
Sampailah mereka di Villa. Dito menggendong Eriska masuk kedalam.
"Sayang, Kamu tidak perlu melakukan ini, Aku bisa jalan sendiri". Ujar Eriska.
"Tidak apa-apa sayang. Kamu kan lagi hamil baru keluar dari rumah sakit juga. Sudah Kamu diam saja". Ujar Dito berjalan menuju kamar.
Eriska pun tidak menolak.
Sampailah di kamar, Dito membaringkan tubuh Eriska diatas tempat tidur.
"Kamu mau Waffle nya sekarang? Aku akan suruh James membuatkan". Ujar Dito.
"Mau, tapi Aku maunya Kamu yang buat". Ujar Eriska tersenyum.
"Baiklah sayangku. Tunggu sebentar ya Aku akan membuat nya sekarang". Ujar Dito mencium kening Eriska lalu pergi keluar.
Ponsel Eriska berdering. Ternyata itu adalah Jessica.
"Jessica". Melihat layar ponsel Eriska tersenyum lalu menerima panggilan
"Eriska, aku kangen". Teriak Jessica
"Jess pelankan suaramu". Eriska menjauhkan ponselnya.
Tak lama Jessica menambah panggilan dengan Stefanie.
"Selamat atas kehamilanmu Eriska". Ujar Stefanie.
"Ah Aku akan menjadi seorang Tante". Ujar Jessica gembira.
"Jess, Kamu tidak mau menikah? Eriska sudah mau punya anak. Kita pacar saja tidak punya". Ujar Stefanie dengan wajah sedih palsunya.
"Ah biarkan saja. Eriska sudah tua sedangkan Aku masih muda". Ujar jessica
"Sialan Kamu Jess, hanya beda 3 tahun saja denganku Kamu bilang Aku sudah tua". Ujar Eriska kesal.
"Hahahahahaha untung saja Om menjodohkanmu segera atau kau akan jadi perawan tua". Use Jessica yang membuat Stefanie pun tertawa.
"Hidupmu tidak tenang ya Jess jika tidak menggodaku?". Gerutu Eriska.
"Hati-hati loh Eriska, jangan terlalu benci padaku nanti anakmu sepertiku". Ujar Jessica tertawa.
"Cih jangan sampai anakku sepertimu". Ujar Eriska.
"Mana mungkin Anak Eriska mirip denganmu Jess?". Tanya Stefanie.
"Hey bule, Kamu tahu tidak? Disini kita percaya jika kita sedang Hamil jangan terlalu benci atau terlalu cinta pada seseorang, nanti anak kits seperti mereka". Ujar Jessica menjelaskan
"Aneh, mana bisa begitu". Ujar Stefanie.
"Yasudah kalau tidak percaya". Ujar Jessica
"Kapan kau kembali Ka ???". Tanya Jessica.
"Kenapa ?? Rindu?". Tanya Eriska.
"Iya, Aku rindu di traktir kamu". Ujar Jessica.
"Ah dasa perempuan gratisan". Ujar Stefanie.
"Aku kan tidak sekaya kalian berdua. Aku tidak bisa mengimbangi jadi lebih baik Aku bersama kalian agar sama dengan kalian". Ujar Jessica tertawa.
"Usaha makanya Jess jangan mengandalkan Papamu terus. Kamu ini sudah dewasa kelakuan seperti anak SMP. Ijazah mu sia-sia lah Jess". Ujar Eriska.
"Ah Aku tidak suka bekerja, lebih baik begini". Ujar Jessica.
__ADS_1
"Minimal nikah gitu, usiamu juga sudah matang untuk menikah". Ujar Stefanie.
"Hey bule, usiamu sama dengan Eriska Kamu juga belum menikah". Ledek Jessica.
"Aku sih ingin merintis karier dulu. Beda dengan Kamu yang hanya menghabiskan uang Papamu". Ledek Stefanie.
" jadi Office girl di hotelku mau?". Ledek Eriska.
"Kurang ajar kau Eriska, S2 Harvard University dijadikan OG". Gerutu Jessica.
" yasudah menikah dengan Surya deh". Ujar Eriska.
"Ih sama Robot begitu, no way". Jawab Jessica. "Ah dengan Yarka mungkin tidak bisa Aku tolak". Ujar Jessica
"Kamu telat, Tita sudah berpacaran dengan Yarka". Ujar Eriska.
"Apa??? Si Tita itu mencuri start. Sialan Aku keduluan". Gerutu Jessica.
"Masih ada Surya Jess". Ujar Stefanie tertawa.
"Gak mau Dia seperti robot. Kalau Aku menikah dengannya bagaimana malam pertama kita?". Ujar Jessica.
"Ya Ampun sudah memikirkan malam pertama". Ujar Eriska tertawa begitu juga Stefanie.
"Ah kalian sok suci". Gerutu Jessica.
