
Mereka pun sampai dibandara. Pilot Dan pramugari menyambut Dito, Eriska Dan Surya.
"Selamat siang Tuan Dan Nyonya". ujar kapten pilot.
Eriska hanya mengangguk pelan.
mereka masuk kedalam pesawat.
mereka siap lepas landas.
"kamu ini boros Banget harus pakai pesawat jet ini kita kan bisa pesawat biasa toh cuma 2 jam penerbangan". ujar Dito.
" Ssssttttt jangan berisik". ujar Eriska yang sedang mengantuk.
Pesawat sudah diatas awan.
Eriska melepas seatbelt nya Dan berdiri.
"Kamu mau kemana?". Tanya Dito
"ke kamar. Aku mau tidur". ujar Eriska.
Didalam kamar Eriska berbaring. "Tidur sebentar deh". ujar Eriska.
" Tuan Dito". surya memanggil.
"Iya kenapa?". Tanya Dito.
"Tuan, apakah saya bisa berbicara dengan Tuan?". Tanya Surya
"Tentu. katakan saja". jawab Dito.
__ADS_1
"Begini Tuan. Salah satu anggota Dewan dari perancis akan datang ke tanah air. Mereka sudah membooking hotel kita selama di tanah air. Begini, selera makan mereka sangatlah tinggi. Mereka tidak bisa memakan makanan Perancis sembarangan harus sesuai rasa lidah mereka. Saya tahu yang memasak makanan Perancis di acara Grand Opening Hotel itu Tuan Dito. Apa Tuan Dito bisa menolong kita untuk membuat masakan Perancis untuk Anggota Dewan dari Perancis itu ?? Saya sudah mengatakan pada Nyonya tapi Ia menolak. Nyonya bilang Nyonya tidak mau melibatkan Tuan dalam hal bisnis nya. Takutnya Tuan terganggu. Tapi, hanya Tuan harapan kami jika mereka merasa tidak nyaman di hotel, Hotel kita akan terlihat buruk nantinya". ujar Surya serious.
"Heeemmm kapan mereka akan datang? Dan berapa hari?". Tanya Dito.
"Minggu depan Tuan mereka akan di tanah air selama tiga hari". ujar Surya.
"Baiklah Aku akan membantu". ujar Dito.
"Terimakasih Tuan,". Ujar Surya merasa lega.
"Baiklah saya masuk dulu ingin melihat istri saya". ujar Dito yang berdiri berjalan meninggal Surya.
Didalam ruangan, Dito melihat Eriska yang tengah tertidur.
"Hehehehehe beneran Dia tidur". Ujar Dito.
Ia kembali ke kursi nya.
"Baik Tuan". Ujar pramugari pergi.
Tak lama Pramugari datang dengan dia gelas juice Dan beberapa roti.
"Ayo ambil". Dito memberikan kepada Surya.
"Terimakasih Tuan". Ujar Surya menerima Juice dari Dito.
"Surya, Bagaimana Kamu bisa menjadi orang kepercayaan Eriska? Aku sudah mengikuti nya sejak lama Tapi Aku baru melihat Kamu sekitar lima tahun lalu. Dimana kalian bertemu?". Tanya Dito penasaran dengan siapa Surya.
Surya tersenyum. "Memang Saya bertemu Nyonya sekitar Lima tahun lalu. ceritanya lumayan panjang. Dulu sekitar satu tahun Nyonya merintis karier nya, Ia pernah hampir dibunuh oleh seseorang. Nyonya diculik namun Nyonya bisa melarikan diri. Nyonya berlari ke daerah kumuh pinggiran kota. Saat itu saya sedang duduk didepan teras rumah. Nyonya menghampiri saya, Ia snagat Panik karena telah ditangkap kembali dihadapan saya. Akhirnya saya menolong Nyonya dengan menghajar para pembunuh bayaran itu. Saya berhasil meski dapat banyak sayatan di tubuh saya. Akhirnya Nyonya membawa saya ke Rumah Sakit untuk ditolong. Setelah keadaan saya membaik, Nyonya meminta saya untuk jadi Bodyguard nya. Awalnya saya tidak yakin karena merasa tidak pantas Tapi Nyonya ingin berterimakasih karena saya sudah menolong saya Dan memberikan saya pekerjaan yang layak. Dulu saya adalah seorang ketua preman disalah satu pasar terbesar di Ibu kota akhirnya saya menerima menjadi bodyguard Nyonya. Tidak hanya menjadi Bodyguard, Nyonya memberi saya biaya untuk kuliah bisnis management. Nyonya bilang saya harus bisa mengelola bisnisnya juga karena Nyonya tidak percaya pada siapapun selain saya. Saya sangat beruntung bertemu Nyonya. Karena beliau bisa merubah hidup saya menjadi lebih baik. Nyonya adalah wanita yang baik. Ia terlihat angkuh Dan sombong sebenarnya hanya untuk membuat orang-orang tidak menganggap dia lemah. Jika Dia terlihat lemah akan banyak orang yang memanfaatkannya". Ujar Surya menceritakan kisah nya Bidan menjadi orang kepercayaan Eriska.
"Ternyata jalan yang Ia tempuh untuk bisnis ini sangatlah sulit. Terimakasih Surya karena selalu bersamanya". Ujar Dito menepuk pundak Surya. "Sekarang Ia ingin beristirahat. Semoga Kamu bisa membantu nya mengelola hotel dengan baik". Ujar Dito.
__ADS_1
"Tentu Tuan. Saya akan melakukan apapun untuk Nyonya". Ujar Surya.
Dito hanya tersenyum Dan mengangguk.
Tak lama Eriska keluar dari ruangan
"Kalian sedang membicarkan apa?". Tanya Eriska.
"Hanya berbincang biasa". ujar Dito.
Dito menarik tangan Eriska. Eriska terduduk dipangkuan Dito.
"Apa yang Kamu lakukan? Surya ada disini". ujar Eriska malu dengan apa yang Dito Lakukan.
"Tenang saja, Surya akan terbiasa melihat ini". Ujar Dito terus menggoda Eriska.
"Aku bisa duduk sendiri". ujar Eriska.
"Tenanglah, jika Kamu terus bergerak aku tidak bisa menahannya lagi". Bisik Dito.
" cowok mesum". bisik Eriska.
"Sayang, lepaskan Aku OK. Aku lapar ingin makan sesuatu". ujar Eriska Tersenyum paksa.
" Baiklah Aku lepaskan Kamu sekarang". Ujar Dito.
"Surya, tolong pesankan saya juice Dan beberapa cake". ujar Eriska.
" Baik Nyonya". Surya berdiri meninggalkan Dito dan Eriska.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya. Dukungan kalian membuat Author Semangat untuk terus menulis.
__ADS_1
Salam manis dari Mrs. A***