Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Tamparan


__ADS_3

Perang dakwa gak pa pa ya.. Jangan mau kalah sama novel 18+... Meski nggak bisa dakwa swcara langsung senggaknya biaa mengingatkan sesama lewat novel.. semongko...


..


Habib diam menatap Fatih yang sudah menjauh darinya untuk memasuki masjid,, sekarang ia hanya sendiri.. ia menatap kesekeliling.. benar adanya.. semua orang sangat rapi dan juga wangi beda dengan dirinya yang kucel dan juga kusut.. “ Masuk aja kali ya?” Gumamnya pada dirinya sndiri.. ia ingat ia seharian ini tidak sholat dan juga tidak menemui Tuhannya barang sedetikpun memuat ia menghela nafas.


Ingat lagi kata Rindu membuat ia ingat jika katanya jika sholat adalah kewajiban bukan karena syarat membuat ia memutar otak supaya paham.. lalu ia memutuskan menuju toilet ntuk membersihkan wajah dan juga tangan.. jangan lupakan kakinya supaya wangi dan juga bersih. Dengan gugup ia merapikan bajunya.. jasnya dan juga rambutnya membuat ia nampak jauh kelihatan lebih sagar dan lebih bersih...


Ia menatap arlojinya lagi yang menunjukan pukul setengah delapan.. yang artinya akan segerah melaksakan Sholat isya membuat ia mengambil air wudhu dulu.. ia menatap wajahnya yang serba memar itu membuat ia meringis. Rasa sakitnya baru terasa.. tadi tadi tidak ada terasa tu.. entah tu efek karena terasa jika ia terlalu khawatir atau karena memang disaat pusing efek sakitnya tak akan terasa..


“llahu’akhbar Allahuakbr....” Suara seruan Azzan untuk sholat sudah ternegar membuat Habib menatap leatas.. ia dengan sesegera mungkin menuju masjidnya dan juga menatap semua orang yang sudah rapi.. ia menatap kesekeliling dan teryata sangat ramai. Mungkin ini ada acara.. apakah ini acara maulit nabi? Atau acara isra’mi’raj.. ia tak tau.. tapi ini pasti ada acara...


“Sini.. sini..”Seseorang membuat Habib mengerjab menatapnya. Kakek tua mengajaknya duduk disampingnya membuat ia mendekat dan tersenyum. Ia melihat sekitaran yang sangat ramai dan mengerjab.. pikiranya masih berat membuat kepalanya sakit.. ia malas berfikir..


Mereka melaksakan sholat dengna khidmat.. namun Habib merasakan gera dihatinya.. karena sholat itu cukup lama dari biasanya. Apakah itu karena yang mengimami ustadz atau bagaimana? Namun ia tetap sholat dan menikmati yang ada dengan perasaan ganjal....


Sebenarnya selama ini ia belajar hanya belajar. Mungkin hanya belajar bagaimana caranya sholat dengan benar atau belajar apa saja kewajiban tanpa belajar hakikatnya.. ia belajar supaya hanya bisa membaca Al-Qur’an saja.. sampai sholat selesaipun ia hanya sholat saja.. beda halnya dengan orang-orang yang sangat khusuk.


Ketika sholat selsai ia menatap kedepan.. dimana ada MC Yang mulai bicara.. ternyata ini bukanlah acara yang ia pikirkan tadi.. ini hanya acara pengajian mingguan yang dilakukan setiap malam jum’at.. ini memang kebiasaan penduduk disini membuat ia baru tau akan hal ini.. wajar saja karena seingatnya sedang belum ada acara dalam Islam..


Kyai Abu yang didepan saja menatap Habib dengan tersenyum karena baru sadar.. ingin menyapa namun tak bisa. Beda hal dengan Fatih yang diam menatap Para jamaah. Bukan hanya pria namun bnayak juga wnaita.. jangan salah.. sebab di Lokal kita memang masih banyak para wanita yang suka sholat dimasjid dan ikut kajian yang campur baur bukan?hanya beda pembatas saja Meski sebenarnya itu masih ada pembahasan lebih lanjut boleh atau tidaknya dikumpulkan secara bersamaan seprti ini.


“Saya pernah mendengar cerita dari slaah satu kyai..”Kyai itu mulai bercerita dan bercerama membuat semua orang lain diam menatapnya termasuk Habib yang berada dibarisan nomor dua dipojokan itu.. ia hanya diam menatap kedepan bagaikan orang tanpa arah saja”Dia berkata seerti ini..” Ujar dari Kyai.


