Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Lelah


__ADS_3

Lelah boleh... menyerah jangan..!


Berdoa kok ditahan baru... ?


.


.


.


Tap.. tap.. tap... Rindu diam ditempatnya dengan menatap buku ia yang baca tadi tanpa melihat siapa yang datang.. karena jantungnya terasa jatuh takut jika Reon ketahuan disini.. Ia memilih membaca lagi buku ia baca tadi...


Sedangkan Reon disana sudah bersembunyi dibelakang Lemari dengan sedikit mengintip Rindu dan juga orang yang datang itu lalu cspat cepat menyumputkan dirinya lagi bagai anak kecil yang bermain saja...


Disana ada Nio yang datang membawakan minuman dan makanan yang dari restoran bintang lima diluar sana.. iya. Termahal..!! bayangkan saja ia membeli makanan direstoran bintang waw sekian entah karena apa tapi ia bisa merasakan jika jantungnya,,, ralat... Perasaan dan hatinya.... memang menginginkan hal itu..


Mata Nio menatap Rindu yang membaca itu diam lalu menatap kesekeliling, masih tetap utuh dan masih sangat bagus.. tidak ada yang mencurigakan membuat ia mendekat dan berdiri didepan Rindu.. “Ehem..”Dehemannya ia lakukan supaya Rindu menatapnya..


Ketika itulah Rindu diam menutupi bukunya dan mendongak.. ia tersenyum tulus kepada ayahnya dan berdiri membuat ayahnya Rindu menatap mata anaknya itu dengan sendunya.. Nampak mata anaknya penuh dengan kesedihan membuat ia memalingkan wajahnya.. entah ia tak tahan melihat anaknya begtu..


Lain lagi dihati Rindu yang diabaikan oleh ayahnya,, senyumnya menghilang dengan sendunya dan juga menghela nafas.,.. ayah Rindu memberikan bungkusan makanan kehadapan Rindu membuat Rindu mendongak menatapnya lagi..”Buat kamu.. makanlah.”Ujarnya membuat Rindu disana tersenyum dan mengangguk..


Rindu menerimanya dan mengangguk.”Terimakasih..”Ujar Rindu.


Sebenarnya Rindu sangat kenyang.. tapi ia harus bagaimana lagi? Jika ia menolak pasti ayahnya nanti akan curiga dan juga akan ketahuan jika disini ia diberi makan oleh Reon..


Nio melihat wajah anaknya yang sama sekali tak antusias itu dengan sendunya.. kenapa anaknya tidak bahagia dikalah ia beri makanan? Seharusnyakan ia senang dan melompatkan.. Sudah tiga hari ia tidak makan masa ia tak juga lapar batinnya.. namun ia diam saja melihat Rindu..


Lalu berjalan.. “Kau lapar bukan? makanlah.. “Ujarnya disana berjalan mendekati shofa yang ada disana.. namun ia terkejut dikalah mendepatakan bungkusan coklat.. tapi ia diam menatap Rindu yang hanya diam saja..


Tak.. kembali tertendang sesuatu membuat ia melihat kebawah yang tak lain adalah kotak minuman membuat ia mengambilnya.. itu membuat Rindu diam dengan khawatirnya melihat ayahnya disana.. ia tak mau nanti Reon terkena masalah juga..

__ADS_1


Reon yang bersembunyi itu merasakan hawa panas disana, ia takut sekali jika adiknya mengetahuinya jika dirinya ada disana dan akrab dengan anak perempuanya itu... ia tak mau citranya hancur,,. Ia lebih merapatkan diri dipersembunyiannya..


“Siapa yang memberimu makan disini? Ini kau yang memakannya bukan?” Tanya Nio disana kepada anaknya itu tajam.. ia menunjukan coklat dan kotak minuman itu kehadapan Rindu supaya Rindu mengaku jika ada orang lain selain dirinya diruangan ini.


Rindu disana menghela mnafas lalu duduk.. ia menatap ayahnya itu sendu lalu menggeleng.. “ Untuk apa kau mengetahuimya jika kau akan menyakitinya? Lebih baik kau sakiti aku saja dari pada mencari tau siapa yang membantuku..”Ujarnya disana dengan sendu..


