Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Bangun?


__ADS_3

Jika salah satu kesempatan akan dikabulkan doamu, maka doa apa yang kalian ingin dikabulkan? ---Hany peranyaan---


Rey menatap nanar jalaman yang depan matanya. pernikahan sudah didepan mata namun Rindu tetap belum ditemukan.. saat ini ia akan pergi dimana tempat detektif untuk bertanya dimana rumahnya Gionio.. iya.. ia sudah memberikan kasus ini beberapa hari yang lalu... katanya mereka sudah menemukan dimana Rindu membuat sekarang ia bersama Raysid sedang pergi kesana.


“Reyy hati hati,.,.. jangan gegabah..”Ujar Raysi disana memegang pegangan dimobil karena Rey sangatlah kencang membawa mobil.


”Ini nanti gimana kalo kita enggak ketemu Riindu malah maut yang menjemput kita.. yaampun Rey gue belum nikah..”Ujarnya disana membuat Rey masih tetap diam menjalankan mobilnya. Ia tak mendengar sama sekali karena terlalu khawatir akan keadaan Rindu sekarang.


Rasyid disana menghela nafas saja karena tau betapa khawatirnya Rey kepada Rindu. Hari pernikahan tinggal hitung hari namun Rindu tetap belum juga ditemukan.. bahkan Rey sama sekali tidak menghentikan dekor dirumahnya akan preweding yang akan mereka lakukan.. ya.. Rey sama sekali tidak membatalkanya dan percaya jika Rindu akan datang meski ia belum menemukannya... tapi saat ini ia tetap berusaha akan menemui Rindu..


Ahkk ralat bukan hitungan hari.. tapi besok.. besok adalah hari pernikahan mereka, undangan, konsumsi dan sebagainya.. ia memilih akan menikah dirumah bukan karena ingin menyewa gedung tapi karena permintaan Rindu, bagi Rindu pernikahan itu adalah tentang kebersamaan dirinya dan tetangganya, kerabatanya dan juga barulah teman, dan rekan bisnis. Bukan tentang kemewahan tapi tentang bagaimana berbagi kebahagiaan kepada orang orang terdekat dan orang orang sekitar.


Mereka berhenti disebuah restoran membuat Rey dan Rasyid segera keluar dan menemui orang yang ai suruh didepan, mereka memang janjianya disini netahlah.. ia tidak tau tapi Rey yakin disini ia akan menemukan dimana Rindu.. matanya melihat sekeliling mencari orang suruhanya itu dan bertemu dengan seseorang yang melambaikan tangan.”Disana kak.”Ujarnya membuat Raysid mengangguk, sebenarnya bisa dikatakan lebih berumur Rey dibandingkan Raysid tapi mau bagaimana lagi? Ia harus menghorami Rasyid.. umur dirinya 25 mau 26 sedangkan Rasyid berumur 24tahun...


“Selamat siang Bro Rey pak Rasyid.. silahkan duduk..”Ujarnya detektif itu membuat Rey dan Rasyid disana duduk didepan mereka.”Jika mau pesan minuman silahkan Pak..”Ujarnya sopan lagi.. detektif Zelik.. ya itulah namanya.


Rey menggeleng disana sebagai jawaban sama dnegan Raysid..”Langsung saja katakana dimana alamatnya Nio itu.. Gue mau segera kesana.”Ujarnya dengan semangat membuat detektif meringis karena tatapan Rey yang sangat tajam bagai ingin menikam dan dirinya sebagai tersangka maling ayam.


Zelik disana menghela nafas.”:Ini salah satu caffe milik tuan Reon anaknya Ginio Willyem,. “Ujarnya membuat Rey dan Rasyid membelalakkan mata.. Zelik disana mengangguk.”Dan ini alamatnya..”Ujarnya memberikan kertas alamat kepada Rey dan Raysid disana.


Rey bangkit dibuatnya menatap alamat itu dan berkata.” Bayarn Loe akan ku trafer.. terimakasih karena sudah banyak membantu.. Gue akan menjemput Rindu sekarang juga..!”Ujarnya. Zelik adalah sahabatnya jadi ia memang begini tidak ada rasa bagaimananya.


