Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 142


__ADS_3

"Jess, kita mau kemana?". Tanya James kepada Jessica.


"Ah kenapa?". Tanya Jessica yang tiba-tiba tersadar akan lamunannya.


"Kita mau kemana?". Tanya James.


"Aduh kemana ya?". Bisik Jessica.


"Monas, iya kita ke monas". Ujar Jessica.


"Monas? Monas itu apa?". Tanya James.


"Monument Nasional. Kamu bisa lihat nanti itu adalah salah satu harta berharga dinegara kami". Ujar Jessica.


"Oh baiklah". Ujar James.


"Jess".


"Iya". Jawab Jessica menatap James.


"Apa Kamu sering jalan juga dengan pria seperti ini?". Tanya James.


"Mau jawab jujur apa bohong?". Tanya Jessica tertawa kecil.


James hanya tersenyum sambil melihat kedepan.


"Sebenarnya, untuk jalan-jalan seperti ini, mungkin yang ke dua Kali. Yang pertama saat sekolah dulu bersama Tita juga. Dan setelah itu Aku tidak pernah jalan-jalan berkeliling kota lagi seperti ini. Lebih banyak di night club". Ujar Jessica tersenyum kecut. "Jujur Aku merasa bingung sekarang membawamu kemana". Ujar Jessica. "Tapi kita bisa pergi dulu ke monas. Setelah itu dekat situ banyak tempat wisata lainnya". Ujar Jessica.


Sepanjang jalan Jessica menjelaskan nama-nama jalan yang mereka lewati.


"Kamu lihat restaurant my steak itu?". Ujar Jessica menunjuk ke restaurant diseberang. "Itu adalah milik Dito". Ujar Jessica.


"Oh ya?". Tanya James terkejut.


"Iya, Restaurant steak Dito sekarang ini sangat terkenal. Bukan hanya steak nya yang enak, Tapi restaurant nya pun didesain dengan sangat unik. Maka dari itu sekarang Restaurant My Steak sangat terkenal apalagi untuk para vlogger". Ujar Jessica.


"Tuan memang luar biasa untuk bisnis Restaurant". Ujar James.


"James, kenapa kamu tidak mbuat sebuat restaurant juga? Aku dengar Kamu adalah lulusan terbaik di Universitas serta Kamu bisa masak makanan yang sangat enak. Kenapa tidak mencoba nya?". Tanya Jessica.


"Aku masih belum terfikirkan untuk kesana. Aku masih nyaman bekerja dengan Tuan dan Nyonya". Ujar James.


"Sampai kapan Kamu akan bekerja dengan Dito dan Eriska?". Tanya Jessica.


"Sampai mereka tidak membutuhkanku lagi". Ujar James.

__ADS_1


"Kenapa Kamu memilih menjadi kepala pelayan daripada membuat bisnis atau bekerja di hotel besar? Mungkin Kamu bisa sukses seperti Dito". Ujar Jessica yang merasa heran kenapa Dia lebih memilih pekerjaan kecil ini.


James hanya tersenyum. "Dior telah berjasa dalam hidupku. Bahkan jika Aku menukarnya dengan nyawaku tidak akan cukup untuk membayarnya". Ujar James.


Jessica terdiam. Memang membalas budi seseorang sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.


Setelah melakukan perjalanan selama satu jam, akhirnya mereka sampai Di monas.


"Ayo kita turun". Ujar Jessica setelah James memarkirkan mobilnya.


Hari ini terlihat sangat sepi karena siang hari dan hari kerja.


"Inilah monas. Mungkin jika di Paris seperti menara Eiffel. Bedanya dipuncak sana itu emas murni". Ujar Jessica.


"Oh ya? Hebat sekali". Ujar James.


"Apa Kamu mau naik keatas sana?". Tanya Jessica.


"Memang bisa?". Tanya James.


"Tentu bisa". Ujar Jessica. "Ayo". Tanpa sengaja Jessica menggenggam tangan James.


Mereka berdua terlihat sangat manis. Yang satu pria tinggi tampan dan yang satu wanita cantik yang mungil. Tinggi Jessica mungkin Sebahu James. Saat mereka mengobrol Jessica selalu menatap ketas karena James yang terlalu tinggi.


Jessica membeli 2 tiket untuk naik keatas. Setelah membeli tiket, mereka naik menggunakan lift.


Mereka hanya berdua diatas monas karena tidak ada pengunjung lainnya.