“Salah satu guru ku berkata...’Ya Abu Rohman. Jika aku pesan satu Hotell. Bayangkan jika aku masuk kamar aku dan aku memanggil tukang bangunan lalu pergi ketoko bangunan.. dan aku panggil tukang dekor dan aku memesan perabotan baru... dan aku merenovasikan kamar itu.”Ujarnya membuat semua orang diam. suaranya sangat lebut dan juga bas membuat suara itu sangat enak didengar dan juga tegas.


“ Dari karpet menjadi kayu, kita pasnag TV Baru ditembok, lalu merubah kamar mandi supaya lebih baru.. mengecatnya lagi degancat yang lebih indah dan menarik.. bagaimana menurutmu?” Tanya dari kyai itu membuat semua berfikir termasuk habib.. kyai menatap semua orang diam itu dengan santay lalu kembali bercerita.” Dan Abu Rohman pun menjawab ‘ sheikh itu tidak ada gunanya.. karena kau disini hanya sehari dan dua hari..’ Jawab Abu Rohman kan.. lalu saya menjawab : tepat sekali...”

__ADS_1


“Seperti inilah kehidupan kita didunia. Seperti itulah perbandingaya dengan akhirat kita kejannah(Semoga... Aamiin.. insyallah) Bahwa kehidupan itu sama seperti kita yang hidup dimuka bumi ini.. itu hanya sebuah perumpamaan yang bisa kita lihat dan kita pelajari..”Ujarnya membuat smeua orang diam.. memahai apa yang dimaksud oleh Kyai..


“Didunia ini kita hanya semetara sama kayak dihotel tadi.. kita akan mati.. dan kita masih sibuk mencari duniawai? masih sibuk mempersiapkan merenov dan sibuk membuat kita didunia ini nyaman dan juga bagus dilihat sedangan kita lupa jika kita hidup dimuka bumi ini hanyalah sementara dan juga tak kekal.. “Ujarnya membuat Habib tertegun.


“Apa yang kita lakukan hanyalah sebuah kesia-siaan.. sampai kita lupa bahkan dunia hanya sesaat. Semua yang kita bangun, semua yang kita kejar akan hilang sekejab.. kita hanyalah singgah dan menumpang menanam buah disini.”Ujarnya.


“Apa yang kita tanam maka itulah yang kita tuai diakhirat kelak.. kalian kejar dunia? Maka kalian tak akan pernah mendapatkanya dan tak akan pernah paus.. sampai kalian matipun dunia tidak akan kalian dapat sampai masuk kejurang yang terdalam... namun ketika kalian kejar akhirat maka dunia akan mengikuti kalian.. sesimpel itu..”Ujar Kyai dengan nada main mainnya “ Tapi bodohnya manusia lebih sibuk mencari dunia dan mengejarnya sampai terjungkil balik..”Lanjutnya..


“Dan lucuhnya kita melupakan jika sebenarnya dunia ini adalah hukuman untuk Adam yang Allah ciptakan.. dan manusia sekarang malah lupa akan hal ituz menjadikan dunia ini tempat membuat menjerumuskan keneraka....”Ujar Kyai dengan sendunya menatap semua orang..


Habib tertegun membuat ia memikirkan lagi apa yang dikatakan oleh kyai.. ia tak paham namun paham.. paham karena bahasa ini mudah dimengerti namun tak paham juga karena masih bingung..


“Beginilah kita sekarang... kita sudah sibuk mengejar dunia sampai lupa jika sebenarnya sekarang kita hanya menjalankan hukuman dari Tuhan..”Ujar kyai..”Dan kita yang menentukan untuk kehidupan berikutnya. Apakah kita pantas untuk masuk syurga atau neraka..!!”


Jlep.. rasanya kata kata ini membuat Habib terasa ditegur dan disinggung,” mangkanya.. kalo mau balik kesyurga turuti bagaimana hukuman yang diharuskan oleh Alah.. solat... membaca Al-Qr’an bershodaqo.. dan banyak lainnya. Kita nih sebagai manusia yag hidup dimuka bumi hanyalah sebagai makhluk yang singga diberi beberapa batasan dan juga yang diharuskan supaya Tuhan bisa melihat. Pantas nggak kita masuk syurga? Pantas enggak kita menemui dan kembali ketempat kita yang semula...” Ujarnya. “Tapi lucunya kita selalu bermimpi masuk syurga namun tidak mau sholat dan juga ibada lainya.. kan lucu... masuk rumah hantu aja bayar sekarang masa masuk surga semudah itu. Enggak bayar pakek ung kok masuk syurga. Cuma pakek ibadah saja..”


