Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (83)


__ADS_3

Mereka sudah sampai di Gereja. Semua sudah siap dengan Upacara pernikahan Stefanie dan Surya. Stefanie datang didampingin Papanya Hanry Saydox. Surya menunggu Stefanie dengan wajah yang begitu bahagia melihat calon Istrinya itu. Setelah sampai, Surya menggandeng Stefanie.


Upacara pernikahanpun dimulai. Kedua mempelai saling mengikrarkan janji suci mereka dihadapan Tuhan.


Setelah selesai, Mereka pergi menuju castle milik keluarga Saydox. Pesta pernikahan Stefanie dan Surya langsung diadakan setelah Upacara pernikahan. Semua terasa begitu bahagia. Semua berpesta. Sampai malam hari. Pukul tujuh malam pesta sudah selesai. Semua orang kembali ke kamar masing-masing.


Didalam kamar Eriska dan Dito


"Sayang, apa Kamu lelah?". Tanya Dito pada Eriska.


"Lumayan Sayang. Entahlah tubuhku sangat mudah lelah sekarang". Ujar Eriska memijat bahunya.


"Sini Aku bantu pijat". Ujar Dito melihat bahu Eriska.


"Heemm baik sekali Suamiku tersayang". Ujar Eriska memejamkan mata menikmati pijatan Dito.


"Turun kebawah?". Tanya Dito.


"Boleh". Jawab Eriska. "Apalagi bagian pinggang terasa sakit". Tambahnya.


Dito dengan lembut memijat Istrinya yang merasa pegal itu.


"Ah Kamu memang suami yang luar biasa Dito". Ujar Eriska tersenyum pada Dito.


"Dari dulu kan Aku memang luar biasa". Balas Dito terus memijat Eriska.


"Aku sangat bahagia melihat Stefanie dan Surya begitu bahagia. Mereka sungguh pasangan luar biasa". Ujar Eriska yang terus berbinar melihat kedua orang yang Ia sayangi akhirnya bersatu.


"Tentu Sayang. Mereka pasti sangat bahagia sekarang. Keluarga Saydox juga sungguh menerima baik Surya. Kedepannya pasti Mereka akan bahagia". Ujar Dito


---------


Ditempat lainnya, Surya dan Stefanie berada disatu kamar. Mereka saling merayu satu sama lain. Mereka sudah tidak ada rasa malu lagi selain hanya debaran jantung yang saling bersahutan.


"Nona, Kamu sangat cantik sekali". Ujar Surya.


"Stone man, Kamu juga sangat tampan dan gagah". Balas Stefanie.


"Apa Kamu bahagia menikah denganku?". Tanya Surya.


"Tidak! Aku tidak bahagia. Tadi pagi saja Aku hampir kabur dari pernikahan ini". Jawab Stefanie dengan penuh senyuman.


Surya hanya tertawa kecil lalu memeluk Stefanie.


"Terimakasih Nona, karena telah memilihku sebagai Suami Nona Saydox". Ujar Surya yang terus memeluk Stefanie.


"Hey sekarang Aku bukan Nona Saydox tapi Nyonya Surya". Ujar Stefanie menatap Surya.


Mereka saling menatap begitu dalam hingga akhirnya Mereka berciuman. Ciuman simbol kecintaan Mereka dan kebahagiaan Mereka.

__ADS_1


"Sudah... Sudah... Aku ingin mandi. Gaun ini terasa sangat tidak nyaman". Ujar Stefanie beranjak dari pelukkan Surya.


Surya menarik kembali tangan Stefanie.


"Surya, Aku mau mandi". Ujar Stefanie.


"Sudah hampir empat tahun Aku melepaskanmu, sekarang tidak akan Aku lepaskan". Surya mencium leher Stefanie.


"Haish, nanti saja. Sekarang lepaskan Aku. Tubuhku sudah berkeringat banyak". Stefanie pergi meninggalkan Surya.


"Lihat saja Nona, malam ini Aku tidak akan melepaskanmu". Ujar Surya yang sedang bersandar diatas tempat tidur.


"Astaga, sejak kapan Stone man jadi genit seperti itu". Ujar Stefanie yang wajahnya merona merah.


Stefanie pun masuk kedalam kamar mandi lalu mandi. Tiga puluh menit berlalu, Stefanie selesai mandi lalu masuk kedalam ruang ganti. Membuka lemarinya tersenyum dengan sumringah dengan apa yang Ia lihat.


"Eriska memang luar biasa memberi hadiah". Ujar Stefanie bahagia.


Seperti Jessica, Eriska memberikan baju tidur luar biasa untuk Stefanie. Tapi, reaksi Stefanie jauh berbeda dengan Jessica, Stefanie justru sangat gembira dengan hadiah yang diberikan Eriska.


------


Satu hari sebelum pernikahan, Eriska dan Jessica datang ke kamar Stefanie.


"Malam Nona Saydox". Sapa Eriska dan Jessica.


"Ahhhhh Kalian akhirnya datang juga. Aku sungguh gugup". Ujar Stefanie yang sedang mondar mandir.


