Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (51)


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 30 menit, John membawa Eimear menuju Butik pakaian pernikahan.


"Ayo kita masuk". John mengulurkan tangannya setelah membuka pintu mobil untuk Eimear. Eimear menerima uluran tangan John. Mereka berdua berjalan masuk kedalam Butik.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya. Ada yang bisa Saya bantu?". Tanya seorang karyawan wanita dengan ramah.


"Tolong tunjukkan sepasang pakaian pernikahan yang siap digunakan". Ujar John.


"Baik Tuan". Karyawan itupun pergi memilih pakaian terbaik yang ada di Butik.


Tak lama, beberapa Karyawan membawa sepasang Jas dan Gaun pernikahan. Eimear sangat takjub dengan semua pakaian itu. Ia tak pernah menyangka bisa menikah dengan menggunakan Gaun indah seperti itu.


Mereka mencoba satu per satu pakaian pernikahannya. Akhirnya John memilih Jas berwarna hitam senada dengan celana dan dasi kupu-kupu berwarna hitam terlihat sangat tampan. Juga Eimear memilih gaun pengantin berwarna putih tanpa lengan dengan bahu terbuka terlihat sangat anggun.


Setelah membayar, John mengajak Eimear untuk menghias wajahnya. Tak jauh Dari butik, terdapat salon kecantikan untuk menghias pengantin.


"Hiaslah Dia dengan sangat cantik". Ujar John pada karyawan salon.


"Baik Tuan". Jawab karyawan.


John menelepon seseorang. "Halo, apa semua sudah siap?". Tanya John.


"Sudah Tuan. Kami sudah menemukan Gereja dan Pastur yang siap menikahkan Tuan siang ini juga". Ujar salah seorang kepercayaan John.


"Baiklah kirimkan lokasinya". Ujar John.


Setelah memutuskan panggilan, John pun bersiap untuk pernikahannya. Tiga jam berlalu, Mereka siap. Betapa terpesonanya John saat melihat Eimear yang begitu sangat cantik. Ia benar-benar seperti putri yang siap untuk menikah.


"Kamu sangat cantik". Bisik John.


Eimear hanya tersenyum malu saat John mengatakan itu.


"Terimakasih". Ujar John pada karyawan salon.


Merekapun pergi bersiap untuk pergi ke Gereja terbesar di Dublin. St. Patrick Cathedral. Setengah jam berlalu, Mereka telah sampai. Ada beberapa bodyguard menunggu didepan pintu Gereja menunggu John. Mereka membuka pintu mobil untuk John.


"Semua sudah siap?". Tanya John.


"Sudah Tuan. Mari masuk". Ujar salah satu orang kepercayaan John.

__ADS_1


John menggandeng tangan Eimear. Jantung Eimear berdetak sangat kencang. Ia tidak menyangkan hari itu benar-benar Ia akan menikah. Menikah dengan Pria yang bahkan Ia tak kenal.


Tuhan, apa rencanamu ini?. Ujar Eimear dalam hatinya.


Sampai didepan, Mereka mengikrarkan janji pernikahan.


"Kalian sudah sah menjadi Suami Istri. Berikan ciuman untuk pasangan kalian". Ujar pendeta pada John dan Eimear.


Mereka berdua sangat canggung. Hingga John menarik tangan Eimear lalu mencium bibir Istrinya. Jantung Mereka berdua berdetak sangat kencang saat kedua bibir Mereka bertemu.


Tuhan, jika memang Dia jodoh yang Kau berikan, maka kekalkanlah pernikahan ini. Doa John saat mencium Eimear.


Tuhan, entah apa rencanamu. Jika memang Ia jodohku, kekalkanlah pernikahan kami. Doa Eimear saat mencium John.


Setelah selesai dengan pernikahannya, Merekapun mengganti pakaiannya lalu pergi makan malam romantis. John telah mereservasi Restaurant untuk merayakan pernikahannya dengan Eimear.


Mereka tengah makan bersama. Sejak pernikahannya, Eimear terlihat sangat bahagia. John pun bahagia melihat aura Eimear yang tak Ia lihat saat pertama Kali bertemu dengannya.


John menggenggam tangan Eimear. "Maafkan Aku ya tidak bisa memberikan pesta pernikahan yang mewah".


"Tidak John, ini sudah cukup untukku. Lagipula Aku tidak punya siapa-siapa jadi siapa yang akan Aku undang?". Ujar Eimear tersenyum.


