri dan membuat mereka menerima takdirnya sendir. Jangan menyalahkan kamu sendiri. Kamu mau sembuhkan? Kamu lihat Rian dan Rani. Mereka bahagia kamu jadi bundanya. Jadi bagaimana nanti mereka tau jika kamu sakit.” Ucap ummi Ira.


Rindu menatap Rani dan Rian yang bermain kejar-kejaran dengan yang lain. Semua yang diucapkan ummi Ira semua benar. Ia punya kehidupan yang harus ia pupuk dan rawat. Ia punya tujuan hidup saat ini.


“Rindu liat ummi.” Ummi Ira menarik tangan Rindu lembut membuat Rindu menoleh.


Ummi Ira baru saja kembali entah dari mana yang Rindu tak sadari tadi. Saat ini ditangannya ada obat luka yang untuk diminum, ia mengambilnya ditas Rindu. sedangkan tadi ia mengambil minum diatas meja tak jauh dari sana. Ia mengangkat obat itu menuju bibir tipis Rindu. “Kamu lihat ya ini pil.” Ucapnya.


Rindu mengangguk dan menatap ummi ira.”Kamu jadikan ini seagai bibit Hijra dan taubatmu. Telan.” Ucapnya sembari menyuru Rindu menelannya,


Rindu menurut saja. Karena ia juga belum meminumnya. Ummi Ira memegang bahu Rindu lembut, matanya menatap mata Rindu sendu. “Kamu jadikan obat itu berkembang ditubuhmu ya. Kamu pupuk dengan kebaikan, siramkan dengan ibadah dan iman. Rawat dengan kejujuran dan ketulusan. Serta jangan biarkan serangga membuat rusak tanaan hijramu. Serangga itu banyak, ada Sirik, dengki, egois, amarah, iri, tidak amanah dan banyak lainnya yang sudah Allah larang untuk hati kita. Kamu juga harus merawat tanah dihati kamu, jangan biarkan tanah itu busuk dan gersang. Siramkan dengan nasihat dan ilmu. Nyanyikan dengan lantunan ayat suci. Biarkan pohon hijramu tumbuh subur dan kokok dan jangan biarkan pohon itu mati.” Ucapnya tegas,


“Tapi mi semua itu sulit.” Jawab Rindu matanya berkaca kaca saat ini.


“Karena itu kamu harus kuat. Kamu tau kan, jika bibit ditanah ada serangga yang mengincarnya, serangga itu namanya Semut tapi jika bibit hijra ada serangga pesimis atau tak yakin, bagaimana bisa ia tumbuh jika bibitnya saja bukan bibit unggul. Terus semakin besar pohon hijramuu, semakin besar pula rintangannya. Ibaratkan pohon, semakin tinggi pohon, semakin besar pula angin menerjangnya. Dan jika kamu bilang tak sanggup. Maka kamu contoh kan lah Aisya. Dia manusia biasa, tapi bisa kok menjadi wanita mulia. Maka kamu juga bisa menjadi wanita mulia yang dirindukan langit. “ Ummi Ira meyakinkan Rindu dengan begitu yakin membuat Rindu yakin dan membuatkan tekatnya.


“Baik mi. Rindu bakalan usaha kok. Makasih ya mi.” Ucap Rindu.


“Besok kamu harus cek up ya. Sama usaha. Jangan meneyrah ya sayang.” Ucap Ummi Ira lembut.


‘”Siap mi.” Ucap Rindu lembut sembari tersenyum. Ahh, benarkan, jika sudah berhubungan dengan ilmu agama untuk masalahnya, Rindu bagaikan menemukan sumber mata air yang jerni membuat hidupnya segar kembali.


....


Saat ini Rindu berjalan di trotoar menuju rumahnya, setiap langkahnya tak luput dari pujih-pujian dan ayat suci untuk Allah Subhanahuata’ala. Ia juga mengulang hafalan Al-Qur’annya supaya tidak hilang.


Tin... Tin...


Suara klakson itu membuat Rindu mundur beberapa langkah karena terkejut. Ia menatap asal klason tersebut. Lalu mendengus kesal karena tau siapa sang tersangka.


“Ngapain loo ngemper dijalan Rin?” Tanya Gevan. Ya, dia Gevan sahabatnya Rindu.


Rindu mengelus dadanya karena masih terkejut. “Pulanglah. Emangnya eloo, ngamen.” Jawabnya ketus.


“Dihh. Masih ketus aja, padahal udah pakek rok lebar sama jilbab lebar nii. Tingal tutup muka ada ntar.” Goda Gevan sembari mendekat. Ingin sekali rasanya ia memeluk Rindu, tapi ia tau jika Rindu tak suka dipeluk.


“Do’ain aja gue toubat.” Rindu menaik turunkan alisnya sembari tersenyum.

__ADS_1


“Pelipis lo kenapa? Astaga gue baru sadar kalo mata lo bengkak. Lo berantem lagi??” Tanyanya khawatit. Tangannya terulur untuk menyentu kening Rindu.


Rindu mengelak karena tak mau bersentuhan.” Biasa gue. .” Ucap Rindu.


“Benaran ngak papa Rin? Ntar infeksi looo.. “ Ia masih ngotot untuk membawa Rindu kerumah sakit.


Rindu menghela nafas, kepalanya sudah pusing tambah pusing saat ini. Gevan itu cowok tercerewet yang Rindu kenal. Ia memilih pergi saja.