Membuat semua orang menjawab“Bisa...Tau...”


Dan ia kembali melihatkan benda itu kedepan supaya yang lain bisa melihatnya juga.. “Ini apa? Hape?” Tanyanya membuat semua orang menjawab iya lagi.


“Kalian lihat ya.. kalian bayangkan tangan saya ini ada lima jari jarinya yah kan? Nah jika saya umpamakan jempol adalah sholat magrib,, telunjuk adalah sholat isya.. jari tengah adalah sholat subuh.. jari manis adalah sholat Dzuhur dan yang keingking adalah sholat Ashar.. “ Ujarnya membuat semua orang mengiyakan termasuk Hbaib.


“Jika saya lepas jari kelingking maka apa yang akan terjadi? Apakah tangan saya masih kuat memegang handphonenya nya” Tanyanya dengan tegas kepada semua meksi sudah tua tapi soal suara dan tenaga jangan ditanya..


”Masih.. namun sediikit goya..”Ujarnya semua jamaah termasuk Habib..


“Lalu bagaimana jika saya lepaskan dua jari?” tanyanya membuat semua orang menatapnya diam.”Bagaimana jika saya lepas juga jari saya yang manis dan juga telunjuk.. par...” Hape itu jatuh disana dengan bentuk yang sudah berhamburan.. kacanya bahkan pecah..

__ADS_1


Kyai diam dengan senyum sendunya.”Itulah gambaran hidup kita.. gambaran kita dalam kehidupan.. ketika sholat kita tidak tegakkan satu saja makan iman dan islam kita akan goya. Dan begitulah hidup kita tanpa sholat.. maka hidup kita hancur. Iman kita hancur. hancur sebagaimana hape itu jatuh...'' Lanjutnya membuat semua orang diam..


Habib terasa ditampar disana membuat ia menunduk tak berani menatap Kyai. Mengingat kata Rindu jika sholat adalah kewajiban membuat ia menghela nafas.. apakah ini teguran dari sang kuasa? Apakah selama ini ia salah? Maka jawabanya iya...


“Lalu bagaimana sekarang banyak yang sholat tapi hanya sebatas sholat?” tanya Kyai membuat diam semua orang.”Banyak.. banyak banget semua orang yang hanya sholat tapi hanya sebatas sholat jika ditanya. Kamu sudah sholat? Sudah..!!” Ujarnya membuat Habib diam lagi.. tamparan demi tamparan yang ia dapatkan membuat ia bungkam seribuh kata.


“Padahal sholat itu bukanlah sebatas gerakan dan juga sholat saja. Bukan hanya mengerjakan saja., rapi laksanakan..!! jadikan sebuah kebutuhan.. bukan hanya untuk sesuatu hal dan juga mau pamer untuk dishosial media... no..!!”Ujarnya dengan menggeleng membuat semua orang diam..” Ada lagi orang-orang yang jika sholat lama saja sedikit maka hatinya terasa mau dibakar. Bagaikan burung didalam sangkar.. gelisa sekali... didalam hati selam bertanya’ Aiss lama sekali ini orang mengimamnya.. mana lapar lagi’ bukan hanya seprti itu.. ada juga yang menyumpahi imam dengan kata’ kata kasarnya... sepeti 'Haiss imamnya kok nggak punya perasaan...” Ujarnya Kyai membuat Habib kembali ditampar.”apakah ada yang gelisa dan juga bagaikan burung didalam sangkar disini?” Tanyanya membuat semua orang diam sambil menunuuk karena tersinggung..


Kyai malah terkekeh disana melihat banyak orang yang ada yang diam dan ada yang menjawab tidak.. “Saya yakin pasti banyak. Hanya saja malu mengakuhinya.. tapi ketahuilah.. jadikan rasa malu mu saat oni menjadi candumu untk sholat dimasa depan..” Ujar nya membuat semeua orang bertepuk tangan meriah.. biasa orang cerama..


“Tapi kyai? Bagaimana sekarang udah banyak sekali orang yang tak lagi mengerjar dunia. Yang sedang sholat dipoto dan diupload disosmed. Yang sedang sholat dipoto dan diupload disosmed. Yang wanita mengenakan mukena dipoto disosemet.. dan bersedekah dipotoh disosmet.. semuanya diumabr Ustad? Apakah boleh?” Tanyanya kepada Kyai sendiri kepada semua orang membuat semua orang diam.


