Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (61)


__ADS_3

Selesai mandi, Dito menggendong Eriska dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk nya menuju tempat tidur. Sampai ditempat tidur Dito membaringkan tubuh Eriska.


"Manis sekali Kamu malam ini". Ujar Eriska tersenyum.


"Setiap hari juga Aku manis padamu". Jawab Dito.


"Iya iya Dito Aditya selalu manis seperti macaroon". Ujar Eriska.


"Kita mulai ya". Bujuk Dito.


"Apa?". Tanya Eriska


"Lari di tengah Laut". Ledek Dito.


"Diving itu sih. Sudah malam begini mau....".


Sebelum melanjutkan kata-katanya Dito sudah menutup mulut Eriska dengan bibirnya. Ciuman yang sangat lembut membuat Eriska terbuai. Setelah menciumi bibir dan wajah Eriska, Dito membuka jubah handuk Eriska.


"Tubuh yang indah". Ujar Dito.


Eriska hanya memalingkan wajahnya terlihat sangat malu. Dito menciumi tubuh Eriska begitu juga Eriska. Malam Mereka yang sangat indah. Mengulang kejadian empat tahun lalu saat malam pertama Mereka dikamar itu.


"Je T'aime Amour". Ujar Dito yang masih mencumbui Eriska. Eriska hanya diam menutup matanya.


Mereka memadu kasih dengan perasaan yang menggebu. Perasaan yang semakin besar dirasakan. Perasaan cinta yang membuat keduanya bahagia.


-------


Keesokan harinya, Eriska dan Dito tengah bersiap untuk acara resepsi pernikahan Rara dan Niall. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam.


Niall hanya mengundang orang-orang terdekat membuat pesta sederhana karena memang tidak memiliki banyak kenalan. Keluarga Rara pun tidak banyak.


"Sayang, Kamu sudah siap?". Tanya Dito pada Eriska.


"Sedikit lagi Sayang. Lima menit ya". Jawab Eriska.


"Baiklah". Dito menunggu Eriska.


Tak lama Eriska keluar.


"Untung Gaunnya menutupi tubuhku. Hasil buruanmu semalam sangat banyak ditubuhku. Jika terlihat akan sangat malu". Ujar Eriska


"Memang kenapa wajar kan kita suami istri". Jawab Dito.


Eriska hanya meledek Dito dengan wajah yang menyebalkan


"Hahahahahaha manis sekali jika Kamu seperti itu. Btw, Malam ini Kamu sangat terlihat cantik sekali". Dito memeluk pinggang Eriska.


"Aku tahu Aku cantik. Sudahlah ayo Kita pergi sekarang". Eriska menarik tangan Dito.


Mereka berdua berjalan keluar. Banyak Staff menyapa Eriska dan Dito.


Sampailah Mereka disalah satu hall hotel milik Eriska. Hall yang tidak terlalu besar dipilih Niall dan Rara. Mengusung tema night party dengan dress code hitam putih.


Semua sudah terlihat telah sampai ditempat acara. Resepsi pernikahan Niall & Rara tidaklah formal yang harus berdiri dipelaminan Mereka hanya mengandalkan acara makan malam santai karena dua hari sebelumnya Niall dan Rara menikah di KUA Jakarta dan melangsungkan party di Bali.

__ADS_1


"Niall, Rara selamat atas pernikahan kalian" Eriska memeluk Rara dan bersalaman dengan Niall.


"Terimakasih Nyonya dan Tuan atas kehadirannya". Ujar Rara.


"Kami turut bahagia atas pernikahan Kalian". Ujar Eriska kembali.


"Terimakasih Nyonya dan Tuan mari silahkan duduk". Ujar Niall pada Dito dan Eriska.


James, Jessica. John, Eimear pun memberi selamat pada Niall dan Rara lalu Mereka duduk.


Acara sangat hangat karena tidak banyak yang hadir. Mereka saling berbincang santai.


"Jemmy, Kita adakan pernikahan disini saja ya. Kita minta gratis pada Eriska untuk biaya gedung". Ujar Jessica pada James.


"Hush Kamu ini bikin malu saja". Jawab James.


"Siapa yang mau menggratiskan? Aku akan minta bayaran dua Kali lipat jika Kamu ingin menggunakan hotelku". Ujar Eriska tertawa.


"Eriska jahat sekali Kamu". Ujar Jessica cemberut.


"Papa Mama mu kan bilang kita akan adakan di Jakarta". Ujar James.


"Aku tuh ya ingin seperti pernikahan Rara dan Niall yang sederhana tapi berkesan. Kalau ikut cara Mama Papa pasti lelah harus berdiri di pelaminan menyalami ribuan orang". Ujar Jessica.


