
Liam pun telah dipindahkan dari ruang operasi ke Ruang ICU. Audrey melihat keadaan Liam terlebih dulu.
"Liam, bangunlah. Kamu membuatku khawatir". Ujar Audrey menangis menggenggam tangan Liam.
Audrey sangat terpukul dengan apa yang terjadi terhadap Liam. Dihadapannya sendiri, Liam dipukuli oleh banyak orang. Ia sangat sedih.
Diluar ruang ICU, Dito dan Eriska tengah duduk diruang tunggu. Terlihat Eriska sangat mengantuk sekali-kali Ia tertidur lalu bangun kembali.
"Sayang, Kamu pulang saja ya. Kamu terlihat sangat lelah. Ini juga sudah subuh. Sejak tadi malam Kamu belum tidur lagi. Kamu juga baru membaik setelah dirawat". Ujar Dito.
"Tapi Aku ingin menemani Audrey". Ujar Eriska.
"Biar Aku disini yang menemani nya. Lebih baik Kamu pulang. Kasihan anak kita juga udaranya sangat dingin. Kamu pulang ya". Ujar Dito mengelus rambut Eriska.
"Yasudah Aku pulang". Ujar Eriska.
"Gitu dong. Yasudah, Aku telepon supir dulu untuk menjemputmu". Ujar Dito.
Dito pun menelepon supir nya untuk menjemput Eriska.
"Setengah jam lagi Supir akan sampai. Kita tunggu dulu ya". Ujar Dito.
Eriska hanya mengangguk.
"Sayang, Aku merasa dingin. Apa ada yang menjual hot chocolate?". Tanya Eriska.
"Sepertinya ada di kantin. Apa Kamu lapar juga?" Tanya Dito.
"Lumayan". Jawab Eriska.
"Yasudah Kita ke kantin saja dulu yuk. Jangan makan disini". Ujar Dito.
"Jika Audrey keluar, katakan kita pergi ke kantin". Ujar Dito pada Pengawal nya.
"Baik Tuan". Jawab pengawal.
Eriska dan Dito pun pergi menuju kantin.
Sampai di kantin, Eriska duduk di kursi yang telah disediakan.
Dito memesan beberapa roti Dan cokelat panas.
"Ini sayang, Kamu minum dan makan dulu". Dito memberikan nampan yang berisi roti Dan cokelat panas.
"Ingat, jika butuh sesuatu dirumah Kamu bisa panggil pelayan. Karena James sedang sibuk, nanti John akan menemani Kamu. Jika ingin makan ada 1 koki dirumah. Kamu bisa meminta apapun padanya". Ujar Dito.
"Iya sayang. Tapi nanti setelah Aku istirahat Aku boleh kan kesini lagi?". Tanya Eriska.
"Boleh, Tapi nanti pakai masker ya jangan lupa pakai jaket juga. Udaranya sudah mulai dingin". Ujar Dito.
"Ok sayang". Ujar Eriska.
Setelah memakan beberapa roti, dan meminum cokelat panas, Eriska pun pulang menuju rumah. Dito kembali ke Ruang ICU dengan membawa cokelat panas dan beberapa roti untuk Audrey.
Saat sampai, Audrey tengah terduduk diluar.
__ADS_1
"Kalian bisa istirahat dulu dikantin. Biar saya disini". Ujar Dito kepada pengawal nya.
Pengawal nya pun pergi.
Dito duduk disamping Audrey.
"Audrey, ini minum dan makanlah dulu". Ujar Dito memberikan cokelat panas dan roti.
"Aku tidak lapar Dior". Ujar Audrey.
"Makanlah, jangan sampai kamu sakit juga. Jika Kamu sakit, siapa yang akan menjaga Liam. Kamu harus menjaga tubuhmu agar selalu sehat". Ujar Dito
Audrey pun menerima.
"Terimakasih Dior". Ujar Audrey. "Oh ya, dimana Eriska?". Tanya Audrey.
"Oh ya, Eriska pulang kerumah. Dia sangat lelah jadi Aku suruh Dia pulang". Ujar Dito.
"Oh ya, Dia butuh untuk istirahat". Ujar Audrey.
"Kamu juga lebih baik pulang. Lihat pakaianmu penuh dengan darah". Ujar Dito.
"Tidak Dior, Aku harus menunggu Liam. Bagaimana jika Dia bangun Dia tidak menemukanku?". Ujar Audrey menolak.
"Apa Kamu ingin Liam melihatmu seperti ini? Lihat wajahmu begitu jelek dan berantakan". Ujar Dito.
"Sialan Kamu". Audrey memukul bahu Dito.
