Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 152


__ADS_3

Keesokan harinya Dito tengah bersiap menuju hotel. Eriska tidak ingin Dito tahu Dia akan Cek kehamilan karena jika Dia tahu pasti Dia memaksa untuk menemani.


"Sayang, Aku berangkat dulu ya. Kamu jaga diri baik-baik". Dito mencium bibir Eriska dengan lembut lalu mencium kedua pipinya dan kening nya. Setelah itu Dito mengelus perut Eriska. "Sayang, Papa jalan dulu ya untuk bekerja. Kamu baik-baik jangan membuat Mamamu mual-mual". Dito lalu mencium perut Eriska. Ada gerakan yang terasa membuat Dito dan Eriska tersenyum bahagia. "Anak pintar". Dito mengelus perut Eriska. "Yasudah Aku jalan sekarang. Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam. Kamu hati-hati ya". Eriska mencium tangan Dito.


Dito pun pergi.


"Saatnya bersiap untuk check up kehamilan". Ujar Eriska tersenyum lalu berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap.


Jessica sudah berada diperjalanan. Menggunakan taksi online menuju kediaman Eriska.


45 menit berlalu, Jessica sampai dirumah Eriska. Sudah ada James yang menunggu nya dihalaman depan.


"Jemmy". Jessica berlari menghampiri James lalu memeluknya.


"Selamat oagi kelinci kecilku". Sapa James.


"Selamat pagi tampan". Balas Jessica.


"Apa Eriska sudah siap?". Tanya Jessica.


"Sepertinya masih didalam kamar". Ujar James


Mereka masuk kedalam. Terlihat Birowo sedang membaca Koran diruang tamu.


"Selamat pagi Om". Sapa Jessica lalu mencium tangan Birowo.


"Eh Jessica, tumben pagi-pagi sudah kesini". Ujar Birowo.


"Aku mau mengantar Eriska untuk check up ke dokter Om". Ujar Jessica.


"Loh tumben tidak dengan Dito". ujar Birowo heran.


"Besok ulang tahun Dito Pah. Aku ingin memberikan hadiah pada Dito menunjukkan jenis kelamin anak kita. Hari ini Aku ingin USG hasil USG nya akan Aku jadikan sebagai hadiah ulang tahunnya maka dari itu Aku tidak pergi dengannya". Ujar Eriska turun dari atas.


"Oh begitu, yasudah kalian hati-hati dijalan". Ujar Birowo.

__ADS_1


"Yasudah kami jalan dulu ya Pah. Assalamualaikum". Eriska mencium tangan Papanya begitu juga Jessica dan James hanya menundukkan kepalanya.


Merekapun pergi menuju Rumah Sakit.


"Ka, jadinys gimana pesta untuk Dito besok?". Tanya Jessica.


"Tenang saja. Sudah Aku atur. Salah satu hall di hotel sudah didekorasi. Nanti malam Aku akan ajak Dito untuk menginap di hotel. Aku juga sudah menghubungi semua keluarga. Mereka akan sampai nanti malam sepertinya". Ujar Eriska


"Asyik nih pesta besok. Ka, jangan lupa minuman". Bisik Jessica.


"Iya milkshake untukmu". Jawab Eriska.


"Kamu fikir Aku balita minum milkshake. Vodka atau wine gitu". Ujar Jessica kesal.


"Jess, tahu sendiri kan keluargaku dan keluarga Dito tidak pernah minum seperti itu kecuali Aku dan Tita. Terus Kamu berharap ada minuman itu? Haaaa mimpi! Lagipula sekarang Aku sedang Hamil mana bisa minum itu". Ujar Eriska. "Sudah tenang, Aku akan berikan minuman soda gembira untukmu". Ujar Eriska tertawa.


"Jahat sekali Kamu, Kamu fikir Aku anak kecil dikasih soda gembira". Gerutu Jessica.


Selama perjalanan Mereka saling menggoda satu sama lain. Setelah satu jam perjalanan, Mereka sampai dirumah Sakit Ibu dan Anak. Eriska dan Jessica keluar dari mobil terlebih dahulu sedangkan James memarkirkan mobilnya. Setelah James bersama Mereka, Jessica mengantri untuk mendaftarkan untuk Eriska di poli kandungan.


Mereka duduk diruang tunggu. Banyak yang memperhatikan mereka bertiga terutama James pria yang sangat tampan dengan wajah bule nya.


