
“Tapi bodoh udah ada yang ngatur pi. Mau orang lain jungkar balik mengejar Rindu tapi Rindu bukan jodohnya. Mangka mereka tak ada berjodoh. Sama dengan Rindu, meskipun sesakit atau semenolak apapun dia dengan Habib. Maka ia tak akan menolak jika takdirr yang berkehendak.”Jawab Habib dengan tegasnya.
“Sok sok an bicara dan jelasin Takdir”Sarah terkekeh sinis dibuatnya.”Jika tau dan paham masalah takdir kenapa mabuk-mabkan he? Taukan jika takdir begitu tapi kenapa bodohnya kamu mabuk-mabukan he?” Tanyanya sinis.”Lagipula memangnya kamu yakin Rindu itu takdir kamu? Mohon maaf ya ni Bib. Jika tante jadi Rindu. Mending Tante sama orang lain aja. Seenggaknya orang itu bisa menghargai tante dunia akhrat. Luka karena lisan itu lebih sakit asal kamu tau dari pada luka fisik karena sayatan atau tembakan sekalipun.”Lanjutnya.”Mau kamu ngobatinya pakek apapun, Jlka itu enggak bakal bisa diobatin, jika pun sehat. Maka lula itu akan jadi bekas luka hidup sehat namun membekas, disentu masih akan tetap sakit dan nyilu,..”Ia menghela nafas.
Saraj memang menyayangi Rindu layanya menyayangi anaknya sendiri. Karena Rindu ia bisa merasakan hidaya dan belajar agama. Rndu perantaranya untk keluar dar dunia gelapnya dna tau bagaimana caranya untuk menyampaikan rasa bersalah dan rasa Rindunya kepada anak pertamanya ynag susah meninggal. Sugguh..
Habib diam mendengar semuanya. Ia terpojokkan oleh keluarganya. Tak ada dipihaknya saat ini. namun ia masih kekeh dipedapatkan jika Rindu masih akan tetap menadi jodoh dan miliknya nanti. Ia menghela nafas lalu masuk menuju kamarnya. Menatap semuanya dengan tatapan nanar kepalanya yang sakit tambah sakit dibuatnya. Keluarganya memang sangat kejam dengannya membuatnya tak tau berkata apa-apa lagi.
Ditempat lain Dokter Rey dan juga Gevan mati-matian cari buktinya. Gevan mendataingi rumah pembantunya itu hanya untuk mendapatkan bukti Rindu. ia juga membawa dua bodyguard untuk jaga jaga. Setidaknya ia tau jika Danil sosok yang jago silat. Seenggaknya ia bisa jaga diri dan bisa baik baik saja. Khawatir boleh. Bodoh jangan ya..
Disana dikalah ia datang ia bertemu dengan ibunya dan ibunya mengatakan jika Danil tak lagi tingal disana, Danil sudah tinggal didesa neneknya untuk membantu neneknya itu menuju kota. Sebab neneknya seoang diri disana dan takut nyasar jika pulangnya tanpa dikawal. Desanya sangat terpencil. Katanya disana tak ada sinyal hape dan juga tak ada apa apa. Listrik saja masih sedikit. Karena salurannya hanya sebatas petengahan saja..
Jalannya WoW rusaknya, disana bahkan tak bisa masuk mengenalakn mobil, harus mengenakan motor. Motornya pun bukan sembarangan motor. Motor itu adalah motor ojek itu loh. Yang buat ojek membawa orang-orang dialan yang super jelek. Jika mengenakan motor sendiri maka siap-siap mototnya akan tusak.
Gevan cukup pusing memikirnya. Sebab jika kedesa itu ia harus memakan waktu selama delapan jam.. itupun belum mencari rumah neneknya Gevan. Belum lagi balik laginya itu memakan waktu selama delapan jam labih. Ets jangan lupakan pergi dari kota kedesa itu selama lima jam hitungan saja lima kali dua dan delapan kali dua. Seenggaknya ia harus memakan waktu selama tiga hari. sedangkan sidang terjadi seminggu lagi. Ia harus apa? mencari Danil dan memaksanya menjadi saksi?itu semua membuat Gevan sakit kepala.
Jadilah ia diam dirumah dan memutuskan beberapa detektif handal kesana. Membayar dengan gocek yang cukup menguras kanting. Senggaknya senilai rumah lah ya.. tapi tak masalah untuk Rindu juga.. ia akan mencari bukti lain disamping kosannya Rindu saja. Siapa tau ada yang menyimannya dicctv bukan?
Dokter Rey hari ini membawa kakaknya kepenjara. Karena kakaknya mau bertemu dengan Rindu. katanya ia penasaran dengan sosok Rindu. ia membawa beberapa makanan dan juga buah disana. Minuman yang segar untuk Rindu membuat kakaknya sangat kagum akan adiknya itu.
