Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (57)


__ADS_3

Setelah sarapan Eriska mencoba menelepon Vita.


"Kakak lagi di Bandung? Aduh Aku kira lagi dirumah". Ujar Eriska merasa bingung.


"Ada apa?". Tanya Vita diujung telepon.


"Rara sedang cuti untuk pernikahannya jadi tidak ada yang menjaga Queena. Di hotel juga sedang sibuk meski Queena ikut tetap tidak ada yang menjaga. Papa juga belum pulang dari Bogor. Aku kira Kakak ada dirumah minta jaga Queena". Ujar Eriska.


"Kamu tidak bilang dari awal sih, Kakak juga baru sampai di Bandung. Jika Kamu katakan dari semalam, Kakak cancel ke Bandung nya". Ujar Vita.


"Yasudah tidak apa-apa Kak nanti Aku fikirkan lagi. Yasudah Aku tutup dulu teleponnya ya. Assalamualaikum". Eriska menutup telepon.


Wajah Eriska bingung. Ia ingin tidak ke Hotel tapi hari ini meeting bulanan yang hanya Dia yang harus memimpin.


"Sayang, Kamu jangan ke Restaurant ya hari ini. Jaga Queena. Aku ada meeting bulanan. Kamu tahu sendiri bagaimana jika bukan Aku yang memimpin". Ujar Eriska bingung.


"Aduh Sayang Aku hari ini harus ke Bogor. Restaurant disana ada masalah. Kalau Aku bawa Queena tidak mungkin juga". Ujar Dito yang bingung juga.


"Tuan dan Nyonya bicara apa?". Tanya John pada James.


"Mereka sibuk sekali hari ini dan Nona Queena tidak ada yang menjaga jadi Mereka bingung". Ujar James.


John menatap Eimear. "Kamu mau menjaga Nona?". Tanya John pada Eimear.


"Tentu". Jawab Eimear senang.


"Nyonya, Tuan. Maaf jika Saya lancang. Nyonya, jika Nyonya mengizinkan biar Eimear yang menjaga Nona Muda". Ujar John.


"Jangan. Kasihan Eimear pasti masih lelah biar Dia istirahat". Ujar Eriska.


"Tidak apa-apa Nyonya. Saya justru senang jika bisa menjaga Nona Muda". Ujar Eimear tersenyum.


"Kamu yakin?". Tanya Eriska.


"Iya Nyonya". Jawab Eimear.


"Ah terimakasih Eimear. Kamu penyelamat Saya hari ini". Ujar Eriska merasa lega.


"James, hari ini Kamu ikut Saya. Biar John yang bersama Eriska". Ujar Dito pada James.


"Baik Tuan". Jawab James.


"Yasudah Aku jalan sekarang ya. Kemungkinan Aku akan pulang telat. Kamu hati-hati ya". Dito berpamitan mencium kening Eriska.


"Baiklah Sayang. Jika sudah sampai sana Kamu hubungi Aku". Eriska mencium punggung tangan Dito.


"Queena Sayang, Kamu baik-baik ya ikut Mama". Dito mencium kening Queena.

__ADS_1


"Tentu Papa". Jawab Queena tersenyum.


"Anak manis". Dito mengusap rambut Queena.


"Yasudah Aku jalan dulu. John, hati-hati saat menyetir. Assalamualaikum". Dito pamit lalu pergi.


"Waalaikumsalam". Jawab Eriska.


"Yasudah ayo Kita jalan sekarang". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab John bersiap terlebih dahulu menyiapkan mobil.


Didalam mobil Eriska sibuk dengan ponselnya. Ia terlihat marah saat di telepon. Eriska selalu menggunakan English saat berbicara dengan karyawannya. Saat mendengar amarah Eriska, Eimear cukup terkejut. Sangat berbeda jauh Eriska dirumah dan urusan pekerjaannya. Eimear duduk didepan dengan John. Ia menatap John.


"Nyonya sangat menyeramkan". Bisik Eimear pada John. John hanya tetawa kecil.


"Mama, sudahlah jangan marah-marah terus". Ujar Queena yang duduk disampingnya.


"Iya Sayang ini Mama sudah tidak marah". Ujar Eriska tersenyum pada Queena.


"Saya tidak mau tahu Kalian harus sampai dihotel satu jam sebelum rapat dimulai! Saya tidak perduli kalian mau naik apa". Ujar Eriska masih kesal.


"Ba... Baik Nyonya". Ujar seseorang diujung telepon.


Eriskapun memutuskan panggilan teleponnya.


"Dasar tidak berguna". Gumam Eriska.


"Iya iya Sayang maaf". Eriska mencium pipi Queena.


"Mama pasti membuat Aunty Eimear takut. Maaf kan Mama ya Aunty, Mama memang galak". Ujar Queena pada Eimear.


