
Setelah selesai bersiap, Stefanie keluar dari kamarnya dengan menggunakan uniform chef berwarna navy. Berjalan menuju ruangan Eriska.
Stefanie pun masuk ke ruangan CEO itu.
"Selamat pagi Nyonya dan Tuan CEO". Sapa Stefanie tersenyum.
"Stevie, sejak kemarin ponselmu tidak aktif kemana?". Tanya Eriska.
"Ah Aku lupa menyalakannya. Selama kerja Aku selalu mematikan ponselku. Setelah selesai bekerja Aku lupa juga menyalakannya. Ada apa?". Tanya Stefanie.
"Ah payah Kamu Stevie tertinggal gossip baru". Ujar Tita.
"Ada apa memang?". Tanya Stefanie.
Wajah James mulai berkeringat. Ia tahu pasti mereka sedang membicarakannya dengan Jessica.
"Selamat pagi". Tiba-tiba Jessica masuk kedalam ruangan.
"Ini nih gossip kita". Ujar Tita.
"Apa?". Tanya Jessica.
"Stevie kan belum tahu Kamu dan James memiliki hubungan". Ujar Tita.
"Apa??". Tanya Stefanie terkejut.
Jessica menarik tangan James. Memeluk pinggang James. "Kita pacaran dong". Jessica pamer pada Stefanie. Jessica selalu cemburu dengan kedekatan Stefanie dan James meski mereka hanya teman.
"Wah selamat ya". Stefanie memeluk Jessica. " huhuhuhu tapi sekarang hanya aku yang single". Ujar Stefanie dengan wajah sedih.
"Tenang, Surya masih ada". Ledek Eriska melirik Surya yang sedang sibuk dengan Dito.
"Stone man itu? Ah hidupku tidak akan berwarna jika berjodoh dengan stone man". Ujar Stefanie.
Huh dasar wanita, kemarin menciumku sembarangan, tadi mengajak masuk kedalam kamarnya. Sekarang mengatakan hal buruk tentangku. Gerutu Surya dalam hati.
"Jangan begitu mungkin besok kalian malah pacaran". Ledek Tita.
"Atau mau dengan chef Niall? Setahuku Dia masih single. Sama-sama berkewarganegaraan Inggris juga sama sepertimu". Ujar Eriska.
"Pria Inggris sialan itu? Ih jika semua pria mati lalu hanya dia, lebih baik Aku mati". Gerutu Stefanie.
"Loh baru sehari bekerja sudah dapat musuh". Ujar Tita.
"Pria Inggris sombong itu meremehkan kemampuanku. Dia bilang Aku tidak layak menjadi senior chef disini". Gerutu Stefanie.
"Buktikanlah pada Chef Niall bahwa Kamu memang layak menjadi senior chef disini". Ujar Eriska
__ADS_1
"Alah tidak perlu, pria tidak penting itu tidak ada gunanya dihidupku". Ujar Stefanie.
"Stevie, Kamu ini suka sekali bertengkar dengan pria. Bagaimana bisa Kamu memutuskan title jomblomu itu". Ledek Jessica.
"Alah Jess, baru sehari melepas kejombloan saja Kamu sudah sombong". Ledek Stefanie.
Stefanie mendekati Eriska dan membisikkan sesuatu pada Eriska.
"Eriska, apa maksudnya dari cantik juga. Kamu jangan membalas dengan berbicara, Kamu bisa membisikkan kepadaku". Tanya Stefanie berbisik
"Cantik itu beautiful". Ujar Eriska berbisik.
Stefanie tiba-tiba tersenyum merekah.
"Siapa yang mengatakan itu padamu?". Tanya Eriska.
"Ah banyak yang mengatakannya saat Aku masuk dalam kitchen". Ujar Stefanie berbohong.
Saat Dia menumpang tidur diruangan Surya dan saat Surya mengatakan cantik padanya, Stefanie masih belum tertidur.
Surya mengatakan Aku cantik. Ujar Stefanie dalam hati dengan wajah tersenyum.
