Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (20)


__ADS_3

"Assalamualaikum". Queena berlari menghampiri Eriska.


"Waalaikumsalam, eh anak Mama ada disini? Ada apa sayang?". Tanya Eriska meraih Queena dan memangkunya.


"Queena kangen Mama". Queena memeluk Eriska.


"Oh ya? Kangen Mama ya? Mama juga kangen Queena". Ujar Eriska memeluk Queena.


"Loh kok cuma sama Uncle James, kak Rara mana?". Tanya Eriska.


"Kak Rara lagi mengobrol dengan uncle Niall". Jawab Queena polos.


Niall ???. Tanya Eriska dalam hati.


"Oh begitu". Jawab Eriska.


Tak lama pintu ruangan Eriska diketuk. Eriska mempersilahkan masuk yang ternyata Rara.


"Ra, Kamu dari mana?". Tanya Eriska.


"Tadi Chef Niall ngajak ngobrol sebentar Nyonya". Jawab Rara gugup. Ia pasti tahu Queena sudah bilang soal dirinya dan Niall.


"Oh yasudah". Jawab Eriska.


Queena tengah sibuk memperhatikan Mamanya yang sedang bekerja. Menatap layar laptop penuh dengan tulisan.


"Ma, Aku mau turun. Aku pusing lihat semua tulisan ini. Mama sibuk banget Aku disini juga". Ujar Queena kesal.


"Oh anak Mama marah nih? Sedikit lagi ya Sayang. Sebentar saja. Setelah itu kita makan siang ya". Bujuk Eriska.


"Baiklah janji ya jangan lama-lama". Ujar Queena.


"Promise litte Queen". Eriska mencium pipi Queena.


Queena turun lalu bermain dengan Rara.


Ponsen Eriska berdering yang ternyata dari Dito.


"Assalamualaikum sayangku yang cantik". Sapa Dito diujung telepon.


"Waalaikumsalam". Balas Eriska yang masih sibuk.


"Ya ampun kaku banget balas nya". Ujar Dito.


"Maaf Sayang Aku masih agak sibuk". Jawab Eriska yang masih mengetik di laptopnya.


"Sayang Aku kangen nih, kangen ciuman Kamu". Ujar Dito.


Eriska yang meloudspeaker terkejut dengan perkataan Dito karena ada James dan Rara. Buru-buru Dia ambil teleponnya dan mematikan loudspeaker nya.


"Bodoh. Aku loudspeaker ada James dan Rara disini. Kamu bikin malu saja". Gerutu Eriska.


"Hahahahahaha siapa yang salah coba? Kamu tidak memberitahuku". Ledek Dito.


"Sudah ah jangan ganggu Aku". Ujar Eriska kesal.


"Kamu begitu deh, nanti kalau Aku tidak telepon dibilang tidak perhatian. Giliran Aku telepon bilangnya jangan ganggu. Lalu Aku harus berbuat apa Nyonya Eriska?". Ujar Dito.


"Ya bagaimana dong Aku sekarang lagi sibuk banget. Queena saja Aku tinggalkan". Ujar Eriska.


"Oh Queena disana?". Tanya Dito.


"Iya sudah 1 jam sepertinya". Jawab Eriska.


"Yasudah Kamu bisa lanjutkan lagi pekerjaanmu Aku tidak akan mengganggu". Ujar Dito. "Assalamualaikum".

__ADS_1


"Waalaikumsalam". Balas Eriska lalu menutup telepon.


"Dasar Pria aneh". Gerutu Eriska lalu melanjutkan pekerjaannya.


Tak lama pintu ruangan Eriska diketuk. Eriska mempersilahkan masuk.


"Loh Chef Niall, perasaan Saya tidak meminta dibuatkan Kue". Ujar Eriska bingung Niall membawa kue.


"Maaf Nyonya ini untuk Nona Queena". Jawab Niall.


"Queena minta dibuatkan Kue?". Tanya Eriska.


"Iya Mama". Jawab Queena tersenyum.


Queena mengambil kotak cupcake yang diberikan Niall.


"Sayang, cuci tangan dulu kalau mau makan". Ujar Eriska.


"Nyonya, bisakah Saya berbicara sebentar?". Tanya Niall.


"Tentu, silahkan duduk". Eriska mempersilahkan duduk.


Niall pun duduk.


"Ra, tolong ambilkan air minum". Ujar Eriska.


Rara pun mengambilkan air mineral yang ada di lemari es lalu memberikan pada Eriska.


"Mau bicara apa?". Tanya Eriska yang menuang air minum untuknya.


"Nyonya, Saya boleh tanya kapan ya Rara liburnya? Saya ingin mengajak Rara kencan". Ujar Niall


Eriska yang sedang minum tiba-tiba tersedak.


Rara yang mendengar pun terkejut.


"Ih Kang apa-apaan sih kenapa atuh bilang begitu pada Nyonya". Rara merasa tidak enak.


"Kamu mau ajak Rara kencan? Apa Saya tidak salah?". Tanya Eriska yang masih tidak percaya.


Niall suka dengan Rara???. James pun bertanya dalam hati.


"Tidak Nyonya, Saya benar-benar ingin mengajak Rara berkencan". Ujar Niall serius.


Eriska menatap Rara lalu melihat kembali pada Niall.