"Sudahlah pulang dulu minimal bersihkan tubuhmu dulu nanti datang lagi. Aku janji tidak akan meninggalkan Liam meski hanya 1 detik". Ujar Dito.
"Baiklah Aku akan pulang untuk membersihkan diri. Setelah itu Aku akan kembali". Ujar Audrey.
"Tidak perlu, Aku membawa mobil Liam saja". Ujar Audrey berdiri. "Dior, tolong jaga Liam sementara, jika ada apa-apa hubungi Aku segera". Ujar Audrey.
"Tentu. Kamu hati-hati dijalan". Ujar Dito.
Audrey pun melihat Liam diluar jendela. " Liam, Aku pulang dulu. Aku ingin membersihkan tubuhku. Setelah itu Aku akan kembali kesini. Aku mohon sadarlah segera".
Audrey pun pergi meninggalkan Dito.
Eriska telah sampai dirumah. Pelayan membuka pintu.
"Selamat pagi Nyonya". Sapa pelayan.
"Selamat pagi". Ujar Eriska.
"Nyonya apa butuh sesuatu?". Tanya pelayan
"Tidak terimakasih. Saya hanya ingin istirahat". Ujar Eriska.
Eriska pun berjalan menuju kamar. Sampai dikamar, Eriska merebahkan badannya diatas tempat tidur.
"Tidak ada Dito disampingku kenapa tidak enak ya". Ujar Eriska.
"Sekarang Aku sangat ketergantungan Dia deh". Ujar Eriska cemberut.
__ADS_1
Eriska menelepon Dito via video call.
"Sayang, Aku kangen kamu". Rengek Eriska.
"Belum 1 jam sudah kangen". Ujar Dito.
"Aku sangat ketergantungan Kamu deh sekarang. Jika tidak ada Kamu disampingku, Aku tidak bisa tidur. Apalagi tidak dipeluk kamu". Ujar Eriska.
"Oh ya? Segitu cintanya padaku?". Ledek Dito.
"Memang kenapa jika Aku terlalu mencintai Kamu? Harusnya Kamu beruntung dicintai oleh Eriska Putri". Ujar Eriska berbangga diri.
"Iya sangat beruntung sampai setiap hari harus dapat wajah ketus dan selalu mendapatkan omelan". Ledek Dito.
"Ya Aku kan wanita cantik jadi harus Angkuh sedikit". Ujar Eriska.
"Iya iya wanita cantik memang selalu benar apalagi Eriska Putri". Ujar Dito.
"Sayang, bagaimana keadaan Audrey?". Tanya Eriska.
"Tadi Aku bujuk Dia untuk pulang, Kamu bisa lihat keadaan dia seperti apa dengan pakaian penuh darah belum lagi wajahnya yang kusut seperti benang kusut. Jadi Aku suruh Dia pulang". Ujar Dito.
"Dia mau?". Tanya Eriska.
"Ya awalnya menolak. Tapi seorang Dito tidak habis akal akhirnya Dia mau untuk pulang sekedar membersihkan diri". Ujar Dito.
"Suamiku seperti kancil ya banyak akal nya". Ujar Eriska tertawa.
"Enak saja kancil, aku ini Harimau tau, aarrggg". Ujar Dito memperagakan aungan Harimau.
"Harimau apa? Kucing yang ada, miawww". Ujar Eriska memperagakan suara kucing.
"Ya ampun lucu sekali istriku seperti kitten". Ujar Dito.
"Ah mana mungkin Aku kitten? orang-orang bilang Aku seperti Harimau yang lapar". ujar Eriska dengan wajah sedih.
"Ah mereka tidak tahu bagaimana Asli nya Kamu. wujudmu yang Asli kan seperti kitten. manis, lucu dan menggemaskan". ujar Dito memuji Eriska
Mereka berdua pun tertawa bersama disubuh hari.
Eriska mulai menguap. Berbicara dengan Dito membuatnya mengantuk.
"Tidurlah sayang, Aku matikan telponnya ya". Ujar Dito.
"Jangan sayang, Kamu harus terus bicara sampai Aku tertidur". Ujar Eriska.
"Apa yang harus Aku bicarakan?". Tanya Dito.
"Terserah Kamu deh. Yang penting terus bersuara". Ujar Eriska.
Dito berfikir harus berbuat apa. Ia ada ide yaitu dengan mengaji.
Dito membacakan Surah Ar-Rahman.
Suara Dito begitu indah saat membaca Ayat Suci. Membuat Eriska semakin terlelap untuk tidur.
__ADS_1
Selesai membaca Ayat Suci, Dito tersenyum melihat Istrinya yang sudah tertidur lelap. "Selamat tidur sayangku. Aku Mencintaimu".
Dito pun mematikan telepon nya.