
...Ketika cinta ditolak jangan menangis ya......
...kenapa?...
...Karena itu tandanya Tuhan sedang cemburu☺... NVS31...
....
" Rindu..! Saya bukan mencari wanita baik ataupun yang terbaik. Sebab saya juga bukan yang baik ataupun yang terbaik... Saya sama dengan yang lainnya. " Ujarnya lembut. " Saya barumengnal agama. Dan disaat itulah saya tau jika menikah itu bukan karena tentang cinta maupun obsesi belaka. Tapi akan ada pahala dan juga pertanggungjawaban yang akan dipikul nantinya bukan?
Rindu menaap dokter Rey dengan mata berkedip. Cadarnya sudah ia gunakan lagi karena rasa yak nyawan jika wajahnya ditatap oleh lawan jenisnya. Hatinya sekarang sudah mulai damai dan juga diajak kompromi membuat ia sudah tenang. “Saya---“ Ia tak bisa menjawab apa yang ditanyaan oleh dokter Rey. Baginya itu cukup sulit untuk ia jabarkan. Sungguh, ia tak tau.
Dpker Rey malah terkekeh membuat Rindu mengernyit. “Saya tau, kamu pasti ragukan. Kamu masih meragukan syarat yang kamu ajukan kepada saya.. dan kamu masih meragukan cinta saya sama kamu.”Ujarnya menganguk mengarahkan isi hatinya.
Rindu mengangguk. Sebenarnya bukan hanya itu saja, tapi karena hidupnya, penyakitnya. Kedepanya masa adepanya nanti. Semuanya menjadi bahan untuk ia pertimbangkan dikemudian hari bukan? Jika mereka menikah, maka yang paling dirugikan disini adalah pihak dokter Rey. Rindu tidak mau menjadi egois dan menyematkan gelar’Duda kepada manusia sebaik dokter Rey.. tidak mau.
Dokter Rey tersenyum hangat. “Kamu minta untuk saya untuk memahami apa itu islam bukan?” Tanyaya kepada Rindu. angin meniup-niup mereka membuat mereka dibawah pohon cukup nyaman. “ Islam bagi saya adalah ketenangan dan kedamaian tujuan dan juga kehidupan. Ketika Tuhan mencipkaan setiap hambanya hanya untuk berbadah kepadanya dan akan dihadakannya syurga diakhir zaman kelak.. “ia terkekeh dengan khasnya.” Saya tidak bis menjabarkan apa itu Islam, terlalu indah dan sempurnah, Aku hanya manusia yang kottor dan berlumburan dosa. “ Ujarnya lagi.
“Saya tidak tau lagi. Ketika aku melihat matahari, maka aku teringat Islam, iya.. Ia bagaikan matahari yang menyinari bumi ini, kehiudpan dimuka bumi ia juga bagaikan malam dimana tempat bumi untuk beristirahat. Ia seperti senyum yang menularkan kebahagiaan dan senyuman kepada orang lain. dan mengajarkan arti banyak hal.. “Ia tersenyum.” Maaf Rindu. saya gagal dalam ujian ini, saya gagal karena saya tidak aka pernah bisa menggambarkan indahnya Islam dalam diri saya.”Ujarnya dne,gan mata yang berkaca.
Rindu menatap dokter Rey. Matanya nampak memberikan arahan jika ia sangat mencintai agama islam.. itu cukup membuat ia kagum. itu tandanya jika dokter Rey bahkan sekarang sudah memiliki iman yang cukup lumayan. manusia yang menangis karena kecintaannya terhadap agama sekarang sangat jarang. Apalagi dokter Rey bahkan sekarang mengurangi pasiennya hanya karena agamanya. Sungguh luar biasa dokter Rey berubahnya.
“Dan syarat kedua saya harus beralajar dan juga memahami Kitab Suci Al-Qur’An... saya sekarang sudah bisa.., dan dalam proses menghafal.. Allhamdulilah kata Ustadz yang mengiringi saya saya mudah mengingat dan juga cukup mudah memahaminya.. jadi saya sekarang sudah hafal Just 30 Dan juga just 1 dua dan tiga.. karena saya masih jauh tertinggal. Jadi saya masih sangat tertinggal dalam syarat yang kamu berikan Rindu..”Ujarnya membuat Rindu tertegun lagi.
Rindu kagum akan dokter Rey. Sungguh, ia bahan baru memberikan waktu cukup singkat padanya bukan? Bahkan baru beberapa bulan saja membuat ia kagum..” Kamu bagaimana bisa belajar dan menghafal dalam secepat itu?” tanya Rindu tagu. Jujur laginya itu sungguh cepat bagi pemula seperti dokter Rey.