Zelik disana mengangguk.” Ya Rey hati hati.. lagian besok pernikahannya.. loe harus ketemuin dia secepatnya.. kalo enggak nanti pernikahan loe batal..”Ujarnya membuat Rey menganguk kaku.. “Dan gue Cuma mau ngasih tau aja sebenarnya kalo budaya keluarga itu kejam.. mereka benci perempuan dan mereka enggak baik.. jadi tolong konidisiin emosional loe disana nanti.. semangat.”ujarnya disana.


Rey disana mengangguk dan menepuk pundak Zelik sahabatnya.” Loe mamang tetep kayak biasanya.. baik meskipun loe panjahat..”Ujarnya terkekeh membuat Zelik terkekeh dan mengangguk.


Ya. Zelik salah satu Hecker bayaran dari banyak orang orang yang curang, bahkan dari kalangan mafia dan sebagainya.. jadi jangan salah ya..


Kepergian Rey dan Rasyid membuat Zelik menyesap kopi miliknya dan bergumam.”Kapan ya gue bisa kayak loe Rey. Bisa tobat dalam segala kemaksiatan.. padahal duluan gue yang masuk agama Islam dari lahir tapi nyatanya loe duluan yang mampu solat dan juga melakukan kebaikan dan kewajiban.. gue iri..’'Ujarnya lalu mengisap lagi kopinya dengan lelahnya.. ya.. Rey kan juga orang jahat, mangkanya siapapun jika melihat Rey seperti sekarang berasa tidak yakin begitu..


Disisi lain ada Willy diam didepan greja disana.. Adiknya sekarang belum juga sadarkan diri padahal hari sudah siang, ia tak mampu menutup matanya sebentar saja untuk menenagkan diri. Yang ada hanya rasa penyesalan yang menghantui dirinya.. Hanya sendiri dibanyaknya kursi disana karena lelah..


Disana bahkan pendeta yang melihatnya pun menghela nafas..disana Wlly sudah dua jam tapi tetap tidak berhenti melampun dan menjatuhkan air matanya.. bahkan pendeta pun ikut berdoa supaya Rindu baik baik saja dan segera sembuh..


Willy disana kembali menyeka air matanya dikalah ingat Rindu membuat pendeta itu mendekati Wily dan duduk disampingnya..

__ADS_1


“Nak? Apa kamu butuh sesuatu?” Tanyanya disana lembut.’'Ayo makan.. jangan begini, adikmu butuh kakak yang kuat untuk merawat nya nanti...”Ujarnya disana membuat Willy menggeleng.


Sampai pada birawati disana mendekati Willy juga membuat pendeta itu bertanya.. biarawati yang tak lain dokter klinik itupun menghenla nafas dan juga menatap Willy dengan nanar.. “Jangan bersedih.. adik kamu sudah siuman.. Tapi dia di—“


Tanpa kata lagi Willy bangkit dan pergi dari sana mengabaikan dokter dan pendeta karena rasa khawatirnya sudah membumbung tinggi.. pendeta disana hanya tersenyum paham ran birawati hanya tersenyum sendu mengikuti Willy melihat Rindu yang katanya sudah siuman..


Namun nyatanya tidak.. itu membuat Wily terdiam dan menatap dokter tadi dengan tajam.”Kau membohongi ku? Mana ada Rindu siuman? Dia masih terbujur kaku dan kau bilang dia siuman?” Tanyanya tajam disana membuat dokter itu gugup.


“Tadi aku belum selesia bicara... aku sudah bicara jika Rindu memang sudah siuman tapi dia kembali pingsan karena rasa sakit dibagian dadanya.. mungkin efek dari penyakitnya.. “Ujarnya disana membuat Willy terdiam disana lalu duduk disamping Rindu yang sudah pucat.. itu membuat pendeta itu mengusap punggung Willy.


“Bersabarlah nak.. Tuhan pasti bersama orang orang yang baik.. kau cukup berdooa dan serahkan kepada Tuhan.. kita tinggal tunggu sebentar mungkin Rindu akan segera bangun..”Ujarnya membuat Willy memeluk pendeta itu. Ia tak tahan dan ia tak kuat. Ia menangis disana.


