Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Wanita yang terhormat


__ADS_3

Jangan mengharapkan orang kain bisa menghormati diri kalian jika diri kalian saja tidak menghormati diri kalian sendiri... NVS31.


Yang menurutnya novel ini nggak bagus atau meter skip aja. ya.. Soalnya isinya memang enggak sejalan sama yang kalian inginkan...


.


.


.


Rindu sudah mengetahui semua cerita dari keluarganya, kenapa bisa jadi begini. Kenapa Gio dan larinya keras dan tak menyukai seorang perempuan, Rindu hanya bisa menghela nafas melihat takdirnya yang tak menentu arah. Ia menyukai umi dan abbinya saja, meski mereka sederhana yang penting mereka disana tak begini…


Rindu sekarang disuruh menuju keruangan Gio membuat Rindu ikut saja. Kalian bertanya baju kah? Rindu diberi baju dan hijab baru dari RIzky tadi, meski hijabnya tak terlalu tebal tapi tidak terawang, itu cukup panjang membuat Rindu mau tak mau harus mengenakannya. Karena baju yang tadi itu sudah kortor dan bauk sedangkan Rindu orang yang tidak suka kotor dan bauk.


Rindu memasuki ruangan yang ada disana, ruangan kerja yang disana sudah ada Nio dan juga Reon yang mnenunggu Rindu disana membuat Rindu mendekat dan menatap mereka demua.” Kau sudah tau kan bagaimana keluarga kami? Dan semoga saja kau tau posisimu disini..”Ujarnya disana membuat Rindu diam dengan datarnya tanpa bicara sepatah katapun.


Gio disana menghhela nafas lalu mendekati Rindu yang berdiri.” Saya rasa tidak ada yang harus dibasa basikan sekarang ya,, saya langsung saja skearang. Kamu harus membeca isi surat dan ketentuan kamu dirumah ini..”Ujarnya memberikan beberapa kertas yang sudah ditanda tangani Gio membuat Rindu mengambilnya dan duduk disana membuat Gio disana mnenatapnya tajam.”Siapa yang menyutuhmu duduk?” Tanyanya namun Rindu tak juga menjawab.


Nio disana menatap Rindu dengan tatapan tak bisa diartikan, ia bisa melihat sikapnya didiri Rindu membuat ia tak bisa berkata kata disana. Rion? “ Gadis tak tau malu.. nyatanya anak perempuan memanglah sampah dan pembuat malu bagi keluarga..”Ujarnya dengan datarnya.. bukan tak sayang dengan anak perempuan, tapi terlalu banyaknya disakiti dengan harapan dan kenyataan membuat ia lupa jika perempuan itu berharga.


Rindu mengangkat kepalanya dan menatap Rion dengan tatapan tajamnya.”Kata siapa perempuan sampah dan anak yang memalukan?” Tanyanya disana dengan lantang.”Jika anda tidak memiliki anak perempuan yang bisa dibangkan dan hanya bisa memalukan anda jangan samakan anak anda dengan anak perempuan lain, sebab kita beda lingkungan dan beda ajaran..”Ujar Rindu disana tenang.


Rion disana menatap Rindu tajam lalu menjawab.”lalu ,kamu mengatakan jika diri kamu bukan wnaita sampah dan juga wanita yang membuat malu? Atau kamu mengatakan jika saya adalah orang tua yang tidak becus sehingga tak bisa mengendalikan lingkungan anak perempuan saya sehingga mereka melenceng dan membuat malu saja begitu?” tanyanya disana.

__ADS_1


Rindu disana memutarkan kursinya lalu memainkan bopel disana.” Saya rasa anda orang yang sangat pintar…”Ujarnya menganngguk.”nyatanya saya tidak mengatakan hal demikian tapi anda bisa menyeimbangkan dengan fakta yang ada diri anda jika andalah yang tidak becus menjadi seorang ayah sehingga anak anda kehilangan arah untuk hidup kebih baik bukan?” Tanyanya disana sinis.”Dan yah, saya bukan sampah ataupun wanita rendahan. bagaimana bisa anda mengatakan saya sampah dan perempuan rendahan sedangkan kita baru kenal kurang dari dua puluh empat jam.. jika anda bisa mengklim saya sebegitu mudahnya maka bolehkan jika saya menglim jika anda itu adalah seorang pembunuh dan ayah yang gagal dalam mendidik anak anaknya?” Tanya Rindu dengan tenangnya disana membuat suasana cukup menegangkan.”Atau saya bilang anda adalah bajjingan?” tanyanya lagi.


