Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (44)


__ADS_3

Hari telah berganti. Saat nya Jessica memulai bekerja pengganti Surya sebagai manager di hotel Eriska. Dipantulan cermin, Jessica memandangi diri menggunakan blazer Hitam Dan rok span selutut berwarna Hitam dengan make up cukup tebal dari biasanya.


"Astaga Aku tidak sangka setelah berabad-abad mendapat gelar si pengangguran abadi akhirnya sekarang bekerja". Ujar Jessica terkekeh.


Jessica telah bersiap. Ia keluar dari kamar telah disambut oleh Mama Papa nya.


"Ya Allah terimakasih sudah menyadarkan Anak Kami satu-satunya ini untuk memiliki aktivitas yang berguna". Ujar Papa Jessica bahagia.


"Ah Papa lebay deh". Ujar Jessica malu.


"Papa sangat bahagia akhirnya Kamu bisa bertanggung jawab untuk ilmu yang Kamu punya. Lakukanlah yang terbaik Sayang". Papa Jessica memeluk Jessica.


"Anak Mama pasti bisa melakukan yang terbaik". Mama Jessica mencium kening Jessica.


Jessica adalah anak tunggal. Ia sangat dicintai oleh kedua orangtua nya. Karena untuk mendapatkan Jessica kedua orangtua nya harus menunggu sampai tujuh tahun lamanya. Karena dari itu Jessica sangat dimanja. Meski Jessica kelulusan terbaik di Universitas ternama dunia, tapi Jessica malas untuk bekerja. Ia hanya berfikir orangtua nya masih mampu membiayainya. Orangtua nya pun tidak masalah asal Jessica bahagia.


Hari ini adalah Moment mengharukan untuk kedua orangtua nya. Meski terlihat lebay, tapi itulah keluarga Jessica. Penuh kasih sayang meski terkesan berlebihan menyayangi Jessica.


Setelah moment mengharukan, Jessica pergi sarapan. Mamanya telah masak pagi-pagi untuk Jessica. Mereka menikmati makanannya. Setelah sarapan, Jessica pamit untuk pergi bekerja.


"Mah... Pah.. Jessica pamit ya. Doakan Jessicaagar tidak bosan". Jessica mencium tangan kedua orangtua nya.


"Doa terbaik dari kami untukmu Nak". Ujar Mama Jessica.


"Yasudah, Aku berangkat ya Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".


Jessica pun pergi.


Setelah 20 menit berkendara, Jessica sampai di Hotel. Banyak staff yang memberi salam karena Eriska telah mengenalkan Jessica sebagai pengganti Surya. Jessica masuk kedalam ruangan Eriska menunggu Eriska sampai.


Tak lama Eriska datang bersama James.


"Jemmy". Jessica menghampiri James dan memeluknya.


"Kkhhmmm jam kerja". Sindir Eriska.


"Hahahahahaha maaf Nyonya Eriska". Jessica melepaskan pelukannya.


"Kamu sangat cantik". Bisik James.


Jessica tersipu malu.


"Jessy, Kamu sudah siap kan hari ini mulai bekerja?". Tanya Eriska.


"Tentu Nyonya, maka dari itu Saya datang hari ini". Ujar Jessica.


"Bagus. Kamu tahu kan ruangan manager dimana?". Tanya Eriska.


"Ahhhh Saya tidak tahu Nyonya, bisakah James menunjukkannya?". Tanya Jessica.


Eriska memukul pelan kepala Jessica dengan map. "Drama! Yasudah James antar Jessica keruangannya". Ujar Eriska.


"Jahat sekali Nyonya memukul kepala Saya". Jessica mengusap kepalanya padahal Eriska memukul pelan. "Ayo James". Jessica menarik tangan James.

__ADS_1


"Kkkhhhmmmm". Eriska memberi kode.


"Oh iya, permisi Nyonya". Ujar Jessica sopan.


Jessica dan James pun keluar.


"Jessy, Jessy, sikap manja nya belum hilang juga padahal sudah mau kepala tiga". Ujar Eriska tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Jessica dan James sampai diruangan Manager. Jessica mengajak James masuk.


"Aku antar sampai sini saja ya". Ujar James.


"Masuk dulu beri Aku Semangat". Jessica menarik tangan James untuk masuk.


"Bagus juga ruangannya". Ujar Jessica berjalan menuju kursinya lalu duduk. "Nyaman juga". Ujar Jessica.


"Kelinci kecil, Aku keluar ya tidak enak dengan Nyonya ini terlalu lama". Ujar James.


"Tunggu dulu. Beri Aku penyemangat". Jessica menahan tangan James.


"Bagaimana?". Tanya James.


"Ini". Jessica menunjuk pada bibirnya.