"Kak si Stefanie kenapa?". Tanya Tita.
"Iya, tiba-tiba senyum-senyum begitu. Jadi ngeri lihatnya". Sahut Jessica.
"Ka, jangan gitu dong. Kamu tahu sendiri James tidak punya waktu untuk berpacaran denganku. Lagipula Aku tidak mengganggu tugas dia". Ujar Jessica bete.
"Kerjain Jessica ahhh". Bisik Eriska.
"James, buatkan lasagna untuk kami". Ujar Eriska.
"Oh baik Nyonya". Ujar James.
"Kelinci kecil, lepaskan Aku ya, Aku sedang bertugas". Bisik James kepada Jessica.
"Ah Eriska begitu deh. Suruh Stefanie saja". Ujar Jessica kesal.
"Loh Aku mau nya James yang buat". Ujar Eriska tertawa kecil melihat Jessica.
"James, jika sudah selesai tidak perlu mengantar kemari. Kamu bisa menelepon ruangan ini dari dapur". Ujar Eriska.
"Baik Nyonya". James pun pergi keluar menuju dapur.
"James". Panggil jessica dengan wajah sedih.
"Hahahahahahaha memang enak". Ledek Tita Dan semua tertawa.
__ADS_1
Mereka melanjutkan berbincang bersama. Sedangkan Dito dan Surya masih sibuk dengan pekerjaan.
"Jess sudah dicium James belum?". Tanya Tita.
"Kepo". Ledek Jessica.
"Sudahlah pasti. Si Jessica kan tukang nyosor". Ledek Eriska.
"Eriska jahatnya mulutmu". Ujar Jessica kesal.
"Sudahlah jangan mengatakan soal pasangan kalian. Apa kalian tidak kasihan padaku yang single ini?". Ujar Stefanie memelas bersandar dibahu Tita.
"Stevie, jangan bersedih, Kamu itu cantik, jago masak, pintar, akan banyak pria yang menginginkanmu. Kamu tinggal pilih mau seperti apa". Ujar Tita.
Mereka masih saling berbincang saling meledek satu sama lain. Sahabat yang jarang sekali berkumpul dengan anggota lengkap, sekarang Mereka mudsh bertemu karena semua bekerja dihotel milik Eriska kecuali Jessica yang masih tidak ingin bekerja.
Tak lama telepon ruangan Eriska berbunyi.
"Hallo Nyonya, lasagna nya sudah siap". Ujar James diujung telepon.
"Oh Baiklah". Jawab Eriska lalu menutup telepon.
"Ayo kita ke restaurant lasagna nya sudah siap". Eriska yang ingin berdiri, semua sahabat nya berlari membantu. Mereka semua tertawa bersama.
"Sayang apa Kamu mau ikut?". Tanya Eriska kepada Dito.
"Aku disini saja ya dengan Surya masih banyak yang harus di review". Ujar Dito
"Baiklah Aku ke restaurant dulu ya. Tenang saja Mereka akan menjagaku". Ujar Eriska.
"Baiklah. Hey ladies jaga istriku ya". Ujar Dito.
"Tenang saja kita akan menjaga Eriska seperti menjaga bongkahan berlian". Ujar Jessica.
Merekapun pergi menuju restaurant. Di Restaurant para pelayan sudah mempersiapkan meja dan sudah menata 4 piring lasagna yang James buat. James sudah menunggu. Merekapun datang.
"Nyonya". James mendorong kursi untuk Eriska.
"Terimakasih James". Ujar Eriska.
Jessica yang melihat cemberut namun James juga mendorong kursi untuknya dengan tersenyum. Jessica pun tersenyum lalu duduk.
Stefanie duduk disamping Eriska, meja mereka memutar membuat suasana sangat nyaman.
Stefanie menyandarkan kepalanya dibahu Eriska. Berbincang bersama. Terlihat dari jauh Niall yang menatap Mereka semua.
"Huh pantas saja bisa jadi Senior Chef, ternyata dekat dengan Nyonya Eriska". Ujar Niall meremehkan Stefanie.
__ADS_1