
Karena untuk mengurangi keribetan dalam membaca, Selama Dito dan Eriska di Paris Author masih menggunakan bahasa Indonesia sebagai percakapan. Anggap saja mereka sedang berbicara bahasa Perancis..
----------------
Mereka sudah didalam mobil dan meninggalkan bandara.
"Aku tidak menyangka Kamu kembali". Ujar Liam yang sedang mengemudi.
"Ini semua hanya untuk istriku. Dia sangat ingin tinggal beberapa saat disini". Jawab Dito.
Mereka masih berbincang dengan perasaan senang. Akhirnya kedua sahabat itu kembali dipertemukan setelah 6 tahun tidak bertemu.
Setelah perjalanan 1 jam, mereka sampai dikediaman Dito.
"Ini rumah kamu?". Tanya Eriska terkejut.
Dito hanya tersenyum lalu mengajak Eriska masuk.
Ada beberapa pelayan yang berdiri didepan pintu rumah milik Dito.
Rumah yang besar dengan desain khas perancis membuat Eriska terkejut ternyata Suami nya sangat kaya di Paris.
"Selamat datang Tuan Dior". Seorang pelayan membungkukkan badannya menyambut kedatangan Tuan nya yang sudah cukup lama tidak pulang.
"Apa kabar James?". Tanya Dito
"Kabar Saya sangat baik Tuan". Jawab James kepala Pelayan dirumah Dito.
"Perkenalkan ini Eriska Istri saya". Ujar Dito.
"Selamat datang Nyonya. Semoga Anda bisa nyaman tinggal disini". Ujar James membungkukkan badannya menghormati Eriska.
"Terimakasih". Jawab Eriska.
Liam, Dito Dan Eriska duduk diruang tamu untuk berbincang beberapa waktu.
"Aku pulang dulu ya. Kalian beristirahat lah". Liam berpamitan kepada Eriska dan Dito.
Setelah Liam pulang, Dito membawa Eriska menuju kamar Utama miliknya.
Kamar yang sangat luas dan sangat megah. Untuk memiliki Rumah seperti itu di Paris hanya orang-orang tertentu yang bisa. Eriska mulai curiga pada Suaminya. Ia merasa Dito menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
"Liam itu sahabat terbaikku. Dia juga yang mengelola semua Restaurant ku disini". Ujar Dito memulai percakapan.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang Kamu sembunyikan dariku?". Tanya Eriska.
Dito faham apa yang Eriska maksud.
"Sayang, kita kemari kan untuk bersenang-senang jadi kita fikirkan hal yang menyenangkan saja ya". Ujar Dito memeluk Eriska.
"Yasudah Kamu mandi dulu sana pasti gerah". Ujar Dito.
Sayang, belum waktunya Kamu tahu tentang semua ini. Ujar Dito yang melihat Eriska berjalan
Eriska pun pergi untuk membersihkan diri. Ia tidak memaksa Dito untuk bercerita jika Dito tidak ingin menceritakan. Eriska tahu pasti ada alasan tertentu kenapa Dito tidak ingin bercerita.
Saat Eriska didalam kamar mandi, Dito pergi menghampiri James.
"James. Selama Saya disini semua harus memanggil saya Dito dan jangan biarkan Alexa tahu Saya kembali ke Paris". Ujar Dito serius.
"Baik Tuan". Ujar James.
"Siapkan makan malam dengan hidangan yang special". Ujar Dito lalu pergi meninggalkan James.
"Kamu selesai mandinya". Ujar Dito yang melihat Eriska tengah duduk di sofa.
"Bagaimana? Kamu suka dengan rumah ini?". Tanya Dito.
"Bukan". balas Dito.
"Lalu milik siapa?". Tanya Eriska.
"Eriska Putri". jawab Dito.
"Ah bercanda. sejak kapan Aku memiliki rumah mewah di Paris?". ujar Eriska
" Sejak hari ini rumah ini milikmu". jawab Dito
"Sini sini Aku ingin memelukmu". Ujar Dito meminta Eriska mendekat.
Eriska pun datang lalu duduk dipangkuan Dito dan memeluk Dito.
"Wangi badanmu ini memiliki khas tersendiri. Aku sangat menyukainya". Ujar Dito yang menciumi aroma tubuh Eriska.
"Dan aroma tubuhmu seperti cuka bau asem". Ledek Eriska menutup hidungnya.
"Hahahahahaha". Dito tertawa. "Yasudah Aku mandi dulu setelah itu kita bisa berkeliling rumah ini". Ujar Dito yang pergi meninggalkan Eriska untuk mandi.
__ADS_1
Eriska membuka kopernya mencari pakaiannya yang menurut nya nyaman. Eriska lalu memilih jumpsuit panjang dengan lengan pendek. Setelah menggunakan pakaian lalu Ia mengeringkan rambutnya.
Tak lama Dito pun keluar dengan menggunakan jubah handuk nya.
" oh oh Istriku ini cantik sekali". Dito menghampiri Eriska.
"Ah gombal Kamu. Aku tidak bermake up juga". Ujar Eriska.
"Natural seperti ini Aku suka. Tanpa make up pun Kamu terlihat cantik. Selama disini tidak perlu pakai Make up ok". Ujar Dito.
"Ok ok Aku tidak akan bermake up selama liburan ini. Kamu puas?". Ujar Eriska Tersenyum paksa.
"Yasudah tunggu Aku ganti baju setelah itu kita keluar". Dito meninggalkan Eriska menuju ruang ganti.
Dito membuka lemari pakaiannya. Ia melihat baju lama nya yang masih tertata rapi. "James James memang pekerja yang bisa diandalkan. Pakaian 6 tahun lalu masih terlihat sangat bagus". Ujar Dito tersenyum.
Dito memilih celana panjang dan kaos polos berwarna hitam.
"Sayang, sini Aku keringkan rambut mu". Ujar Eriska.
Dito pun duduk lalu Eriska menyalakan hy dryer nya.
"Selama Kita disini, Aku akan menjadi Istrimu seutuhnya. Tidak ada pekerjaan, tidak ada kesibukan. Hanya ada kebahagiaan menjadi seorang Istri". Ujar Eriska yang masih mengeringkan rambutnya.
Dito tersenyum dalam pantulan cermin.
"Sayang, apapun yang membuatmu bahagia, akan Aku berikan". Ujar Dito
Meski harus menghadapi masalah besar. Ujar Dito dalam hati.
"Sudah selesai". Ujar Eriska.
Dito berbalik. Menarik Eriska untuk duduk dipangkuan nya. Setelah itu Dito mencium Eriska dengan sangat lembut. Eriska pun sangat menikmati moment bahagia itu.
"Sayang, percayalah padaku bahwa Aku sangat mencintaimu". Ujar Dito.
"Aku percaya padamu". Balas Eriska memeluk Dito.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh".
Untuk mendukung karya Author support dengan cara Like Komen vote Dan Share ya.
salam manis dari Mrs. A***
__ADS_1