
Kanapa orang baik selalu diberikan beban? Karena Tuhan menyuruhnya untuk selalu berlatih untuk kuat.
Kadang tangisanku terlalu piluh membuat diri ini tak dapat memeluk diriku sendiri. tapi semakin aku disakiti maka semakin aku sadar jika aku butuh Allah dan istiqoma dijalannya. -Rindu-
" Uhkkk... Menjijikkan banget iww. ini cewek yang diperjuangkan sama kamu habis? Ijuk memalukan... " Mise yang sedari tadi numpang senyum sinis sekarang angkat bicara sok nya.... Ia melipatkan tangan diatas dada menatap Rindu.
Rindu menatap Arga dengan tatapan mautnya. “Saya akui kami memang pernah menjalani hubungan pacaran. Tapi Demi Tuhan saya tidak pernah melakukan sekejih itu. Dia memfitnah saya. Saat itu dia mau memerkosa saya dengan teman-teman saya..dia yang sekarang memfitnah saya.. “Ujarnya nanar... ia menatap Habib dan Filos dengan tatapan berharap.
Berharap supaya Habib dan Filos membantunya dan juga percaya pada dirinya. “Tuan.. itu tidak seperti yang kalian pikirkan kamu percayakan dengan saya?” baru kali ini Rindu berharap dengan seseorang, bukan karena ia masih berharap jika Habib masih mau mencintai dia. Tapi karena ia tak mau nanti semua orang menyalahkannya.
Rindu menatap Dimas dengan tatapan terukanya. “Kamu percaya dengan semua itu? Kalian percaya?” Tanyanya dengan nanar menatap semua orang yang menatapnya jijik. Ia bahkan lebih jijik dengan dirinya yang auratnya sudah ditatap semua orang. Ingin sekali meneriaki semua kekesalannya saat ini.
“Sudahlah Rin.. jangan pakek nama Tuhan Rin. Saya muak lihat kamu...” Ujar dari karyawan yang tak lain adalah Rini. Ia memang tak terlalu menyukai Rindu yang nampak sangat dekat dengan Habib dan Habib yang selalu mengutamakan Rindu. ia rasa ini saatnya ia menjatuhkan Rindu.
Arga tersenyum manis kepada Rindu. “ Yaudah Yuk sayang kita pulang.. aku masih mau kog sama kamu meskipun kamu kayak gitu.. sini..!!” Ujarnya melambaikan tanganya pada Rindu yang menatapnya nanar.
Rindu terkekeh sendu kepada Arga... “ Dasar lacur....!!” Ujar dari Habib yang membuat Rindu terdiam dengan menatapnya nanar. Habib malah menjauhi Rindu dan mengepalkan tanganya. Memilih masuk kedam ruanganya dan menutupi pintu secara kasar.
brak.
Disana ada Filos yang menatap Rindu dengan rasa bersalahnya. Ia tak tau harus percaya atau tidak kepada Rindu.. karena ia pernah melihat Rindu memoroti pria. Ia kemarin melihat teman-teman Rindu yang memang pela** membuat ia tambah yakin akan Rindu. ia memilih mengikuti Habib saja.
Rindu terkekeh pada dirinya sendiri dan membuat ia mengepalkna tangannya.” Kasihan sekali kau Rin.. sekarang sudah tak ada lagi ada pria yag mau bersama kamu.. ayo kembali saja dengan Arga.. seenggaknya ya Arga tetep sayang sama kamu ya kan Ga..” Ujar Mise padanArga yang berada disampingnya.
“Dasar murahan.. beraninya makek baju kek gitu supaya nampak sok suci.. malu hu..” Sorak sorakan datamg pada Rindu membuat Rindu kembali mengepalkan tanganya menatap Mise dan Arga nanar. Ia ta tau harus apa sekarang. Hatinya terlanjur sakit.
Sakit bukan karena difitnah. Tapi karena auratnya sudah ditatap masal saat ini, semuanya sudah tau akan auratnya. Rambutnya dan sebagainya. Sudah sedari dulu ia menutupi auratnya sia-sia. semua yang sudah ia lakukan sia-sia saat ini karena manusia serakah didepanya ini. semuanya kembali hancur hanya karena keirian dan kedengkian. Ia benci akan hal itu.
