
Stefanie berpamitan dengan yang lain karena shift kerja nya sudah dimulai. Meski Dia sahabat pemilik hotel, tapi Stefanie sangat professional dalam bekerja.
Didalam dapur, saat Stefanie sedang mengawasi chef lain, tiba-tiba seseorang menghampirinya.
"Huh pantas saja bisa menjadi senior Chef, ternyata sahabat Nyonya Eriska". Sindir Niall
Stefanie yang mendengar merasa tersindir dengan perkataan Niall lalu menghampiri Niall.
"Hey pria Inggris yang sombong. Jika Aku sahabat Nyonya Eriska memang kenapa? Aku menjadi senior Chef karena memang skillku dan pengalamanku. Kamu fikir Nyonya Eriska suka dengan nepotisme?". Ujar Stefanie yang merasa tersinggung.
"Ah Aku yakin Kamu bekerja disini karena bantuan Nyonya Eriska. Kamu tidak bisa mendapatkan pekerjaan jadi Kamu memohon pada Nyonya Eriska kan?". Sindir Niall.
"Jaga ucapanmu! Kamu tidak tahu siapa Aku jadi lebih baik mulutmu itu kamu tutup rapat-rapat". Stefanie sangat marah sampai menunjuk-nunjuk wajah Niall lalu pergi dari kitchen.
Diluar kitchen Stefanie sangat marah. "Dasar pria sialan, bicara seenaknya saja! Dia fikir Dia siapa? Brengsek!". Stefanie mondar mandir didepan Pintu masuk dapur.
Eriska melihat dari kejauhan tingkah sahabatnya itu. Eriska menghampiri Stefanie.
"Hey Stefanie, Kamu kenapa?". Eriska menghampiri Stefanie.
"Nyonya Eriska. Saya ingin tanya kepada Nyonya. Apa Nyonya memasukkan saya bekerja disini menjadi senior Chef karena saya adalah sahabat Nyonya Eriska? Apa dalam kemampuan Saya memasak saya tidak pantas menjadi Senior Chef disini?". Tanya Stefanie serius
"Hey, formal sekali Kamu". Ujar Eriska.
"Maaf Nyonya, sekarang sudah jam kerja saya, jadi Saya harus memanggil Nyonya Eriska sama dengan pekerja lainnya". Ujar Stefanie.
"Baiklah terserah padamu. Ada apa? Kenapa kamu seperti sangat marah?". Tanya Eriska.
"Nyonya, jawab pertanyaan saya. Apa benar Nyonya memperkerjakan saya menjadi senior Chef karena Saya adalah sahabat Nyonya?". Stefanie menyentuh tangan Eriska.
"Hey siapa yang mengatakan itu padamu? Siapa yang berani mengatakan Aku tidak professional? Kurang ajar sekali orang itu!". Gerutu Eriska kesal.
Eriska menyentuh kedua bahu Stefanie. "Stevie, dengarkan Aku. Kamu memang sahabat terbaikku. Tapi Kamu harus ingat. Kamu bekerja disini menjadi senior Chef itu karena Kamu memiliki kemampuan! Tanpa skill yang Kamu punya, meski Kamu sahabatku, Aku tidak akan menempatkan pekerjaan diluar kemampuan seseorang. Ingatlah Kamu adalah chef hebat! Kamu sudah bekerja dipuluhan negara. Skill mu sangat hebat dan pengalamanmu sangat banyak. Aku sangat beruntung karena Kamu bisa bekerja di hotelku ini. Katakan padaku siapa yang mengatakan itu padamu? Akan Aku habisi Dia!". Ujar Eriska kesal.
"Jawaban Nyonya sudah cukup untuk saya. Terimakasih Nyonya. Saya permisi kembali bekerja". Ujar Stefanie memeluk Eriska.
__ADS_1
"Jangan merasa seperti itu, Kamu adalah chef hebat selain Dior. Jangan dengarkan perkataan orang lain. Kemampuanmu itu memang hebat. Dimanapun Kamu bekerja, Kamu akan mendapatkan kehormatan". Eriska mencoba menghibur Stefanie.
"Terimakasih Nyonya Eriska. Saya pamit kembali bekerja". Ujar Stefanie.
"Baiklah. Ingat selalu mengaktifkan ponselmu. Aku sangat khawatir padamu". Ujar Eriska.
"Siap Nyonya CEO". Ujar Stefanie tersenyum.
Eriskapun tersenyum pada Stefanie. "Itu baru sahabatku. Yasudah Aku akan kembali ke meja sana sebentar lagi meeting akan dimulai. Kamu Semangat ya bekerjanya". Ujar Eriska.
"Apa perlu Aku antarkan?". Tanya Stefanie.
"Tidak perlu". Eriska menepuk bahu Stefanie lalu pergi.
Stefanie masih memperhatikan Eriska sampai Eriska duduk di meja nya bersama yang lain lalu masuk kedalam dapur.
Tanpa Stefanie tahu, Niall telah mendengar semuanya dibalik pintu dapur. Nial merasa bersalah kepada Stefanie karena sudah berfikiran buruk padanya. Sebelum Stefanie masuk, Niall terlebih dahulu pergi menuju pastry.
