
Malam hari pun tiba, Eriska Dan Dito kembali kerumah untuk beristirahat.
"Sayang, Aku malu deh mengikutimu setiap hari. Mungkin orang fikir Aku hanya mengikuti mu Dan makan dengan uang mu". Ujar Dito
"Ah itu hanya perasaanmu saja". Ujar Eriska yang tengah mengeringkan rambutnya.
"Ya Aku merasa tidak enak saja". Ujar Dito.
"Kita kan sudah sepakat senin sampai jumat kita disini Dan jumat sore sampai minggu kita di pabrikmu. Sabarlah sayang hanya beberapa hari lagi Kamu tidak akan menjadi pengangguran lagi. Malah Aku yang akan jadi pengangguran". Ujar Eriska tertawa.
Dito menghampiri Eriska. memeluk nya dari belakang Dan mencium leher nya.
"Aku malah bahagia jika Aku bekerja Dan Kamu menungguku dirumah". Ujar Dito yang terus menciumi leher belakang Eriska.
"Geli sayang". Ujar Eriska merasa geli.
Dito terus bermain dengan tubuh Eriska.
"Jika Kamu terus bermain dengan tubuhku kapan selesainya ini?". Ujar Eriska menunjukkan rambutnya yang masih basah.
Dito merebut hidryer dari tangan Eriska.
"Sini Aku yang keringkan". Ujar Dito.
Eriska Tersenyum dalam pantulan cerimin.
"Terimakasih sayang". Ujar Eriska Tersenyum.
"Ngomong-ngomong terimakasih, Apa Kamu sudah tahu bagaimana cara berterimakasih padaku untuk red velvet yang Aku buat". Ujar Dito.
"Kamu mau apa?". Tanya Eriska.
"Ya Aku mau yang manis juga seperti red velvet itu". Ujar Dito yang masih mengeringkan Rambut Eriska.
"Aku harus buat red velvet juga? Mana Aku bisa?". Ujar Eriska.
"Aku tidak mau red velvet Tapi aku mau ini, ini, Dan ini". Dito menunjuk semua bagian tubuh Eriska.
"Hemmmm dasar mesum". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Ya tidak apa-apa yang penting Aku mendapatkan nya". Ujar Dito.
"Sudah ayo kita turun. Papa pasti sudah siap untuk pergi". Ujar Eriska.
"Soal hadiahku bagaimana?". Tanya Dito.
"Tidak mau". Ujar Eriska.
"Ayolah sayang". Ujar Dito menggoda.
"Aku mau turun dulu". Eriska mendorong tubuh Dito.
"Awas ya malam ini tidak akan Aku lepaskan". Ujar dito menarik tangan Eriska.
Eriska berjalan pergi meninggalkan Dito. Ia berbalik menjulurkan lidahnya meledek Dito. Dito hanya tertawa lalu mengikuti Eriska dari belakang.
"Pah, Papa sudah siap?". Tanya Eriska.
"Sudah sayang". Ujar Birowo.
"Papa yakin tidak mau kita antar?". Tanya Eriska.
Eriska menangis. "Aku akan rindu dengan Papa". Ujar Eriska memeluk Papa nya.
"Kamu kan bisa bertemu Papa kapan saja. Sudah jangan menangis". Ujar Birowo menenangkan.
"Dito, jaga Eriska baik-baik ya. Papa percayakan kepadamu". Ujar Birowo menepuk pundak Dito.
"In Shaa Allah Papa. Jika ada apa-apa jangan lupa telepon kita". Ujar Dito.
"Tentu saja". Jawab Birowo Tersenyum.
"Jangan lupa beri kabar baik untuk Papa secepatnya". Ujar Birowo.
Dito Dan Eriska saling pandang bingung dengan apa yang dikatakan Papanya.
"Ahhhh kabar Papa akan dapat cucu". Ujar Birowo tertawa.
"Ah Papa". Eriska merona saat Papanya mengatakan seperti itu.
__ADS_1
"Yasudah Papa berangkat sekarang ya. Kalian berdua harus saling jaga Dan jangan selalu bertengkar". Ujar Birowo.
"Papa juga jaga kesehatan disana ya". Ujar Dito memeluk Papa mertua nya.
"Papa ingat istirahat yang cukup Dan makan teratur sesuai dengan apa yang dokter katakan". Ujar Eriska memeluk Papanya.
"Iya sayang. Papa jalan sekarang ya. Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam. Hati-hati pah". Eriska melambaikan tangannya.
Birowo pun pergi meninggalkan rumah tinggal ada Dito Dan Eriska.
Tiba-tiba Dito menggendong Eriska.
"Hey apa yang Kamu lakukan". Ujar Eriska terkejut.
"Kita lanjutkan yang tadi". Ujar Dito tersenyum menggoda.
"Dasar mesum. Papa baru jalan sudah menggodaku". Ujar Eriska yang terus meronta
"Jangan bergerak. Kamu ingin kita jatuh dari tangga?". Ujar Dito terus berjalan menaiki anak tangga.
Eriska pun diam.
Sampai di kamar, Dito merebahkan tubuh Eriska di atas tempat tidur.
"Katanya mau berterimakasih kepadaku. Jika ingin berterimakasih maka nurutlah OK". Dito menciumi wajah Eriska.
Eriska hanya diam tidak melakukan apapun.
Malam yang indah untuk sepasang anak manusia ini. Saling mencurahkan rasa cintanya.
"Aku mencintaimu Eriska". Ujar Dito masih terus mengerjai Istrinya.
*Aku juga mencintaimu Dito.
**Assalamualaikum Reader. terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya. karena support kalian bisa jadi penyemangat untuk Author menulis setiap episode nya.
Salam manis dari Mrs. A***
__ADS_1