"Hahahahahaha Mama galak ya? Kan Mama galak sama orang-orang yang salah. Kalau baik Mama juga tidak marah". Ujar Eriska mencubit pelan hidung mungil Queena


"Tetap saja Mama menyeramkan". Ujar polos Queena.


"Maaf ya Eimear pasti Kamu terkejut. Jika tidak begitu, semua karyawan Saya tidak akan patuh". Ujar Eriska pada Eimear.


"Tidak apa-apa Nyonya, Saya faham". Jawab Eimear.


Setelah menempuh perjalanan empat puluh lima menit akhirnya Mereka sampai di Hotel. Karyawan hotel membukakan pintu mobil untuk Eriska.


"Selamat pagi Nyonya". Sapa karyawan.


Eriska hanya mengangguk. Didalam lobby sudah ada Jessica yang menunggu Eriska.


"Pagi Nyonya". Sapa Jessica.

__ADS_1


"Pagi Jess. Bagaimana dengan persiapan meeting?". Tanya Eriska.


"Semua sudah siap. Bahan untuk meeting sudah ada dimeja Nyonya. Para cleaning service sedang membersihkan ruang meeting". Ujar Jessica yang berjalan mengikuti Eriska.


"Bagus". Jawab Eriska.


"Satu lagi Nyonya. Kemarin ada telepon dari staff Istana Negara. Mereka ingin booking seluruh hotel di Bali untuk acara pernikahan Anak President bulan depan. Mereka akan datang secara langsung untuk informasi lebih lanjut". Ujar Jessica.


"Wah akhirnya lelaki itu menikah juga". Ujar Eriska tertawa kecil.


"Uh yang mantan dilamar anak President". Ledek Jessica.


"Hus diam ini sedang dalam pekerjaan tidak boleh mengghibah". Ujar Eriska.


Setiap dengan Jessica entah mengapa wibawa Eriska selalu hilang. Mereka berdua sangat tidak bisa formal satu sama lainnya.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan Eriska, Eimear sangat takjub dengan hotel milik Eriska ini. Hotel sangat megah dan artistic. Desain ala kerajaan Perancis yang sangat kental dengan tradisi Indonesia dimana terdapat banyak foto-foto keindahan Indonesia karya anak Bangsa yang dipajang serta berbagai macam keindahan Batik Indonesia dengan seni lukis peta Indonesia yang sangat besar di dinding pintu utama. Hotel Eriskapun salah satu Hotel yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata.


"Hebat sekali hotel Nyonya". Ujar Eimear takjub.


"Disini memang pusatnya juga hotel pertama Nyonya. Mungkin tidak terlalu besar seperti hotel Nyonya dikota lain, tapi disinilah Ibu hotel nya Nyonya. Jadi, didesain dengan sedemikian indah". Ujar John. "Hotel terbesar dan termegah milik Nyonya ada di Bali. Dua hari lagi Kita akan kesana Kamu pasti akan jauh lebih takjub lagi". Tambahnya.


Sampai diruangan Eriska. Semua masuk kedalam.


"Loh, Eimear ikut ke hotel?". Tanya Jessica.


"Iya Rara kan cuti. Queena tidak ada yang menjaga untung Eimear bersedia menjaga Queena". Ujar Eriska.


"Oh begitu. Hebat ya Kamu pelayan import semua dibayar menggunakan dollar lagi". Ledek Jessica.


"Kenapa? Mau juga?". Tanya Eriska.


"Iyalah". Jawab Jessica.


"Gaji mu tinggal di convert saja ke dollar". Jawab Eriska. "Sudahlah fokus untuk meeting. Jangan bicara yang tidak penting". Ujar Eriska.


"Baiklah Nyonya". Jawab Jessica.


"Selamat pagi Eimear. Maaf baru menyapa. Aku sedang berbicara dengan Nyonya besar". Ujar Jessica tertawa kecil.


"Pagi Nona. Tidak apa-apa. Saya sempat berfikir tadi bukan Nona Jessica. Penampilannya sangat berbeda". Ujar Eimear.


"Hahahahahaha tuntutan pekerjaan". Jawab Jessica.


"Yasudah Aku kembali ke ruanganku dulu. By the way Nyonya, dimana kekasih hatiku? Kenapa hari ini Dia tidak ikut ke hotel?". Tanya Jessica.


"Oh James pulang ke Paris". Jawab Eriska datar.

__ADS_1


"Huh ditanya betul-betul jawabnya begitu. Yasudah Nyonya, Saya permisi ke ruangan Saya ya. Permisi". Ujar Jessica tersenyum lalu pergi dari ruangan Eriska.


Eriskapun sibuk kembali mereview semmua laporan yang diberikan Jessica.


__ADS_2