Nio diam disana menatap Rindu yang sok begitu, Rion? Ia mengepalkan tangan dikalah dipermalukan begini. “Buktinya jika kamu bukan wnaita sampah.. “ Ujarnya disana dingin.”Dan satu hal lagi yang harus kamu ketahui, jika saya tidak bisa dibandingkan dengan kamu..”Ujarnya disana.,


Rindu tergelak dibuatnya lalu mengambil kertas putih yang belum memiliki tinta disana.”Saya rasa kalian cukup kaya dan tidak akan keberatan jika saya minta empat kertas dan empat bolpen disini bukan?” Tanyanya membuat mereka diam. Rindu membagikan mereka satu lembar dan satu bolper perorangan membuat mereka disana diam.


Gio., Rion dan Nio menatap apa yang diberii Rindu dengan tajam disana membuat Rindu mengangkat bahu acu.”Untuk apa kamu memberikan kami ini?” Tanyanya disana dengan tatapan tajamnya dan juga dinginnya kepada Rindu yang bagi mereka sok pintar.


Rindu disana menganguk dengan duduk memegang satu kertas dan satu bolpoin miliknya.”Saya hanya menginginkan kalian untuk menggambar disana. Dan tema nya adalah gambar sebuah rumah yang sebisa kalian saja.. dan waktunya hanya dua puluh menit tanpa cat disana.”Ujarnya Rindu.


Nio disana mengerutkan keningnya bingung melihat Rindu.”Untuk apa kami mengambar? Lagian itu bukanlah hal yang penting, kami bukanlah anak Sd atau anak-anak yang kamu suruh-suruh..!!” Tekannnya pada anaknya itu.


Rindu mengangguk.”Siapa yang bilang anda anak anak ataupun anak SDsekalipun?” Tanya Rindu menekan kata ‘anda’ yang artinya mereka satu sama lain adalah orang asing membuat Nio tertegun.


” Saya juga tidak bisa melukis dan saya orang dewasa, saya hanya menyuruh kalian sebisa mungkin menggambar sebuah rumah, jadi kalian lakukan saja untuk memperlihatkan siapa yang pintar diantara kita.”Ujar Rindu disana membuat mereka diam.”Kita mulai dari sekarang.. dan silakan kalian gambarkan..”Ujarnya disana membuat mereka saling tatap.


Waktu berjalan dengan cepat.”Waktu kita selesai.. dan kalian harus menghentikan bolpoin kalian sekarang juga, tidak ada yang masih melanjutkannya..”Ujarnya disana dengan tegas membuat mereka menatap Rindu tajam.


Rion yang disana baru saja menggambar dan belum sempurnah pun mengerutu.” Belum… saya belum selesai, bisakah waktunya diperpanjang ?” Tanyanya meminta wkatu, betapa malunya jika rindu tau jika gambarnya jelek dan belum sempurnah.


Rindu menggeleng.”Kita sudah membuat kesepakatan dan ini sudah selesai. Jadi tidak ada tawar menawar dengan saya. Anda kumpulkan saja hasil karya anda didepan meja dan kita lihat hasilnya..!!”Perintah Rindu membuat Rion mendengus dan meletakkan bolpoinya keras diatas meja.. Gio dan Nio disana mengintip gambar satu sama lain lalu meletakkan gambar diiatas meja dengan gaya gugup karena satupun tak ada yang sempurnah, dan setelahnya Rindu juga yang meletakkan gambar diatas meja. Tak sempurna,. Hanya saja Rindu lebih rapi dan lebih tersusun.


“Kenapa gambar kita berbeda? Bukankah tema kita sama? Yaitu rumah? Kenpa bentuk dan juga tatapannya berbeda beda?” Tanya Rindu heran melihat gambar gambar mereka yang beda,. atap rumah Gio yang miring, Gio yang belum memiliki pintu dan Rion yang bahkan baru selesai dibagian atapnya dan tiangnya saja.