Dugh.. Reon disana yang mendengarnyapun menatap Rindu lagi.. dan disana Nio Nampak mengepalkan tanganya dan mendekati Rindu.. serak.. kepalanya ditarik kebelakang membuat Rindu mendongak menatap manik matanya.”Katakan siapa yang membantumu bodoh..!! katakana siapa yang lancang masuk keruangan ini?!!”Tanyanya berteriak disana..


Rindu disana menggeleng kaku karena sakit..” Tidak akan.. karena dia orang baik, orang baik tidak pantas disakiti.. Sakiti saja aku sepuasnya..”Ujarnya Rindu dengan kekehnya membuat ayahnya Rindu marah besar,.


Brak.. puk.. kepala Rindu ia tendang membuat Rindu limbung.. ayah Rindu menatap kesekeliling tajam lalu berteriak” Keluar kau.. siapa kau ha?!! Beraninya ikut campur urusanku..!! Willy..! Rizky..! Reksi..!!”Teriaknya disana membuat Rindu memegang kepalanya sakit..


Reon disana mengepalkkan tanganya kuat.. ia mau maju hanya saja ia tak bisa, bukan karena takut dikeluarkkan dari keluarganya, tapi semua yang ia miliki saat ini masih atas nama Gio, jika ia melakukan kesalahan nanti maka yang terkena imbasnya itu adalah dirinya juga.. bagaimana ia makan dan menafkahi Rindu yang akan ia bawa keluar negeri.. semua rencananya akan gagal jika begitu nanti..


Tap. Rap.. tap.. kaki Nio disana menyusuri ruangan itu membuat Rindu meremas baju bawahnya kuat.


“Hey keluar kau..!!”Teriaknya.. ia tak terima ada yang memperhatikan anaknya lebih dari dirinya disana membuat ia melihat semua ruangan namun tidak juga menemuinya..


“Cukup tolong cukup..!!”Teriak Rindu dengan airmata yang jatuh..”Cukup jangan sakiti aku lagi cukup..!! jika kau tidak mau aku hidup maka bunuh saja kau tidak apa apa..!!! aku tidak apa apa jika kau bunuh,, asal kau bahagia, tapi tolong jangan Tanya siapa yang membantuku., karena aku tidak akan mengatakannya.. .!!”Teriak Rindu kepada ayahnya itu.


Plak...


“Berani kau berteriak dihadapanku..!”Teriak ayahnya setelah menampar anaknya itu kuat karena tak suka Rindu mendukung seseorang yang bukan siapa siapa.. ia tak suka,,.” Kau mau mati demi orang lain? Kau bodoh..!”Ujarnya disana..”Dimana otak cerdas mu itu..! dimana sikap cerdikmu itu jika hidupmu itu penuh dengan kebodohan..!|Teriak ayahnya lagi disana kuat untuk Rindu membuat Rindu diam memegang pipinya..


Rindu mengusap pipinya panas itu dengan terkulai lemas, mendongak menatap ayahnya nanar.. kenapa ia harus kembali mendapatkan kekerasan.. ia tersneyum kepada ayahnya itu dan


Plak.. Plak.. Plak..” Wanita bodoh..!mati kau mati..!! mati kau mati..!!” Teriaknya Rindu sendiri memukul wajah dan kepalanya sendiri kuat.


Itu membuat Nio menatapnya kaget.. Nio mendekati Rindu dan menahanya membuat Rindu menatap Nio dengan nanarnya dan menepisnya.”Kenapa..!! kenapa menahanku.. kau mau aku matikan..!! matikan,,!!”Teriaknya karena sifat amarah yang tak terkendalikan itu muncul membuat ia bangit dan


brakk.. Carrsssm....

__ADS_1


Prakk Cas...


“Mati..!!|'' teriaknya lagi setelah memukul kaca yang ada dilemari itu dengan kursi yang ia banting.. itu membuat Nio menutup telinganya kaget melihat Rindu yang menggila itu,,, ia tak menyangkah anaknya begini..


Suara Rindu melengking dan mampu membuat pekak telinga orang diruangan.....


Hiks hiks hiks..


