
Yarka telah sampai di hotel Eriska. Semua staff menyapa.
"Apakah Tita ada?". TabyabYarka kepada Resepsionis.
"Ada Tuan Yarka. Silahkan masuk ke ruangannya". Ujar resepsionis.
"Terimakasih". Ujar Yarka.
Semua staff sudah tahu bahwa Yarka adalah kekasih Tita sekaligus adik dair Dito maka dari itu Ia mudah keluar masuk ruangan CEO
Tok! Tok! Tok! Yarka mengetuk pintu ruangan Tita.
"Masuk". Ujar Tita.
"Selamat siang Nona Tania". Ujar Yarka tersenyum.
"Ahhhh my babe! Finally datang juga". Tita beranjak dari kursi nya menghampiri Yarka lalu memeluknya.
"I miss you so much". Ujar Tita.
"Tapi Aku gak kangen tuh sama kamu". Ujar Yarka.
"Oh ya? Terus kenapa kamu kesini?". Tanya Tita melepas pelukannya.
"Aku kan di paksa kamu". Ujar Yarka.
"Huh dasar cowok gak ada romantis-romantis nya". Ujar Tita kesal.
"Sudahlah tidak perlu drama seperti itu. Mau jalan kemana sekarang?". Tanya Yarka.
"Ke mall aja deh kita nonton ya". Ujar Tita memeluk tangan Yarka.
"Yasudah ayo". Ujar Yarka.
"Eh tunggu dulu deh. Aku mau ganti baju. Penampilan seperti ini Aku seperti tantemu". Ujar Tita melihat penampilan yang menggunakan rok span Dan blazer ditambah make up yang cukup tebal.
"Yasudah jangan lama-lama". Ujar Yarka.
"Oki dokki". Jawab Tita segera menuju 1 ruangan khusus yang ada diruangan CEO.
Ruangan dimana Eriska selalu beristirahat saat Ia lelah.
30 menit berlalu, Tita keluar dengan menggunakan overall panjang dengan kaos lengan pendek rambut diikat dengan make up natural. Terlihat sangat berbeda dengan sebelumnya.
"Bagaimana penampilanku?". Tanya Tita.
"Waw sangat cantik. Terlihat muda 1 hari dari usiamu". Ujar Yarka tertawa kecil.
"Bisa tidak memujinya lebih sweet sedikit?". Ujar Tita kesal.
Yarka beranjak dari sofa menghampiri Tita menarik tangan Tita lalu mencium nya dengan lembut. "Kamu selalu terlihat cantik memakai apapun". Ujar Yarka.
Tita tersipu malu tersenyum memalingkan wajahnya.
"Ayo kita keluar sekarang". Ujar Yarka menggandeng tangan Tita.
Merekapun berjalan keluar hotel.
"Nona". Teriak Surya.
"Surya, ada apa?". Tanya Tita.
"Nona mau kemana?". Tanya Surya.
"Jalan". Jawab Tita singkat.
"Loh, nanti ada rapat dengan staff hotel". Ujar Surya.
"Sudahlah besok saja". Jawab Tita.
__ADS_1
"Besok holiday Nona". Ujar Surya kesal.
Yasudah hari senin saja. Sudahlah Aku mau jalan sekarang. Ayo Babe". Tita menarik tangan Yarka.
"Ampun deh Nona Tita. Benar-benar tidak professional". Ujar Surya kesal.
Surya mengambil ponsel nya. Mencoba menelepon Eriska.
"Halo Nyonya Eriska". Ujar Surya.
"Halo, Surya. Ada apa?". Tanya Eriska.
"Nyonya Sayang ingin melapor soal Nina Titania". Ujar Surya.
"Ada apa dengan Tita?". Tanya Eriska.
"Sejak satu minggu ini pekerjaan Nona Tita tidak professional. Nona selalu pergi saat jam kantor. Sudah beberapa Kali menunda rapat. Hari ini juga harusnya ada rapat dengan Staff hotel namun Nona malah pergi". Ujar Surya.
"Apa? Tita sialan! Mau dapat gaji buta dia? Dengan siapa Dia pergi?". Ujar Eriska kesal.
"Dengan Tuan Yarka Nona". Jawab Surya.
Eriska merasa sangat kesal pada Tita. Ia berfikir telah salah memilih orang untuk mengurus Hotel nya.
"Kamu lanjutkan rapatnya. Saya sedang diluar. Mungkin sebentar lagi sampai. Kita adakan raoat via video call. Dasar anak bodoh! Rapat penting bisa-bisanya diundur". Gerutu Eriska sangat kesal.