James tersenyum. "Genit sekali kelinci kecilku pagi-pagi begini". Ujar James.


Jessica menarik Jas James membuat James menunduk. Dipagi hari Mereka sudah berciuman. Mereka tidak tahu bahwa diruangan manager ada CCTV yang terhubung keruanganruangannya."Astaga, tidak Surya Stefanie, sekarang James dan Jessica. Pagi-pagi sudah melihat adegan romatis". Gerutu Eriska.


Eriska mengambil telepon dimejanya.


Wajah Jessica sangat merah mendengar perkataan Eriska. Jessica melihat sekeliling ruangan. Terlihat ada 2 kamera CCTV. Jessica menepuk dahinya.


"Kenapa? Siapa yang menelepon?". Tanya James.


"Eriska. Dia melihat kita berciuman". Ujar Jessica malu.


"Apa ada CCTV?". Tanya James.


"Ada 2". Ujar Jessica mengelus dahinya.


"Astaga". James menepuk dahinya juga.


Eriska yang melihat tingkah Mereka hanya tertawa. "Hotel semewah ini tidak ada CCTV hanya diruanganku". Ujar Eriska tertawa.


Tak lama James kembali keruangan Eriska. Wajahnya sangat malu karena mendengar perkataan Jessica.


"Sudahlah James tidak perlu kaku begitu". Ujar Eriska menahan tawa.


"Maaf Nyonya". Ujar James.


Setelah itu, Mereka sibuk dengan pekerjaannya. Begitu juga Jessica.


"Lumayan bosan juga hanya duduk seperti ini sepanjang hari". Jessica menyandarkan kepalanya dikursinya.


"Memang enak jadi pengangguran hanya tiduran dikamar atau jalan-jalan. Kalau bukan karena membatu Eriska Aku tidak mau bekerja seperti ini". Ujar Jessica.

__ADS_1


"Oh iya, ada berkas yang harus ditanda tangani oleh Eriska. Hihihihihihi kesempatan bertemu Jemmy". Jessica bergegas mencari berkas itu lalu pergi ke ruangan Eriska.


Jessica mengetuk pintu lalu masuk.


"Nyonya ada berkas yang perlu ditanda tangani". Jessica memberikan berkas itu lalu melirik James yang sedang duduk di sofa melambaikan tangannya.


"Jam kerja Jess". Ujar Eriska mengambil pena nya.


"Iya iya. Lumayan Nyonya penyegar. Saya bosan didalam ruangan". Ujar Jessica.


"Ini sudah, sekarang Kamu kembali ya, sebentar lagi makan siang bebas deh membawa Jemmy mu". Ujar Eriska tersenyum.


"Tentu Nyonya, saya permisi. Bye Jemmy". Jessica melambaikan tangannya kepada James.


Jessica pun keluar menuju ruangannya.


Tak lama ponsel Eriska berdering. Eriska melihat teryata Dito.


"Assalamualaikum Sayangku". Dito mengucap salam.


"Waalaikumsalam". balas Eriska.


"lagi apa sayangku?". tanya Dito.


"Ya biasalah sedang sibuk. ada apa? tumben sekali menelepon. ini masih jam 11 memang Kamu tidak sibuk?". tanya Eriska.


"Memang kenapa Aku telepon Kamu? Tidak boleh?". Tanya Dito.


"Bukan begitu, biasanya jam segini Kamu sibuk". ujar Eriska yang terus mengetik di laptopnya.


"Aku sedang tidak ke Restaurant hari ini". ujar Dito.


"Oh ya ?? tadi Aku lihat kamu sudah rapi. Aku kira Kamu akan pergi ke Restaurant". ujar Eriska.


"Iya awalnya memang ingin pergi, tiba-tiba kepalaku pusing juga sedikit demam". ujar Dito.


"Apa? Kamu demam? kenapa tidak bilang daritadi! Yasudah Aku pulang sekarang". ujar Eriska khawatir.


"Tidak perlu Sayang, Aku sudah minum obat. Sudah sedikit membaik kok". jawab Dito.


"berapa suhumu tadi". tanya Eriska


"40 derajat sayang". jawab Dito.


"Astagfirullah itu sangat tinggi Dito. Aku pulang sekarang. Kamu tidak boleh turun dari tempat tidur. Assalamualaikum". Eriska mematikan ponselnya lalu bersiap untuk pulang.


"James Kita pulang sekarang. Dito demam tinggi". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab James.


Eriska pergi menuju ruangan Jessica.


"Jess Aku pulang ya. Dito sedang demam tinggi. Nanti setelah antar Aku, Aku suruh James kembali menemanimu". ujar Eriska lalu pergi dengan segera.


Eriska paham Jessica masih baru dalam dunia kerja pasti sangat bosan. Karena itu Ia mengizinkan James untuk bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2