Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Masih yang dulu


__ADS_3

-Kadang peliharaan yang kita jaga lebih berbahaya dari pada binatang buas diluar sana--Pejuang Senja--


" Tapi gimana bisa ya dia pakek cadar tapi masih kelihatan cantiknya gitu? " tanyanya pada dirinya sendiri dikalah ingat mata jernih Rindu dan juga bulu mata Lentik Rindu. Belum lagi alis yang sudah rapi tanpa dicukur sekalipun membuat polisi itu terkekeh sendiri. ia. menatap jam didinding ini menunnjukan pukul 4 pagi yang artinya ia tak tidur malam ini.


....


Diluar sana Rindu baru saja keluar dari kantornya polisi itu. Ia menghela nafas legah dikalah keluar karena kepalanya cukup skait karena menjawab pertanyaan pertanyaan dari polisi tersebut.


Dimana matanya yang bertabrakan dengan mata Meme dan Diva membuat matanya menjadi nanar dan juga sakit.


Rindu bukan sosok pesendam. Hanya saja ia pengingingat yang handal. Ia sangat ingat bagaimana teman temannya ini mengkhianatinya hanya karena rasa iri dan juga dengki mereka."Hay.." Ujar Rindu tersenyum dibalik niqobnya menatap kedua temannya itu.


Disana ada Diva dan Meme yang menatapnya dengan tatapan datar mereka. rindu menghela nafsu dikalah itu karena mendapatkan penolakan, " Apa kabar.? Kok bisa yaa ketemu disini hehe.. "Rindu tersenyum garing kepada teman-temannya ini.


" Langsung aja deh Rin. Gue muak liat muka Loe soalnya.." Ujar Diva sinis.


Nyut...


Seperti ada yang tertusuk tapi tak nampak, ada yang luka tapi tak berdarah dan ada rasa namun bukan micin.


Rindu tersenyum getir kepada temannya yang menbencinya ini. " Gue cuma Pengen bilang sama kalian kalo gue bangga sama Loe Div. Loe. mau betina anak Loe dan nggak gugurin dia. " Ya terkekeh sedih.


Diva membuang mukanya malu. Sebenarnya rasa malunya saat ini lebih besar dari pada rasa benci nya. " Terpaksa... Andai aja bisa juga udah gue lakuin.. "Jawabnya sinis.


Iya... Alasannya karena kandungannya sudah berumur membuat risiko untuk menggugurkan itu sangat tinggi. Bisa bisa ia yang mati karena menggugurkannya. Apalagi aborsi...


"BTw Tadi apa kata pak Polisi? " Yang Meme memisahkan mereka. Ia cukup lembut bicara dengan Rindu karena ia tau Rindu tak bersalah.


Rindu tersenyum " Kabar buruk.. Aku harap kalian nggak kenapa bapa ya kalo udah sengatnya nanti.." Ujarnya lembut.


Meme dan Diva menatap Rindu dengan tatapan mautnya. " langsung aja. Gue muak liat muka sok suci Loe." Ujar Diva sinis. " Jangan berharap jika bakal ngucapin makasih sama Loe... soalnya gue sama Meme nggak pernah minta sama Loe supaya Loe bisa bantuin kita ya... Cih Kita nggak suka manusia sok baik kayak Loe..! " Lanjutnya tanpa perasaan.

__ADS_1


Lagi dan lagi Rindu hanya tersenyum kepada Diva. " Gue bantuan kalian bukan karena mau cari muka. Tapi karena rasa kemanusiaan gue masih berfungsi secara baik.. " Ujarnya dengan banar. Bukannya ia berharap rasa terimakasih teman temannya. Hanya saja rasa tak dihargai itu masih saja mencekik hatinya saat ini.


"Yayayaya... " Ejek Diva, sedangkan Meme hanya menatap Rindu dengan rasa bersalahnya. Ingin memeluknya tapi rasa malunya lebih tinggi.


"Meme yang sabar ya... Kamu Lihat sendiri... " Ia memberikan surat isi hasil tes urinnya.


Dengan kasar Diva merebutnya dari tangan Rindu dan membacanya dengan sinis. Dengan cepat mereka membacanya dengan tatapan datar.


Rindu hanya menatap temannya banar, terutama Meme. ia tak menanyakan mengapa Meme dan Diva melakukan pekerjaan semacam ini. Tidak... karena ia tau setiap orang punya alasan yang tak selalu bisa diceritakan pada orang lain.


Meme menggeleng lemah menatap hasil nya. ia merebut kertas itu dari tangannya Diva. " Ini Ini... ngga bener kan? ini salah kan? " Tanyanya dengan shoknya.


Rindu menggeleng membuat Meme menatap kedua itu nanar. " Enggak mungkin... Gue nggak mau kena penyakit laknat itu. Enggak..! gue enggak mau akhh... Gue enggak mau.. ini nggak mungkin.." Matanya memanas menatap kertas itu dengan tangis sendunya.