"Baik Nyonya". Jawab Surya.
Eriska pun mematikan telepon nya.
"Tita sialan! Bisa-bisa nya Dia tidak professional". Gerutu Eriska kesal.
"Ada apa sayang?". Tanya Dito.
"Surya menelepon. Dia bilang Tita mulai seenaknya bekerja. Selalu meninggalkan hotel dijam kerja". Ujar Eriska kesal.
"Tita punya pacar sekarang? Siapa?". Tanya Dito.
"Adikmu Yarka". Ujar Eriska.
"Yarka? Astagfirullah". Dito tertawa.
"Kamu kenapa tertawa?". Tanya Eriska heran.
"Mereka berdua kan punya sifat yang berbeda, kenapa bisa connect gitu?". Dito masih tertawa.
"Kamu malah tertawa. Aku pusing nih bagaimana ini. Rencana liburan berantakan, hotel berantakan. Mana Aku tidak bisa balik segera". Eriska sangat tension.
"Tenanglah Sayang, Kamu lagi Hamil ingat jangan stress begitu". Dito mencoba menenangkan.
"Gimana gak stress hotelku bisa goyang kalau begini caranya". Ujar Eriska masih kesal.
"Sabar sayang, kita tunggu sampai kehamilanmu kuat, baru kita pulang. Aku akan menggantikanmu dihotel selama Kamu hamil Aku janji". Ujar Dito.
"Janji ya". Ujar Eriska.
"Iya Aku janji demi Kamu dan demi anak kita. Sudah jangan stress lagi. Nanti Kamu bisa telepon Tita. Aku juga akan menelpon Yarka agar mereka berpacaran tidak mengganggu pekerjaan Mereka". Ujar Dito menenangkan Eriska.
Eriska pun mulai diam tidak menggerutu lagi pertanda sudah tidak tension.
"Masih berapa lama lagi perjalanan kita?". Tanya Eriska.
"Mungkin setengah jam lagi. Kenapa?". Tanya Dito.
"Hari ini ada rapat penting. CEO harus hadir. Karena Tita gak ada Aku harus ada ya meski dengan cara video call". Ujar Eriska.
"Kapan rapatnya?". Tanya Dito
"Mungkin 1 jam lagi". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Masih sempat. Tenang saja". Ujar Dito membelai rambut Eriska.
Ditempat lainnya, Yarka dan Tita telah sampai di Bioskop.
"Kamu mau nonton film apa?". Tanya Yarka.
"Comedy Romance deh". Ujar Tita.
"Yasudah Aku beli tiket dulu". Ujar Yarka.
"Ok. Aku akan beli cemilan ya". Ujar Tita.
Merekapun berpisah.
Setelah 10 menit mereka bertemu kembali.
"Ayo kita masuk. Film nya akan mulai 10 menit lagi". Ujar Yarka.
Mereka berdua pun berjalan memasuki studio.
Begitu gembira Tita dan Yarka menonton bersama. Gelak tawa terdengar kadang ada rasa haru juga.
Film telah selesai. Mereka keluar dari studio.
"Hahahahahaha lucu ya film nya. Aku sampai tidak berhenti tertawa". Ujar Tita terus tertawa.
"Iya, pemeran Utama wanita nya seperti Kamu, konyol". Ujar Yarka tertawa.
"Ih enak saja. Pemeran Utama nya bodoh begitu. Aku kan pintar". Ujar Tita berbangga diri.
"Baiklah Nona Tania memang pintar". Ujar Yarka mengalah.
"Mau kemana lagi?". Tanya Yarka.
"Makan, Aku lapar". Ujar Tita menyentuh perutnya.
"Ok ayo". Yarka menarik tangan Tita.
"Mau makan apa?". Tanya Yarka.
"makanan jepang enak sepertinya". ujar Tita.
"Makanan lokal aja deh. Aku tidak terbiasa makanan luar begitu". ujar Yarka.
"Ya karena tidak terbiasa harus dicoba dong Babe". ujar Tita.
"Hmmmmm Baiklah demi Kamu". ujar Yarka.
"ahhhh Kamu memang terbaik". Tita memeluk tangan Yarka.
Mereka berdua sangat bahagia menghabiskan waktu bersama. Mereka tidak merasa bahwa ada orang yang jauh disana merasa kesal dengan tingkah ABG Mereka itu.
Bonus: Visualisasi Titania dan Yarka
Titania Putri
Yarka Aditya
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".
Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.
jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.
salam manis dari Mrs. A***
__ADS_1