“Rindu jahat.. Rindu jahat pak.. Rindu jahat... dia bahkan diam saja dikalah penyakitnya ia rasakan, ia pendeam. Bahkan sampai ingin matipun dia diam tidak memberi tahuku hiks hiks. Kakak macam apa aku ini sampai tidak tau adiknya sakit sekalipun.. aku gagal huaaaaaa...”Teriaknya kuat memukul dirinya sendiri membuat pendeta itu memeluknya kuat..


Ya Willy sudah tau penyakit Rindu dikalah tes darah kemarin. Ia sudah tau Rindu penyakit kanker hati, dan ia tau Rindu gagal ginjal.. bahkan ia tau organ dalam Rindu sudah rusak semua membuat ia terpukul dan sangat menyalahkan dirinya yang tidak becus menjaga adiknya.. .


“Bapak dia sudah sakit..”Ujar Willy memelas kepada pendeta itu membuat pendeta itu mengusap kepalanya sayang.” Jadi dia memendamnya selama ini, ditampar ayahku ditampar kakekku.. alangkah pedihnya adikku bapak jika harus menendang sakit baik batin maupun fisik.. Dia kenapa dia begitu.. Kenapa hidupnya terlalu kejam.. Apa Tuhan sangat membencinya sampai sampai takdirnya begitu jelek?” Tanyanya membuat birawati disana ikut menangis.


“Bahkan adikku hampir dibunuh saat dalam kandungan. Ia harus minum racun dari ibuku yang kejam..”Ujar Willy berteriak dengan suaranya yang parau.


Pendeta itu mengusap kepala Willy yang jatuh itu dengan lembut dan berkata.”Bersabarlah nak.. tidak ada Tuhan membenci hamba hambanya... Sebenarnya Tuhan tidak membencinya, hanya saja Tuhan sedang memberikan ujian untuknya.. bahkan Tuhan sedang menyayanginya karena itu ia diberikan banyak cobaan.. jangan menyalahkan Tuhan nak.. karena Tuhan tidak seburuk yang kau katakana..”Ujarnya disana mengeleng membuat Willy disana sesegukan karena menangis.. ia tak kuat melihat adiknya yang begini..


“Kakak...”Gumam seseorang membuat Willy disana bangkit dan melihat siapa yang memanggilnya..


Dan ternyata sosok yang ia tunggu.. Disana Rindu sadar karena teriakan Wiillly atau bagaimana? entah tapi ia sudah sadar semenjak ia merasakan sakit didadanya tadi dan kembali tertidur. Ia mendengar semua ucapan kakaknya tadi namun tak kuat untuk bangkit. Tubuhnya bagaikan dililit ribuan ular dan tulang yang remuk bagaikan serbuk dipasiran..


“Rindu.. sayang kamu bangun dek hiks hiks dek..”Ujar Willy mendekati Rindu dengan gugupnya. Mengusap pipi Rindu yang basah karena menangis mendengarnya tadi... disana Rindu sangat pucat dan juga lemah., bahkan matanya saja hanya sedikit sekali yang terbuka.


“Kakak.. Rin Rindu haus.. tolong..”Ujarnya Rindu disana membuat Willy melihat Birawati yang memberikan minum itu mengambilnya dan membantu Rindu untuk minum dengan pelan mengenakan sendok. Rindu merasakanya saja air itu pahit dengan diam membuat pendeta dan birawati itu ikut tersenyum melihat Willy yang sangat menyayangi Rindu..


Entahlah mereka bahkan tak kuat melihat Willy yang begiru rapuh dan juga lemah begitu... Karena orang yang Nampak jahat jika sudah menangis dan lemah akan membuat siapapun tidak tegaan dan juga ikut menangis.. karena jika mereka sudah menangis berarti mereka sudah sangat lemah untuk menghadapi dunia. Eh ralat.. bukan dunia, tapi kenyataan yang ada.. kenyataan yang menghampiri hidup mereka.


“Sudah..”Ujarnya Rindu membat Willy disana menghentikan sendok yang ia peggang itu berhenti.. Tangannya bahkan masih bergetar saat ini membuat Rindu tersenyum dengan tulusnya.. ia kembali membuka matanya supaya dapat melihat Willy jelas meski lemah.”Tangan kakak gemetar.. kakak sudah makan?” Tanyanya disana membat Wiilly mengangguk berbohong.


“Bohong..”Ujarnya membuat Willy diam dengan air mata yang menumpuk dikelopak matanya itu...

