
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Mereka sudah siap untuk berangkat. Mereka menggunakan 3 mobil. Eriska dan Dito disupiri 1 pengawal beserta James, Liam dan Audrey disupiri John Dan dibelakang 2 pengawal beserta barang-barang milik mereka.
Membutuhkan waktu 10 jam menuju mountain Titlis.
"Ah Aku sangat bersemangat untuk berski disana". Ujar Eriska Semangat.
Dito tertawa melihat tingkah Istrinya yang seperti anak kecil.
"Nanti kita turun dibeberapa tempat ya". Ujar Eriska.
"Tentu sayang". Jawab Dito.
Tiba-tiba Eriska menunduk menyentuh kepalanya.
"Kamu kenapa?". Tanya Dito
"Aku merasa pusing dan mual". Ujar Eriska.
Eriska mulai mual-mual.
"Pinggirkan mobil dan berhenti". Ujar Dito.
Mobil berhenti lalu Eriska berlari mengeluarkan semua yang ada diperutnya. Dito terus menemani Istrinya yang Ia fikir mabuk perjalanan hingga tiba-tiba Eriska pingsan.
"Eriska, bangun". Dito mencoba membangunkan Eriska.
"James, kita kerumah sakit terdekat sekarang". Ujar Dito Panik.
"Baik Tuan". Jawab James.
Merekapun mencari rumah sakit terdekat.
James telah menelepon Liam memberitahu kondisi Eriska. Merekapun mengikuti dari belakang.
Mereka menemukan rumah sakit lalu membawa cepat Eriska.
Eriska dibawa ke UGD. Dito terlihat sangat Panik dan Khawatir.
"Bagaimana keadaan Eriska?". Tanya Liam.
"Dia sedang diperiksa didalam". Ujar Dito dengan wajah khawatir.
"Apa yang terjadi sebenarnya?". Tanya Audrey.
"Awalnya Dia biasa saja tapi tiba-tiba dia merasa pusing dan mual. Kita berhenti lalu Dia pingsan". Ujar Dito.
"Siapa Suami dari perempuan yang pingsan?". Tanya seorang dokter.
"Saya". Ujar Dito.
"Silahkan masuk. Dokter ingin berbicara". Ujar Suster.
Dito pun masuk kedalam untuk menemui dokter.
"Bagaimana keadaan Istri saya dok? Dia sakit apa? Kenapa bisa pingsan seperti itu?". Tanya Dito banyak pertanyaan
"Tenanglah Tuan. Ini normal terjadi untuk wanita Hamil". Ujar dokter.
"Oh Hamil". Ujar Dito biasa.
"Apa? Hamil? Istri saya Hamil Dok?". Tanya Dito terkejut.
"Iya. Selamat Tuan. Istri Anda tengah Hamil usia 3 minggu. Anda harus menjaga nya dengan baik". Ujar Dokter.
"Ma Shaa Allah Subhanaallah Alhamdulillah terimakasih ya Allah". Dito berucap syukur pada Allah. Ia bahkan meneteskan air mata karena sangat terharu.
"Dokter, sebenarnya kita dari Zurich ingin pergi ke Titlis. Apa mungkin kita melanjutkan perjalanan kesana? Kita ingin tinggal disana untuk 3 hari". Ujar Dito bertanya.
__ADS_1
"Lebih baik kalian kembali ke Zürich. Untuk 3 bulan awal, jangan biarkan Nyonya pergi ke tempat yang jauh dan harus istirahat yang cukup serta menjaga makanannya". Ujar dokter.
" 1 lagi Dok. Sedang Hamil seperti itu apa boleh kita kkhhmmm berhubungan ". Ujar Dito sedikit canggung.
"Hahahahahaha dasar pria, jika Nyonya dalam keadaan baik-baik saja tidak masalah asal tidak boleh sering dan jangn terlalu berlebihan". Ujar dokter menjelaskan.
Dito terlihat cukup puas dengan jawaban dokter.
"Dok apa saya boleh menemui Istri saya?". Tanya Dito
"Tentu. Namun Dia masih pingsan mungkin beberapa saat lagi sadar". Ujar dokter
"Baik terimakasih dokter". Ujar Dito
"Setelah sadar, Nyonya sudah bisa keluar dari Rumah Sakit. Jangan lupa untuk menjaga Nyonya dengan baik". Ujar dokter.
"Pasti Dok. Terimakasih". Ujar Dito
Dito keluar dari ruangan dokter.
Liam dan Audrey terlihat khawatir.
"Bagaimana keadaan Eriska?". Tanya Liam.
"Liam, Aku akan menjadi seorang Ayah". Ujar Dito bahagia.
