Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 134


__ADS_3

Empat bulan berlalu, keadaan Liam sudah sangat jauh lebih baik. Audrey dan Liam tengah bersiap untuk pernikahan Mereka. Dokumen untuk James pun telah selesai untuk ikut dengan Dito dan Eriska pulang.


Setelah dari gereja, Liam dan Audrey mengatakan acarap resepsi di hotel bintang Lima yang sangat megah. Dito dan Eriska menjadi salah satu bridesmaid dan groommaid.


"Liam, Audrey selamat ya untuk pernikahan kalian". Eriska memeluk Aundrey dan menjabat tangan Liam


"Akhirnya kalian menikah juga setelah bertahun-tahun pacaran". Ujar Dito memeluk Liam.


"Eriska, Dior, terimakasih untuk semua bantuan yang kalian lakukan. Kita sangat bahagia memiliki sahabat seperti kalian". Ujar Liam.


"Iya, Aku sangat bahagia memiliki sahabat sepertimu Eriska. Kamu seperti saudaraku sendiri". Ujar Audrey memeluk Eriska.


"Aku juga sangat bahagia mengenal kalian berdua. Semoga kalian berdua selalu bahagia". Ujar Eriska tersenyum.


"Oh ya, kami ingin mengatakan bahwa besok kami akan kembali ke negara kami. Kehamilan Eriska sudah 4 bulan. Keluarga kami sudah menunggu kami untuk membuat acara doa untuk kehamilan Eriska. Aku harap kalian akan baik-baik saja disini dan jika kalian ada waktu, datang lah ke negara kami". Ujar Dito.


"Kenapa medadak seperti ini?". Tanya Audrey merasa sedih.


"Ini tidak mendadak. Awalnya kami ingin pulang bulan lalu, tapi karena kita tidak ingin melewatkan pernikahan kalian, akhirnya kita undur kepulangan kita". Ujar Eriska.


"Aku akan sangat merindukan kalian berdua". Ujar Audrey menangis.


"Jangan menangis, ini adalah pernikahanmu. Kamu harus tersenyum". Ujar Eriska memeluk Audrey.


Mereka pun saling berbincang setelah acara pernikahan selesai.


"Jam berapa kalian akan pergi?". Tanya Liam


"Mungkin jam 9 malam. Eriska ingin menggunakan Jett nya untuk kembali. Ia tidak nyaman dengan pesawat biasa". Ujar Dito.


"Baiklah besok pagi kami akan kerumah kalian". Ujar Liam.


"Baiklah kami pulang dulu ya sudah malam. Kami tidak ingin menggangu malam pertama kalian". Ujar Dito tertawa.


"Sekali lagi, terimakasih atas pertolongan yang kalian lakukan untuk kami". Liam memeluk Dito.


"Sudahlah jangan terus berterimakasih. Kalian sudah kami anggap saudara sendiri". Ujar Dito


"Benar apa yang dikatakan Dito, kami akan bahagia saat kalian bahagia juga". Ujar Eriska tersenyum.


"Yasudah kami pulang dulu ya". Ujar Dito.


Dito dan Eriska pun berjalan keluar ruangan milik Liam dan Audrey.


Didalam mobil.


"Akhirnya besok kita pulang. Aku sudah rindu dengan Papa dan semua orang". Ujar Eriska bersandar dibahu Dito.


"Iya sayang. Tak terasa kita disini sudah hampir setengah tahun. Setelah ini entah kapan kita kembali lagi kesini". Ujar Dito.


"Setelah anak kita lahir pastinya". Ujar Eriska.


"In Shaa Allah". Ujar Dito mengelus perut Eriska yang mulai menonjol.


Sampailah mereka dirumah. Dito dan Eriska berjalan menuju kamar.


"James, semua perisapan sudah selesai kan?". Tanya Dito.

__ADS_1


"Sudah Tuan. Semua sudah kami kemas". Ujar James.


"Baguslah. Yasudah kami keatas dulu". Ujar Dito menepuk bahu James.


Dito dan Eriska pun pergi menuju kamar. Didalam kamar, Eriska dan Dito duduk di sofa.


"Akhirnya Liam dan Audrey menikah juga ya. Kita sudah lega meninggalkan mereka". Ujar Eriska


"Iya sayang, setidaknya sekarang Liam memiliki keluarga". Ujar Dito.


"Yasudah Aku mau mandi dulu". Ujar Eriska berdiri. Tiba-tiba Dito mengangkat tubuh Eriska.


"Hey turunkan Kamu mau berbuat apa?". Tanya Eriska.


"Kita buat memory indah malam terakhir dirumah ini". Ujar Dito membawa Eriska menuju kamar mandi.


"Kita berendam bersama". Ujar Dito.


Merekapun berendam bersama dalam bathtub. Setelah itu mereka berganti baju lalu tidur.


Keesokan harinya. Dito dan Eriska telah bersiap untuk sarapan.