Diva memeluk Meme membuat Rindu menatapnya nanar " Rindu...Ini nggak benerkan? Rindu bilang ini nggak benerkan? Loe mau balas dendam dengan gue kan? loe mau buat gue hancurkan? Bilang Rindu kalo sebenarnya ini semua taktik loe suoaya gue hancur.Rindu ngaku..!" Teriaknya kencang mengunsang habib dan lainnya mendekat untuk mereraikan mereka.


Rindu menghela nafas menatap Meme nanar. " Me... itu bukan gue yang bikin. Tapi diri Loe sendiri yang bikin. Kenapa gue yang Loe salahin? " Tanyanya sendu.


Meme menggeleng. " Gue benci sama Loe Rindu.. Gue benci sama Loe. Ini semua gara gara Loe tau nggak..! gara gara Loe.! Akhrrrrr"Ia memukul kepalanya dengan kerasnya karena kesal dirinya.


" Puas Loe Rindu udah ngancurin hidup kita. puas..! plak..... " Ia menampar wajah Rindu dengan kerasnya dua kali.


Rindu tersenyum dengan temannya menerima itu. " Gue hamil gara gara Loe..! Dan sekarang Meme kena penyakit itu juga gara gara Loe tau nggak..! Loe itu pembawa sial tau nggak! " Ujarnya berteriak.


....


Kalian pernah baca kisah anak yang diaborsi belum si? Kalo belum ini aku kasih ya buat kita...


KISAH SEORANG ANAK YANG DIABORSI DI DALAM RAHIM IBUNYA


Baca & Renungkan

__ADS_1


Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada di badan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini.


Bulan 2: Ma, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku sudah keluar mama janji ya mau main sama aku.


Bulan 3: Ma, meskipun aku belum tau jenis kelaminku, tapi apapun aku, aku harap mama dan papa bahagia kelak ketika aku keluar. Jangan nangis ya ma, kalau mama nangis di sini aku juga ikut nangis.


Bulan 4: Ma, rambutku sudah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan baruku, aku bisa menggerakan kepalaku putar kiri putar kanan.


Bulan 5: Ma, mama tadi ke dokter ya, dokter bilang apa? Αpa itu aborsi ma? Αku nggak diapa-apain kan ma?


Bulan 6: Mama datang ke dokter itu lagi ya? Ma, tolong kasih tau dokter itu, aku di sini baik-baik aja! Tapi kok dokter itu mulai memasukan benda tajam? Benda tajam itu mulai memotong rambutku ma tolong, aku takut. Benda tajam itu mulai memotong kakiku, sakiit ma. Tapi meskipun aku tidak punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama. Ma, benda itu sekarang mulai memotong tanganku, mama tolong aku. Aku janji nggak akan nakal ma.


Tapi, meskipun aku tidak punya tangan dan kaki, aku msh punya mata dan telinga untuk melihat senyum mama, mendengar suara mama, tapi.. Benda itu sekarang sudah mulai memotong leherku, mama.. Ampun ma.. Beri aku kesempatan hidup, aku sayang mama, aku pengen meluk mama.


...Bulan 4: Ma, rambutku sudah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan baruku, aku bisa menggerakan kepalaku putar kiri putar kanan.


Bulan 5: Ma, mama tadi ke dokter ya, dokter bilang apa? Αpa itu aborsi ma? Αku nggak diapa-apain kan ma?


Bulan 6: Mama datang ke dokter itu lagi ya? Ma, tolong kasih tau dokter itu, aku di sini baik-baik aja! Tapi kok dokter itu mulai memasukan benda tajam? Benda tajam itu mulai memotong rambutku ma tolong, aku takut. Benda tajam itu mulai memotong kakiku, sakiit ma. Tapi meskipun aku tidak punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama. Ma, benda itu sekarang mulai memotong tanganku, mama tolong aku. Aku janji nggak akan nakal ma.


Tapi, meskipun aku tidak punya tangan dan kaki, aku msh punya mata dan telinga untuk melihat senyum mama, mendengar suara mama, tapi.. Benda itu sekarang sudah mulai memotong leherku, mama.. Ampun ma.. Beri aku kesempatan hidup, aku sayang mama, aku pengen meluk mama.


Bulan 7: Ma, aku di sini baik-baik aja, aku udah sama Tuhan di surga, Tuhan mengembalikan semua organ tubuhku yang dipotong benda tajam itu, Tuhan memeluku, memegang tanganku, menggendongku dengan lembut dan Tuhan membisikan tentang apa itu aborsi.


Kenapa mama tega melakukan itu?


Kenapa mama nggak mau main sama aku? Αpa salah aku ma?


Mama taubat yah, biar Tuhan mau antar mama ke sini, nanti kita main bareng-bareng di sini, dan jangan lupa, ajak papa juga ya ma.


PANTASKAH SEORANG BAYI YANG BELUM SEMPAT TERLAHIR KE DUNIA INI MENDAPATKAN PERLAKUAN SEKEJI ITU DARI ORANG TUA KANDUNG NYA?

__ADS_1


https://sumsel.tribunnews.com/amp/2015/12/12/kisah-seorang-anak-yang-diaborsi-di-dalam-rahim-ibunya-membuat-siapapun-menitikkan-air-mata?page\=2


Ini Linknya ya.. Soalnya Cp... Untuk. memunasabah diri...


__ADS_2