Tak terasa mereka mengobrol via video call sangat lama, sampai Dito masuk dengan membawa waffle yang Eriska inginkan.
"berbicara dengan siapa kamu?". Tanya Dito.
"Dengan mereka". Eriska memperlihatkan video call dengan Jessica dan Stefanie.
"Dito apa yang Kamu bawa?". Tanya Jessica.
"Waffle dengan ice cream". Ujar Dito.
"Tentu, Dia membuatnya special untukku". Ujar Eriska tertawa.
"Sudahlah matika telponnya, Aku ingin menikmati waffleku". Ujar Eriska.
"Dasar Eriska. Baiklah. Jaga dirimu dan anakmu disana". Ujar Stefanie.
"Eriska, sisakan waffle nya untukku sedikit". Ujar Jessica.
"Ok bye ladies, love you". Eriska mematikan telepon nya.
Setelah mematikan telepon nya, Eriska meraih piring yang dibawa Dito.
"Ini Kamu yang buat kan?". Tanya Eriska
"Tentu sayang". Jawab Dito.
Eriska pun melahap wafflenya.
"Ahhhhh enak sekali". Ujar Eriska gembira.
"Kamu suka?". Tanya Dito.
Eriska hanya mengangguk.
"Makanlah". Dito membelai rambut Eriska.
Eriska pun terus memakan wafflenya sampai habis.
"Ah kenyangnya". Ujar Eriska
__ADS_1
"Alhamdulillah sayang". Ujar Dito tersenyum.
"Kamu mau apalagi?". Tanya Dito.
"Kemarilah, Aku ingin tidur dipelukanmu". Ujar Eriska.
Dito pun menghampiri Eriska berbaring disebelah nya lalu Eriska membaringkan kepalanya di dada Dito.
"Sayang, Aku ingin sekali ke Netherland". Ujar Eriska.
"Mau ngapain kesana?". Tanya Dito.
"Ya ingin saja". Jawab Eriska.
"Sayang, kamu dengar kan apa kata dokter, Kamu tidak boleh pergi jauh dulu sebelum usia kandunganmu 3 bulan. Kita akan kesana setelah anak kita lahir OK. Kemanapun Kamu mau Aku akan membawamu". Ujar Dito membelai rambut Eriska.
Eriska hanya diam tak menjawab.
"Sayang, jangan bersedih begitu, Aku tahu Kamu ingin berlibur. Tapi keadaanmu sekarang ini tidak memungkinkan sayang". Ujar Dito.
Eriska masih tak menjawab.
"Sayang, sayang". Dito menoleh pada Eriska.
Dito tersenyum. "Tidur rupanya. Pantas tak menjawab". Ujar Dito tertawa kecil.
"Sejak hamil Dia jadi suka tidur". Ujar Dito. "Tidurlah sayangku". Dito masih membelai rambut Eriska.
Dito mencoba memindahkan Eriska. Ia berencana pergi keluar membeli sesuatu untuk Eriska.
setelah memindahkan Eriska, Dito pun pergi keluar.
"James, saya ingin keluar. Nyonya sedang tidur. jika Dia bangun dan mencariku. katakan Aku sedang ada urusan". Ujar Dito.
"Baik Tuan. apa perlu John antarkan?". Tanya James.
"Tidak perlu, Aku akan pergi sendiri". ujar Dito pergi meninggalkan James.
"Aku tidak boleh lama pergi. harus cepat". Ujar Dito.
Dito pun melajukan mobilnya
20 menit berlalu, Dito berhenti di sebuah toko. Dito masuk kedalam toko.
"Selamat Sore, Saya ingin mengambil pesanan". ujar Dito menyerahkan struk pesanannya.
"oh baik. Tuan bisa menunggu sebentar". ujar Pelayan mengecek struk lalu masuk keruangan lain.
Tak lama, Pelayan kembali dengan membawa sebuah kotak yang cukup besar.
"Ini pesanan Tuan". ujar Pelayan memberikan.
Dito mengecek nya sebelum pergi.
"Baiklah. Terimakasih". Dito pun pergi masuk kedalam mobil.
"hemmm Eriska belum memiliki susu Hamil, sebaiknya Aku pergi membelinya". Dito melajukan mobilnya menuju supermarket.
Jarak Supermarket tak begitu jauh, Dito sampai lalu masuk kedalam supermarket. Ia bingung dimana tempat untuk susu Hamil.
"permisi, bagian susu Hamil dimana ya?". Tanya Dito.
"Ada disebelah sana Tuan". pelayan menunjuk 1 tempat.
"terimakasih". ujar Dito lalu pergi.
__ADS_1
Ia membeli begitu banyak susu dengan berbagai rasa. Ia tidak tahu yang mana yang Eriska suka. setelah membeli susu, Ia membeli beberapa cemilan sehat dan buah.
setelah selesai, Dito menuju kasir lalu membayarnya. setelah membayarnya, Dito kembali menuju mobil untuk kembali ke Villa.