“Gue anterin pulang aja ya Rin.” Gevan menghalang jalan Rindu dengan meneltang tangannya.


Rindu mengangguk, setidaknya ia bisa cepat sampaikan? Setelahnya Gevan mulai membuka pintu mobilnya, lalu membela jalan.


Didalam mobil Gevan pun menanyakan kenapa pelipis Rindu, dan Rindu menjawab semuanya dengan jujur. apa juga gunanya berbodog bukan? Lagi pula dengan ia jujur akan keburukan dirinya, membuat orang yang suka ya suka, kalo ngak suka ya tingakan bukan?


“Makasih ya Gev..” Rindu pun tersenyum saat didepan rumahnya. Ia sudah sampai didepan rumanya.


“Gue ngak ditawarin masuk ni?” Tanya Gevan.


“Engak. Dirumah gue ngak ada orang, dan ngak ada apa-apa hehe” Rindupun nyengir kuda. Ia membuka pindu mobil dengan lembut.


“Yaudah. Tapi kalo nanti gue mampir boleh ya?” Tanya Gevan mengintip disela-sela kaca karena Rindu sudah keluar.


Gevanpun nyengir kuda.” Wa’alaikum salam.” padahalkan dia yang harus mengucap salam.


Rindu pun memilih masuk kerumahnya dengan santai. Ia mulai mencari kunci dikolong pot yang ia letakkan pagi tadi, tapi ia tak menemukannya,”Perasaan dipot ini de.” Gumamnya, faktanya didepan rumahnya ini ada 3pot bunga, satu bunga melati, satu lagi bunga mawar dan satu lagi bunga angrek, na Rindu itu meletakkannya dibawah pohon melati supaya tak terlihat, kan bunga melati itu lebih lebat dn rimbun dibanding bunga Mawar dan anggrek. Rindu pun mencari dibawah pot lain, benar saja, ia menemukannya dibawah pot anggrek. Ia curiga jika Diva dan Meme pulang. Cepat-cepa ia mask untuk memastikan perkiraannya benar atau tidak.


Namun tak ada yang beda, tak ada yang kurang. Ahh, mungkin ia pagi tadi kurang fokus saat meletakkan kunci rumah.


...


Jam suda menununjukan pukul 10 malam, membuat Rindu memilih tidur. ia memang selalu tidur dengan kamar yang terbuka supaya nanti jika Diva dan Meme pulang bisa istirahat di sisi nya. Ahh, ia masih sangat berharap untuk kedua temannya kembali. Sangat berharap, biarlah nanti dia yang merawat anak Diva jika memang anak itu tak diinginkan oleh ibunya. Ia sudah terlalu banyak dosa jika harus menanggung dosa anak yang tak bersalah.


Tapi nyatanya pilihan Rindu salah. Membuka pintu kamar tanpa menguncinya adalah suatu hal yang akan membuat dirinya menangis pilu. Entah dia terlalu naif dan munafik sampai-sampai masih mempercayai orang yang membencinya.


Entah mengapa Rindu merasakan jika bibirnya dibungkam oleh seseorang saat tidur, membuat dirinya mengeliat pelan untuk mengumpulkan kesadaran. Pasokan udaaranya habis membuat ia ter engah-engah. Ia berusaha untuk mengontrol otaknya supaya bisa berjalan baik. Matanya terbuka lebar setengah sadar.


Satu detik...

__ADS_1


Dua detik...


Dan...


Mata Rindu membelalak saat kesadarannya masuk dengan seketika. Ada sosok lain yang membungkam bibirnya dengan bibir laknat.ia menggigit lidah yang memaksa masuk dalam mulutnya serta mematukkan kepalanya kepada sang pelaku.


Sang pelaku langsung mundur beberapa langka sembari memegang kepala yang terasa nyiri. Hidungnya berdarah karena Rindu mematukan kepala begitu keras.


“Arga ngapain lo brengsek...!” Teriak Rindu keras. Ia reflek berkata kasar. Siapa yang tidak marah saat tidur damainya dihancurkan dengan kenyataan buruk. Padahal selama ini ia berfikir jika dengan tidur akan membuat semua masalahnya hilang. Mungkin hari berikutnya ia tak akan mampu tidur dengan nyenyak lagi...


Arga tertawa keras. Ia menyekah sudut bibir yang mengeluarkan darah, sepertinya gigitan Rindu membuat lidahnya terluka. Ia mendekati Rindu yang menatapnya tajam.


Rindu tentu saja memberontak. Tapi ia baru sadar jika kedua tangannya diikat oleh tali rapia. Bagaimana bisa ia tidur seperti ini? ia adalah orang yang mudah terbangun saat ada suara atau apapun yang menganggunya. Karena itu ia memilih tidur dikasur lapisan bawah supaya tidak bersentuhan dengan teman-temannya.


Atau jangan jangan ini memang sudah direncanakan oleh Diva dan Meme. mereka mungkin sudah menaruh bubuk tidur di galon minum rumah ini.


.


.


.


**Konflik meluncur lagi oke.


.


.


.


padahal.malem tadi aku mau punya, Eh mataku mengkhianatiku


akupun bobok cantik sambil baca novel orang lain wkwk.


.


.

__ADS_1


. Jangan lupa like. komen dan Vote yey. Maaf Kyun author jarang up. Soalnya author rada mager akhir akhir ini. apalagi novel lainnya harus dibuat juga hee**.


__ADS_2