
Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Stefanie sedang mencari keberadaan Surya. Hingga Ia menemukan di ruang CEO.
"Surya". Stefanie berlari menghampiri Surya.
"Nona, ada apa?". Tanya Surya.
"Ayo kita jalan sekarang". Stefanie menarik tangan Surya namun Surya tidak bergerak sama sekali.
"Astaga ini manusia apa karung beras? Berat sekali". Gerutu Stefanie yang masih menarik tubuh Surya.
"Mau kemana Nona?". Tanya Surya.
"Loh Kamu tidak dengar kemarin Eriska mengatakan hari ini ada acara makan malam bersama dirumahnya?" Ujar Stefanie.
"Sepertinya Nyonya tidak mengatakan itu pada saya". Ujar Surya.
"Iya karena Eriska mengatakan padaku agar Aku membawa pasanganku". Ujar Stefanie santai.
"Loh memang Saya pasangan Nyonya?". Tanya Surya heran.
"Iyalah sudah tiga tahun ini kan kita pacaran". Ujar Stefanie.
"Kapan? Nona jangan bicara yang aneh-aneh". Ujar Surya tidak suka.
"Kita sering ngedate loh berarti kita pacaran kan?". Ujar Stefanie.
"Itu hanya jalan biasa, dengan teman juga sering kan jalan bersama". Ujar Surya.
"Jadi Kamu anggap Aku teman saja?". Ujar Stefanie merasa kecewa.
"Memang apalagi? Kita kan rekan kerja". Jawab Surya.
"Ah Aku tidak perduli. Cepat ikut Aku". Stefanie menarik tangan Surya namun masih kesulitan. Surya tidak bergerak sama sekali.
Surya menarik tangannya. Bukannya lepas, malah Stefanie terbawa hingga Mereka berpelukan.
Deg! Deg! Deg! Jantung Stefanie berdetak kencang saat tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Surya.
Mereka saling melepaskan pelukannya dan merasa canggung.
"Eriska menyuruhmu untuk ikut. Aku hanya ingin pergi bersama. Jika Kamu tidak mau pergi denganku, Aku bisa pergi sendiri dengan taksi". Ujar Stefanie dengan wajah sedih.
Stefanie hendak pergi, namun tangannya ditarik oleh Surya. Merekapun berjalan keluar. Stefanie hanya tersenyum Surya menerima untuk pergi bersama kerumah Eriska.
"Nona tunggu disini". Ujar Surya menyuruh Stefanie menunggu di depan pintu lobby.
Stefanie menurut dan menunggu. Tak lama Surya datang dengan motor gede nya. Ya, selama Surya bekrja dengan Eriska, akhirnya Ia mampu membeli motor gede merk ternama dunia. Membuat Surya semakin gagah saat mengendarai motor nya. Stefanie sangat suka pergi dengan Surya dengan menggunakan motor gede nya ini karena Stefanie memiliki alasan untuk memeluk Surya dari belakang.
"Ayo Nona". Surya memberikan helm kepada Stefanie. Stefanie pun naik keatas motor gede milik Surya.
Merekapun pergi. Stefanie nampak senang bisa naik motor bersama Surya. Namun, pikirannya tiba-tiba mengingat perkataan Surya yang mengatakan Surya hanya menganggap nya teman.
Apa benar Dia hanya menganggapku hanya teman?. Stefanie bertanya dalam hati.
"Surya berhenti". Stefanie menepuk punggung Surya.
Surya menghentikan motornya.
"Ada apa Nona?". Tanya Surya.
__ADS_1
Stefanie turun lalu mengajak Surya untuk turun juga. Stefanie mengajak Surya duduk disebuah taman kota.
"Kenapa kita duduk disini?". Tanya Surya.
Stefanie menggenggam tangan Surya.
"Stone man, apa benar Kamu hanya menganggapku teman? Apa Kamu tidak mencintaiku?". Tanya Stefanie serius.
"Apa yang Nona bicarakan?". Tanya Surya.
"Jawab pertanyaanku. Apa benar Kamu tidak mencintaiku? Tiga tahun kita selalu jalan bersama apa tidak ada rasa cinta untukku?". Tanya Stefanie.
Surya melepaskan genggaman tangan Stefanie. "Maaf Nona, Saya hanya menganggap Nona sebagai rekan kerja". Ujar Surya.
"Jika Kamu menganggap Aku hanya rekan kerja, kenapa kamu selalu menerima saat Aku ajak Kamu keluar?". Tanya Stefanie yang mulai kecewa.
"Wajar kan seorang teman jalan bersama?". Ujar Surya.
"Tapi Aku tidak pernah melihatmu jalan bersama dengan karyawan lainnya. Kamu hanya selalu jalan denganku". Ujar Stefanie mulai tidak terima dengan perkataan Surya.
"Maaf Nona, untuk itu Saya hanya menghargai Nona sebagai sahabat Nyonya Eriska". Ujar Surya datar.
"Kamu bohong kan? Katakan Surya bahwa Kamu mencintaiku". Stefanie menarik kerah Surya dengan menangis.
Surya melepaskan cengkraman tangan Stefanie. "Maaf Nona, saya tidak..". Sebelum Surya melanjutkan perkataannya, Stefanie sudah mencium bibir Surya. Dengan rasa sakit hati, Stefanie mencium Surya untuk tahu perasaannya. Surya melepas ciuman Stefanie.
"Nona, apa yang Anda lakukan?". Surya merasa marah.
"Kamu bohong Surya, Kamu mencintaiku! Kamu pembohong". Stefanie berlari dengan penuh rasa kecewa
Surya sama sekali tidak mengejar Stefanie. "Maaf Nona, ini yang terbaik untuk kita. Anggap saja ciuman itu sebagai tanda perpisahan". Ujar Surya.