Dokter Rey menganguk paham.” Tidak ada yang tidak mungkin Rindu jika Allah berkehendak. Ia tingal bilang ‘kun Fayakun. terjadilah... maka dunia bisa berbalik seketika bukan?” Ujarnya dengan mengangguk.” Saya hanya berusaha dan berniat. Semuanya saya serahkan kepada Allah jika hasilnya. Saya hanya melakukan yang terbaik. Seperti belajar sebagaimana santri lain, sebelum belajar Iqra’ saya mulai beajar menghafal ayat-ayat ayat pendek dari murotal.. dan setelah saya bisa belajar Al-Qur’an saya mulai menghafal Just pertama dan kedua. Tipsnya ustadz yang memberikanya. Ketika sesudah sholat malam maka saya akan mengahafal dua sampai lima ayat baru tidur lagi. Lalu ketika bangun subuh maka sebelum sholat saya kembali mengahafal apa yang saya hafal malam tadi, ketika sesudah sholat maka saya akan menghafal ayat baru. Begitu seterusnya sampai saya bisa menghafal ayat lain lagi. Dan Allhamdullah Allah membantu saya mempermudah semuanya.”Ujarnya memberi tahu kepada Rindu.
__ADS_1
Waw... Rindu bahkan kagum sekali mendengarnya. Bisa-bisanya dokter Rey senekat itu. “Saya tau pernikahan itu bukan ha lmain-main Rindu, dan sekarang saya paham mengapa kamu sampai detik ini masih meragukan saya sebagai suami kamu.. karena memang menikah itu bukan tentang cinta saya terbalaskan, tapi juga tentang ibada dan tanggung jawab yang harus kita pikul bersama dikedepan harinya. Dimana seorang pria yang harus memimpin seorang perempuan dan sii perempuan menurut dan juga menyenangkan seorang suami.”
“Saya tidak akan mau menuntut dan juga mengejar kamu layaknya cinta Zulaika kepada nabi Yusuf. Saya tidak mau mengejak kesia-siaan dimuka bumi ini. kisah cinta mereka berdua membuat saya sadar. Ketika saya mengejar cinta saya hanya karena nafsu maka saya tidak akan mendapatkannya,sama seperti ksah Zulaikah, ia yang mengejar nabi Yusuf atas kecintaan duniawi namun tak pernah mendapatkannya. Namun ketika Zulaika yang sudah tak cantik lagi tapi mendekatkan diri kepada lah dan mencintai Allah. maka ia mendapatkan nabi Yusuf. Bahkan Allah sendiri yang menjodohkan mereka. Sungguh disana membuat saya tertampar Rindu.” Ujarnya tersenyum.
“Saya tidak akan memaksa kamu ntuk menerima saya, tapi saya sangat mengucapkan terimakasih kepada kamu karena sudah membawa saya kedunia yang seindah ini Rindu. sudah membawa saya dalam agama ini. saya sangat berterimakasih. Dan lagi saya mengucapkan terimakasih karena kamu sudah mau mengajarkan saya rasa cinta itu senarnya bagaimana dan bagaimana saya harus menyikapi apa itu cinta dan apa itu hawa nafsu. Saya akan kembali memperbaiki diri dan selalu memperbaiki diri, sebab saya menyerahan semuanya kepada Allah swt sekarang.”Ujarnya tersenyum.
Rindu menatap dokter Rey dengan senyumnya. Ada rasa menghangat dihatinya. Ia membandingkan Habib andai Habib seperti ini. akhh. Kenapa Habib menjadi manusia yang penuh dengan janji, kataya mencintai tapi tak mampu membuktikanya. Apa sekarang Allah sedang menunuan kepada Rindu yang mana harus ia pilih? Sekarang hatinya sudah mengarah kepada dokter Rey. Bagaimana ini? “Dokter Rey..”Ia memberi jeda sebentar.” kamu taukan saya memiliki penyakit berat dalam hidup saya, bahkan umur saya tidak bisa lagi dijamin selain Allah swt. Apabila nanti kita menikah, dan saya meninggal, maka itu akan membuat nama anda menjadi jelek, yaitu anda akan menjadi duda bukan? Saya tidak mau anda orang yang sangat baik mendapatan gelar sedemikaian rupa. Saya mau kamu mendapatkan yang terbaik..”Ujarya. ia malu jika harus menerima dokter Rey yang penuh dengan keajaiban bukan?
