Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Pilihan atau Keharusan?


__ADS_3

Ada yang nanya kok lebih dari 120 bab... Dan udh judi drama. Padahal aku bukannya tu udah harus cari kalimat yang bisa dipahami buat kita dan yang aku masukan itu ilmunya bukan cuma kisah Rindunya... Tapi hikmah dan juga pengetahuan yang didapati yang mungkin dinovel lain saya rasa hanya beberapa saja yang ada... Dan harapan akhir ceritanya nggak sesuai eksfetasi kalian aku minta maaf karena dari awal kemarin udah aku ingatan...Saya cuma mau berbagi ilmu ko bener.. Salam sayang ya..


Disudut lain ada umi Rindu yang sudah bangun dai pingsannya, ia hanya diam mendengarkan semuanya, ia tak tau harus apa. Ia mencintai Riolndu sebagaimana anaknya.” Rindu apa yang dikatakan abbimu benar..!!” Ujarnya memotong percakapan orang lain.


Rindu diam mendengar uminya yang bicara itu. “ Inilah alasan abbi selama ini mengajarkanmu menjadi pemberontak…!” Ujar abbinya Rindu.


Rindu menepis pistol dari ayahnya itu dari abbinya itu membuat Antonio diam menatap Rindu tajam. Rindu tak takut ia mau mendengarkan cerita ayahnya itu.” Dulu abbi dan umi sebenarnya dua orang yang tidak saling kenal.. dan abbi memiliki calon istri yang sudah abbi cintai sedari abbi sekolah menengah pertama..”Ujar abbi Rindu bercerita.


Rindu diam disana mendengarkanya. ”Namanya Rinjani.. dia ibu kandungmu.”Ceritanya dengan bibir yang bergetar.”Mangkanya nama kamu abbi bikin Rindu Azzahra… kata awalnya abbi ambil dari nama ibumu.”Ujarnya mendadak bergetar.”Ibumu seorang pengecut Rindu, dia seorang penakut, dan dia seorang tak berprinsip. Dia meninggalkan abbi hanya karena orang tuanya tak merestui kami, dia takut hidup dengan abbi, ia tak mau menjadi miskin.. ia tak mau itu.”Ujarnya dengan bergetar.


“Sampai pada orang tuanya menjodohkanya dengan ayahmu itu.”Ujarnya menunjukan wajah Antonio disana.” Dia menikahinya dengan Antonio yang kaya raya.. dan Rinjani menerimanya hanya karena ayahmu kaya raya dan mengikuti perintah orang tuanya, sampai pada kepercayaanya kepada Tuhan kita itu menjadi hilang, ia melepas hijabnya supaya bisa menarik perhatian semuanya, sampai dia kehilangan segalanya demi orang tuanya dan nafsunya.. dia wnaita yang bodoh bukan? Ibumu bodoh Rindu…!”Ujarnya kepada Rindu nanar.


“Abi ajarkan kamu menjadi kuat, abbi ajarkan kamu menjadi pemberontak. Abi ajarkan kamu supaya taat dan paham akan agama dan abbi ajarklan kamu supaya lamu masih bisa bertahan hidup maksi tidak bersama abbi dan ummi. Abbi ajarkan kamu supaya kami masih bisa berdiri tegak dengan perinsip yang menurutmu baik. semua abbi lakukan supaya kamu tidak bodoh seprti ibumu..!!”Ujarnya disana membentak karena tak kuat. Bukan membentak karena membenci tapi ia hanya melampiaskan amarahnya saja.


“Kata orang buah jatuh tak jauh dari pohonnya sama halnya anak yang enggak bakal jauh sifatnya dari orang tuanya, tapi abbi yakin abbi mampu merunbah takditr, abbi mau kamu jadi pemimpin didiri kamu sendiri, tidak bergantung dengan siapapun. Abbi mau kamu hidup dengan apa kata kamu bukan kata orang, kenapa abbib tak pernah memberikan barang barang yang kamu mau? Karena Abbi mau mengajarkan kamu arti uang yang sesungguhnya., abbbi tidak pernah memberikan kamu uang yang sebagaimana anak lain dapatkan karena apa? Karena abbi mau mengajarkan kamu arti bersyukur sesungguhnya bukan ambisi dunia. abbi mau kamu menerima apapun yang kamu punya dan tidak mengharapkan kekayaan yang fanah.. abbi mau kamu menjadi wanita yang mandiri hiks hiks..”Ujar abbi Rindu menangis disana.”Abi tidak membenci kamu Rindu, Abbi tidak membeda beda kan kamu,. Hanya saja abbi mau kamu menjadi diri kamu yang lebih baik lagi hiks hiks..”Ujarnya menangis, dada nya sakit sekarang.