Stefanie masih terus berlari entah kemana. Hatinya sangat hancur berkeping-keping. Tiga tahun Dia mencoba mendekati Surya namun hasil nya Surya tidak membalas cintanya.
"Kamu kenapa?". Tanya Niall khawatir.
"Niall bawa aku ke night club". Ujar Stefanie menangis.
"Tidak! Lebih baik kita kembali ke hotel". Ujar Niall.
"Jika Kamu tidak ingin mengantarku, Aku akan pergi sendiri". Stefanie mulai berdiri hendak pergi namun ditahan Niall.
"Ok Aku akan mengantarmu". Ujar Niall mengajak Stefanie naik ke mobil nya.
Merekapun pergi ke sebuah night club. Sesampainya di night club, Stefanie memesan banyak minuman. Niall terus menahannya namun Stefanie terus meminumnya sampai mabuk.
"Surya stone man sialan!!!! Aku sangat mencintaimu! Kenapa kamu menolakku?". Teriak Stefanie menangis. "Apa kurangku? Kenapa kamu tidak mencintaiku meski hanya sedikit?? Kamu jahat Surya!! Kamu jahat".
Stefanie terus mengoceh sampai Dia tidak sadarkan diri.
"Hey perempuan Perancis. Kamu mengatakan Tuan Surya itu jahat karena telah menolakmu. Apa Kamu juga termasuk perempuan yang jahat ? Yang menolak cintaku selama tiga tahun ini? Stefanie apakah tidak ada kesempatan untukku?". Niall hanya tertawa. "Bodoh nya Aku berbicara dengan wanita mabuk. Yasudah lebih baik kita pulang sekarang". Niall mengangkat tubuh Stefanie.
Bukan hanya Stefanie yang merasakan patah hati. Niall pun sama. Sejak hari itu Niall sudah tidak berharap tentang hubungannya dengan Stefanie. Ia hanya akan menganggap Stefanie teman saja.
••••••••
Ditempat lainnya Eriska merasa sangat cemas karena Stefanie tidak kunjung datang.
"Masih belum datang juga?". tanya Jessica.
__ADS_1
"belum". jawab Eriska khawatir.
"Kamu sudah mencoba menghubungi Dia?". Tanya Jessica.
"Sudah Jess, Tapi tidak aktif. Aku sangat khawatir padanya. Dia tidak pernah seperti ini". ujar Eriska. "kemarin Dia sangat bersemangat untuk datang malam ini bersama Surya". Ujar Eriska. "Eh tunggu. Iya Surya, kenapa Aku tidak ingat". Eriska mencoba menghubungi Surya.
"Hallo, Surya Kamu dimana? apa Stefanie bersamamu?". tanya Eriska.
"Tadi Nona bersama Saya Tapi sekarang tidak Nyonya". jawab Surya.
"Kemana Dia? apa yang terjadi?". Eriska semakin khawatir.
"Maaf Nyonya ini salah saya". ujar Surya.
"Apa maksudmu? apa yang terjadi sebenarnya?". tanya Eriska.
Surya menceritakan semua yang Surya dan Stefanie alami.
"Dasar bodoh! kenapa kamu meninggalkan dia sendirian? kamu ingin Dia celaka dengan perasaan seperti itu?". ujar Eriska sangat marah pada Surya.
"Maaf Nyonya, Nona Stefanie tidak Sendiri. saya melihat nya pergi dengan Chef Niall". ujar Surya.
"Surya, Saya sangat kecewa padamu! Saya tidak akan memaafkanmu jika terjadi sesuatu pada Stefanie". ujar Eriska sangat marah pada Surya.
"Maafkan saya Nyonya". ujar Surya.
Eriska mematikan teleponnya. lalu mencoba menghubungi Niall
"selamat malam Chef". sapa Eriska.
"Nyonya Eriska, ada apa menelepon malam-malam begini?". tanya Niall.
"Chef, Surya mengatakan Stefanie bersama Chef apa benar?". tanya Eriska.
"oh iya Nyonya. Chef Stefanie bersama Saya. ada apa?". tanya Niall.
"Apa Dia baik-baik saja?". tanya Eriska.
Niall menceritakan semuanya saat Ia bertemu dengan Stefanie yang menangis, saat Ia mengantar Stefanie untuk minum dan kembali ke Hotel. "Nyonya tenang saja, Chef Stefanie sudah ada di kamarnya. Nyonya tidak perlu khawatir". ujar Niall.
"Chef terimakasih Karena sudah menjaga Stefanie". ujar Eriska.
"tidak perlu sungkan Nyonya, Chef Stefanie juga rekan kerja saya". ujar Niall.
"sekali lagi terimakasih Chef. maaf mengganggu istirahat nya". ujar Eriska.
"Tidak perlu sungkan Nyonya". jawab Niall.
"selamat malam Chef". Eriska menutup telepon nya.
"Surya sialan!!!". ujar Eriska kesal.
Eriska menceritakan semua yang dialamai Stefanie. semua merasa bingung karena kasihan pada Stefanie juga tidak bisa menyalahkan Surya yang tidak bisa menerima Stefanie.
Aku harus turun tangan sepertinya. ujar Eriska dalam hati.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". semoga semakin terhibur dengan season baru dengan cerita baru.
jangan lupa untuk memberi Tip Dan juga VOTE jika kalian suka dengan Novel ICYA ini.
__ADS_1
jangan lupa juga kritik dan Saran untuk Author agar menulis lebih baik lagi. jangan lupa juga untuk klik suka dan komen ya.
salam manis dari Mrs. A***