Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (13)


__ADS_3

"Sudahlah Nona jangan menangis lagi. Aku janji akan datang segera mungkin menyusulmu". Surya terus menenangkan Stefanie.


"Surya, Aku tidak ingin pulang". Stefanie menangis sesegukkan. "10 tahun apa waktu yang lama Surya?". Tanya Stefanie.


"10 tahun waktu yang lama Nona". Jawab Surya yang masih memeluk Stefanie.


"Tapi kenapa Aku merasa seakan-akan 10 tahun itu waktu yang sangat singkat". Ujar Stefanie yang bersandar didada bidang milik Surya.


Surya yang merasa semakin kasihan pada Stefanie, membawanya kembali ke kamar.


"Kita ke kamar saja ya". Ujar Surya merangkul pundak Stefanie.


Stefanie tak menjawab namun Ia mengikuti perkataan Surya. Sampailah Mereka dikamar Stefanie. Surya membuka pintu dan membawa Stefanie masuk. Mereka duduk diatas tempat tidur Stefanie. Surya masih memeluk Stefanie yang masih menangis.


"Nona sudah jangan menangis lagi. Aku janji akan menyusul segera". Surya terus menenangkan Stefanie. "Lebih baik sekarang Nona tidur". Surya mengelus rambut panjang Stefanie.


"Surya jangan tinggalkan Aku. Aku mohon". Stefanie memohon pada Surya dengan wajah yang memelas.


Surya mengecup ujung rambut Stefanie. "Baiklah sayang". Jawab Surya.


Stefanie terkejut dengan apa Surya katakan.


"Kamu panggil Aku apa?". Tanya Stefanie.


"Nona". Jawab Surya.


"Bukan! Seperti Eriska memanggil Dito. Sayang". Ujar Stefanie malu-malu.


Surya hanya tersenyum. "Pendengaran Nona masih bagus ya ternyata". Ujar Surya.


"Jadi benar Kamu panggil Aku sayang?". Ujar Stefanie bertanya.


"Tidak suka ya?". Tanya Surya. "Yasudah kalau tidak suka Aku minta maaf". Ujar Surya.


"Siapa bilang tidak suka? Daripada dipanggil Nona, lebih baik dipanggil sayang". Stefanie mencubit lengan Surya. "Katakan lagi". Bujuk Stefanie.


"Apa? Nona?". Tanya Surya.


Stefanie memukul pelan bahu Surya.


"Jangan panggil Aku Nona". Rengek Setefanie.


"Aku lebih nyaman panggil Kamu Nona". Ujar Surya.


"Kamu fikir Kamu pelayanku panggil Aku Nona? Apa kata orangtua ku jika Kamu panggil Aku Nona?". Ujar Stefanie kesal.


"Nona". Surya menyentuh bahu Stefanie.

__ADS_1


"Jangan panggil Aku Nona!". Ujar Stefanie kesal


"Huh dasar wanita, mudah sekali merubah perasaannya". Bisik Surya.


"Kamu bilang apa?". Tanya Stefanie kesal.


"Tidak Nona". Jawab Surya gelagapan


"Nona lagi!!!! Surya Aku benci dipanggil Nona". Stefanie beranjak dari tempat tidurnya lalu membalikkan badan melipat tangannya didada nya.


Surya hanya tersenyum melihat kemarahan Stefanie. Surya beranjak dari tempat tidur menghampiri Stefanie. Memeluk pinggang Stefanie dari belakang. "Baiklah Sayangku. Aku tidak akan memanggilmu Nona lagi". Surya menyandarkan kepalanya di pundak Stefanie.


Stefanie tersenyum malu saat Surya untuk pertama kalinya tidak memanggil nya Nona. Stefanie membalikkan badan tersenyum pada Surya.


"I love you stone man". Stefanie menciumnya Surya lalu mereka berpelukan.


"Perasaanmu sudah membaik kan? Kamu bisa istirahat dan Aku akan kembali ke kamarku". Ujar Surya.


"Surya, jangan tinggalkan Aku sendiri". Rengek Stefanie.


"Terus Aku harus bermalam dikamarmu?". Tanya Surya.


"Memang kenapa? Kita calon suami istri. Di eropa sana bahkan saat berpacaran kita bisa tinggal bersama". Ujar Stefanie.


"Tapi Non.. Ahhh tapi Sayang, ini bukan Eropa. Ini Indonesia". Ujar Surya menjelaskan.


Surya tampak berfikir. Pertama kalinya Surya tidur satu kamar dengan seorang wanita meski Stefanie calon Istrinya.


"Pergi lah jika Kamu tidak ingin menemaniku. Biar Aku semalaman tinggal di Bar". Ancam Stefanie.


"Astaga wanita Inggris ini". Gerutu Surya.