Rindu disana mendengarnya pun tak kalah menangisnya, jatuh air matanya ketika abbinya yang tegas mendadak rapuh. Abbinya begitu besar menjaganya, mendidiknya dan inikah alasan selama ini? Apakah semua masalah terpecahkan?


“Abi memukul kamu dengan rotan karena kamu tidak mau sholat, abbi dan ummi menyumpal bibirmu dengan kain jika kamu masih juga tidak bisa mengaji karena apa? Karena kami mau kamu istiqoma dalam agamamu Rindu.. dan inilah yang abi takutkan. semua yang abbi takutkan terjadi.”Ujarnya disana menangis.


“Dan umi juga begitu Rindu.”Ujar Uminnya dengan nafas yang tersendat sendat karena menangis.”Umi selalu diam jika abbimu marah karena umi tidak memiliki hak apapun dari kamu. Umi tidak memiliki hak.jikapun umi membelamu, abbimu akan mengatakan semua alasan yang baik untukmu. mangkanya umi diam saja, umi sangat mencintai kamu sebagaimana anak anak umi lainnya.. hanya saja umi tidak memiliki hak sebesar anak umi lainnya. “Ujarnya menangis disana disela tangannya yang diikat.


“Kami memutuskan menikah dikalah ibumu dan juga ayah kandungmu menikah Rindu, karena abbi kamu dan umi merasa tersakiti dan sama sama dikhianati oleh orang yang kami cintai..!” Ujar umi Rindu membuat Rindu disana menjadi jelly. “ini semua karena ibumu, ibumu merusak segalanya, dan memutuskan hubungan umi dngan ayah kandungmu..!” ujarnya membuat Antonioo diam,


“Keluarga ibumu sangat berambisi mendapatkan lelaki kaya seperti ayah kandungmu.. “Ujarnya Disana dengan dinginnya.” Tapi umi bersyukur Rindu, karena semua itu umi mengenal abbimu, umi bisa menerima banyak pelajaran, meski hidup sederhana umi bisa bahagia, umi bisa tertawa dan mendapatkan kasih sayang yang melimpah. Bahkan abbimu tidak pernah bertindak kasar dengan Ummi.. umi sangat bersyukur karena Tuhan menyatuhkan umi dengan abbi sampai umi tidak bisa berpaling meski dunia yang manawarkan sejuta kebahagiaan lain.” Ujarnya bercerita.


Rindu disana gemetar dibuatnya. Jadi selama ini ia hanyalah anak pelakor? Anak seorang ibu yang labil dan tak tau diri? Yang menjadi boneka orang tua dan tak memiliki hati? “Jikapun ibumu itu baik Rindu, ia tidak akan tega meningalkan kamu disini demi ayah kamu itu, dia terlalu takut kehilangan harta bendanya dibandingkan harga dirinya. Bahkan dia awalnya mau mebunuh kamu didepan rumah abbi.. dikalah itu umimu yang juga baru melahirkan, tapi sayangnya anak kami meninggal dikalah itu.. “


“Hal itu ngebuat umi dan abbi mengambilmu dari ibumu dengan paksa, kami memintamu supaya kamu tidak dibunuh, kami memintamu supaya bisa menjadi anak laki. Umi yang menyusuhimu meski tidak mengandungmu, umi yang mengajarkanmu berjalan meski kamu bukan anakmu. Umi semua menjalankan itu karrena umi tau, kamu anak umi dan abi, meksi bukan kami yang melahirkan kamu.”Ujar uminya menangis disana.


“Kami bukan orang jahat Rindu.. kamu hanya ingin kamu menjadi orang kuat..”Ujarnya abbbi Rindu.”Kami sayang sekali dengan kamu, bahkan melebihi anak kami yang lain, sebab setidap hari kami mendikusikan perkembangan kamu yang awal sikap kamu sama persis dnegan ibumu, sampai kami tak memiliki cara selain mendidik dengan keras, kami hanya memiliki cara itu sampai kamu menjadi gadis mandiri dan bisa mengendalikan diri kamu sendiri. Kami bangga dan bahagia.. hanya itu. Maafkan kami, tolong jangan benci kamu.”Ujar umi Rindu menangis disana.

__ADS_1


Rindu menatap nanar orang tuanya disana, cadarnya sudah basah tapi ia tak bisa bicara apa-apa lagi, apakah dunianya memang sekejam ini untuk ia artikan? Lalu ia menatap keluarga yang mengatakan jika ia anak kandungnya itu.


