
25 menit makanan sampai. Surya mengambil pesanan Eriska.
Surya mempersiapkan makanan nya Dan berjalan ke Ruang kerja Eriska.
Tok! Tok! Tok!!
"Masuk". Teriak Eriska
" Maaf Nona, makanan sudah sampai". Surya memberitahu.
"Oh bagus, belum 30 menit sudah sampai". Eriska berjalan menuju meja makan.
Eriska melahap makanan yang ada didepannya.
Hmmmmmmmm pasta ini sama sekali berbeda dengan pasta gang pernah aku makan di Paris. Eriska meletakkan garpunya. Dimana Kamu Dior ??? Aku sangat merindukan masakkanmu. Eriska berdiri pergi dengan wajah masam meninggalkan makanan yang baru setengah Ia makan.
Didalam kamar, Eriska berbaring.
Dior segitu misteriusnya Kamu, selama 5 tahun ini aku mencarimu dipenjuru dunia manapun tak bisa aku temukan. Dimana Kamu sebenarnya. Aku sangat merindukan masakanmu. Wajah Eriska muram membayangkan Chef Dior hingga Ia tertidur.
Saat tertidur, Eriska bermimpi sosok pria memakai pakaian chef dengan name tag Dior namun wajahnya tak terlihat memberikan buket bunga padanya Dan mengatakan "Je t'aime (aku mencintaimu)".
"Dior". Eriska bermimpi dengan memanggil nama Dior Dan tersenyum.
Hari demi hari berlalu. Tak terasa pernikahan Eriska tinggal 1 minggu lagi namun Eriska masih harus pergi ke hotel lagi. Seperti biasa Ia sarapan lalu berpamitan pada Papanya.
" Pah Eriska jalan dulu ya. Papa jangan lupa minum obatnya. Kalau ada apa-apa hubungi Eriska". Ujar Eriska mencium pipi Papanya.
"Loh Kamu mau ke hotel?". Tanya Birowo
" Iyalah Pah memang mau kemana lagi?". Tanya Eriska.
__ADS_1
"Gak boleh!". Ujar Birowo
"Loh kenapa? Biasanya juga Eriska pergi". Jawab Eriska bingung.
"Kamu lupa pernikahan Kamu tinggal 1 minggu lagi?". Jawab Birowo
"Terus ??? Masih 1 minggu ini masih lama Pah". Ujar Eriska
"Kamu lupa Kamu harus dipingit?". Ujar Birowo
"Ah Papa sudah modern gini pake acara pingitan". Ujar Eriska kesal.
"Ok hari Kamu boleh keluar". Ujar Birowo.
Eriska begitu bahagia.
"Tapi untuk fitting baju pengantin dengan Dito di butik biasa". Ujar Birowo
"Tidak mau. Lebih baik Aku dikamar dipingit daripada pergi dengan laki-laki itu". Ujar Eriska melipat kedua tangannya di Dada.
"Kamu harus pergi. Bagaimana jika pakaian nya tidak pas". Ujar Birowo.
" terserah". Ujar Eriska kesal.
"Eriska ingat hotel di Bali". Ancam Birowo.
Eriska menghembuskan nafas nya dengan kasar. " OK. Jam berapa?". Tanya Eriska kesal
"Gitu dong. Jam 1 siang nanti Dito akan datang". Ujar Birowo bahagia.
" Terserah Papa. Ingat setelah menikah lanjutkan pembangunan hotel". Ujar Eriska pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Tak lama Eriska pergi ke kamarnya, Surya datang.
"Tuan besar, Nona mana? Apa beliau tidak jadi ke hotel?". Tanya Surya.
"Karena pernikahan nya sudah dekat, Dia harus dipingit. Karena Kamu tidak mengantar dia, Kamu harus membantu Vita Dan Tian di hotel untuk mempersiapkan segalanya". Ujar Birowo.
"Baik Tuan saya permisi dulu". Surya membungkukkan badannya lalu pergi ke hotel membantu Vita Dan Tian.
" Ahhhhhh Papa... Mengenalkan sekali. Apa tahan Aku tinggal di kamar selama 1 minggu". Eriska duduk di sofa dengan kasar.
Ia mengambil ponselnya lalu menelpon Jessica
"Hallo Jes. kamu bisa kerumah gak?". Tanya Eriska
" Loh tumben gak ke hotel". Tanya Jessica.
"Aku dipingit sama Papa". Gerutu Eriska bete
"Hahahahahaha". Jessica tertawa terbahak-bahak mendengar Eriska di pingin.
"Jangan tertawa bodoh!". Gerutu Eriska.
" Sorry Sorry. Ok Aku jalan sekarang ". Ujar Jessica menahan tawanya.
" OK Aku tunggu. kamu nanti mampir ke hotel ya minta macaroon". Ujar Eriska.
"Ah banyak minta". Ujar Jessica
"Eh Aku gak minta Kamu ya, itu hotel Aku". Ujar Eriska ketus.
" iya iya Nona muda. Tutup telepon nya Aku mau siap-siap". Ujar Jessica.
__ADS_1
Eriska pun menutup telepon nya.