
waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, Eriska telah memasak untuk keluarga nya.
"Ah akhirnya siap juga". ujar Eriska yang selesai memasak 1 mangkuk besar pasta.
"Wangi sekali, Kamu masak apa?". Tanya Aditya.
" Aku masak pasta Pah. Hehehehehe maaf ya Pah kalau tidak enak. Sejak pulang dari Paris Eriska tidak pernah masak lagi. baru setelah menikah Eriska memasak lagi". ujar Eriska malu.
Aditya Tersenyum. "Papa senang akhirnya dirumah ini ada seorang wanita juga yang memasak". ujar Aditya. " Sejak Mama Dito meninggal, selalu Dito yang memasak atau kita beli diluar. sekarang Papa senang Kamu bisa memasak disini".
Eriska hanya tersenyum dengan apa yang dikatakan mertua nya.
"Yasudah kita tunggu Dito dan Yarka untuk makan bersama". Ujar Aditya.
"Baik Pah". Jawab Eriska.
Aditya masuk ke dalam kamarnya sedangkan Eriska menunggu Dito di ruang tamu.
"Dito lama deh. Pastanya bisa dingin". Ujar Eriska.
Tak lama Eriska menelepon Dito.
"Sayang Kamu kapan pulang? Cepat balik nanti makanan yang Aku buat jadi dingin". Ujar Eriska dalam telepon dengan nada kesal.
"Iya sayang 5 menit lagi Aku keluar ya. Kamu kangen Banget ya sampai marah-marah gitu". Ledek Dito
Tut! Tut! Tut! Telepon dimatikan.
"Dasar perempuan". Ujar Dito tertawa kecil.
"Yasudah kita makan siang dulu nanti kita lanjutkan". Ujar Dito.
__ADS_1
"Yarka, Ayo cepat kita pulang. Nyonya muda sudah memasak kalau kit membuat masakannya dingin bisa celaka kita". Ujar Dito menarik bahu Yarka.
"Hubungan kalian semakin baik sepertinya kak". Ujar Yarka.
"Alhamdulillah. Sejak kejadian di Bali tempo hari hubungan kita semakin terbuka". Ujar Dito tersenyum bahagia.
Sampailah mereka dirumah.
"Kalian dari mana sih? Lama sekali baru pulang". Ujar Eriska kesal.
"Kak Dito tuh habis godain karyawan perempuan". Ledek Yarka.
" Apa???? Berani Kamu ya?". Eriska menarik kerah baju Dito.
"Yarka! Mulutmu!! Ah tidak sayang, mana berani Aku menggoda karyawanku saat Aku memiliki wanita cantik baik hati Dan jago masak sepertimu". Dito mencoba melindungi diri.
"Hahahahahaha". Yarka tertawa. "Kakak memang anggota ISTI ya Ikatan Suami Takut Istri". Yarka masih tertawa melihat wajah Dito yang Panik dimarahi Eriska.
Eriska menunjuk pada Dito dengan tatapan mengintimindasi.
"Relax baby". Dito mencium tangan Eriska. "Wah tanganmu bau pasta nih. Ayo kita makan". Ujar Dito mengalihkan fikiran Eriska.
Yarka memanggil Aditya untuk makan siang.
Eriska memberikan Pasta nya kepada Dito.
"Hemmm enak". Ujar Dito.
"Iya enak. Aku tidak sangka Kak Eriska bisa masak juga. Aku fikir tidak pernah menyentuh pisau atau datang ke dapur". Ujar Yarka.
Eriska hanya tersenyum melanjutkan makannya.
__ADS_1
Selesai makan mereka kembali menuju pabrik. Eriska pun ikut ke pabrik lagi.
"Sayang, ternyata membosankan ya jadi pengangguran seperti ini. Apalagi jika Aku akan tinggal sendiri dirumah. Apa yang akan Aku lakukan?". Tanya Eriska.
"Jadi gimana soal cuti mu?". Tanya Dito.
"Ya masih mau, cuma Aku bingung apa yang harus Aku lakukan". Ujar Eriska.
"Ya Kamu bisa melakukan apapun". Ujar Dito yang sibuk dengan laptopnya.
"Sayang, Aku jadi karyawanmu deh". Ujar Eriska.
"Apa? Tidak tidak". Ujar Dito tidak setuju.
"Kenapa?". Tanya Eriska dengan rasa kecewa.
"Alasan Kamu cuti kan untuk tidak bekerja. Kalau Kamu bekerja disini buat apa Kamu cuti ? Lagipula pekerjaan disini berat-berat nanti Kamu capek". Ujar Dito. "Kamu bisa memasak atau membuat kue atau jalan-jalan keliling desa kan bisa. Sayang, kita nikmati moment ini ya. Aku ingin Kamu jadi Ibu rumah tangga yang menunggu Aku pulang bekerja, memasak untukku, aku tidak mau Kamu terlalu lelah Dan kita bisa juga program kehamilan untukmu". Ujar Dito.
"Kamu yakin mau segera punya anak?". Tanya Eriska.
"Loh memang Kamu tidak mau?". Tanya Dito.
"Ya bukan tidak mau. Tapi Aku masih ingin keliling Eropa denganmu. menikmati moment sebelum memiliki anak. Ayolah sayang kita ke eropa saja ya. Aku akan mempersiapkan segalanya". Ujar Eriska.
"Yasudah nanti kita bicarakan lagi ya Sayang. Aku masih sibuk sekarang jadi tidak fokus dengan percakapan kita". Ujar Dito.
"Baiklah". Ujar eriska yang menyandarkan badannya di sofa.
Karena terlalu bosan menunggu Dito yang sibuk dengan laptop Dan selalu bulak balik keluar masuk ruangannya, Eriska pun tertidur disofa.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya Karena support kalian adalah penyemangat untuk Author.
__ADS_1
salam manis dari Mrs. A***