“Rindu.. saya menikahi kamu bukan karena umur. Saya tidak peduli seberapa pabjang umur kamu atau seberapa pendek umur kamu. Menikah adaah ibadah, dan ketika semuanya sudah tersakralkan, maka biarkan Tuhan yang menentukannya. Jikapun nanti umurmu pendek. Maka saya akan berdoa, supaya kelak kamu akan menjadi bidadari saya disyurga dan tunggulah aku disyurga nanti dan kita akan berkumpul dan hidup bersama disana.”Ujarnya dengan lembut.
Mata Rindu berkaca-kaca. Rasanya saat ia ia sangta berharga dan sangat dihargai ketika ia sangat diperjangkan. Ia mengangguk.” Maka dari itu. Izinkan saya untuk berserah diri kepada Allah ya.. izinkan saya untuk sholat Istiqhoro untk menentukan pilihan saya. Saya akan meminta bantuan Allah untuk memilih mana yang terbaik untuk kita.”ujarnya dengan lembut.
“Alhamdulillah.”Ujar dokter Rey mengusap wajahnya.”Terimakasih Rindu. Setidaknya kamu bisa menanyakan kepada Allah. Apakah saya pantas atau tidak untuk kamu. Dan semoga kta dipersatuhkan kelak.. aamiin.. Allahmma’amiin.”Ujarnya lembuat. Rindu Tersneyum malu.
Inilah cinta. Ketika cinta tuhan yang menciptakan, banyak sekali manusia berpaling dari Tuhannya dan malah memilih cinta. Padahal Tuhanlah yang memberikan ia cinta. Bagaimana bisa manusia melupakannya?
Langit semakin lama semakin tinggi membuat Rindu dan dokter Rey memilih mencari baju ganti saja. Rindu hari ni memilih mendatangkan ummi Ira dan juga Rian dan Rani. Ia mau bermain dan menenangkan pikiranya. sebenarnya itu adalah sarannya dokter Rey. Katanya ketka banyak masalah perbanyak biaar dengan orang. Ia tak mau nati jika Rndu sendiri maka rindu akan kembali menangis dan meratapi nasibnya. Ia tak suka akan hal itu. Jadilah seharian ini Rindu sangat senang dan juga bahagia akan kehidupannya. Apalagi Rian dan Rani yang sangat manja kepadanya meminta ini dan itu. Dokter Rey yang memberikan mereka mukena dan juga sarung baru. Beberapa helai baju juga.
Persiapan untuk makan mereka dan juga makan-nakanan kecil untuk camilan seperti donat, cake dan juga ciki-ciki membuat suasana sangat segar. Buah buahan. Ada beberapa teman mereka yang bergabung bermain membat hari ini Rindu melupakan masalah yang ia hadapi. sampai pada jam sembilan malam ia baru pulang kerumah Hbaib.
Sudah jam sembilan malam Habib tak bisa tidur karena Rindu yang belum pulang, tanpa ia bisa pungkiri jiia ia sangat khawatr akan Rindu yang pergi tadi. tapi keegoisannya mengalahkan semuanya, ia egois dan marah akan Rindu, ia marah karena aurat Rindu yang terhumbar dan Rindu yang semurah itu. Ia tak suka, tanpa ia sedari sedikitpun cinta tak luntur dari hatinya. ia hanya egois dan menepisnya mentah-mentah.
“Terimakaish Rey.. karena udah membuat saya bahagia hari ini. terimakasih karena sudah menghibur saya dan membuka mata saya. Terimakasih.”Ujar Rindu keluar dari mobil dokter Rey. Ia berdiri menatap rumah Habib. Iya... dia masih akan pulang disini untuk menyelesaikan masalahnya.
“Iya sama-sama Rindu.. jangan sedih lagi ya. Jika kamu sedih lagi janga ingat saya tapi Ingat Allah... hehe.”Ujarnya terkekeh membuat Rindu ikut terkeleh “Yasudah jika begitu saya pilang dulu ya.. sudah malam soalnya..
"Assalamu’alaikum..”Ujarnya dengan span lalu measuki mobilnya lagi meningalkan Rindu yang menjawab salamnya lembut. tanpa mereka sadari Habib menatap dari atas balkon dan mengerang ia mengeratkan kepalan tangannya menatap dua insan yang saling tersenyum itu. Belum lagi baju Rindu sekarang sudah berganti membuat fikiran kotornya kemana-mana.
__ADS_1
Rindu berjalan menuju pintu setelah mobil dokter Rey menjauh. Ia tersneyum tipis karena mengingat bagaimana dokter Rey yang tak mau menyentuhnya ataupun menatapnya terlalu dalam takut zina katanya. Ia menghela nafas sembari membuka pintu, ia tau ada dunia lain yang akan ia lewati nantinya.