Ada apa dengan kehidupanku ini??? Kenapa hotelku seperti tempat ajang pencarian jodoh gini??. Ujar Eriska dalam hati merasa bingung


"Kalau minggu ini mungkin belum bisa karena Saya lagi sibuk dan butuh Rara. Mungkin saat Saya sudah tidak sibuk lagi. Nanti Saya akan memberitahu Rara". Ujar Eriska menatap Rara.


Rarapun hanya menunduk. Ia sangat malu dengan apa yang Niall lakukan.


Duh si Mister ini aya aya wae (ada-ada saja). Aku teh jadi tidak enak pada Nyonya. Ujar Rara dalam hati.


"Yasudah terimakasih Nyonya, Saya permisi". Niall pamit keluar.


"Ra, apa ada yang Kamu ingin bicarakan?". Tanya Eriska.


James pamit keluar. Ia tahu Nyonya nya ingin berbicara dengan Rara.


"Sejak kapan Kamu kenal Niall?". Tanya Eriska yang berjalan mendekati Rara.


"Anu Nyonya Saya teh kenal minggu lalu Nyonya. Saya teh tidak niat apa-apa Nyonya sumpah". Ujar Rara Panik.


"Tidak apa-apa, Saya hanya tanya. Chef Niall orang yang baik. Kamu tahu? Dia jatuh cinta padamu". Ujar Eriska duduk disamping Rara.

__ADS_1


"Ah bercanda Nyonya. Mana mungkin Chef Niall cinta sama Saya". Ujar Rara terkejut dan tak percaya.


"Untuk orang seperti Mereka, saat mengajak kencan, artinya mereka menyatakan cintanya. Kamu bisa fikir-fikir lagi mau menerimanya apa tidak. Saya bicara seperti itu tadi padanya hanya ingin memberitahumu terlebih dahulu". Ujar Eriska.


Ihhhh masa Kang Niall suka sama Saya? Saya teh cuma orang kampung mana miskin juga. Jangankan bule seperti kang Niall pria dikampung saja tidak ada yang mau sama Saya. Ujar Rara dalam hati Ia merasa bingung.


"Hey kenapa Kamu bengong?". Tanya Eriska.


"Ahhhhhhh anu Nyonya Saya bingung. Saya masih tidak percaya masa sih Kang eh Chef Niall suka sama Saya? Dikampung saja tidak ada yang suka sama Saya". Ujar Rara.


"Hahahahahahaha dasar kamu ini sangat polos". Ujar Eriska tertawa melihat kepolosan Rara.


Tak lama pintu ruangan terbuka.


"Assalamualaikum". Sapa Dito yang datang.


"Papa". Teriak Queena berlari menghampiri Dito.


"Loh Kamu, kenapa disini?". Tanya Eriska terkejut.


"Nyonya, Saya kurir yang ingin mengantarkan bunga cantik ini". Dito memberikan sebuket bungan mawar berwarna merah pada Eriska.


"Saya permisi Nyonya, Tuan". Rara pamit keluar. Ia tidak ingin menjadi nyamuk diantara boss nya.


"Tumben Kamu memberiku bungan seperti ini". Ujar Eriska heran.


"Memang kenapa? Apa salah?". Tanya Dito.


"Ya tidak sih, tapi aneh saja". Ujar Eriska.


"Ah banyak mikirnya Kamu". Ujar Dito mencium lembut bibir Eriska.


"Dito, ada Queena". Eriska mendorong pelan tubuh Dito.


"Ahhhh susah sekali bermesraan dengan Istri sendiri". Gerutu Dito yang berbaring dipangkuan Eriska.


Eriska mengusap rambut Dito. Dito hanya menutup mata menikmati usapan Eriska. Queena sedang sibuk dengan tab nya yang sedang menonton kartun favorite nya.


"Tumben Kamu bisa kesini, biasanya sibuk sekali". Ujar Eriska yang masih mengusap kepala Dito.


"Ahhhh jika Aku terus sibuk Aku tidak ada waktu bersama kalian. Memang sangat membosankan bekerja terus menerus". Ujar Dito yang masih menutup matanya menikmati belaian Istrinya.


"Baru merasakan ya, hmmmm". Eriska mencubit pipi Dito.


"Hahahahahaha ampun Sayang. Iya maafkan Aku ya Aku janji Aku tidak akan terlalu sibuk lagi". Ujar Dito.


"That's my hubby". Eriska mencium kening Dito.


"Sayang, Aku lapar. Bisa tidak kamu???".


"Tentu sayang. Kamu mau apa?". Tanya Dito bersemangat.


"Fettuccine sepertinya enak". Ujar Eriska.


"Siap! Apa sih yang tidak untuk Istriku tersayang ini". Dito mencubit pipi Eriska.


"Queena, Papa mau membuat fettuccine, Kamu mau juga tidak?". Tanya Dito.


"Mau Papa. Masak yang enak ya". Ujar Queena senang.


"Tentu Sayang. Yasudah Aku ke dapur dulu ya. Kasih Semangat dulu dong". Bujuk Dito.


Eriska melihat Queena yang serius menonton akhirnya Eriska mencium mesra bibir Dito. "Semangat Sayangku". Ujar Eriska tersenyum.


"Ahhhhh semangatku membara". Dito berdiri dan keluar menuju dapur Restaurant.

__ADS_1


__ADS_2