Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (34)


__ADS_3

Merekapun sampai dirumah. Eriska dan Dito berjalan kedalam rumah.


"Assalamualaikum". Dito dan Eriska mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam". Balas Birowo.


"Loh yang lain kemana Pah?". Tanya Dito.


"Sudah pulang. Papamu minta maaf tidak bisa menunggu kalian karena ada sedikit masalah di pabrik". Ujar Birowo.


"Masalah apa Pah?". Tanya Dito.


"Salah satu mesin pencetak ada yang rusak. Kata Papamu jangan khawatir Mereka bisa handle". Ujar Birowo.


"Oh baiklah Pah". Ujar Dito.


"Kalian mengadakan konferensi pers kenapa tidak bilang?". Tanya Birowo.


"Ahhh Papa itu dadakan. Mereka mengejarku terus Aku pusing akhirnya Aku layani Mereka". Ujar Eriska kesal.


"Oh begitu". Ujar Birowo.


"Queena mana Pah?". Tanya Eriska.


"Tidur. Tadi Dia menangis karena ditinggal jadi Rara membawa ke kamar tidak lama tertidur". Ujar Birowo.


"Kalian bisa membawa Queena ke kampung pasti Dia bahagia melihat ternak dan alam disana yang masih asri. Kasihan hanya dirumah, mall, taman lagi beri Dia hiburan yang berbeda". Ujar Birowo.


"Betul juga Pah, mungkin sabtu kita bisa kesana. Sudah lama juga tidak berlibur kesana. Yasudah Pah Aku keatas dulu ya mau lihat Queena". Ujar Eriska.


Eriska berjalan menuju kamar Queena sedangkan Dito dan Birowo mengobrol diruang keluarga.


Eriska membuka pintu kamar Queena. Terdengar Queena sedang menangis.


"Om sama kakek nenek jahat. Queena ditinggal lagi". Queen terus menangis.


"Sayang, kenapa menangis?". Tanya Eriska.


"Mama". Queena menghampiri Eriska lalu memeluknya. "Om sama kakek nenek jahat. Aku ditinggal lagi". Queena memeluk Eriska sambil menangis.


"Sayang, jangan sedih. Nanti Kita bertemu kakek dan Om ya. Nih lihat, Mama punya sesuatu untuk Queena". Eriska memberikan papper bag yang berisi boneka.


"Boneka baru? Ye ye ye terimakasih Mama. Queena Sayang Mama". Queena yang awalnya menangis jadi bahagia saat melihat boneka yang diberikan Eriska.


"Ra, besok Kamu bisa berlibur. Kasihan juga Kamu selama Saya sakit menjaga Queena 24 jam". Ujar Eriska.


"Ah Nyonya, ini teh kan tugas Saya atuh". Ujar Rara.


"Tidak apa-apa, Kamu besok bisa berlibur dulu. Kami satu keluarga juga akan ke Bogor lusa. Kamu bisa ikut Kami juga untuk pulang kampung". Ujar Eriska.


"Tidak usah Nyonya. Saya teh pulang sendiri saja naik kereta. Nanti merepotkan Nyonya". Ujar Rara.


"Tidak apa-apa. Sekarang Kamu bisa menghubungi Niall. Kalian mau ngedate kan?". Ujar Eriska tersenyum penuh makna.


"Ah soal itu Nyonya, Saya...". Rara sedikit bingung harus menjawab apa.


Eriska menyentuh tangan Rara. "Terima saja Ra, Niall adalah Pria yang baik". Ujar Eriska pada Rara. "Kamu pasti akan bahagia dengannya". Tambahnya.

__ADS_1


"Yasudah, Saya mau ke kamar dulu untuk istirahat. Kepala Saya sedikit pusing. Tolong jaga Queena ya". Ujar Eriska.


"Queena, Mama masuk ke kamar dulu ya. Mama mau tidur. Kamu bermain dulu dengan Kak Rara ya". Ujar Eriska berdiri lalu mencium kening Queena.


Eriska keluar dari kamar Queena lalu pergi ke kamarnya.


"Ngantuk sekali". Ujar Eriska yang sedang menutupi mulutnya yang menguap. Eriska membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Tak lama Dito masuk kedalam kamar.


"Loh Sayang kenapa kamu tiduran disini? Katanya mau melihat Queena". Ujar Dito.


"Sudah Sayang, tapi tiba-tiba aku sangat ngantuk dan lelah". Ujar Eriska yang berbaring.


Dito yang mendengar menjadi panik dan berjalan cepat menghampiri Eriska. Dito duduk dibibir tempat tidur menggenggam tangan Eriska. "Kamu sakit?? Mana yang sakit? Aku kan sudah bilang jangan ikut shooting. Sekarang Kamu sakit lagi". Ujar Dito panik.


"Sayang Aku cuma ngantuk. Jangan lebay deh. Sudah ah Aku mau tidur Kamu jangan berisik". Ujar Eriska.


"Kamu belum makan siang. Kita makan dulu ya". Ujar Dito.


"Nanti saja Aku benar-benar mengantuk. Sini Kamu peluk Aku saja". Ujar Eriska menarik tangan Dito.