Kakaknya yang dipanggil kakak Fey oleh Rey itu menatap dokter Rey dengan sendu. Rasa cinta dan letulusan adiknya sungguh besar membuat ia takut jika Rindu menolaknya.
__ADS_1
Dokter Rey bahkan menerima apapun yang terjadi pada Rindu meskipun nantinya Rindu bertitel mantan Napi sekalipun. Apakah ia bisa mendapatkan cinta sebesar adiknya untuk Rindu nanti?
Akh. Jika memikirkan hal itu membuat ia iri kepada Rindu itu..
Jam istirahat sudah mulai membuat dokter Rey menggandeng kakaknya menuju ruang pertemuan tahanan dan mereka. Fey menatap adiknya sendu. Adiknya sekarang jauh berubah, sangat menghormatinya dan juga orang tuanya. Tak lagi pernah berkata kasar. Kepala yang selalu tertunduk kepada kedua orang tuanya. Bahkan jika dalam keadaan sibuk sekalipun ia tak pernah mendesah ataupun mengatakan penolakan. Ia selalu mengatakan dan menjelaskanya secara lembut.
Iya..Dokrer Rey sudah mempelajari adab adab terhadap orang tua...
sebagaimana Imam Gazali ajarkan yaitu.: Mendengarkan kata-kata orang tua.
diri ketika orang tua berdiri. ...
Mematuhi perintah orang tua. ..
Merendah dengan penuh sayang dan tidak
menyusahkan.
Tidak mudah merasa capek dalam berbuat baik kepada orang tua
Tidak memandang dengan rasa curiga
__ADS_1
Seperti sekarang. Ia digandeng dengan lembut menuju tempat pertemuan, “Kakak enggak sabar deh ketemu sama Rindu.”Ujarnya Fey kepada adiknya itu dengan sedikit logart inggrisnya. Karena terlalu lama diluar membuat lidahnya fasih bahasa luar.
Dokter Rey terkekeh.”Kok jadi kakak si yang semangat.. kan harusnya Key kak.. ada ada aja deh.’Ujarnya dengan kakaknya lembut. ia mengeleng dibuatnya menatap kakaknya yang bagaikan anak kecil itu. Sungguh kakaknya itu bersikap layaknya anak kecil imot,,
Polisi menyuruh mereka duduk diruang tunggu.. dan itu membuat dokter Rey menghela nafas mengiyakan. Ia menatap dimana tempat Rindu akan menghampirinya.
Rindu yng sedang membawa Al-Qir’an dan sibuk dengan hafalannya itu menghela nafas dikalah polisi mengatakan ada yang mendatanginya. Namun ia cukup terkejut dikalah dokter Rey yang datang. sebab setahunya dokter Rey tak tau masalahnya. Dimana ia mengetahuinya.
Ia mengiyakan polisi itu dan mengikutinya dari belakang.”Baik pak... tapi benar benar dokter Key Eh maksdunya dokter Rey kan?” Tanyanya dengan ragu. sebab ia tau sekali Jika dokter Rey tak tau masalahnya. Ia juga tak sedekat itu untuk diberi tau Habib bukan?
Polisi itu menatap Rindu dengan tatapan menggodanya.”Emang kenapa kalo dokter Rey hm?” tanyanya dengan alis naik turun beberapa kali. Matanya menatap dengan godaan.” Kenapa kayak salting gitu ha?” Tanyanya dengan siul goda.
‘Ih..”Rindu malah salting benaran dibuatnya.” Dia itu Cuma temen kok. Lagipula saya heran aja dari mana dia tau saya disini ya. Apa berita saya sudah masuk televisi...?” Tanyanya dengan jujur.
“Hmm temen.”Polisi yang bernama Ilham itu mengangguk mendengarnya.”Temen tapi demen kayaknya hehe.”Lanjutnya dengan godaan.”Lagi pula kenapa sii kalo dia tau? Enak dong. seenggaknya kamu bisa bertemu dan bertukar sapa dengan orang yang kamu kenal. Nggak senang apa hm?” Tanyanya dengan sendunya.
Rindu mengeleng menatapnya,tak mau menjawab ia jalan saja menuju dimana tempat dokter Rey menunggunya. Polisi itu hanya menghela nafas dikalah ia dicueki oleh Rindu. rindu memang terlampau cuek orangnya, orang sok SKSD Ia tak suka. Orang yang sok kenal ia tak respon. Orang yang sok humoris ia tak akan peka ataupun tenakan situasi. Ia sosok yang sulit ditebak dan juga unik...
.
.
__ADS_1
.
Like komentar and vote ya..