"Terima nasib sajalah. Dulu juga Aku begitu. Ya Kamu lebih baik karena Kalian menikah atas dasar cinta. Saat itu jangankan cinta, yang ada Aku kesal dipaksa menikah dengan pengembala sapi". Ujar Eriska tertawa.


"Tapi sekarang terlalu cinta". Jawab Dito.


Eriska hanya memukul bahu Dito.


"Iya, tapi kisah kita sangat rumit". Ujar Eriska.


"Dia itu bodoh, mencintai pria yang Dia benci juga". Ledek Jessica.


"Berani sekali Kamu mengatakan Aku bodoh". Ujar Eriska pada Jessica.


"Memang kenyataannya. Nikah hanya bodoh tapi tidak peka juga. Mencari orang yang terlihat hahahahahaha". Jessica menertawakan Eriska.


Yang mengerti kisah cinta Dito dan Eriska hanya tertawa kecil berbeda dengan Eimear yang bingung dengan perkataan Jessica. Ia tak menyangkan orang yang Mereka lihat saling mencintai ternyata hasil perjodohan.


"Lihat, wajah Eimear bingung". Ledek Jessica.


"Jess jangan mulai jadi pembaca dongeng lagi ya". Ancam Eriska.


"Baiklah Aku diam tidak akan bicara lagi". Jessica menutup mulutnya.


"Oh ya, si Tita kemana? Kenapa Dia tidak datang?". Tanya Jessica yang seharian tidak melihat Tita.


"Dia demam sejak tadi siang. Dia tidur dikamarku ya sekalian menjaga Queena yang sudah tertidur tadi". Ujar Eriska.


"Demam? Tadi pagi saat bangun tidur Dia sehat-sehat saja". Ujar Jessica.


"Mungkin Dia terlalu baper melihat pernikahan ini". Ujar Eriska tertawa.


"Eriska mulutnya jahat sekali dengan Adiknya. Dia sangat galau ingin menikah apa melanjutkan kariernya". Ujar Jessica.

__ADS_1


"Tenanglah nanti Aku beri jalan keluar untuknya. Nikmati pesta sekarang". Ujar Eriska.


Tiga jam berlalu, pesta pun telah 0i. Semua kembali ke kamar masing-masing hanya James dan Jessica yang masih diluar berjalan-jalan dipinggir pantai.


"Jess, lain kali jaga bicaramu dengan Nyonya. Sangat tidak baik Kamu seperti itu padanya". Ujar James.


"Tenang James, Aku sangat tahu bagaimana Eriska dan Aku juga tahu batasan berbicara dengannya. Kamu saja yang terlalu formal padanya. Meski Aku calon Isterimu juga karyawan Eriska, tapi Aku ini sahabatnya yang tahu batasan berbicara dengannya". Ujar Jessica yang terus memeluk tangan James.


"Baiklah Kamu tahu bagaimana Nyonya hanya saja Aku takut Kamu berlebihan dengannya. Kita harus menghormati Nyonya". Ujar James.


"Iya Jemmy Aku tahu itu". Jawab Jessica.


Jessica merasa dingin ditubuhnya karena angin malam dipantai. James yang melihat, membuka Jas nya dan memakaikan Jas nya ditubuh Jessica.


"Pakailah, Kamu pasti kedinginan". Ujar James.


"Terimakasih Jemmy". Ujar Jessica tersenyum. "Manis sekali sih Kamu".


"Aku mana tega membiarkanmu kedinginan". Ujar James. "Lagipula belajarlah menggunakan pakaian tidak terlalu terbuka. Aku tidak suka banyak pria yang akan melihat tubuhmu itu". Ujar James pada Jessica.


"Baiklah Jemmy ya asal Kamu membelikan yang tertutup saja". Ledek Jessica.


"Tentu kenapa tidak? Setelah semua selesai Kita mulai hidup baru dengan penampilan baru juga ya". Ujar James mengelus pipi Jessica.


Jessica hanya tersipu malu. Ia membayangkan betapa indahnya kehidupannya setelah menikah nanti dengan James.


"Yasudah Kita masuk kedalam hotel yuk. Hari sudah malam dan sangat berangin". Ujar James.


Jessica menghentikan langkahnya juga menarik tangan James. Jessica memeluk leher James dengan berjingkak lalu mengecup bibir James. "Aku sangat mencintaimu". Ujar Jessica tersenyum pada James.


"Aku juga sangat mencintaimu kelinci kecil". James mencium pipi Jessica. "Yasudah Kita kembali sekarang ke kamar". James menggenggam tangan Jessica mengajak kembali kedalam hotel.


*Bonus Visualisasi saat pesta pernikahan


Eriska dan Dito*




Niall dan Rara




James Dan Jessica




John dan Eimear


__ADS_1



__ADS_2