
3 hari sudah berlalu. Namun Dito masih tidak memberikan kabar pada Eriska.
"John apa yang terjadi sebenarnya pada Dito? Kenapa Dia tidak bisa dihubungi?". Tanya Eriska kesal.
"Kami belum mendapat kabar juga Nyonya". Ujar John.
John Terpaksa berbohong karena James mengatakan bahwa Eriska tidak boleh tahu bahwa Dito tertembak.
"Dasar kalian tidak berguna". Eriska pergi kesal dengan jawaban yang sama.
Ditempat lain dirumah sakit keadaan Dito sudah mulai membaik.
"Assalamualaikum". Dito menelepon Eriska.
"Dito sialan! Dimana kamu? Berani ya meninggalkanku sendirian disini?". Teriakan Eriska sampai terdengar oleh James.
"Sayang, Kamu bukannya jawab salamku malah langsung marah-marah". Ujar Dito.
"Waalaikumsalam. Dimana kamu sekarang? Bagaimana keadaanmu?". Tanya Eriska Panik.
"Alhamdulillah Aku baik-baik saja. Segitu khawatir nya padaku". Ujar Dito
"Hey Aku khawatir ? Tidak! Lebih baik Kamu mati bersama si Alexa itu". Gerutu Eriska.
"Yakin? Yasudah tadinya Aku ingin kesana tapi karena Kamu tidak membutuhkanku jadi yasudah tidak jadi". Ledek Dito.
"Dito sialan. Awas ya kalau bertemu Aku akan membunuhmu". Ujar Eriska dengan suara yang menangis.
"Sayang, Aku kangen". Ujar Dito.
"Bodoh! Aku juga kangen Sama Kamu. Kamu buat Aku Takut". Ujar Eriska sesegukkan.
"Besok Aku akan kesana. Kamu sehat kan?". Tanya Dito.
"Aku hampir mati karena ketakutan". Ujar Eriska kesal.
"Semua sudah berakhir kita bisa melanjutkan honeymoon kita". Ujar Dito.
"Gak ada honeymoon!". Ujar Eriska.
"Kok gitu sayang?". Tanya Dito lemas.
"Siapa suruh kasih Aku obat tidur lalu meninggalkanku". Gerutu Eriska.
"Soal itu, Aku minta maaf ya. Lain Kali aku akan beri Kamu obat perangsang". Ujar dito tertawa.
"Cowok mesum sialan. Cepat kemari jika Kamu pria sungguhan! Aku ingin sekali menghajarmu habis-habisan". Eriska makin kesal dengan Dito.
"Jaga dirimu baik-baik. Aku akan datang segera". Ujar Dito.
"Cepatlah kembali". Balas Eriska.
"I love you sayang". Ujar Dito tersenyum.
"I not love you". Balas Eriska.
__ADS_1
Mereka pun menutup teleponnya.
"Syukurlah Dia tidak apa-apa". Ujar Eriska merasa lega.
"Besok Dia akan kemari. Lebih baik Aku pergi ke salon untuk mempercantik diri". Ujar Eriska tersenyum bahagia akan menyambut suaminya.
"John, antarkan Aku ke salon terbaik disini". Ujar Eriska.
"Baik nyonya". Ujar John.
Sepertinya Tuan Dior telah menelepon nyonya, tingkahnya sangat berbeda dari sebelumnya. Ujar John dalam hati.
John dan beberapa penjaga mengawal Eriska telah bersiap.
"John kan bisa cuma kita berdua. Kenapa harus ramai seperti ini? Kita hanya mau ke Salon bukan ke Medan perang!". Ujar Eriska kesal.
"Tapi mereka juga untuk melindungi Nyonya". Ujar John.
"Cukup Kamu saja! Saya tidak ingin dilihat banyak orang". Ujar Eriska.
"Baiklah Nyonya". Ujar John.
"Kalian tunggu disini. Biar Nyonya Saya yang antar". Ujar John pada pengawalnya.
"Baik Tuan". Balas para pengawal.
John dan Eriska pun pergi.