__ADS_1


“Pak pendeta apakah kakakku sudah makan?” Tanya Rindu disana membuat pendeta itu mengeleng.. Itu membuat Wlly menatapnya tajam..


Rindu disana terkekeh peri..”kakak harus makan.. katanya kau menyayangiku tapi kenapa menghukum dirimu..”Ujarnya disana membuat Willy menjatuhkan air matanya disana mengusap pipi Rindu.


“Dari mana kau tau kakak berbohong hm? Jangan mendengar pak pendeta.. dia hanya berbohong..”Ujarnya membuat pendeta disana menghela nafas saja mau menolak mau bagaimana lagi. Kalian bertanya dimana Rindu tau? Karena tadikan Rindu mendengar percakapan mereka. Lagian kan sudah dijelaskan jika Rindu mencintai dan kepo akan banyak agama jadi ia cukup tau pakaian pendeta dna birawati.. namun ia tidak tau sekarang ia digreja.


Ingin sekali Rindu mengusap air mata Willy namun ia sangat lemah membuat ia disana menghela nafas.” Kakak harus makan.. Rindu mau istirahat dulu ya.. Rindu mau tidur jika nanti kakak tidak makan maka akan aku hukum.. pak perdata menjadi saksinya.. dan bu birawati juga..”Ujarnya membuat mereka terkekeh kecuali Willy.


Willy disana menghela nafas dan duduk dikursi disamping Rindu. Ia memeluk perut Rindu dan mengusap pipi Rindu.” Jangan tidur.. kakak takut kamu tidur selamanya.. tolong kakak enggak mau.. “Ujarmnya karena biasanya orang yang meminta izin tidur itu tidak lama dan tidur selamanya.


Rindu disana menghela nafas mendengarnya.. ia menggeleng.”Rindu capek kak.. Rindu tidur ya,. Dada Rindu sakit banget, Rindu capek..|’'Ujar Rindu jujur membuat air mata Willy jatuh dibaju Rindu dan menggeleng lemah sebagai tanda tidak setuju tapi Willy tak bisa egois.. ia tak mau adiknya tidur dan tidak mau Rindu kenapa-napa.. ia harus bagaimana? Ia bimbang.


“Nak biarkan adikmu tidur.. biarkan karena dia butuh istirahat karena baru sadar,. Ini demi kebaikan dirinya juga..”Tahan pendeta itu membuat Willy disana tetap memeluk Rindu dan menggeleng.. ia tak mau Riindu tidur, ia mau Rindu tetap bicara dan sadar untuk mengusir rasa takut didadanya.. mungkin bisa dikatakan lebay untuk orang lain, namun tidak diposisi Willy yang sangat takut akan kehilangan Rindu.,


Namun Rindu tidak kuat membuat ia menutupi matanya dan tertidur. Obat bius itu masih sangat kuat ditubuhnya, ia bangun hanya karena tidak kuat mendengarkan Willy yang menangis, ia tak mau ada yang bersedih karena dirinya..


“Rindu...”Gumam Willy menggoyangkan tubuh Rindu namun tak memiliki sahutan.


Kepalanya ia angkat dan ia melihat wajah adiknya yang tertidur membuat dadanya sesak dan takut.. Fikiran negatif menggerayangi otaknya.. ...


”Kan tidur. Kata kakak kamu enggak boleh tidur. Camone wake up sister.”Ujarnya disana namun ditahan oleh Pendeta dan birawati membuat ia menangis lagi..


Ia mendekati wajahnya kepipi Rindu dan Cupp. Cupp. Cup.. ia mencium seluruh wajah adiknya. Pipi kanan, kiri dan juga kedua matanya, itu membuat birawati disana mengusap air mata melihatnya.


”Baiklah.. Tapi kau harus bangun ya.. janji.”Ujarnya menyatuhkan sendiri kelingkingnya kepada Rindu yang terlelap lalu kembali meletakkan kepalanya disisi Rindu dan menangis..


“Ya janji..”Gumamnya disana dan mengusap air mata nya pilih.. Sangat takut bukan karena lemah, tapi karena itu sifat normal bagi setiap insan..


Pendeta disana menegur birawati disampingnya itu dan berkata.”Ambilkan nasi dan makananya.. dia butuh makan..”Ujarnya membuat birawati itu mengangguk dan pergi...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2