"Bodohnya Aku, mana mungkin seorang Nyonya Eriska melakukan nepotisme. Aku sangat merasa bersalah pada Nyonya Eriska terutama pada Chef Stefanie". Ujar Niall sangat merasa bersalah.
Niall pergi dari ruangan pastry, Ia berencana menemui Eriska.
"Ah Chef Niall. Ada apa?". Tanya Eriska.
"Nyonya, Apa saya bisa berbicara dengan Nyonya Eriska?". Tanya Niall.
"Tentu. Kita bisa bicara disana". Eriska menunjuk meja lain.
Jessica membantu Eriska untuk berdiri, setelah itu Niall dan Eriska pergi menuju meja lain. Niall mendorong kursi untuk Eriska. "Terimakasih Chef". Eriska duduk.
"Apa yang ingin Chef Niall katakan?". Tanya Eriska.
"Nyonya, Saya ingin meminta maaf pada Nyonya". Ujar Niall.
"Maaf? Memang apa yang Chef lakukan?". Tanya Eriska.
__ADS_1
"Maaf Nyonya. Tadi saya mendengar pembicaraan Nyonya Eriska dan Chef Stefanie dibalik pintu dapur". Ujar Niall.
"Karena itu Chef meminta maaf? Ah tidak perlu meminta maaf itu hanya perbincangan biasa". Ujar Eriska.
"Maaf Nyonya, Saya tahu siapa orang yang mengatakan hal buruk pada Chef Stefanie". Ujar Niall.
"Kamu tahu? Siapa Dia? Kurang ajar sekali berbicara buruk mengenai Stefanie! Apa Dia tahu siapa Stefanie?". Tanya Eriska kesal.
"Sa.. Saya Nyonya". Ujar Niall gugup.
"Apa?? Chef Niall?". Eriska terkejut.
Chef Niall hanya mengangguk dengan wajah yang menunduk karena merasa bersalah.
"Saya sangat tidak bisa percaya Chef Niall bisa mengatakan seperti itu pada Stefanie. Apa Chef Niall tahu siapa Dia? Apa chef Niall tahu bagaimana kehidupan Dia? Sampai mengatakan hal buruk padanya". Ujar Eriska kesal.
"Jika Chef pikir Stefanie menjadi Senior Chef disini karena Dia sahabat saya, Kamu sangat salah. Saya tidak pernah memperkerjakan orang tanpa memiliki kemampuan. Jika saya memberikan seseorang pekerjaan berarti Dia mampu! Dia memiliki skill dan Dia memiliki pengalaman kerja". Ujar Eriska kesal.
"Kamu bisa lihat Titania. Dia sepupu saya. Saya jadikan Dia pengganti Saya di hotel apa karena Dia sepupu saya? Bukan! Karena Dia punya skill! Pengalaman dia menjadi manager hotel xxxxx di New York. Kamu pasti tahu kan hotel itu? Tidak mudah untuk seorang wanita Asia bisa bekerja disana apalagi menjadi manager. Tapi Tita bisa berarti Dia memiliki skill kan? Begitu juga Stefanie. Apa Kamu tahu Dia siapa? Stefanie Edwar Saydox. Mungkin Kamu tahu hotel Saydox. Ya itu adalah hotel milik Ayah Stefanie. Hotel besar di Inggris dan Perancis". Ujar Eriska.
Niall terkejut dengan apa yang Dia tahu sekarang.
"Kamu tahu? Stefanie adalah pewaris tunggal hotel saydox. Tapi Stefanie tidak mau menjadi pewaris sebelum Dia memiliki skill! Dia adalah teman kuliahku di Universitas xxxx Paris. Tapi, Dia justru mencintai masak. Setelah lulus di Universitas, Papa nya meminta Dia untuk menjadi wakil CEO pusat hotel Saydox di Inggris. Namun Stefanie menolak karena Dia merasa kemampuannya masih belum cukup hanya mengandalkan ilmu dari Universitas. Hingga Ia meminta waktu pada Papanya untuk mencari pengalaman sebelum Dia mengambil alih hotel Saydox. Sudah puluhan negara Ia kunjungi. Bukan untuk berlibur, tapi mencari pengalaman tanpa membawa uang sepeserpun dari keluarga nya. Aku tahu persis bagaimana Dia menjalani hidup. Dia bekerja keras di posisi ini. Jika Chef meremehkan skill nya Chef salah besar". Ujar Eriska.
Dito datang kepada Eriska.
"Selamat Pagi Chef". Sapa Dito.
"Selamat Pagi Tuan". Niall bergegas berdiri.
"Ah tidak perlu sungkan". Ujar Dito.
"Sayang, masih ada yang belum Aku fahami. Apa Kamu bisa membantu?". Tanya Dito.
"Baiklah ayo kita lihat. Chef kami permisi dulu. Semoga Chef bisa meminta maaf pada Chef Stefanie". Ujar Eriska lalu pergi bersama Dito.
__ADS_1
"Ada apa sayang?". Tanya Dito
"Ahhh hanya salah faham saja antara Niall dan Stefanie. Sekarang sudah clear". Ujar Eriska.