” Kalian boleh pergi dari sini, terimakasih dengan semua fakta yang sudah ada.. saya masih tetap mencintai keluarga saya meski saya bukan anak kandung mereka..!”Ujar Rindu bergetar disana tanpa pikir panjang masih memilih orang tuanya., abi dan umi Rindu tersenyum bahagia mendengar kepurusan dari Rindu.


“:Hahahaha.. Klek..” Ujar dari Antonio disana mengarakan peluru tepat diotak ayahnya Rindu.” semua yang dikatakan oleh keluarga busukmu ini memang lah benar.. kami menjemputmu juga karena putraku yang selalu melawanku jika saya tidak bisa menemukanmu, adik kesayanganya. Dia menjadi begini karena kau.. jika tidak Saya tidak akan membutuhkan anak perempuan sepertimu.!”Ujar darinnya.


“Jadi jika kau tak bisa menerima kenyatannya keluargamu yang akan kami bunuh sekarang juga.. jadi kau harus ikut kami…!”Ujarnya..


Clakk… semua pistol disana menodong kepala ayah Rindu dan uminya, dirinya dan juga abangnya membuat Rindu menatap nanar orang tuanya., matanya disana basah itu tambah basah,


Klak….


Pertama Raysid menendang pistol dikepalanya dan merebut pistol dikepalanya itu, karena sedari tadi dia diam karena menanggal Tali ditanganinya mengenakan gelangnya yang ada baikan seperti pedang kecil tak tajam ditanganya itu, ia tersenyum kepada Rindu dan berkata.” Ayo Rindu… udah lama enggak olahraga kan?” Ujarnya dan menendang seseorang lainya..


Disana orang orang terkejut dibuatnya membuat Rindu tersenyum, dua orang mengarakan pistolnya kepada Raysid membuat kaki Rindu terangkat dan Brakk.


Bugh. Dengan satu kali tendangan dan satu kali sokuan ia mendapatkans atiu piostol lainya dan satunya terpelesat.. Brukk.ia menendang siapapun yang ada disana.. ia tersenyum menawan disana mengalahklan empat orang sekaligus dalam waktu kurang dari tigapuluh detik. Itu terlalu cepat dimata Nio ayahnya.


Antonio dan Gio disan kaget dibuatnya menatap Rindu. Rindu mengagumkan dikalah memainkan postol dan mengarah kan ke bodyguars yang tubuhnya bahkan berkali kali lipat besarnya dibandingkan tubuhnya mereka. Sampai pada suara yang membuat mereka diam disana dengan kaku.


“Abi..” Gumamnya disana ketakukan membuat Rindu dan abbinya diam ditempat menatap kedepan,.


Slap… Arghh. Abi Rindu dilukai dengan pisau dilenganya membuat Rindu terdiam disana. Mereka kembali dikepung membuat Rindu diam menatap nanar sosok mungil yang diikat didepannya itu.


Mata polos Caca menatap kakak dan ayahnya itu nanar.. dilehernya ditodong pisau oleh Reon, ia menemukan Caca dikalah Caca pulang disana karema Rasyid yang tak kunjung pulang, tadinya ia tertidur tapi betapa kagetnya ia menemukan banyak orang dirumahnya yang berkelahi, tak meningalkan kesempatan Reon mengambil Caca dan mmenjadikannya sandrahan. Pipi caca sudah penuh dengan air mata, bahkan matanya sembab dengan sesegukan karena takut dibunuh...


“Jika kamu tidak mau ikut kami, maka saya yakinkan jika adik kamu akan saya bunuh dan seluruh keluargamu Rindu..!”Ujarnya karena kembali pada dasarnya mereka dikepung disana, uminya bahkan sekarang sudah disandra oleh Gio dan Raysid yang terududuk dilantai karena banyaknya orang disana. Mereka kalah senjata disana.


Rindu mengangguk meski ini bukan pilihan yang mudah tapi tak ada pilihan lain. Ia menatap abbinya yang kesakitan disampingnya lalu,


Brett… ia mengambil bagian baju bawahnya disana menyobeknya dan mengikatkan ditangan abbinya yang terluka membuat pistol itu semakin mendekati kepalanya.

__ADS_1


Rindu tak peduli. Rindu malah tersenyum tanpa bersalahnya kepada abimnya.” Meski abbi bukan orang tua kandung Rindu. Tapi abi tetap ayah terbaik bagi Rindu dan selamanya akan menjadi abi Rindu bagaimanapun caranya abi tetap ayah Rindu.|'' Ujarnya Disana dengan nanar.