“Sudan menjalangnya diluar sana hm? sudah dapat berapa hari ini?” Suara barton itu membuat Rindu tertegun dan menatap keasal suara. Disana Habib, bukannya Rindu tidak tau Habib menatap mereka tadi dan ia yakin Habib menghampirinya dan akan menghinanya lagi ini. “Uhkk bajunya brandid. Pasti mahal hmm...”Ujar Habib lagi sembari terkekeh.
Rindu tersneyum santai... ia tak menjawab dan diam saja membuat Habib menerang, ia yang sudah mengenakan baju tidur itu menatap Rindu tajam.”Kamu mendadak gagu karena kebusukan kamu terbongkar hmm? Dasar.. murahan..”Ujarnya lagi membuat Rindu menghela nafas. Hatinya terasa dicabik cabik saat ini. kenapa Habib setengah tu berucap kepadanya.
“Jaga ucapan kamu Habib. Apa maksud kamu bicara kurang ajar semacam itu kepada Rindu ha?!!” Itu suara Yohan kepada Habib membuat Hbaib menatap kebeakang. Disana ada Yohan dengan pakaian santaynya menatapnya tajam.
“Loh memang bener kok dia jal*** dan murahan.. Hbaib udah liat sendiri dia sama cowok lagi Zina. Eh sok Alim nggak taunya nauzubllah. Tadi aja dia pulang bareng cowok ihh.”Ujarnya dengan gaya jijiknya. Itu membuat Rindu menghela nafas dan juga berzikir dan bersholawat saja supaya tak terpancing.
“Dan kamu percaya hanya karena cuma lihat foto? Apa kamu pernah melihatnya secara langsung hmm? Ingat, nanti kamu nyesel loh. Soalnya yang paling tajam dimuka bumi ini adalah Lidah, kalo lidah kamu sudah menyakiti hati seseorang. Maka siap-siap kamu tak akan pernah mendapatan maaf yang sebenar-benarnya maaf.”Ujarnya dingin. Ia tau apa yang menimpah Rindu. karena gosip itu masuk ketelinganya dari karyawan yang memang bertuga untuk menghandel Habib dan kerjaan karyawan lain.
“Pernah kok.. Habib bahkan pernah lihat Rindu sama cowok keluar dari rumahnya. Rindu yang penampilanya acak-acakan dan pria itu cuga tak kalah kacau. Tengah malam berduaan dan penampilan kacau. Apa yang dilakukan orang dewasa lawan jenis memangnya hm? Main kuda-kudaan?” tanyanya. Ia masih ingat ketika ia pulang dari luar kota menemui hal sedemikian rupa.
“Hanya melihat. Tapi apa kamu sudah mendengaran penjelasannya Rindu dikalah itu ha? Tuhan nyiptain telinga buat mendengar loh bukan buat pajangan doang..!!” Ia tak suka akan sikapnya Habib semacam ini. pemimpin tak akan bisa maju jika egois.
“Oppa kenapa belain Rindu kek gitu sii? Memangnya apa yang Rindu milikin sampek segitnya hm? Memang bener kok Habib pernah lihat, ngapain juga mau minta penjelasan dia. Toh itu memang faktanya. Buang-buang waktu tau ngak.. dan ini lagi buktinya. Dia ganti baju dan bajunya beda dengan pagi tadi. dan dia dianterin sama cowok. Apalagi coba yang dilakuan dia sampek ganti baju segala hm?” Tanyanya menatap Rindu. rasa kesalnya meledak-ledak dikalah ingat Rindu pulang dengan ptia lain selain dirinya.
“Dia siapa memangnya Rindu?” Tanya Yohan kepada Rindu meminta pejelasan kepada Rindu yang sedari tadi iam dan menyimak saja perdebatan dua generasi dalam satu darah dikeluarga Hollmast itu.
Rindu yang hatinya memang sudah kesal dan marah kepada Habib membuat ia menatap Habib tajam, tanganya bahkan mengepal saat ini. Da insyallah calon suami saya.” Ujarnya dengan jujur. karena memang hatinya cukup yakin..
Dgh.. jantung Habib mencelos mendengarnya. Mendadak ia menatap Rindu dengan tatapan sulit diartikan. Apa-apaan ini? ingin bicara tapi kelu, sebab ia sudah merendahkan Rindu sedari tadi bukan? Lalu ini? ia harus apa?
Toingtong.. Ting.. Tong..
Suara bell membuat mereka menatap arah pintu. Yohan yang melihat itu langsung saja membukanya padahal Rindu ada didekat pintu. Ia melihat dua polisi membawa surat ditangannya membuat ia bingung.”Permisi.. apakah benar disini tempat tinggal saudari Rindu?” Tanyanya dengan sopan.
__ADS_1
dughh