"Ini untukmu". Eriska memberikan kotak hadiah yang lumayan besar.


"Apa ini?". Tanya Stefanie.


"Buka saja". Jawab Eriska yang menahan tawa.


Stefanie membuka kotak itu. Ia mengambil isi dalam kotak.


"Astaga Eriska, memberikan baju tidur keramat juga pada Stefanie". Ujar Jessica tertawa.


"Eriska aaaaaaaa terimakasih. Ini hadiah yang luar biasa". Stefanie gembira memeluk Eriska.


Jessica terkejut dengan reaksi Stefanie.


"Hahahahahaha reaksimu dan Jessica sungguh berbeda. Jessica saat melihat hadiah ini melemparnya padaku tapi Kamu justru memelukku". Ujar Eriska tertawa.


"Ini hadiah luar biasa. Ah jika Aku memakainya, pasti sangat seksi dan Surya pasti suka". Ujar Stefanie percaya diri.


"Gara-gara baju ini Aku dua hari tidak bisa berjalan". Gerutu Jessica.


"Hahahahahahaha". Eriska dan Stefanie tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

__ADS_1


"Kamu sangat gembira, jangan-jangan sebelum ini Kamu pernah punya dan memakai didepan Surya ya? Atau jangan-jangan sering melakukan....". Ledek Jessica.


"Huh tidak! Aku tidak pernah melakukannya. Aku pernah beberapa kali menggoda Surya. Tapi Dia menolak. Dia berkata, Pria sejati tidak akan menyentuh wanita sebelum menikah. Ia ingin menjaga kehormatanku. Lagipula, tidak sembarangan untuk keluarga Saydox memberikan mahkotanya pada Pria yang bukan Suaminya. Jika Surya memintanya atau saat Aku menggodanya Ia tidak tahan, sudah Aku tendang Dia keluar Inggris". Ujar Stefanie bercerita. "Untung saja Dia memiliki pemikiran luar biasa. Saat Aku tahu itu, Aku sungguh terharu. Untuk jaman sekarang, jarang sekali Pria yang menjaga kehormatan wanita nya".


"Sama seperti Jemmyku dong". Ujar Jessica bangga.


"Berterimakasih lah pada Suamiku. Karena Dia lah Mereka seperti itu". Ujar Eriska membanggakan Dito.


"Terimakasih Nyonya Dito". Jessica dan Stefanie memberi hormat pada Eriska.


Mereka bertigapun tertawa bersama. Menghilangkan kegugupan Stefanie.


Kembali ke Stefanie yang memakai baju tidur yang diberikan Eriska.


"Uh sungguh luar biasa". Stefanie bercermin dengan pakaian tidur seksinya.


Ia keluar dengan percaya diri.


"Kkkhhhmmmmm". Stefanie berdehem lalu Surya melihat pada Stefanie.


Surya yang awalnya berbaring langsung berdiri dengan wajah yang terkejut.


"Bagaimana penampilan Nyonya Surya?". Ujar Stefanie menggoda Surya.


Surya hanya menelan ludah memandang Stefanie.


"Aku akan mandi". Surya pergi terburu-buru menuju kamar mandi.


Stefanie hanya tertawa kecil melihat tingkah Surya.


"Astaga sungguh seksi Nona Saydox". Ujar Surya yang sedang mandi. "Malam ini, Aku tidak akan melepaskanmu Nona".


Setelah mandi, Surya kembali dengan hanya menggunakan celana pendek tanpa atasan.


Astaga tubuh Surya sangan keren. Ujar Stefanie dalam hati.


"Halo Nona Saydox. Nona sungguh menggoda. Jangan salahkan Saya jika akan mengganggu Nona". Ujar Surya menghampiri Stefanie.


Deg! Deg! Deg! Jantung Stefanie berdetak sangat kencang.


Surya mendekat pada Stefanie, Ia menyentuh satu pipi Stefanie begitu lembut.


"Bagaimanapun Nona malam ini, Aku tidak akan melepaskan Nona". Ujar Surya berbisik ditelinga Stefanie.


Wajah Stefanie merona merah mendengar perkataan Surya.


Surya semakin mendekat dengan wajah Stefanie. Ia mencium bibir Stefanie dengan lembut. Stefanie menerima dengan senang hati. Mereka berciuman cukup lama lalu Surya mencium leher Stefanie. Bermain di area situ. Stefanie hanya menutup matanya merasakan apa yang belum pernah Ia rasakan.


Malam itu adalah malam terindah untuk Stefanie dan Surya. Malam dimana Mereka menyatukan dan meyalurkan semua rasa cinta Mereka yang Mereka tahan begitu lama. Mereka menikmati setiap detik yang Mereka lalui. Perasaan cinta, kebahagiaan, semua bersatu dimalam itu.

__ADS_1


"Aku Mencintaimu Surya". Stefanie memeluk Surya.


"Aku sungguh mencintaimu Nona". Surya membalas pelukan Stefanie.


__ADS_2