"Selamat pagi Tuan dan Nyonya". Sapa para pelayan.


Mereka hanya mengangguk.


Sarapan sudah tersedia diatas meja. Untuk Dito American breakfast dan untuk Eriska hanya sandwich dengan salad buah serta juice.


Mereka sarapan dengan tenang. Setelah sarapan, Mereka mengecek barang-barang yang akan dibawa. Tak lama Liam dan Audrey datang.


"Hey selamat pagi". Eriska menghampiri Audrey dan memeluknya.


"Wah wah wah pengantin baru terlihat sangat ceria". Ledek Dito


Audrey dan Liam tersenyum dengan perkataan Dito.


"Kalian sedang apa?". Tanya Liam


"Sedang memeriksa barang yang akan kami bawa". Ujar Dito.


Audrey melihat box besar yang akan Eriska dan Dito bawa.


"Box apa itu? Sangat besar". Tanya audrey.


"Oh itu susu Hamil". Ujar Dito.


"Memang di negara kalian tidak ada susu hamil?". Tanya Audrey.


"Ada, cuma Aku sudah cocok dengan susu ini". Ujar Eriska


"Iya bahkan sampai memesan ke pabriknya yang ada di Switzerland". Ujar Dito.


"Hahahahahaha tingkah wanita Hamil sangat lucu". Ujar Audrey tertawa.


"Kamu juga akan merasakan nya nanti". Ujar Eriska tertawa kecil.


Liam dan Audrey saling pandang dan tersenyum malu.

__ADS_1


Mereka saling berbincang cukup lama. Liam dan Audrey memang special datang untuk menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya itu.


Audrey mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Sebuah kotak perhiasan tidak terlalu besar.


"Ini untuk kalian". Audrey memberikan kotak itu.


"Ah kenapa memberi hadiah segala?". Ujar Eriska.


"Kami masih belum memberikan hadiah pernikahan pada kalian. Jadi Kami berikan sekarang. Itu juga ada hadiah untuk calon keponakan kami". Ujar Audrey menatap Liam dengan senyuman.


"Betul. Terimalah hadian kecil ini. Kami akan sangat bahagia jika kalian menerimanya". Ujar Liam.


"Baiklah. Terimakasih Liam dan Audrey atas kado nya". Ujar Eriska menerima kotak perhiasan itu.


Mereka masih terus berbincang mengani banyak hal. Kadang tertawa, kadang serius. Mereka sangat senang berkumpul seperti ini. Namun, moment ini adalah yang terakhir untuk mereka berkumpul bahkan untuk sekedar berbincang. Hingga malam pun tiba. setelah makan malam, Liam dan Audrey mengantar Mereka ke bandara.


Dalam perjalanan, Mereka masih saling berbincang.


"Dior mengatakan kalian akan pergi menggunakan jett milikmu Eriska? wah hebat sekali Kamu bisa memiliki jett". ujar Audrey.


"Sebetulnya itu Aku beli untuk operational hotel saja, jarang Aku gunakan untuk pribadi. Namun sekarang karena Aku sedang Hamil, jadi Aku ingin merasa nyaman dan ingin cepat sampai tidak perlu transit lalu menunggu lama". ujar Eriska.


dimobil lainnya, James sedang memberi nasehat pada John untuk menjaga rumah Dito.


"John ingat Kamu harus jaga baik-baik rumah Tuan". ujar James.


"Tentu Tuan James, Saya akan menjaga dengan baik rumah Tuan". ujar John.


" Bagus". ujar James.


Merekapun sampai di bandara. Mereka menggunakan jalur khusus untuk sampai didekat jett milik Eriska. Mereka pun turun dari mobil.


"Aku akan sangat merindukanmu". ujar Audrey menangis memeluk Eriska.


"Aku juga akan sangat merindukanmu. berjanjilah kalian berdua akan datang ke negara kita". ujar Eriska memeluk Audrey


"Kami akan cari waktu yang baik untuk datang kesana". ujar Audrey.


" Bro, take care ya. Aku akan merindukanmu lagi". ujar Liam pada Dito.


"Kalian bisa datang menemui kami ke negara kami. berjanjilah kalian akan kesana". Ujar Dito.


"Aku akan mencari waktu yang baik untuk datang kesana". ujar Liam.


Dito dan Eriska pun berpamitan dan berjalan menuju pesawat.


" Selamat malam Tuan dan Nyonya ". sapa kapten pilot.


"Selamat malam". balas Eriska.


Mereka pun naik keatas pesawat. Eriska melambaikan tangan pada Audrey dan Liam.


"Aku akan sangat merindukan mereka". ujar Audrey menangis.


"tenanglah baby, kita akan cari waktu untuk mengunjungi mereka". ujar Liam merangkul bahu Audrey.


Audrey dan Liam pun pergi sebelum pesawat take off.

__ADS_1


__ADS_2