Mendengar yang dikatakan Eriska, Dito berbinar. Ia membaringkan tubuhnya disamping Eriska lalu memeluknya.


"Ingat hanya peluk jangan berbuat macam-macam Aku benar-benar mengantuk". Ancam Eriska.


"Baiklah Sayangku". Dito memeluk Eriska dari belakang.


Eriska sangat nyaman ketika tidur dipeluk oleh Dito. Jika tidak ada Dito Ia selalu merasa tidak nyaman.


Ditempat lainnya, Rara mencoba menelepon Niall.


"Halo kang Niall". Sapa Rara dengan logat khas nya.


"Hay Gadis unik". Ujar Niall gembira mendapat telepon dari Rara.


"Saya teh mau bilang, besok Saya libur. Jadi,...". Rara sedikit malu mengatakan nya.


"Oh ya? Baiklah besok siang Aku akan menjemputmu. Ok". Ujar Niall sangat gembira.


"Oh iya". Ujar Rara sedikit malu.


Rara pun memutuskan panggilannya lalu kembali bermain dengan Queena.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Eriska terbangun dari tidurnya. Ia merasa sangat lapar.


"Aduh gara-gara belum makan siang jam segini sudah lapar. Mau makan tanggung nanti jam 7 watu makan malam". Ujar Eriska.


Eriska menelepon James. "halo James. Buatkan Aku lasagna segera ya. Jika sudah Kamu antar ke kamar". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab James.


Eriskapun menutup telepon nya. Setelah menutup telepon, Eriska turun dari tempat tidur untuk mandi. Terlihat Dito masih tidur dengan nyenyak.


45 menit berlalu, Eriska keluar dengan menggunakan kaos polos berwarna Hitam dengan celana olahraga panjang berwarna Hitam dengan rambut diikat satu.


Pintu kamar Eriska diketuk. Lalu Eriska membukanya.

__ADS_1


"Nyonya ini Lasagna nya". James memberikan nampan dengan dua piring lasagna dan orange juice.


"Taruh didalam saja". Ujar Eriska.


James pun masuk kedalam kamar Eriska meletakkan nampan dimeja.


"Jika tidak ada keperluan lain, Saya permisi Nyonya". James pamit keluar.


"Terimakasih James". Eriska menutup pintu.


Eriska duduk menikmati lasagna buatan James. Tak lama Dito terbangun Ia terkejut Eriska tak disampingnya. Dito terduduk.


"Eriska, Kamu membuatku terkejut". Ujar Dito.


"Kamu kenapa? ku sedang makan wajahmu seperti melihat hantu begitu". Ujar Erika yang santai melahap lasagna nya.


Dito menghampiri Eriska dan duduk disampingnya. "Aku mimpi buruk. Aku mimpi Kamu kecelakaan dan tak selamat". Ujar Dito memeluk Eriska.


"Aku sangat takut kehilangan Kamu". Dito memeluk erat Eriska.


"Sayang, itu hanya mimpi. Sudahlah jangan difikirkan". Ujar Eriska menepuk punggung Dito.


Dito melepaskan pelukannya.


"Lebih baik kita makan lasagna. Aku sangat lapar tapi makan malam sebentar lagi jadi Aku meminta James membuatkan lasagna. Sudah Kamu cuci muka dulu terus makan ini. Jangan mandi nanti keburu dingin tidak enak". Ujar Eriska.


Ditopun berjalan menuju kamar mandi. Ia masih shock dengan mimpinya.


Dito kembali dengan keadaan fresh lalu duduk disamping Eriska. Eriska memberikan piring yang berisi lasagna pada Dito. Dito masih bengong dengan mimpinya.


"Sayang, ayo makan". Eriska menyenggol bahu Dito.


"Ah iya Sayang". Ujar Dito.


"Sudahlah Sayang itu hanya mimpi. Sekarang makan dulu". Eriska menyuapi Dito dengan tersenyum.


Dito menerima suapan dari Eriska.


Ya Allah lindungilah Kami selalu. Terutama anak dan Istriku. Doa Dito dalam hati.


Setelah makan, Mereka duduk di balkon kamarnya. Eriska menyandarkan kepalanya dibahu Dito. "Enak juga hidup seperti ini. Diam dirumah menghabiskan waktu denganmu". Ujar Eriska.


"Mau pensiun dini nih ceritanya?". Ledek Dito.


"Hahahahahaha bukan begitu juga Sayang. Aku ingin liburan sebentar. Aku sedikit lelah. Kita bisa tinggal dikampung sementara waktu". Ujar Eriska.


"Boleh Sayang. Aku malah senang". Dito mengelus pipi Eriska.


"Lusa Kita ke kampung ya".


"Iya Sayang. Apa yang membuatmu bahagia Aku akan mencoba sebisa mungkin. Bahagialah selalu Istriku yang Angkuh". Dito mencium ujung kepala Eriska.


"I love you Pengembala Sapi". Eriska menatap Dito.


"I love you too Istri Cantikku Yang Angkuh". Dito mengecup lembut bibir Eriska. Eriskapun membalas ciuman Dito.


Diantara matahari tenggelem menemukan Pemandangan yang indah sepasang anak manusia yang berciuman diantara rasa cinta yang besar.

__ADS_1


__ADS_2