__ADS_1


Gio disana menatap Rindu tajam.” Ya bedalah.. orangnya saja beda apalagi gambarnya.. “Ujarnya disana ngegas.”Lagipula gambar itu tergantung dengan orangnya, kamu dan saya beda jadi jangan samakan kami yang tidak bisa menggambar dengan kamu yang pandai gambar.. kamu tidak pandai si tapi lumayan..!”Ujarnya tak mau memuji Rindu.


“Cerdas..!!” Tegasnya yang dijawab Rindu membuat mereka diam.. Rindu menepuk tangannya dua kali lalu tersenyum.


”Dari sini kita belajar apa yang sudah kita bahas tadi, kalian bisa mengatakan seorang anak perempuan ataupun semua perempuan itu sampah dan pembuat onar. Dan coba kalian lihat gambar kalian dan gambar saya? Saya rasa gambar kalian sudah cocok saya bilang sampah dan gambar saya saya katakan sebuah karya?” Tanya Rindu membuat mereka tertegun.


“kenapa? Kalian mau marah jika saya bilang karya kalian sampah? Pada kenyataanya jika saya tunjukan dimuka umum ini karya kalian, mungkin kalian akan ditertawakan bukan?” Tanya Rindu.”namun nyatanya inilah hasil kalian, ini karya kalian dan kalian tak bisa mengelak fakta tersebut.. kalian tidak bisa mengelak kenyataan jika kalian gagal dalam menggambar..!!” Tekan Rindu membuat mereka diam lagi.


“Anak perempuan ataupun anak laki-laki itu diibaratkan kalian menggambar rumah ataupun membuat rumah sekalipun, sebagaimana kalian memulainya, jika kalian memulai pondasi seharusnya kalian belajar bagaimana membuat pondasi yang baik dan benar baru jalian terapkan kepada anak anak kalian,supaya anak anak kalian mampu dan bisa membuat pondasi yang baik, ketika kalian mau membuat pintu yang bagus, seharusnya kalian belajar membuat pintu yang bagus, dan ketika kalian mau membuat atap yang pas seharusnya kalian belajar membuat atap yang pas… karena sebenarnya kalian adalah tokoh utama dalam rumah tersebut adalah kalian , kalian tokoh utama dalam kehidupan anak kalian, jika kegagalan ada pada anak kalian seharusnya kalian Tanya pada diri kalian. Apakah anak anak kalian sudah mencontohkan yang diajarkan kalian? dan balik balik lagi bertanya., apakah kalian sudah mengajarkan yang terbaik dan mencontohkan yang terbaik kepada anak kalian?” Tanya Rindu.


Rindu mengangkat bahu acuh.” Sebagaimana orang tua yang tak mau disalahkan, saya rasa ada anak yang tidak mau menuruti orang tuanya, dan pada akhirnya diakhiri dengan rasa penyesalan yang teramat dalam dan mereka menyasari kesalahan mereka, sedangkan orang tua? Mereka lebih memprioriotaskan kesalahan seorang anak dibandingkan menyalahkan dirinya sendiri dalam suatu didikan. Dan disini yang jadi pertanyanya, jika seorang anak yang selalu disalahkan, lantas kapan seorang orang tua bisa introfeksi diri? Dan bagaimana bisa seseorang bisa maju dalam pemikiran yang sesempit kalian?” Tanya Rindu.


“Contohnya banyak diluar sana wanita yang berhasil. Hellen caler contohnya. Nazwa sihab dan lainnya.. dan semua itu saya rasa atas didikan orang tuanya yang baik. Jangan menyalahkan suatu hal yang semu, kenapa kita tidak bisa introfeksi dalam kegagalan itu?”Tnaya Rindu.” Apakah kalian sudah menjadi orang tua yang paling baik dan sudah memberikan perhatian yang sempurna untuk anak-anak kalian yang kalian anggap sampah?”Tanya Rindu.