Rindu memukul kepalanya sendiri disana karena tak kuat, tak kuat menahan sakitnya dikatakan oleh ayahnya.. namun dengan cepat ia menghapus air matanya dan menegakkan kepalanya menatap ayahnya.. Nio disana mentap Rindu terkejut..


”Kau tau.. aku cermina dirimu, kau pemberontak aku pemberontak,. Kau egois aku jauh lebih egois.. kau temptramen aku pun ikut tempramen.. aku itu adalah kamu.. anak kamu meski aku perempuan sekalipun..!!”Teriak Rindu disana menatap ayahnya itu..


Nio disana diam menatap Rindu.. rindu mendekati dirinya dan mengambil tangannya yang gemetar karena masih tak menyangkah anaknya yang begtu brutalnya.. Rindu disana mengambil tangan ayahnya dan mengusap kepalanya,, itu membuat Nio tertegun menatap Rindu sendu..


Rindu disana memejamkan matanya lalu memindahkan kepipinya membuat Nio kembali tertegun.. Rindu bagaikan kucing yang merindukan ibunya.. “Sekali saja jangan buat aku tersakiti.. tolong, beri aku kenyamanan..”Ujar Rindu bergumam disana......


Tampa sadar Nio disana menumpahkan air matanya karena Rindu menghantarkan getaran yang menyesakkan didadanya.. sampai pada Reon yang mendengarnya saja terduduk dilantai dan mengusap air matanya.. kenapa rasanya begitu pedih dikalah Rindu mengatakan hal sedemikian rupa.. Seakan akan kalimat itu memang dirangkai khusus..


Kalimat yang terbuat dari tembaga yang beracun, menusuk ke detak jiwa setiap pendengarnya.. menusuk kalbu setiap ingsan dicelanya.. nampak sekali Rindu yang rapuh.. itu membuat dua laki-laki yang berbeda dalam posisi nya itu terdiam mendengarnya dan melihat Rindu..


“Aku lelah ayah.. aku kelah.. aku lelah tolong.. I’m So Tired Dad.. soo tertolong aku. Tolong..”Ujar Rindu lagi menyesakkan membuat Nio tak kuat dan juga menitihkan air matanya.. kenapa Rindu sangat lelah nampaknya.. Rindu bahkan mengusap pipinya dengan tangannya membuat Nio bisa merasakan dinginnya pipi anaknya itu..


Sampai pada Rindu yang terdengar tidak lagi berbunyi dan terlunglai karena pingsan namun Nio rasa ia sedang tertidur membuat ia menarik Rindu kedalam pelukanya.. Rindu lelah menangis sampai paru parunya lelah.. ia pingsan namun Nio tak tau membuat ia mendudukkan dirinya dan memeluk anaknya itu.. Ia menatap wajah anaknya itu sendu dan mengusap air mata yang jatuh..


“Rindu.. Are you oke?” Ujarnya mengusap pipi Rindu lembut karena takut Rindu kenapa-napa. Reon pun ikut mengintip apa yang terjadi disana.. Reon takut Rindu kenapa-napa.. Nio menepuk pipi Rindu pelan lagi..


“I’m so tired Dad.. I’m varry tired.. halp me pleace. dad.. “Gumaman Rindu yang terdengar lirih diselah pingsanya membuat Nio semakin yakin anaknya tertidur membuat ia mengusap pipi anaknya itu dan menciumnya kepalannya. Entah, naluri seorang ayah tetap ada disisinya bukan?


“ Your sleaping? “ Tanyanya disana dengan nada nanarnya kepada Rindu namun tak mendapatkan jawaban membuat ia kembali memeluk Rindu lembut menghantarkan rasa hangatnya membuat ia menangis dalam diam.. Ia merasa bersalah.....


Cuma mau ngingetin " Barang siapa yang mengikuti suatu kaum maka ia adalah bagian dari kaum tersebut... Jadi dirumah saja yah tahun baru.... jangan ikut tiup trompet atau apapun itu.. kalian bayangin enggak nanti gimana? kalo malaikat meniupkan sangkakalanya serempak dengan trompet tahun baru?

__ADS_1


atau dipagi hari esoknya jari sudah gelap.... tahun baru Kita sudah lewat...


__ADS_2