“Maka apa yang kita lakukan itu hanya menjadi suatu kesia-siaan..!!”jar Kyai dengan tegas membuat Habib terdiam.”Sholat karena ingin dipujih. Bersedekah supaya dianggap baik.. mengaji supaya dipuji.. kita bagaikan manusia yang sedang menampung air dengan jaring jaring jika begitu... sia-sia.. capek capek sholat tapi tidak diterima. Capek capek cari uang dan bersedekah tapi tidak diterima pahalanya.. mau?” tanyanya.


“Tapi ustadz. Bagaimana jika seseorang menguploadnya itu hanya untuk kemberikan motivasi kepada seseorang? Mengupload apa yang ia beri untuk bersedekah supaya orang lain tertarik untuk ikut bersedekah?” Tanya salah satu majlis menyeromot karena tak terima.


“Kyai menganguk..”Kalian tau jika Iblis itu banyak cara untuk menghasud kita?” Tanyanya membuat semua orang diam.” Menghasud supaya kita menguploadnya supaya semua orang termotivasi ya?” Tanyanya membuat semua orang mengangguk.” Tapi sayangnya hati kalian tidak bisa dibohongi .. hati kalian tidak bisa berbohong.. buat yang suka upload kebaikan.. saya tanya. Apakah dhati kalian merasa bahagia dan bangga ketika kalian dipuji baik oleh orang lain?” Tanyanya membuat semua orang tertegun.


“Saya tanya kepada semua buat para wanita. Kalian yang mengupload kalian mengenakan mukena ketika sehabis sholat dengan caption’Allhamdulillah tahajud lancar’ lalu ada orang lain mengomentari 'maysallah . udah cantik sholeha lagi’’ apakah kalian bahagia dan bangga?” Tanyanya semua orang diam.. benar adanya.. apa yang kita lakukan itu pasti ada dapak bahagianya jika dipuji.


Kyai mengeleng dibuatnya.”Itulah yang namanya hasutan dari setan.. hey ayo uplad biar kamu bisa jadi motivasi orang lain.. hey ayo poto supaya kamu jadi orang yang lebih baik.. Setan hanya memberikan kata kata buslhit untuk kita..!! bulshit saya katakan..!!!” Kyai mengatakannya dengan tegas.” Karena hati tak bisa dbohongi.. kalian bahagia dipuji.. dan diberikutnya kita akan menjadi haus akan pujian.. sebagaimana yang harus kita lakukan. Mengapa kita selalu menutupi aib kita? supaya bauh bagkai yang kita buat tak tercium bukan? Lalu apakah bagaimana jika kebaikan kita, kita tutupi ? Yang harus kalian ingat satu hal.. orang baik tidak kan pernah mengatakan dirinya baik.. karena apa? Karena orang baik tidak akan perhitungan dengan apa yang ia lakukan.. jadi hati hati dengan setan karena setan mudah sekali menipu manusia.. dengan dalih menjadi motivasi.. dengan dalih hanya mau kasih tau orang.. dengan dalih menjadi motivasi.. dengan dalih hanya mau kasih tau orang.. no...!!” Ujarnya.


Habib kembali ditampat dibuatnya.”Apalagi berbada hanya karena seorang perempuan atau pria yang kita cintai... “Ujar Kyai membuat Habib tertegun.” Kalian tau? Yang berikan kalian cinta itu adalah Tuhan kalian.. Allah Subhanahuata’allah.. tapi malah mengerjakan kewajiban supaya orang yang kalian citai bisa melihat dan juga mencintai kalian? lolucon macam apa itu ha? Apakah orang yang kamu cintai itu Tuhan kamu?” Tanyanya.


“Diibaratkan kalian.. kalian kasih seseorang makanan yang lezat dan mainan yang bagus penuh kasih sayang.. karena kalian sayang dengan sesoerang itu... tapi seseorang itu malah melupakan kalian dan asik dengan makanan yang kalian beri.. ia lupa dengan apa yang kalian kasihi? Apa yang kalian rasakan? Sakit? tentu saja.. begitulah dengan Rob kita. ia yang memberikan nikmat rasa cinta tapi malah mahluknya melupakan kebenaran dan fakta bahwa ialah sumber dari cinta tersebut..!”


Habib dia dengan tamparan lagi dan lagi. Ia lupa berapa kali ia ditampat kali ini.. sungguh,,ssss

__ADS_1


__ADS_2