Saat Mise malah meninggalkan Rindu. rindu mendekatinya dan menarik rambutnya Mise dengan keras membuat Mise berjengit dan kepalanya meruak belekanag.” Rgh...” Teriaknya memekakkan telinga karena sakit.
__ADS_1
“Rindu..Apa yang loe lakuin?” Arga menahan tangan Rindu membuat Rindu menendang perutnya keras membuat ia mundur dengan memegang perutnya.” Arghh..” Ia terpekik dikalah tubuhnya membentur dinding disana. Beberapa orang membantunya saat ini.
“Loe kenapa sii Kak selalu buat gue kek gini. selalu aja ngancurin apapun yang ada dimiliki gue? gue salah apa sama loe ha? salah apa kak? Bilang sama gue..! Jangan kek gini caranya. Loe nggak tau gimana gue ngejaga aurat gue. gimana gue mati-matian buat semuanya, tapi dengan mudahnya loe liatin semahal kek gitu didepan orang lain. loe fitnah gue. nggak cukup dulu aja loe fitnah gue ha? Nggak cukup..!!!” Pekik Rindu dengan kerasnya didepanya Mise.
Mise terekeh sinis kepada Rindu.” Gue nggak bakal puas Rin. sebelum loe hancur dihadaan gue. Gue mau loe hancur Rin..!! Hancur...!! gue benci sama loe.. melebihi apapun... gue benci loe..!!” Teriak Mise memberontak ditangannya Rindu.
“Kenpa loe benci gue? Bilang sama gue!! seharusnya gue yang benci sama loe kak...! gue yang seharusnya benci sama loe bukan loe..!!” Teriaknya membuat beberapa orang menatap Rindu dengan tataan prihatin. Sebab nampak sekali Rindu menggila saat ini.
“Rindu lepasin kakak gue..!!” Arga kembali menahan Rindu namun ia tak lagi mendekat karena takut mendapatkan terjangan lagi. Ia cukup tau rasanya kekuatan Rindu membuat ia tak lagi berani mendekati Rindu yang penuh dengan amarah.
Rindu tergelak kencang dengan aurah yang mematikan.” Oh jadi kalian adik kaka? Owh... hebat banget kalian ya.. hebat..!!” Ujarnya dengan keras ingin sekali bertepuk tangan tapi ia tak mau melepaskan tanganya dari rambut terawatnya Mise ia masih ingin mencabut semua rambut itu dari kelopaknya membuat Mise botak dan buruk rupa. Katakan saja Rindu jahat. Karena memang sudah dikatakan Rindu si gadis pemberontak yang susah dikedalikan!! Apalagi dengan amarahnya..!!
“Lepasin gue setan..!!” Bugh.. Mise memukul dada Rindu dengan sikunya membuat Rindu mundur dan memegang dadanya yang sakit. Tanpa yang lain sadari ia memuntahkan darah sedikit, hanya sedikit karena sakit nya yang menyelkit. Namun tak ada rasa sakit selain sakit difitnah saat ini.
Mise merapikan rambutnya menatap Rindu dengan nafas yang naik turun, “ Hidup loe terllau sempurnah..” Ujarnya dengan senyum mengembang.” Penuh dengan pujian dan sebagainya. Ya loe memang jala**kan? Dan gue punya buktinya. Ini foto loe sama Arga. Belum lagi loe yang dihotel. Mau liat lagi? Gue punya..” Ujarnya kepada Rindu membuat Rindu tertegun.
Tentu saja Rindu memberontak dan langsung masuk apartmen itu dan memukulnya secara brutal. Rindu bahkan membuatnya patah tulang. Namun sekarang nyatanya ia menjadi bukti lain untuk orang lain. disana ia juga ada dengan banyak pria yang Diva dan Meme dulu jadikan agen mereka. Pria yang mereka porot keakar-akarnya membuat ia diam menatapnya nanar.
“Masih mau ngelak?” Tanya Mise dengan sinisnya menciptakan dramanya.” Adek gue Arga beliin loe apa aja? Haha. Loe perempuan matrek yang morot uang banyak cowok.. loe dikasihi ini itu. Semuanya barang brandid dan juga barang mewah.. hahaa bahkan pria tua sekalipun kalian deketin Cuma karea duit.. iya kan?” Tanyanya dengan sinisnya.