"John, kenapa Kamu bisa yakin menikahiku? Apa Kamu tidak punya kekasih di Perancis?". Tanya Eimear.


John hanya tersenyum. "Hidupku, Aku berikan kepada Tuan Dior. Aku tidak pernah memikirnya memiliki seorang kekasih. Bahkan tidak pernah berbicara dengan seorang wanita jika tidak karena pekerjaan. Hanya ada dua wanita yang dekat denganku bisa dibilang suka berbicara denganku. Yang pertama Nyonya Eriska Istri dari Tuan Dior yang kedua adalah Kamu". Ujar John meneguk Champagne.


"Aku?". Tanya Eimear tak percaya.


"Iya, bisa dibilang Kamu adalah wanita pertama". Ujar John.


"Pantas saja ciumannya kaku. Ternyata ciuman pertama". Ujar Eimear berbisik tertawa kecil.


"Apa yang Kamu katakan?". Tanya John.


"Oh tidak. Steak nya sangat enak". Eimear mengalihkan pembicaraan.


Setelah makan malam, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel.


Pukul 12 Mereka sampai dihotel. Mereka berjalan menuju kamar hotel. Saat membuka pintu, Eimear terkejut melihat kamar yang Ia tinggalkan berubah.

__ADS_1


Kamar yang dihiasi banyak bunga mawar, lilin-lilin kecil menghiasi kamar. Ia berjalan perlahan masuk kedalam kamar menghampiri tempat tidur yang disulap begitu indah. Eimear membalikkan badannya menatap John.


"Ini Kamu yang atur semuanya?". Tanya Eimear.


John hanya tersenyum dan mengangguk.


Eimear berlari memeluk John. "Tuan, entah Kamu Malaikat dari mana yang Tuhan kirimkan. Terimakasih sudah memberikan kebahagiaan ini". Eimear menangis dalam pelukan John.


Eimear merasa ini mimpi. Kemarin hidupnya sangat terasa kacau bahkan ingin bunuh diri. Sekarang Ia merasa dunia menjadi miliknya saat John datang mengulurkan tangannya.


"Eimear, mungkin perasaan Kita masih sama-sama belum ada. Berjanjilah kita akan saling mencoba membuka hati satu sama lain. Ok". Ujar John menyentuh dagu Eimear.


"Ok". Jawab Eimear tersenyum pada John.


John mencoba kembali mencium bibir Eimear. Ciumannya masih terasa kaku. Akhirnya Eimear yang mengajarkan John.


"Pemula yang bagus". Ujar Eimear tertawa kecil.


John hanya tertawa malu karena Ia tidak ahli dalam berciuman.


"Ayo Kita keatas tempat tidur, Sayang loh sudah dihias". Ujar John mengangkat tubuh Eimear lalu membaringkan tubuh Eimear diatas tempat tidur yang dihiasi banyak bunga mawar.


"Kamu mau melakukan apa?". Tanya Eimear tersenyum malu.


"Entahlah, Aku tidak ahli dalam ini semua


Aku hanya ahli bagaimana berkelahi". Ujar John yang berada diatas tubuh Eimear.


"Jadi, biar Aku saja yang memulai". Eimear membalikkan tubuh John. Tubuh John berada dibawah Eimear.


"Apa yang Kamu lakukan?". Ujar John.


"Sudah diam saja". Ujar Eimear.


Eimear memulai aksinya. Ia mencium bibir John dengan French kiss. Setelah berciuman, Ia turun kebawah mencium leher John. Eimear membuka kemeja yang John kenakan. Ia terus melanjutkan aksinya hingga John merasakan hal yang belum Ia rasakan. Karena perasaan itu, John mengambil kendali. Malam itu menjadi malam pertama untuk John karena benar-benar Ia tidak pernah melakukan ini semua. Ia tak menyangka perjalanan bisnis ke Ireland membuatnya mendapatkan seorang Istri.


Setelah malam indah itu selesai, Eimesr tertidur lelap dipelukan John. John mengusap rambut Eimear dengan lembut. Mencium ujung kepala Eimear. "Tuhan, rencanamu ini sungguh luar biasa". Ujar John memeluk tubuh Eimear yang terbungkus selimut." Selamat tidur Istriku". John pun tertidur bersama Eimear dengan memeluk Eimear.


Visualisasi Eimear

__ADS_1



__ADS_2