
Setelah menikmati Pemandangan bersama, Eriska Dan Dito kembali kedalam untuk berkumpul kembali. setelah mereka sampai, Mereka makan siang bersama Dan sholat berjamaah.
Waktu telang menunjukkan pukul 4 sore, mereka semua berpamitan untuk pulang.
"Om kami pulang dulu ya. Om jaga diri baik-baik. makan teratur dan minum obat juga. Jika ada apa-apa langsung hubungi kamu". Ujar Tian memeluk Birowo.
"Pasti. kalian hati-hati ya". ujar Birowo Tersenyum.
" Om kami pulang dulu ya. nanti kami jenguk Om lagi". ujar Vita memeluk Birowo bergantian dengan Tita.
Vita, Tita, Tian Dan Nina pulang lebih dulu karena perjalan mereka cukup panjang.
Tak lama Eriska Dan Dito pun berpamitan.
"Pah kami balik ke kampung Dito dulu ya. Nanti saat kita mau pulang ke Ibu Kota, Kita datang lagi". Eriska memeluk Birowo.
"Baiklah sayang, kalian berdua hati-hati. salam pada Aditya Dan Yarka". ujar Birowo.
"In Shaa Allah Papa, Papa jaga diri baik-baik ya jika terjadi apapun jangan lupa hubungi kita". ujar Dito mencium tangan Birowo.
mereka pun pergi meninggalkan Birowo.
Eriska terlihat sangat sedih.
"Sayang, Kamu kenapa?". Tanya Dito yang sedang mengendarai mobilnya.
"Entah mengapa Aku sangat sedih berpisah dengan Papa". ujar Eriska.
"Janganlah sedih sayang, kita masih bisa menjenguk Papa kapanpun". ujar Dito menenangkan Eriska.
"Iya Kamu benar. Papa juga Bahagia tinggal disana." ujar Eriska kembali Tersenyum.
Satu jam berlalu, Dito Dan Eriska sampai dirumah mereka. Mereka berencana untuk kerumah Aditya. Namun, Eriska merasa snagat lelah jadi mereka langsung menuju rumah mereka.
"Ahhhh akhirnya bertemu kasur juga". Ujar Eriska merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kamu tidak mandi dulu?". Tanya Dito.
"Kamu duluan deh, Aku sangat lelah ingin merebahkan tubuhku sebentar". ujar Eriska.
"Baiklah, Aku mandi duluan". ujar Dito meninggal Eriska menuju kamar mandi.
30 menit berlalu, Dito keluar dari kamar mandi. Ia melihat Eriska tengah tertidur.
__ADS_1
Dito tertawa kecil. "Dia memang betul-betul lelah sepertinya". ujar Dito. "Yasudahlah tidak perlu membangunkan nya, lebih baik Aku juga tidur". Ujar Dito berbaring disebelah Eriska Dan memeluk Eriska saat tidur.
Hari telah berganti, Dito terbangun untuk sholat Subuh.
"Sayang, bangun yuk kita sholat subuh". Dito membangunkan Eriska.
Eriska bangun Dan terduduk sebentar untuk mengembalikan kesadarannya.
"Sudah pagi ternyata, kenapa kamu tidak membangunkan ku Semalam untuk mandi". ujar Eriska.
"Kamu tertidur sangat lelap, Aku tidak tega membangunkan mu". ujar Dito.
"Tapi aku tertidru dalam keadaan belum mandi. seharian diluar pasti badanku bau". ujar Eriska.
"Hahahahahaha siapa yang mengatakan badanmu bau? Badan Kamu sangat wangi meski tidak mandi". ujar Dito tersenyum genit.
"Ahhhh pagi-pagi sudah gombal". ujar Eriska.
"Yasudah Kamu bangun sekarang Dan bersiap untuk sholat. Aku tunggu kamu". ujar Dito.
Eriskapun beranjak dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi untuk Wudhu.
Eriska kembali membuka lemari Dan mengambil mukenanya.
Eriska mengikuti Dito. Mereka pun berjalan menuju masjid.
"Assalamualaikum Aa Teteh". sapa para penduduk desa kepada Dito Dan Eriska.
sampailah mereka di Masjid. mereka berpisah untuk sholat berjamaah.
Semua orang menyapa Eriska kecuali Annisa yang melihat Eriska sinis.
anak ini, melihatku seperti itu. Gerutu Eriska dalam hati.
Selesai Sholat Eriska keluar lebih dulu. Ia mencari sendalnya namun tidak dijumpai.
"Aduh sendalku kemana ya?". Eriska mencari sana sini dengan keadaan Panik.
Eriska mulai sedih Dan Panik. sampai Dito datang.
"kamu cari apa?". Tanya Dito menepuk pundak Eriska.
" Dito". Eriska membalikkan badannya sudah terlihat menangis.
__ADS_1
"Loh Kamu kenapa?". Tanya Dito Panik.
" hiks hiks sendalku hilang". ujar Eriska menangis.
"Ya ampun kirain kenapa sendal saja yang hilang". ujar Dito lega.
plak! Eriska memepuk tangan Dito.
"Itu bukan sendal sembarangan! Aku beli di London dengan desain Khusus Dan itu sendal kesehatan. kamu tahu berapa harganya ? 300 juta". ujar Eriska.
"Apa? 300 juta ? Astagfirullah Eriska Kamu ini terlebih boros apa gimana?? sendal saja 300 juta?". Ujar Dito menepuk Dahi nya.
"Itu sendal khusus makanya mahal". ujar Eriska. " Terus bagaimana Aku pulang dengan telanjang kaki seperti ini?". ujar Eriska merengek.
"Yasudah Kamu pakaj sendalku saja". ujar Dito.
" Sendal kamu besar, bagaimana jika Aku tersandung dan jatuh?". Tanya Eriska.
"Terus gimana?". Tanya Dito.
"Gendong". ujar Eriska.
"Apa ? gendong?". Tanya Dito.
"Iyalah. kamu gak mau?". Tanya Eriska kesal.
"Ini tempat umum orang akan berfikir aneh-aneh". ujar Dito.
"Kita ini Suami Istri apa yang salah ???". ujar Eriska kesal. "Mau atau tidak?". Tanya Eriska.
" Iya iya ayo naik". Dito berjongkok Dan Eriska digendong di punggungnya. Eriska Tersenyum bahagia. merekapun berjalan pulang.
Ditempat lain ada seseorang yang mengintip Eriska Dan Dito dengan perasaan kesal. Yaitu Annisa.
"Kenapa mereka sangat akrab sekarang? bahkan Eriska lebih manja daris sebelumnya yang masih terlihat Angkuh dihadapan A Dito". ujar Annisa kesal.
Eriska melihat Annisa yang kesal. Dia sangat bahagia.
Jangan harap bisa mendapatkan suamiku dasar anak kecil. Ujar Eriska dalam hati.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya Karena support kalian adalah penyemangat untuk Author.
salam manis dari Mrs. A***
__ADS_1