Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (79)


__ADS_3

Hi Reader, jangan lupa untuk VOTE ya. Serta Like & Komen jika kalian Suka dengan Novel ini


Satu bulan berlalu, tiba acara empat bulanan kehamilan Eriska. Semua keluarga sudah berkumpul juga para sahabat.


"Selamat ya Sayang, sudah empat bulan saja". Ujar Vita mengelus perut Eriska yang mulai membesar.


"Terimakasih Kak". Jawab Eriska dengan rasa gembira.


"Eriskaaa". Teriak Jessica dari luar menghampiri Eriska.


"Ka, Aku hamil". Jessica berbisik kegirangan.


"Apa? Yang benar Kamu?". Eriska terkejut dengan apa yang dikatakan Jessica.


"Kenapa?". Tanya Vita.


"Kak, Aku hamil". Ujar Jessica berbisik pada Vita dengan wajah bahagianya.


"Ahh selamat Jessica. Ya ampun Kakak akan punya tiga keponakan". Ujar Vita bahagia memeluk Jessica.


"Ya Allah Jessica, Aku sangat gembira mendengarnya. Selamat ya sayangku". Eriska memeluk Jessica.


"Terimakasih Eriska. Tapi, Aku belum check up ke Dokter. Ini baru menggunakan test pack. Lima kali Aku menggunakan test pack karena tidak percaya dan empat hasilnya positive". Ujar Jessica bercerita.


"Besok Aku harus check up juga. Kita pergi sama-sama ya. Sekali lagi selamat. Tidak sangka si anak ceroboh ini sebentar lagi mau jadi Ibu. Bagaimana James? Apa Dia gembira?". Tanya Eriska.


"Jemmy belum tahu. Aku ingin memberitahunya saat Dia ulangtahun tiga hari lagi. Pasti Dia gembira". Ujar Jessica yang terus melempar senyuman.


"Yasudah, besok kita periksa agar lebih jelas. Ok". Ujar Eriska yang sangat gembira mendengar kabar kehamilan Jessica. "Uh kelinci kecil sebentar lagi akan jadi Ibu". Eriska mencubit kedua pipi Jessica.


"Eriska! Aku bukan Queena lepaskan tanganmu". Jessica merasa kesal jika seseorang mencubit pipinya.


"Tidak mau. Kelinci kecil yang sangat imut". Eriska terus mencubit pipi Jessica. "Benar kata James, ternyata Kamu sangat imut ya Jess. Pantas dipanggil kelinci kecil". Eriska terus mencubit pipi Jessica.


"Lepaskan Eriska". Jessica terus mencoba melepaskan cubitan tangan Eriska.


"Hahahahahaha baiklah baiklah Aku lepaskan". Eriska melepaskan cubitannya.


"Nanti pipiku tembem bagaimana? Ini sulit loh Aku membuat tirus". Gerutu Jessica yang mengelus pipinya yang memerah karena dicubit Eriska.


"Jessica, kenapa pipinya merah seperti itu? Apa Kamu digigit serangga?". Tanya James yang sedang lewat melihat pipi Istrinya merah.


"Iya. Digigit serangga besar". Gerutu Jessica.


"Mana serangganya sekarang biar Aku bunuh". Ujar James yang khawatir.


"Kalau berani membunuh serangganya, tuh bunuh Eriska Dia yang mencubit pipi ku sampai merah begini". Ujar Jessica pada James.


"Bodoh! Maaf Nyonya Saya tidak bermaksud". James merasa tidak enak.

__ADS_1


"Tidak apa-apa James, yasudah Kamu bantu Dito ya disana". Ujar Eriska pada James.


"Baik Nyonya, sekali lagi Saya minta maaf Saya tidak bermaksud bicara kasar seperti itu". James masih tidak enak.


"Awas James dipotong gaji oleh Eriska". Ledek Vita.


Eriska hanya tertawa. "Sudah sana pergi bantu Dito". Ujar Eriska pada James.


"Baik Nyonya Saya permisi". James pun pergi.


"Lihat Suamimu yang merasa tidak enak". Ujar Eriska tertawa.


"Dia terlalu kaku. Aku sering kerjai Dia". Jessica ikut tertawa.


Setelah Mereka berbincang, acarapun dimulai. Seperti saat pengajian kehamilan Queena, Eriska mengundang tetangga juga anak Panti. Semua terasa khidmat saat semua melantunkan ayat suci serta sholawat.


Tiga jam berlalu, acarapun selesai. Setelah semua pergi, hanya ada keluarga juga James dan Jessica. Sejak Jessica tinggal dirumah sebelah, Ia lebih sering menghabiskan waktu dirumah Eriska.