"Apa Kamu bilang? Jangan menggunakan bahasamu ya untuk berbicara buruk tentangku". Ujar Stefanie kesal.


"Aku tidak mengatakan apapun. Baiklah Aku akan tinggal disini". Ujar Surya.


Stefanie tersenyum bahagia saat Surya ingin menemaninya. Surya membuka Jas nya, melepas dasinya Dan melepas kemejanya. Stefanie yang melihat merasa kikuk.


Apa yang Dia lakukan? Kenapa Dia membuka pakaiannya. Ujar Stefanie gugup.


Surya yang melihat tingkah Stefanie bingung. "Kenapa?". Tanya Surya.


"Ka..kamu kenapa membuka bajunya?". Tanya Stefanie.


"Nona. ups Stefanie. Aku kalau tidur tidak terbiasa memakai kemeja. Lagipula Aku masih mengenakan kaos". Ujar Surya.


Stefanie pergi ke ruang ganti untuk mengganti gaun nya. Stefanie keluar dengan menggunakan celana pendek dan kaos longgar dengan rambut diikat asal membuat Stefanie terlihat seksi untuk Surya.

__ADS_1


Perempuan ini, kenapa menggodaku seperti ini sih. Gerutu Surya dalam hati.


Surya sampai tidak berkedip melihat Stefanie. Stefanie tidak pernah menggunakan pakaian mini saat keluar. Hanya jeans, kaos Dan kemeja flanel favorite nya.


"Kamu kenapa?". Tanya Stefanie.


"Tidak apa-apa jawab Surya mengalihkan pandangannya.


Stefanie naik keatas tempat tidur lalu duduk bersandar. "Kenapa Kamu masih berdiri?". Tanya Stefanie. "Kemari". Stefanie menepuk tempat tidurnya.


"Aku tidur disofa saja". Ujar Surya.


Stefanie yang awalnya duduk bersandar tiba-tiba duduk dengan tegap. "Kenapa? Apa Aku bau?". Tanya Stefanie.


"Bukan seperti itu Stevie". Ujar Surya.


"Terus kenapa?". Tanya Stefanie.


"Kkkhhmmm cara berpakaianmu menggodaku". Ujar Surya mengusap-ngusap lehernya.


Stefanie yang awalnya kesal jadi tersenyum mendengarnya. Stefanie berjalan mendekati Surya, Ia mendorong Surya dan terduduk disofa. Stefanie duduk dipangkuannya. "Kenapa Kamu tidak salurkan saja?". Ujar Stefanie tersenyum


"Aduh gawat ini". Gerutu Surya berbisik.


"Stevie itu belum waktunya. Aku tidak ingin menodaimu sebelum adanya pernikahan". Ujar Surya menjelaskan. "Maaf Stevie, mungkin untuk kalian itu hal normal. Tapi, untukku tidak. Aku tidak mau merenggut mahkotamu sebelum waktunya".


Stefanie tersenyum dan memeluk Surya. "Pilihanku memang tidak salah. Kamu berbeda Surya". Ujar Stefanie penuh kebahagiaan. Stefanie menarik tangan Surya menuju tempat tidur.


"Stevie jangan". Surya menolak.


"Kita tidak akan melakukan apapun. Kamu bisa tidur diatas tempat tidur. Please Aku ingin tidur dipelukanmu. Tidak akan lebih dari itu". Ujar Stefanie memohon. Surya yang tak tega akhirnya tidak bisa menolak.


Mereka berdua pun berbaring bersama. Stefanie menyandarkan kepalanya dibahu Surya. Surya mengelus rambut Stefanie.


"Berjanjilah Surya Kamu akan datang segera Inggris". Ujar Stefanie.


"Tentu Sayang. Tapi, Aku harus menggunakan visa apa untuk kesana?". Tanya Surya.


"Tenanglah. Itu hal yang mudah. Kamu hanya perlu ke kedutaan membawa Passportmu. Apa Kamu lupa siapa keluargaku? Urusan visa bukan apa-apa". Ujar Stefanie.


"Tidak perlu ada nepotisme Stevie. Aku akan mengurus sesuai prosedur. Kamu hanya harus mengatakan visa apa yang harus Aku ambil". Ujar Surya.


"Kamu memang beda Surya. Kamu bisa mengambil visa spouse karena kita akan menikah kan ? Jadi lebih baik visa spouse". Ujar Stefanie.


"Baiklah". Jawab Surya. "Yasudah kita tidur sekarang. Besok Kamu harus..".


Sebelum menyelesaikan kata-katanya, Stefanie sudah menutup mulut Surya. "Jangan diteruskan, Aku akan menangis lagi". Ujar Stefanie.

__ADS_1


Suryapun diam Dan Mereka mencoba untuk tidur. Meski Stefanie sangat sedih setidaknya malam ini ada orang yang Ia cintai bersamanya.


__ADS_2