Gio disana diam mendengar Rindu yang mengoceh disana. “Kamu tau apa tentang orang tua?” Tanyanya disana.”Dan pada dasarnya para wanita memang kalah hanya karna, harta, tahta dan juga uangkan?” Tanyanya disana dnegan sinisnya.”Bodoh.. sampah.”Gumamnya disana.


“Hahahah..”Rindu tergelak disana dengan geregetan membuat mereka diam.” Bagaimana bisa kalian mengatakan hal demikian?” Ia terkekeh geli disana.” Sedangkan saya rasa sedari awal kalian yang sudah menganggap wanita sampah kalian terapkan pula pada anak perempuan kalian, ya pastilah anak kalian jadi sampah. Karena apa? Karena ucapan kalianlah yang membuat mental anak-anak kalian menjadi sampah.. coba kalian bilang anak perempuan anak kebanggaan dan anak perempuan anak yang manis. Bukanlah anak kalian. meninggalkan kalian karena lelaki miskin? Saya yakin anak kalian tidak akan meninggalkan kalian hanya karena lelaki miskin jika dia gila harta sma uang. Kalian bilang wanita gila tahta dan uang bukan? Lalu kenapa mereka pergi dengan lelaki miskin? “Tanya Rindu dengan alis terangkat.” Ya itu artinya harta kalian tidak berguna jika kalian tidak bisa memberiikan kebahagiaan dan didikan yang tepat untuk anak-anak kalian…!!| Rekan Rindu.


“Saya tidak menyalahkan kalian mau beramsumsi wanita itu sampah atau apapun itu, yang terpentring disini kalian tidak bisa mengatakan saya sampah, karena saya dibesarkan dan didikian dengan semua keistimewaan, dengan penghormatan dan semua usaha orang tua saya. Orang tua saya tidak mengajarkan dan mengatakan saya sampah. Mereka bilang saya berharga dan pemimpin, dan saya akan menerapkannya disini.. Jadi jangan sebut kata kata itu didepan saya.”Ujar Rindu dengan dinginnya.


Gio disana bertepuk tangan dalam hati dengan apa yang Rindu sampaikan, Nio? Ia kagum pada anaknya snediri sedangkan Rion iri melihat Rindu yang bisa menjadi anak yang cerdas dan dirinya tak mampu memiliki anak yang begini. Dulu ia sangat menyayangi anak perempuannya, namun nyatanya mengubah takdirnya yang gelap, membuat dunianya menyuram dan membenci seorang wanita.


Rindu diam disana membaca keterangan yang diberikan oleh gio disana dengan detal dan membuangnya diatas meja dan bangkit;.”Bagaimana bisa kalian membuat perjanjian semenjijikan itu kepada saya?” Tanya Rindu dengan alis yang menyatu dibuatnya. Karena isinya diluar manusiawi.” menyuruh saya mengurus Willy, membujuknya dengan cara apapun supaya mereka mau menjadi ahli waris kalian bahkan dengan tubuh saya sekalipun, dan yang terakhir kalian menjadikan saya pembantu? Sedangkan kalian yang membawa saya kesini bukan saya yang datang dan mengemis kepada kalian untuk diangap anak? Dan lebih parahnya saya tidak boleh makan makanan diatas meja dan selalu menunduk didepan kalian?” Tanya Rindu mengeleng.

__ADS_1


“Kalian gila..!”Gumamnya disana lalu menatap Gio tajam.” Dan saya memilih untuk dikeluarkan saja dari rumah ini, maaf saya katakana, saya didik menjadi wanita terhormat sedari kecil, bukan menjadi perempuan rendahan sebagaimana yang kalian pikirkan. Kita dua sisi yang berbeda. Jadi jangan jadikan saya sampah sebagaimana yang kalian klime kepada para perempuan kalian. Saya tekankan jika saya wanita terhormat bukan wanita sampah..!!! Brak..” Rindu memukul mejanya dengan nafas yamng naik tutun lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Nio dan lainnya saling tatap dibuatnya. Mereka terlalu shok dengan apa yang Rindu katakana dan Rindu lakukan,. Semuanya terlalu membuat mereka shok sekaligus terhina. Baru kali ini mereka diginiin. Dan itu dilakukan seorang perempuan yang selama ini mereka anggap rendah...!


__ADS_2