Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 36


__ADS_3

"Ngapain sih si cowok mesum itu ngobrol sama Stefanie?? Dasar cowok buaya. Udah nikah juga masih cari perempuan lain". Gerutu Eriska yang sednag berjalan menuju kamar nya.


" Selamat pagi Nona ". Para staff mengucapkan salam.


Eriska hanya berlalu tanpa mengatakan apapun.


"Dasar ya Nona Eriska, baru kemarin Dia menikah Tapi suasana hatinya sangat buruk selalu". Ujar staff.


Sampai di kamar Ia duduk di sofa merebahkan kepalanya.


"Cowok sialan". Gerutu Eriska.


"Siapa yang cowok sialan?". Tanya Dito dari belakang.


Eriska terkejut.


" ka.. Kamu ngapain disini?". Tanya Eriska.


"Loh ini kan kamar Aku juga". Ujar Dito.


"Lebih baik Kamu cari kamar sendiri. Tenang tidak usah bayar". Ujar Eriska.


"Buat apa Aku pindah? Toh Istriku yang cantik ada di kamar ini". Dito duduk disebelah Eriska.


Eriska hanya diam tak menggubris.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih gak pernah tersenyum? Kerjaannya marah mulu. Cepet tua loh". Ledek Dito.


"Saya mau tua kek apa urusannya dengan Kamu?". Ujar Eriska ketus.


Dito memeluk bahu Eriska. " Kamu itu cantik saat tersenyum". Ujar Dito.


Wajah Eriska merona saat Dito mengatakan itu.


"Jangan coba merayu saya, saya sudah bosan. Banyak pria yang gombal murahan seperti Kamu ini". Ujar Eriska sedikit ketus.


"Loh siapa yang gombal? Aku bicara serius". Ujar Dito.


"Oh mungkin Kamu mengatakan hal yang sama kan ke stefie?". Ujar Eriska ketus.


" Stefie? Apa hubungan nya dengan dia?". Tanya Dito


Dito tertawa kecil.


"Kenapa tertawa? Memang ada yang lucu?". Tanya Eriska ketus.


"Kamu cemburu ya?". Ledek Dito


"Cemburu? Mana ada". Ujar Eriska mengelak


"Bilang aja cemburu". Ledek Dito.

__ADS_1


Eriska hanya diam merasa malu.


Tiba-tiba Dito berbaring di pangkuan Eriska. Eriska terkejut Berusaha untuk berdiri namun Dito menahannya.


"Jangan bergerak atau Aku akan melakukan lebih dari ini". Dito mengancam.


" cowok sialan ". Eriska menatap Dito dengan ekspresi yang sangat marah.


"Tenanglah Aku cuma mau berbaring dipangkuan Kamu gak lebih". Ujar Dito yang memandang Eriska.


"Kamu percaya gak kalau Aku katakan Aku sudah jatuh cinta sama Kamu sejak 15 tahun lalu?". Ujar Dito memandang Eriska.


Eriska terkejut lalu memandang Dito. Ditopun duduk kembali di samping Eriska menyentuh lembut pipi Eriska. Mendekatkan wajahnya lalu Ia mencium lembut Eriska. Eriska mencoba mendorong tubuh Dito namun sia-sia.


"Je T'aime (Aku mencintaimu)". Bisik Dito ditelinga Eriska.


Wajah Eriska merona, jantung nya berdegup kencang. Ia tidak bisa berbuat apa-apa Ia hanya diam tanpa mengatakan sesuatu.


Sudah banyak yang mengatakan cinta pada Eriska. Namun, mengutarakan cinta Dito, Eriska merasa sangat berbeda. Seperti panah menusuk di jantungnya.


"Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku sekarang. Tapi, Aku mohon beri Aku kesempatan untuk menunjukkan rasa cinta ku ini. Sudah 15 tahun berlalu Aku tidak bisa melakukan apapun. Tapi sekarang Aku mohon kepadamu beri Aku kesempatan". Ujar Dito menggenggam tangan Eriska.


Sial. Kenapa lidah ku keluh begini. Dan jantung ini kenapa berdegup begitu kencang. Aku tidak bisa mengontrol diriku. Ujar Eriska dalam hati


"Sorry, Tapi hati saya sudah diisi oleh seseorang. Jangan harap Kamu bisa masuk kedalam hati saya". Eriska berdiri lalu pergi keluar.

__ADS_1


Dito tersenyum memijat kepalanya. "Berbohonglah pada dirimu sendiri Eriska, Aku tahu Kamu mulai menerimaku. Aku tidak akan pernah mundur untuk mendapatkanmu. Bahkan meski harus mendapat makian setiap waktu". Ujar Dito.


Ditempat lain Eriska merasa sakit setelah mengatakan itu kepada Dito. " Sial, kenapa dadaku terasa sakit". Eriska mengelus dadanya.


__ADS_2