
Rindu menggeram memegang sudut perutnya yang sakitnya sangat-sangat itu.. ia menelungkup tubuhnya lalu menaruh kepalanya keujung lantai menahan sakitnya yang tak tertahankan.. air matanya jatuh bertepatan dengan hidungnya yang mengeluarkan darah..
Uhhukkk. Uguhukk.. batuh tapI batuk darah sudah biasa baginya yang seorang kangker hati..
“Yaallah.. hamba mohon, bantu hamba..” Gumam Rindu lelah disana dengan sakitnya mengerang karena tak kuat.. ia bagaikan seseorang yang menungul sakratul maut saking sakitnya dibagian ginjalnya itu, bahkan pening dikepalanya dikalahkan rasa skaitnya ginjalnya.. hanya menyebut nama Allah dan ber istighfar saja.
Ya.. beginilah keadaanya.. dimana ia merasakan dunianya sakit, hatinya sakit dan semuanya sakit.. tapi harus tetap bertahan dan berkata kepada dunia bahwa dia wanita yang kuat dia wanita yang tak bisa diremehkan..
Tak lama kemudian Rindu tak lagi merasakan sakit diginjalnya membuat ia melemah dan ternyata bukan sakitnya yang menghilang.. tapi dirinya yang pingsan karena tak mampu menahan sakitnya.. dan ini adalah slaah satu cara Tuhan supaya Rindu tidka merasakan sakitnya lagi? Dan ini lebih baik.
Dilain tempat ada Nio yang menatap malam dengan tatapan sendu, ada rasa sesak diseparuh dadanya dikalah ingat bagaimana Rindu tadi membangkangnya.. ada rasa sakit dikalah Rindu membandingkan dirinya dengan abbinya.. ia tak suka..
Ia menatap bintang dilangit.. sudah sedari pagi Rindu diruangan itu tapi tidak juga dijenguk.. entah lah, ia mau menerima Rindu namun takut akan kehilangan Rindu.. ia tak mau nantinya ia menyesal seperti kakaknya Reon yang hanya memiliki anak perempuan pembangkang. Ia tak mau hal itu terjadi..
“ Fitri.. “Gumamnya disana dengan sendu.”Kenapa akau malah memilih menjadi istrinya si miskin kitu dari pada menjadi istriku.. aku tau aku salah ketika ingin menempatkanmu menjadi istri keduaku. Tapi sungguh, sampai detik ini kau masih menempatkan posisi pertama dihatiku…”Ujarnya disana dengan nanarnya karena merindukan sosok yang ia cintai dulu itu.. ya. Sosok yang mengajarkanya tentang bagaimana bisa mencintai seseorang. Tapi ia harus kalah ketika ia dijodohkan dengan Rinjani ibunya Rindu..
Dan ketika ia datang dan ingin meminang Fitri Umi nya Rindu lagi ternyata fitri sudah menikah dengan Azwardi ayahnya Rindu.. ya.. karena itu juga ia membenci Rindu membandingkan dirinya dengan ayahnya, karena dulu Fitri juga pernah membandingkan dirinya dnegan Didi.
Katanya harta tak akan mampu membeli rasa bahagianya dan katanya ia sudah bahagia dengan apa yang mereka punya.. dunia memang sekejam itu tentang percintaan dimata Nio..
“Papa liat Rindu eggak?”
Suara itu membuat Nio disana mendatarkan wajahnya.. disana ada Willy yang menatapnya dengan tatapan minta jawaban.. Willy sudah mencari Rindu dimanapun diruangan ini tapi ia tetap tidak ketemu.. sedari sore ia mencari namun tetap tidak menemukanya membuat ia yakin jika ini pasti ulah ayahnya.
Nio disana menggeleng alu menatap Willy..” Kenapa kamu cari dengan papa? Memangnya papa memegang kakinya? Bukankah biasnaya dia bermain nya bersama kamu dan lainnya?” Tanyanya disana dnegan sok tidak taunya. Berakting seolah olah tidak tau apa-apa kepada putranya, bisa gawat jika putranya tau hal ini..