"Apa? Eriska Hamil?". Tanya Audrey.
"Iya Hamil 3 minggu". Ujar Dito.
"Selamat Dior". Liam memeluk Dito.
"Selamat Dior Kamu akan menjadi seorang Ayah". Ujar Audrey memeluk Dito.
"Terimakasih. Ayo kita melihat Eriska". Ujar Dito mengajak Audrey dan Liam.
Mereka berjalan masuk kedalam ruang IGD.
"Sayang, ada apa denganku? Apa Aku sakit?". Tanya Eriska.
Dito meneteskan air mata lalu memeluk Eriska.
"Kamu kenapa menangis? Jangan buat Aku Takut". Ujar Eriska panik.
"Kita akan menjadi orangtua". Ujar Dito masih menangis terharu dan masih memeluk Eriska.
"Apa? Jadi orangtua? Aku Hamil?". Tanya Eriska.
"Iya Kamu Hamil 3 minggu". Ujar Dito.
"Alhamdulillah terimakasih ya Allah". Eriska memeluk erat Dito dan menangis juga.
Audrey merasa terharu dan meneteskan air mata juga. Liam melihat ekspresi Audrey.
"Kamu mau juga tidak memiliki anak?". Tanya Liam berbisik pada Audrey.
"Sebelum ada pernikahan Aku tidak ingin memiliki anak". Ujar Audrey.
"Maka menikahlah denganku". Ujar Liam.
"Tidak mau". Jawab Audrey.
Liam hanya tersenyum.
Dito dan Eriska sudah tidak berpelukan lagi.
"Maafkan kita berdua, kita terbawa suasana". Ujar Eriska menghapus airmata nya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Kita sangat bahagia mendapat kabar ini". Ujar Audrey.
"Selamat ya Eriska". Audrey memeluk Eriska.
"Terimakasih Audrey". Ujar Eriska.
"Tapi ada satu hal yang ingin Aku katakan, dokter mengatakan Eriska tidak bisa pergi jauh dulu selama 3 bulan ini. Mungkin sekarang kita harus kembali ke Zurich". Ujar Dito.
"Apa? Yah tidak jadi dong berski". Ujar Eriska sedih.
"Lebih baik begitu. Kehamilanmu ini lebih penting Eriska, kita bisa berlibur lain waktu". Ujar Audrey.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?". Tanya Dito. "Apa Kamu kuat untuk kembali?".
"Aku sudah baik-baik saja. Tapi Aku ingin minuman yang Segar sekarang. Seperti ice lemon". Ujar Eriska tersenyum.
"Baiklah sayang kita akan membelinya diluar". Ujar Dito. "Kamu ingin menggunakan kursi roda?"
"Ah tidak perlu Aku masih kuat". Ujar Eriska turun dari tempat tidur
Merekapun pergi keluar dari ruangan menuju mobil.
James sudah menunggu di lobby.
"James nanti kita berhenti di toko juice ok untuk membeli ice lemon". Ujar Dito.
"Baik Tuan". Jawab James.
Mereka pun masuk kedalam mobil.
"Tuan, bagaimana keadaan Nyonya?". Tanya James.
"Nyonya sedang Hamil James". Ujar Dito bahagia.
"Wah selamat Tuan dan Nyonya". Ujar James ikut bahagia.
"Terimakasih James". Ujar Dito.
Dito Sangat gembira dengan kabar kehamilan Eriska. Ia terus mengelus perut Eriska dan menciumi tangan Eriska.
"Terimakasih sayang karena Kamu telah memberikan hadian terbaik sepanjang hidupku". Dito memeluk Eriska.
Eriska hanya tersenyum bahagia dengan semua yang terjadi.
James menemukan Toko Juice lalu mereka turun untuk menuruti apa yang Eriska mau. Begitu juga Liam Dan Audrey.
Mereka memesan Juice untuk semua yang ikut.
James memberikan Lemon Juice yang Eriska inginkan.
"wah juice ini sangat Segar. James pesankan 2 gelas lagi". ujar Eriska
"Sayang jangan berlebihan seperti itu. Tidak baik untuk kandunganmu. dokter mengatakan jangan terlalu banyak makan yang asam". ujar Dito.
"Tapi ini Segar Sayang Aku tidak merasa mual meminum Juice ini". ujar Eriska.
"baiklah kamu boleh memesan lagi Tapi hanya 1 itupun jangan diminum setelah yang ini habis". ujar Dito.
"James pesankan 1 lagi taruh dalam termos". ujar Dito.
"Baik Tuan". jawab James.
James pun pergi untuk memesan Lemon Juice lagi.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".
Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.
__ADS_1
jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.
salam manis dari Mrs. A***