Ia mendekat Rindu lagi dan mendorong bahunya Rindu.” Loe suka kelayapan sakpek tengah malam dan juga karaokean sama temen temen loe. sok suci dan sok ingat Tuhan tapi loe perempuan termurah yang gue kenal Rindu Rindu.. gue tau semuanya. Apalagi pengorbanan Arga adek gue untuk loe.. tapi loe malah ninggalin dia dengan alasan bilang dia selingkuh. Padahal loe tukang selingkuh dan juga tukang porot cowok lain. padahal loe udah punya cowok hahah.. “Mise kembali bicara membuat bisik-bisik kembali terdengar.
Rindu tersenyum sinis dengan air mata yang jatuh.” Just righ.. itu semua emang gue.. gue yakin.” Kembali dengan bisk-bisik dengan desas-desus mengatakan Rindu yang murahan dan sebagainya.” Dan itu semua memang gue. Si perempuan yang tukang porot pria, tukang selingkuh dan lagi.. si perempuan pebuat dosa. Gue akuin lagi..” Ujarnya.
Mise menatap Rindu sinis. Memang benar-benar Rindu. si gadis tak ada secuilpun kebohongan yang keluar dari bibir mungilnya meksipun resikonya saat bini dirinya dibully dan dijauhi oleh banyak orang. Ia tak peduli dan tak pernah takut.
Rindu menatap semua orang dengan tatapan sendunya.” tapi gue bukan pela*** gue Rindu azzahra. Si perempuan pebuat dosa. Tapi bukan pembuat zina.. semuanya fitnah. Semuanya nggak seperti yang ia ujarkan.. dan loe..!!” Ia menujuk dagunya Misebmembuat Mise mundur. “ Loe nggak tau apa-apa tentang hidup gue. loe cuma liat apa yang ada diluar gue. Bukan apa yang didiri gue. maaf Mise.. loe terlalu sok tau kalo mengatakan loe tau semua tentang gue.. haha. Lucu gue sama loe..” Ujarnya terawa hambar.
“Argh..” Rundu mengerang dikalah Mise mendorongnya membuat kepalanya terhantuk didinding.. “Gue benci sama Le Rin.. loe tu anak haram, anak angkat tapi loe disayang sama orang tua loe. Cewek murahan dan sok baik..! berhenti sok kuat. Karena gue tau kalo hati loe bahkan lebih rapuh dibanding gue, lepas aja jilbab loe..!!” I menarik cadar Rindu dengan eratnya dan juga jilbab Rndu.
__ADS_1
Rindu tak bisa tinggal diam membuat aksi tarik menarik itu berlanjut. Sampai pada Rindu tak tahan lagi membuat ia menerjang perut mise membuat ia mundur beberapa langkah dan memegang perutnya. Rindu membenarkan cadarnya dan mendekati Mise lagi. Bugh.. stau pukulan keperutnya Mise membuat Mise mengerang lagi.. sekali lagi Rindu memukul kepala Mise membuat Mise hampir tak sadarkan diri.” Jangan sentu jilbab gue..!” Teriak Rindu menggila.
“Rindu stop..!! jangan sentu dia lagi.. gue nggak nyangkah sama loe..!” Itu Dimas yang menyalahkan Rindu membuat Rindu menatapnya nanar. Disana Dimas menatap Rindu dengan tatapan sok bencinya membuat Rindu tertegun.
“Kak.. kakak ngak apa-apa.? Tolong..!! tolongin kakak saya..!!” Teriak Arga menatap kaki kakaknya berdarah banyak membat Rindu tertegun ditempatnya menatap selah kaki tu. Darah itu sangat banyak bagaikan cucuran air mebuat tanganya gemetar ketakutan. Ia menatap Arga dan Mise nanar..
Beberapa orang membantu Mise untuk bangkit dan juga membantunya kebawah. Rindu ditatap tak suka oleh banyak orang. Rindu masih tak bergeming menatap lantai yang penuh dengan darah itu. Sungguh banyak membuat ia hampir jatuh. Bukan hampir lagi tapi lunglai. Kakinya menjadi jelly sekarang.
“Kalo anak gue mati lagi gara-ara loe Rindu..!! gue ngak bakal lepasin loe Rindu..!! gue benci loe sampai mati..!! Rindu gue benci loe..!”! Teriakan Mise dilorong membuat Rndu menahan dadanya yang menyengat. Apakah Mise keguguran? Pendarahan? Apa itu gara-gara dirinya?
