Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 122


__ADS_3

Merekapun sampai di Villa, Eriska keluar dengan buru-buru..


"Sayang, pelan-pelan nanti Kamu jatuh". Ujar Dito khawatir.


"Aku mau ke toilet". Ujar Eriska.


Setelah itu mereka masuk kedalam. Eriska tengah bersiap untuk meeting nya. Ia berdandan seperti saat Ia pergi ke Hotel.


"Kamu mau kemana Eriska?". Tanya Audrey melihat Eriska sangat rapi.


"Meeting dengan staff hotel". Ujar Eriska membawa laptop nya.


Eriska mendapat telepon dari Surya.


"Nyonya, Apa Anda sudah sampai?". Tanya Surya.


"Sudah. Saya sudah siap. Mari mulai. Kamu telepon via Skype". Ujar Eriska


"Baik Nyonya". Jawab Surya.


Eriska pun mematikan telepon nya.


Eriska bersiap mencari tempat yang terlihat bagus dan tidak terganggu oleh apapun.


"Sayang tolong katakan pada yang lain untuk tidak berisik sementara ya". Ujar Eriska.


"Siap Boss". Ujar Dito.


Eriska membuat panggilan di ruang tamu karena terlihat sangat bagus.


Ia menyalakan laptop nya lalu ada panggilan dari Surya.


Semua sudah siap.


"Selamat siang semua". Ujar Eriska


"Tidak perlu membuang waktu, kita mulai meeting hari ini". Ujar Eriska dengan wajah yang serius.


Eriska masih kesal dengan Tita yang mengabaikan pekerjaan nya.


"Oh God, Eriska tampak berkharisma saat bekerja". Ujar Audrey kagum pada Eriska.


"Begitulah Dia. Selalu total dalam bekerja". Ujar Dito merasa bangga pada Istrinya.


"Tapi kenapa harus Eriska yang memulai rapat? Apa Dia tidak memiliki perwakilan selama Dia pergi?". Tanya Audrey berbisik.


"Itu yang membuat Dia kesal. Dia memberikan jabatan CEO sementara pada Sepupunya. Surya, orang kepercayaan nya mengatakan Sepupunya selalu pergi saat jam kantor sering juga mengabaikan rapat. Hari ini rapat penting dengan para staff Hotel diseluruh Negeri. Sepupunya malah pergi berpacaran dengan Adikku sendiri". Ujar Dito tertawa kecil.


"Dengan adikmu ? Kamu memiliki adik?". Tanya Audrey.


"Iya, laki-laki berusia 24 tahun". Ujar Dito.


"Ah jika Aku tahu, lebih baik Aku bersama adikmu". Ujar Audrey tertawa.


"Bisa dibunuh Liam nanti adikku bahaya". Ujar Dito tertawa tak sengaja.


Eriska melotot pada Dito. Dito menutup mulutnya.

__ADS_1


"Lihat, sikap Angkuh Istriku muncul". Ledek Dito.


"Iya sangat menyeramkan Dia. Dari Eriska yang Aku kenal lembut dan anggun berubah ganas". Ujar Audrey berbisik.


"Kamu tahu? Awal menikah sampai 3 bulan hanya wajah itu yang Aku dapatkan. Bayangkan saja setiap waktu mendengarnya marah-marah". Ujar Dito.


"Sunggu mengenaskan hidupmu Dior". Ujar Audrey tertawa kecil.


"Dior, kenapa kamu jadi seperti perempuan senang sejaling berbicara soal Istrimu". Ujar Liam yang datang entah dari mana.


Liam pun melihat Eriska yang tengah serius berbicara.


"Dia sedang apa?". Tanya Liam


"Meeting". Jawab Dito


"Oh".


Mereka duduk sembari menonton Eriska yang tengah berbicara. Wajah Eriska terlihat sangat dingin. Kadang-kadang Ia marah dengan kata-kata yang menyakitkan. Audrey dan Liam dapat mengerti karena setiap meeting dengan staff Eriska mewajibkan berbicara bahasa Inggris.


"Gahar sekali Eriska". Ujar Liam terkejut.


"Itu belum seberapa, saat karyawannya melakukan kesalahan, Dia akan semakin gahar". Ujar Dito.


"Hebat loh Dia bisa mengontrol ekspresi seperti itu". Ujar Liam


"Sebenarnya Dia memiliki kepribadian yang lembut. Namun saat bekerja Ia hilangkan kelembutannya". Ujar Dito.


"Ya, Eriska mengatakan seperti itu juga padaku". Ujar Audrey.