"John, Saya sangat bahagia suami saya selamat. Saya dengar Alexa adalah wanita yang kejam. Saya sangat khawatir pada Suami Saya". Ujar Eriska.
"Nyonya tenang saja. Tuan kami orang yang hebat Nyonya". Ujar John.
" tidak apa-apa Nyonya, kami faham". Balas John.
Merekapun sampai di sebuah salon yang cukup besar. Eriska masuk kedalam. Memilih paket lengkap dari ujung kepala ke ujung kaki. John menunggu diruang tunggu.
Eriska memulai perawatannya.
Tak lama ponsel John berbunyi pertanda sebuah pesan.
John, bagaimana perasaan Nyonya?. Pesan dari Dito.
Nyonya sangat gembira Tuan. Sekarang saya sedang mengantarnya ke salon. Jawab John.
Apa Dia mengatakan sesuatu padamu?. Tanya Dito.
Tidak banyak Tuan. Nyonya hanya mengatakan bahwa Dia sangat khawatir pada Tuan dan merasa takut. Jawab John.
Baiklah jaga Nyonya baik-baik. Besok saya akan kesana. Ujar Dito.
Baik Tuan. Balas John.
"Ada yang sedang bersiap menyambutku ternyata". Ujar Dito tersenyum.
"Ada apa Tuan?". Tanya James.
__ADS_1
"Tidak apa-apa James. Aku sedang merindukan Istriku. Cepat kau cari dokter. Apa Aku bisa keluar malam ini. Aku tidak sabar menunggu besok". Ujar Dito merasa tidak sabar bertemu Eriska.
"Sabarlah Tuan, hanya tinggal beberapa jam lagi menuju besok". Jawab James.
"James, Kamu berani sekarang melawanku? Cepat cari dokter. Katakan Aku ingin keluar sekarang juga". Ujar Dito.
"Baik Tuan". James berdiri lalu pergi keluar.
"Tuan, Tuan, ada-ada saja memang orang yang sedang jatuh cinta". Ujar James yang mencari dokter.
"Selamat siang Dokter". James menyapa dokter.
"Selamat siang. Ada apa ?". Tanya Dokter.
"Saya hanya ingin menanyakan apakah Tuan Saya bisa keluar rumah sakit hari ini?". Tanya James.
"Bukannya saya sudah katakan kemungkinan besok". Jawab Dokter.
"Tapi Tuan kami ingin keluar hari ini". Ujar James.
"Apakah ada sesuatu yang mendesak?". Tanya Dokter
Hanya tidak sabar bertemu Istrinya dokter. Ujar James dalam hati.
"Ah iya Dok". Jawab James.
"Baiklah. Karena Tuan Dior sudah membaik Ia bisa keluar hari ini. Tapi perlu diingat Ia harus masih bedrest untuk meulihkan luka nya". Ujar Dokter
"Baik Dok". Jawab James.
"Baiklah saya akan membuat Surat keluar rumah sakit. Setelah selesai saya akan datang ke ruangan sekalian memeriksa sekali lagi". Ujar dokter.
"Baiklah dokter. Terimakasih". James pun pergi dari ruangan dokter.
"Huft untung dokter mengizinkan. Jika tidak mungkin Tuan akan marah-marah". Ujar James berjalan menuju ruangan Dito.
Sampai diruangan.
"Bagaimana James?". Tanya Dito.
"Bisa Tuan. Sebentar lagi dokter akan kemari untuk memberikan Surat keluar rumah sakit dan memeriksa luka Tuan". Ujar James.
"Bagus. Kamu memang bisa diandalkan". Ujar Dito gembira.
"Sayang, tunggu Aku kembali". Ujar Dito sangat bahagia.
"Ingat James, jangan beritahu kita akan kesana malam ini". Ujar Dito.
"Baik Tuan sesuai perintah". Jawab James.
Dito sangat gembira karena bisa bertemu Eriska sebentar lagi. Ia sudah sangat rindu pada Istrinya dan sangat ingin memeluk nya.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".
Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.
__ADS_1
jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.
salam manis dari Mrs. A***