“Dan maafkan Rindu yang sudah membuat abi Repot ya.. tapi bukankah tugas seorang ayah itu memang repot untuk anaknya ya hehe. Tugas ayahkan memang pusing untuk anak anaknya." Gelak Rindu menular kepada abi Rindu.


Rindu mendekati tanganya dan mencium tangan abbinya sayang.” Rindu enggak berjanji bisa bertemu Abi dengan nyawa atau enggak. Tapi Rindu janji bakal kasih abbi kado terbaik sepanjang masa suatu hari kelak.. terimakasih ya abbi. Rindu pamit.!”Ujar Rindu nanar lalu tanpa bicara lagi ia pergi. " Dan sampaikan sama umii. Bilang Rindu minta maaf karena ibu Rindu dia kehilangan orang yang dia cintai.. rindu cinta Ummi.. Rindu juga sayang Unik.. " Gunanya nanar.


“Rindu… “Gumam abi Rindu nanar disana sama halnya dengan umi dan Rasyid sisana. Menatap Rindu yang tersenyum menatap mereka yang menatapnya nanar.


Rindu tersenyum menatap keluarganya.” Turunkan senjata kalian, kita pergi..!!” Ujar Rindu tanpa lagi mau melihat keluarganya itu lalu melangkah menjauh dari sana, mnenatap Caca yang diturunkan, tak ada drama lain disana hanya itu. Itu membuat Gio dan Nio tak percaya. Mereka mengarakan bodyguars mereka mundur secara tercengang. Mereka pikir akan ada yang lain.


Kan sudah dikatakan jika Rindu itu sudah mati harapannya. Mau dia anak siapa dia tdak peduli, hanya saja kenyataan abi dan uminya membuat ia sakit, ia sakit dikalah tau jika ia bukan anak yang diharapkan dan bahkan hampir diibunuh hanya karena jenis kelaminnya itu. Apa salahnya jika ia perempuan, padahal rencana pernikahanya saja belum dibilang olehnya untuk abbinya.


Pintu mobil dibuka oleh orang lain membuat Rindu diam sembari masuk, disana diikuti dengan tiga lelaki yang mengenakan jas tadi, dua didepan dan satu disampingmnya. Disampingnya tak lain adalah ayahnya. Ayah kandungnya.


Rindu tak tau harus apa membuat ia menatap nanar rumah yang membesarkanya itu, dimana rumah yang mengarakannya tentang keluarga dan sekarang harus ia tinggalkan tanpa membawa apapun, akh iya.. bahkan hape saja ia tak bawa dari sana membuat ia nanar… apakah ia harus kembali mengambil hapenya?


Abu Rindu memeluk istri dan anak anaknya nanar tak kuat menahan semuanya. Ia menatap cium istrinya nanar tak kuat Disana kehilangan anak kesayangan nya itu... Bergetar tangannya dibuatnya.


Keluarganya menatap Rindu diam saja karena Rindu tetap tak bicara barang sepatahpun, tak membahas siapa nama mereka dan lainya, bahkan menanyakan kemana mereka ia tak juga bicara… Antonio melirik anaknya yang disampingnya itu diam diam, anak yang tetap diam menarap jalanan kosong, bahkan enggan menatapnya..


Bisakah ia jujur? Kenapa rasanya sakit sekali dikalah Rindu mengatakan jika abbinya adalah ayah terbaik,. Lantas dia bukan begitu?


Meski pada faktanya memang begitu tapi ia tak terima, ia tak suka, ia mau menjadi ayah terbaik bagi Rindu.” Apa kamu tidak mau berkenalan dengan kami?” Tanya Gio kepada Rindu disana.” Dan menanyakan yang lainya Rindu?” Tanyanya kepada Rindu menatapnya lewat cermin didepanya itu,.


Rindu tak menatapnya itupun menunduk.”Tidak ada yang harus saya Tanya dengan kalian, jadi lebih baik jalan saja.. lagipula tidak ada yang penting diantara kita bukan?” Tanya Rindu datar tanpa ada air mata lagi dipipinya. Nampak sekali jika Rindu mati rasa sekarang.


Nio tertegun mendengarnya.”Apakah kau tidak diajarkan sopan santun bicara dengan orang tua Rindu?” Tanyanya membuat Rindu tergelak kencang.


”Dan apakah kamu sebagai orang tua mengajarkan sopan santun dan rasa tanggung jawab kepadaku?” Tanyanya membuat Nio tertegun dan diam ditempatnya.


Skak mat…

__ADS_1


__ADS_2