"Bodoh kalian semua, saya hanya meninggalkan hotel 1 bulan dan semua berantakan seperti ini? Saya menggaji kalian bukan untuk menghancurkan hotel saya! Jika kalian tidak mampu, kalian bisa membuat Surat pengunduran diri. Rapat selesai! Saya beri kalian waktu 2 hari untuk memperbaiki ini semua, jika dalam waktu 2 hari semua masih sama, kalian semua akan dipecat! Hotel saya tidak butuh karyawan bodoh dan tidak bertanggung jawab seperti kalian". Ujar Eriska menutup sambungan video call nya.


"Sialan semua sialan! Bisa-bisa nya Mereka ingin menghancurkan hotel yang Aku bangun susah payah". Eriska sangat kesal dengan apa yang terjadi.


"Tita sialan!". Eriska mencari ponselnya.


Ia mencoba menelepon Tita.


"Halo kakak tumben menelepon". Ujar Tita.


"Tita sialan! Kamu sengaja ingin menghancurkan hotelku? Bodoh! Aku mempercayaimu karena tahu Kamu bisa! Sekarang semua berantakan karena Kamu yang tidak becus! Balik sekarang ke hotel! Perbaiki semuanya atau Kamu balik ke Amerika sana. Aku tidak butuh penggati bodoh seperti kamu". Eriska menutup teleponnya.


Ditempat lain, Tita terlihat bengong, terkejut dengan apa yang Eriska bilang.


"Kamu kenapa?". Tanya Yarka.


Tita menundukkan kepalanya dan menangis.


"Tania, Kamu kenapa? Hey jangan menangis nanti disangka orang Aku melakukan apa-apa kepadamu". Ujar Yarka bingung.


Tita menghapus airmata nya. "Antar Aku ke hotel sekarang". Ujar Tita.


"Tapi kita belum selesai makan". Ujar Yarka.


"Cepat antar Aku sekarang atau Aku pergi dengan taksi". Ujar Tita berdiri.


"Ok kita pergi Sekarang". Ujar Yarka.

__ADS_1


Yarka memanggil pelayan untuk membayar. Lalu Ia membayar dan pergi.


Sepanjang jalan Tita hanya menangis. Ia masih tidak menyangka Eriska bisa semarah itu padanya.


"Tania, sebenarnya apa yang terjadi?". Tanya Yarka.


"Kak Eriska menelepon, Dia sangat marah padaku. Dia bilang Aku ingin menghancurkan hotelnya". Ujar Tita menghapus airmata nya.


"Kenapa kak Eriska mengatakan seperti itu?". Tanya Yarka.


"Entahlah. Ini Aku ingin mengecek sebenarnya apa yang terjadi". Ujar Tita.


"Tenanglah, jangan sedih". Yarka mengelus rambut Tita.


Dito masuk kedalam kamar. Terlihat Eriska sedang mondar mandir tak menentu. Ia terlihat sangat kesal.


"Sayang, Kamu kenapa?". Tanya Dito.


"Semua memang sialan! Aku hanya meninggalkan hotel 1 bulan, omzet hotel turun 10%. Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan". Ujar Eriska kesal.


"Tenanglah Eriska". Dito menyentuh kedua bahu Eriska.


"Gimana aku bisa tenang? Mereka ingin menghancurkan hotel yang Aku bangun susah payah". Ujar Eriska sangat kesal.


"Tenanglah semua akan baik-baik saja". ujar Dito menenangkan Eriska.


Eriska masih terlihat sangat kesal.


"Awww". Tiba-tiba Eriska merasakan sakit yang teramat diperutnya.


"Sayang Kamu kenapa?". Dito terlihat sangat Panik.


"Sakit, perutku sakit". Eriska menyentuh perutnya Ia merasa kesakitan lalu pingsan.


"Sayang. sayang Kamu kenapa? Eriska". Dito mencoba membangunkan Eriska


Dito mengangkat tubuh Eriska Ia berjalan cepat.


"James, James, siapkan mobil cepat". Teriak Dito Panik.


"Astaga. Eriska kenapa?". Tanya Audrey panik.


"Dia pingsan lagi". Ujar Dito Panik.


"Ayo akan Aku antar cepat". Ujar Liam.


Audrey, Liam Dan Dito beserta Eriska masuk dalam mobil. Liam mengendarai cukup kencang mobilnya.


"Sayang, Kamu kenapa? Bangun sayang bangun". Dito Sangat Panik. Ia Takut terjadi sesuatu buruk pada Istri dan anaknya.


Ya Allah selamatkanlah Anak dan Isteriku. Jangan biarkan hal buruk menimpa mereka berdua. Ujar Dito sangat Panik Dan Khawatir.


***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".


Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.


jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.

__ADS_1


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2