Willy disana mengusap kepalanya lalu meningalkan ayahnya karena tak mau memperpanjangkan waktunya.. ia pergi meningalkan Nio yang menatapnya tajam.”Hey... kau mau kemana?!!!” tanya Nio disana berteriak namun tak direspon oleh Willy membuat ia menghela nafas..
__ADS_1
Sejak kecil memang begitu Willy, tidak bisa menghormatinya dan juga menghargainya.. karena bagi willly dia lelaki breng3k.. dan juga kejam.. Willy pun menjadi breng3k karena dirinya dan ingin memberi tahu kepada Nio jika dirinya itu begini karena ulah ayahnya.. Nio sebenarnya menyesal tapi mau bagaimana lagi? Ia juga mau memiliki kekuarga bahagia namun apaah daya, dunia keluarganya sangat sangat brantakan karena hatinya tidak bisa menerima Rinjani..
Willy, Rizky dan Reksi sekarang berkumpul dikamarnya Rindu, mereka sudah tidak menemukan Rindu dimanapun,. Bertanya kepada para pelayanpun tak sda yang tak membuat mereka meradang..”Atau jangan jangan Rindu kabur ke keluarganya yang lama?” Tanya dari Reksi memberi asumsi pemikirannnya.
Rizky disana menggeleng dibuatnya.”Gue rasa enggak ya.. soalnya kan Rindu enggak bakal diizini keluar dan kita enggak ada jalan selain jalan depan.. masa si Rindu manjat pager beton kita yang tingginya sampek empat meter itu?” Tanya darinya tak percaya.
Willy disana diam melihat mereka.”Rindu itu kuat kok..”Ujarnya membuat mereka berdua disana menatapnya terkejut.” Dia bahkan mampu ngalahin gue yang artinya itu bisa jadi.. coba kiota cek diCCTV lain..” Ujarnya membuat mereka mengangguk.
Willy memaki dirinya sendiri didalam hati, andai saja ia tak sibuk diluar pasti ia bisa menjaga Rindu dan tidak membiarkan Rindu pergi kabur begini.. nasi sudah menjadi bubur bagaimana lagi buka? Tadi sebenarnya ia mau cepat pulang tapi ayahnya menyuruhnya kekantor sebentar membuat ia mengangguk saja.. tapi ia tak tau jika ayahnya hanya mengalihkan dirinya saja..
....
Disisi lain ada Reon yang memasuki ruangan yang Rindu sekarang .. disana Nampak sosok yang tertidur dilantai membuat ia terkejut.
Bukan jika kalian pikir ia kesini mau bertemu Rindu… ia kesini karena ingin mengambil beberapa file didalam brangkas.. betapa terkejutnya ia melihat Rindu yang terkapar..
Tak.. tak.. tak.. hari sudah malam membuat suasana sangat gelap, ia hanya bisa melihat jika itu Rindu dalam redupnya lampu..
Tak mendapatkan respon membuat ia berjongkok dan melihat wajah Rindu.. dughh.. betapa terkejutnya ia dikalah melihat hidung Rindu yang berdarah dan bibir yang membiru membuat ia seidkit menjauh..” Hey.. jangan bercanda..!! kau kenapa?!!!” Tanyanya disana menggoyangkan bahu Rindu yang pingsan itu..
Reon Disana panik dibuatnya namun ia yakin jika pasti ayah dan adiknya yang melakukan hal ini, dan jika ia beri tahu keadaan Rindu pasi mereka tidak akan peduli membuat ia mengusap kepalanya.. ia berdiri dari sana lalu pergi keruang kerjanya.. disana ia mencari P3K dan beberapa air mineral.. entah kenapa jantungnya terpacuh hebat melihat keadaan Rindu yang begini, ia tak suka Rindu begini, ia merasa mengingat kedua putrinya yang hancur itu....
Lalu ia membaringkan tubuh Rindu dishofa yang sudah tak dipakai lagi disana lalu menatap wajah Rindu.. ia menepuk pipi Rindu dan mengecek nafasnya.”hey bangun.. kau tidak apa-apa?” Tanyanya. Ia masih merasakan nafas Rindu membuat ia menghela nafas disana.. ternyata Rindu masih hidup..