Arga yang disana menatap Rindu dengan tatapan mautnya.” Kenapa loe lakun ini sama gue Rindu? semua yang gue lakuin supaya kita bisa sama-sama. Gue sayang sama loe sampek gue mau mati rasanya. Tapi loe malah bikin hidup kakak gue gini..! gue benci sama loe Rindu..!! benci banget..!” bisiknya membuat Rindu masih diam menatap darah itu menggelinang.
Arga diam menatap Rindu dengan nanar... semua orang sudah banyak membuat Arga membawa Rindu kesuatu ruangan. Rindu diam saja karena kesadaranya sekarang sangat kecil. Ia bahkan tak Sadar ketika Arga membawanya ketoilet. Arga menatap Rindu dengan tatapan amarahnya.” Kakak gue dulu DiA Gila dan gue baru tau kalo alasan dia gila itu loe Rindu..!"
Plas... satu timboh air melayang kewajahnya Rindu memhuat Rindu sadar dan menatap Arga nanar. Apa? Mise sempat gila karena dirinya? Kenapa? Ia salah aa emangnya?
Disana Arga menatap Rindu nanar.” Kakak gue dulu waktu SMA Hamil anaknya kak Reno. Dan loe tau ngak kalo Reno ngak mau tanggung jawab?!!” Tanyanya membentak.
Wajah Arga denganya sangat dekat membuat Rindu menggeleng nanar. Ia diam menatap Arga. Arga tertawa keras.” Dia ngak mau tanggung jawab Rindu buat kakak gue frustasi Rindu..!!! kakak gue frustasi dan gila..!! dan loe tak alasan kenapa Reno nolak buat nikahin kakak gue?!!” Rindu kembali menggeleng dengan nanar menatap Arga.
Arga tertawa. Plak.. satu tamparan keras dipipi Rindu. namun Rindu diam mendapatkanya itu.. plar.. sekali lagi Arga menampar Rindu dengan timbo disampingnya membuat Rindu memejamkan matanya disudut westafer itu. “Karena Reno cintanya sama loe.. Reno cuma jadiin kakak gue pelampiasan nafsunya doang karena loe eggak mau jadi pemuas nafsunya..!” Arga berteriak didepan Rindu yang diam saja.
Rindu diam dengan sakit semakin jadi. Jadi ini alasan kenapa Mise membencinya sedari dulu? Arga masih belum puas dengan apa yang ia lakukan kepada Rindu. ia mengapit pipi Rindu membuat Rindu mendongak menatapnya. Mata kelam Rindu menatap Arga nanar. “ Kak Reno cuma jadiin kakak gue pemuas nafsunya karena dia sayang banget sama loe. Dia nggak mau nyentu loe karena ngangep loe mutiara dan juga berlian yang berharga, yang harusnya diawat sampek kalian nikah. Namun jadiin kakak gue sampah. Padahal kakak gue sayang banget sama dia, bahkan ngasih harga dirinya supaya Reno bisa liat dia.. dan enggak taunya kakak gue Cuma diangap sampah, diberlakukan seenaknya. Dijadikan sampah yang dengan mudahnya dia injek dan juga dilempar seenaknya dia.. apa salah kakak gue Rindu apa? Apa kakak gue enggak berhak dapetin orang yang dia cintain? Padahal dia dah berkorban?!!” teriaknya membahana
Rindu memejamkan matanya mendengar itu. “ Apa yang loe lakun? Kenapa kak Reno memuja loe sampai segitunya Rindu? hahah bahkan Reno nyuruh gugurin kandungan kakak gue.. hanya karena nggak mau loe mutusin dia...!!” Teriaknya.
“Gugur?!!” Gumam Rindu serak mendengarnya.
Arga menganguk dan terkekeh. “Kaget loe?!!” Tanyanya dengan sinis.” Kaka gue frustasi dikalah Reno nggak mau tanggung jawab, karena Reno mau dia gugurin kandungn dia. Kakak gue enggak mau karena dia nggak mau jadi pembunuh. Tapi dengan tegasnya Reno buat kakak gue keguguran Cuma karena mau ngejar loe disana. Loe inget kejadian itu?!!!” Tanyanya...
__ADS_1