"Suami istri cantik ya. Suaminya sudah tampan baik lagi mengantar Istrinya untuk periksa". Ujar seorang Ibu Hamil yang melihat James duduk disamping Eriska.


Eriska duduk ditengah. Jessica sebelah kanan dan James sebelah kiri.


Banyak yang membicarakan Eriska dan James. Mereka kira Eriska dan James suami istri. Jessica yang mendengar merasa geram lalu Ia meminta James untuk pindah tempat duduknya disamping Jessica. Sekarang Jessica yang ditengah. James disebelah kanan Jessica.


Jessica menyandarkan kepalanya dipundak James. Membuat orang-orang diam tidak membicarakan mereka lagi. Setelah kedua antrian berlalu, sekarang giliaran Eriska diperiksa.


"Atas nama Nyonya Eriska Putri". Panggil seorang perawat.


Jessica pun membantu Eriska untuk bangun dan berjalan menuju ruang periksa. Sedangkan James menunggu diluar.


"Namanya seperti familiar ya. Eriska Putri". Ujar seorang Ibu muda.


"Ahhhh apa dia Eriska Putri yang terkenal itu? Pemilik hotel bintang 5 itu". Sahut seorang lagi.

__ADS_1


"Ah iya benar. Dia sangat cantik dan anggun ya aslinya lebih anggun dari yang di TV dan foto-foto". Ujar seorang Ibu lagi.


"Kalau tadi tahu itu Eriska Putri, Aku minta foto deh".


"Iya benar".


Diruang periksa, Eriska diperiksa berat badan dan tekanan darah. Setelah itu, Ia naik keatas tempat tidur untuk di USG. Setelah USG selesai, Mereka kembali duduk.


"Nyonya Eriska semua dalam keadaan baik. Namun posisi anak sangat dibawah jadi Nyonya jangan terlalu sering bergerak atau melakukan aktivitas yang berlebihan". Ujar Dokter kandungan.


"Apa itu tidak berbahaya Dok?". Tanya Eriska merasa khawatir.


"Oh tidak Nyonya, hanya saja harus sedikit hati-hati jangan terlalu sering berjalan atau beraktivitas. Kalau Nyonya suka olah raga dihentikan dulu karena kandungan masih usia 7 bulan. Memang dianjurkan untuk senam Hamil atau yoga hamil, tapi kasus kehamilan Nyonya yang dibawah sedikit berbahaya". Ujar dokter.


"Lalu apa yang harus saya lakukan?". Tanya Eriska khawatir.


"Lebih tepatnya dijaga pergerakan tubuh nya. Jangan berjalan berlebihan atau beraktivitas berlebihan". Ujar dokter.


"Dok. Sejak kemarin Saya suka merasa mulas atau sakit perut kenapa ya?". Tanya Eriska.


"Oh itu kontraksi. Biasanya anak dalam kandungan sedang bergerak itu membuat perut nyonya mulas. Tidak apa-apa itu wajar". Balas dokter dengan senyuman. " jangan lupa vitamin dan asam folat nya terus diminum serta jaga diet nya dan minum susu. In Shaa Allah semua dalam keadaan baik-baik saja. Berat badan bayi juga sudah 2,6kg Nyonya jangan terlalu banyak makan sekarang karena berat bayi sudah agak besar. Harus sedikit menurunkan berat nya". Ujar Dokter.


"Baiklah Dok. Terimakasih". Ujar Eriska berdiri dibantu Jessica.


Mereka keluar lalu berjalan menuju bagian apotek untuk mengambil obat.


"Hasil USG sudah ada kan?". Tanya Jessica.


"Ada didalam sini". Eriska menunjukkan buku pemeriksaannya. "Dito pasti sangat bahagia". Ujar Eriska tersenyum.


Mereka menunggu vitamin milik Eriska. Setelah mendapatkannya, Mereka kembali kerumah.


"Jess makasih ya sudah mau mengantarku". Ujar Eriska.


"Ah sungkan sekali Kamu. Biasa juga kita sering pergi sama-sama. Aku senang mengantarmu. Aku bisa melihat wajah anakmu. Bahkan Dito belum melihatnya". Ujar Jessica tertawa.


Sayang, semoga hasil USG ini adalah hadiah terindah pertamaku yang Aku berikan untukmu diulang tahunmu. Kamu sudah memberikan banyak hadiah untukku. Sekarang giliran Aku yang memberikan hadiah terbaik untukmu. Ujar Eriska dalam hati tersenyum dan mengelus perutnya.

__ADS_1


__ADS_2