Lalu ia mengeluarkan sapu tangannya didalam sakunya dan mengusap hidung Rindu.. Setelah bersih ia mengambil minyak kayu putih dan mengoleskanya diareea hidung Rindu.”Hey bangun, kau tidur boleh mati disini…”Ujarnya disana penuh kehati-hatian. Mengusap kepala Rindu dengan lembut supaya Rindu sadar.
Tanpa terasa air matanya jatuh dikalah ingat jika anaknya yang dulu ia sayang sudah pergi meninggalkannya. Ia menyesal karena tidak mendidik anaknya sceara baik. Jika ia dulu bisa pasti anaknya menjadi seprti Rindu, kuat, tegas dan juga pintar.. ia mau anaknya kembali… ia memang kejam namun dalam lubuk hatinya terdalam ia bukan membenci seorang wanita, tapi rasa sakit dikecewakan, dan sakit ketika merasa ia gagal menjadi seoranng ayah semenjak kemarin Rindu mengatakan jika tak selamanya anak yang salah..
__ADS_1
Rindu disana menarik nafasnya membuat Rion menghapusnya dan menatap Rindu dengan sendu.”Hey kau sudah bangun? Apa kau baik-baik saja?!!!” Tanyanya disana dengan sendu dan juga penuh perhatian..
Rindu mengerjab merasakan rongga didadanya menyempit dan menatap Rion dengan tatapan kalutnya.. samar samar ia tak dapat melihat dnegan jelas. Dan setelah ia sadar jika itu Rion membuat ia menghela nafas dalam lagi karena tak mau berurusan denganya..” Hey bangunlah, minum dulu..”Ujar Rion disana memberikan minuman sisa tadi.
Rinudu tak bisa bangun, tubuhnya sangat lemas membuat Rion disana meringis lalu mendekati bibir botol itu kemulut Rindu membuat Rindu bisa minum, meski tak ada lembutnya tapi Rindu mash sangat bersyukur.. Rion menatap Rindu dengan tatapan takut karena memang Rindu sangat pucat dan uga lemah. “Kau tidak papa-apa? Kenapa kau bisa berada disini? Apa ini ulah ayahmu dan kakek?” Tanyanya disana dengan kepo.
Rindu yang sudah tak merasakan sakit namun merasa lemah diseluruh tubuhnya itu mengangguk.”Kenapa mereka melakukan ini lepada kamu? Apa kamu melakukan kesalahan?” Tanyanya lagi kepada Rindu.
Rindu mengangguk membuat ia menghela nafas. Rindu memang benar benar ya. Menjawab pertanyaannya saja begitu.” Kesalahan apa yang kau buat sampai membuat kau dikurung dan dianiaya begini? Apakah kau bisu sampai-sampai tidak menjawab kalimatku lain dengan gelenganmu itu?” Tanyanya disana dengan ingin.
Rindu menghela nafas lalu menggeleng disana..” mereka memintaku untuk memberi tahu Pin dari brangkas keluarga Holmast.. dan menyuruhku membuka hijab dan bajuku supaya mengenmakan baju yang minum dan seksi.. tapi aku tidak mau, jadi aku memang bersalah..”Ujar Rindu lemah sekali disana karena tak kuat biacvara.
Rikon disana meringis kmendengar suara Rindu yang sangat lemah itu.. ia kasihan melihat Rindu tapi baaimana lagi? “ Maaf aku tidak tau kau sesakit itu,.”Gumamnya kepada Rindu.”Tapi maaf juga karena aku tidak bisa mengeluarkanmu dari sini..”Ujarnya disana jujur.
Ya.. ia tidak bisa mengeluarkan Rindu dari sana, jika ia mengeluarkan Rindu bisa bisa ia akan dimarah habis habisan oleh ayah dan adiknya, bukanya ia takut, hanya saja ayahnya tau jika dirinya juga membenci wanita dan Rindu.. ia tak mau nanti dirinya juga yang kena.