"Jessica bagaimana kabarmu?". Tanya Aditya.


"Baik Om Alhamdulillah". Jawab Jessica.


"Om dengar Kamu tinggal disebelah rumah Eriska sekarang?". Tanya Aditya.


"Iya Om untuk mempermudah pekerjaan James. Om mau mampir kerumah kami?". Ujar Jessica.


"Boleh tentu". Ujar Aditya.


"Sungguh nyaman rumah kalian". Ujar Aditya.


"Terimakasih Om ini juga berkat Eriska dan Dito". Ujar Jessica tersenyum.


"Bahagialah selalu untuk kalian berdua". Aditya mengusap kepala Jessica.


"Terimakasih Om". Ujar Jessica gembira.


"Yasudah Kita kembali kerumah Eriska ya".


"Mari Tuan Besar". James mempersilahkan Aditya berjalan duluan.


Merekapun kembali menuju rumah Eriska.


"Rumah Jessica dan James sangat nyaman. Kalian hebat mendesain rumah itu". Ujar Aditya pada Eriska dan Dito.


"Itu sesuai karakter Mereka berdua". Ujar Dito.


"Kelinci kecil kan suka dengan warna putih". Ujar Eriska. "Iyakan kelinci kecil yang lucu". Eriska kembali mencubit pipi Jessica.


"Eriska ahhh sakit. Kamu suka sekali mencubit pipiku". Jessica pergi menjauh dari Eriska.

__ADS_1


"Entahlah anakku ini sangat menyukaimu Jess. Aku selalu gemas saat berada disampingmu". Eriska tertawa.


"Kamu menyebalkan!". Jessica berasa bete.


"Sudahlah, Nyonya hanya bercanda denganmu". James menenangkan Jessica.


"Dia menyebalkan Jemmy!". Gerutu Jessica.


"Kkhhhmmm ada yang mulai sensitive nih". Ledek Eriska.


Jessica melotot kesal pada Eriska. Eriska hanya tertawa melihat tingkah Jessica.


Malampun tiba. Waktunya James untuk pulang. Jessica sudah pulang dua jam sebelum James pulang. Jessica sudah mulai gampang lelah juga sedikit lebih sensitive. Ia lebih baik pulang daripada kesal pada Eriska.


Jessica tengah duduk bersandar diatas tempat tidur.


"Selamat malam Sayang". Sapa James.


"Malam Jemmy". Jawab Jessica.


"Apa yang Kamu lakukan?". Tanya James.


"Hanya bermain ponsel menunggu Kamu pulang". Jawab Jessica.


"Yasudah Aku mandi dulu ya". James berjalan menuju kamar mandi.


Ditempat lain, Eriska dan Dito pun sedang bersandar diatas tempat tidur.


"Sayang, Kamu tahu tidak? Jessica tengah hamil". Ujar Eriska.


"Oh ya? Tapi James tidak bilang". Ujar Dito.


"Jessica masih belum memberitahu James".


"Loh kenapa? Dia malah memberitahu Kamu daripada suaminya sendiri". Dito merasa heran.


"Jessica bilang, tiga hari lagi James berulang tahun, Dia ingin memberi kejutan pada James". Eriska menjelaskan.


"Kalian para wanita ini penuh dengan kejutan dan sangat ribet. Tinggal bilang saja harus menunggu moment". Ujar Dito pada Eriska.


"Kamu juga bahagiakan dapat kabar baik dihari baikmu?".


"Iya juga sih. Yasudahlah terserah kalian saja". Ujar Dito pada Eriska. "Lebih baik Kita tidur sekarang. Ini sudah larut malam". Dito menyalakan lampu tidur agar Eriska merasa tidak takut lalu memeluk Eriska.


"Lampu tidur ini awet juga ya sudah mau lima tahun masih menyala". Ujar Eriska yang memandang lampu tidur yang diberikan Dito saat Mereka di Switzerland dulu.


"Seharusnya Kita tambah satu desain lagi dengan adanya anak kembar Kita". Ujar Dito.


"Iya, seperti kita tidak adil jika begini". Ujar Eriska tertawa kecil.

__ADS_1


"Kita buat nanti. Sekarang tidurlah. Besok Kamu harus check up kan? Tidurlah". Dito mengusap kepala Eriska dan mencium kening Eriska yang tidur dipelukan Dito.


Sehatlah selalu Sayangku juga Anak kembarku. Papa akan selalu menjaga kalian semua. tenanglah didalam perut Mamamu. Ujar Dito dalam hati mengusap perut Eriska yang sudah mulai menonjol cukup besar.


__ADS_2