James memperhatikan saat Jessica berbicara terus menerus. James sangat gemas melihat tingkah Jessica yang cerewet itu. Tiba-tiba James menarik tangan Jessica lalu mencium bibir mungilnya. Jessica sangat terkejut dengan ciuman dadakan dari James lalu mendorong James.


"James, apa yang Kamu lakukan?". Jessica mundur dari hadapan James dengan wajah yang kesal.


" ah sial!". Gerutu James.


"Jessy, maafkan Aku. Aku tidak sengaja". James menggenggam tangan Jessica.


"Jangan Kamu fikir Aku telah menciummu lalu Kamu menciumku dengan seenak nya". Jessica melepas paksa genggaman James. "Aku bukan wanita sembarangan yang Kamu fikirkan". Jessica merasa marah pada James.


"Jessy. Maafkan Aku. Aku tahu Aku salah. Tapi...".


"Cukup James Aku tidak ingin mende..". Sebelum menyelesaikan perkataannya, James mencium Jessica kembali. Ciuman ini sangat berbeda dari sebelumnya. Ciuman yang sangat dalam.


"Aku mencintaimu". Ujar James ditelinga Jessica.


"Apa?". Tanya Jessica yang terkejut mendengar perkataan James.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Jessica". Ujar James yang menyentuh kedua pipi Jessica.


Apa? Dia mencintaiku juga? Ini benar? Apa hanya khayalanku?. Jessica masih terkejut dengan pernyataan cinta dari James.


"Mungkin kita baru kenal dua bulan ini. Tapi, sejak pertama Kali Aku melihatmu, Aku merasakan hal yang aneh yang tidak bisa Aku jabarkan. Saat Kamu menciumku untuk yang pertama kalinya, Aku tidak bisa melupakan itu. Tingkahmu yang lucu seperti kelinci kecil membuatku selalu ingin bersamamu. Saat Kamu banyak bicara, itu terdengar seperti alunan Musik indah ditelingaku. Wajahmu yang lucu menggemaskan membuatku selalu merindukanmu. Jessica, Aku tidak tahu bagaimana cara pria disini menyatakan cintanya tapi dari lubuk hatiku yang terdalam Aku sangat mencintaimu". Ujar James menyatakan cintanya dengan penuh keseriusan.


Jessica yang mendengar kan hanya terdiam tanpa berkata apapun. Jessica berbalik badan memandang kota dari ketinggian.


James memeluk Jessica dari belakang. Jantung Jessica berdebar begitu kencang sejak James menciumnya.


"Jessica, katakan sesuatu. Jangan hanya diam". James menyandarkan kepalanya dibahu Jessica sambil masih memeluk nya dari belakang.


Jessica melepaskan tangan James yang memeluknya, Jessica berbalik Mereka saling berhadapan. Lalu Jessica mencium James.


"Aku juga mencintaimu". Jessica memeluk James.


James yang mendengarnya begitu bahagia. Lagi dan lagi Ia mencium Jessica.


"Sudah cukup! Make up ku akan luntur jika Kamu terus menciumku". Ujar Jessica.


James hanya tertawa mendengarnya.


"Kita berfoto yuk". Jessica meraih ponselnya dari tas nya.


Mereka berfoto begitu banyak dengan banyak gaya. Jessica sangat gembira saat melihat foto mereka berdua. Ia tidak menyangka rasa cintanya dibalas oleh James.


"Kita turun yuk. Aku lapar". Ujar Jessica tersenyum malu.


James yang melihat tingkah lucu itu mencium ujung kepala Jessica.


"Ayo". James menggenggam tangan Jessica.


Merekapun turun dari atas monas. Dengan penuh rasa bahagia, monas menjadi saksi kebahagiaan James dan Jessica.


Eriska, Aku akan mencium tanganmu. Karena Kamu, Aku mendapatkan cintaku. Ujar Jessica yang masih terus Tersenyum bahagia.


Jessica dan James pun pergi menuju mall terbesar didekat monas untuk makan siang.


didalam mall, mereka berjalan menuju area food court.


"kamu mau makan apa?". tanya James.


"makanan jepang apa Kamu suka?". tanya Jessica.


"suka". jawab James.

__ADS_1


"yasudah kita makan makanan jepang saja". ujar Jessica.


Mereka pun pergi menuju restaurant jepang dengan berpegangan tangan.


__ADS_2