Rindu disana mengangguk saja lalu mengusap dadanya, “ Mengapa kau tidak lakukan saja apa yang diminta oleh ayahmu dan kakekmu? Supaya kau tidak disiksa, kau tau, jika kau menjadi anak kesayangan mereka kau akan bisa memilimi apa yang kau inginkan, yang terpentingnya kau akan menjadi anak perempuan kebanggaan dan merubah pandangan keluarga ini tentang perempuan.. apalagi kau pinter..”Ujar Reon disana menghasut Rindu.
Rindu berusaha duduk membuat Reon sedikit menggeser.. Rindu merasa tidak sopan tertidur begitu.. Rindu menatap Reon dnegan tatapan sendunya.”Tereimakasih karena sudah membantuku.”Ujarnya.”Tapi sebelumnya maafkan saya, karena sedari kecil saya diajarkan jika kehormatan saya tidak bisa dibeli dengan apapun yang ada didunia ini., dan jikapun saya mati karena mempertahankan prinsipku kata abbiku aku akan mataa maaf dengan keadaan terhormat.. “Ujar Rindu dengan sendu.
“Yaa abbi sya abilang… ‘Rindu, jika kamu besar nanti kamu harus ingat. Jika mati karena kau mempertahankan agamamu, mati karena mempertahankan kebenaran, disiksa karena suatu kebatilan maka kau harus nikmati itu… karena sesungguhnya aku mati dalam keadaan terhormat.. dan sungguh mati dalam kehormatam lebih baik dibandingkan hidup seribuh tahun didunia namun dalam keadaan hina dan juga kerendahan.. kau harus menjadi wanita kuat dan juga bisa memimpin dirimu sendiri, supaya suatu saat kelak jika kau diberi pilihan, kau bisa memilih mana yanmg baik dan mana yang tidka baik.. jika saya gagal dalam memimpin diri sendiri lantas bagaimana kau bisa memimpin orang orang yang ada diskeitarmu’” Ujar Rindu sengan senyum yang bangga akan ajaran abbinya itu, smapai tak bisa menampung air matanya. Ternyata abbinya yang kejam dulu memang benar benar nyata membimbingnya begini, bagaikan takdir yang memang direncanakan sehingga Rindu tengu menahan dan memegang ketegukan dihatinya.. terimakasih Abbi,,
Reon disana memalingkan wajahnya melihat Rindu yang sangat tegar mengatakan hal itu. Kenapa dulu anaknya tudak begini?
“ Tapikan abbimu tidak disini, dan ternyata dia bukan abbimu. Kami bukan agama islam jadi kau bisa keluar dari syariat islam dan membuka semua yang membelenggu tubuh dna jiwamu.. kau berhak memillih hidupmu yang terbaik, bukan tentang kata abbbimu tapi tentang apa kata kamu..!” Ujar Reon disana lagi.
Rindu terkekeh disana. “Ini bukan tentang ada atau tidaknya abbiku disini. Tapi kau tahu,, abbiku selalu ada dihatiku, dijiwaku. Mungkin kami tidak terikat dengan darah tapi kau harus tau jika kami terikat dengan jiwa..!”Ujar Rindu bangga.” Mengalir darah dikaki abbiku untuk menafkahiku. Bercucuran keringatnya demi memberikanku pendidikan.. maaf, abbiku terlalu banyak berjuang demi anak yang bukan dari darahnya ini. Lantas bagaimana bisa aku mengkhianatinya?
__ADS_1
Bagaimana bisa aku melupakanya?”Tanyanya dengan tegas.. “ Dan satu hal lagi…. Agamaku bukan suatu hal yang bisa tawarkan.. ataupun dihilangkan dari hidupku.. karena agamaku itu diibaratkan hidupku. Lahirku dalam ilslam dan matiku dalam keadaan islam, dan jikapun aku dipaksa keluar dari syariatku maka kematian akan ku lawan. Jadi jangan buat pertanyaan ataupun pernyataan tentang Tuhanku, agamaku, abbi dan ummiku, abangku dan adikku.” Ujarnya membuat Reon disana sangat kagum akan Rindu. Ia bahkan tak mampu berkata kata lagi..
“ Apa kah kau mau makan? Nampaknya kau perku tenaga untuk mengobrool bersamaku.?” Tanyanya membuat Rindu tersenyum.