Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 46


__ADS_3

Cukup lama Eriska menangis dipelukan Dito.


Tangisan nya mulai mereda dan pernafasannya mulai teratur pertanda Ia sudah merasa tenang.


Dito melepaskan pelukannya. "Kamu diam dulu disini Aku mau sholat. Waktu nya sudah tinggal beberapa saat lagi". Ujar Dito berdiri.


"Tunggu. Saya juga mau ikut sholat". Ujar Eriska meraih tangan Dito.


Dito tersenyum.


"Tapi jujur saya sudah lama tidak sholat Dan saya tidak punya mukena". Ujar Eriska sedikit malu.


"Sekarang Kamu pergi wudhu dulu. Kami masih ingat kan?". Ujar Dito.


Eriska mengangguk


"Yasudah Kamu wudhu duluan". Ujar Dito.


Eriska pun menurut Dan pergi untuk wudhu.


Setelah wudhu Ia kembali Ia melihat Dito membawa 1 kotak seserahan saat pernikahan nya.


"Ini seperangkat alat sholat dan ada Al-Qur'an juga didalamnya. Ini milik Kamu sekarang". Ujar Dito memberikan kotak seserahan.


"Oh ini juga ada ya?". Ujar Eriska.

__ADS_1


"Kamu mungkin gak lihat apa saja yang Aku bawa ya". Ujar Dito. "Kapan-kapan Kamu bisa lihat". Ujar Dito tersenyum lalu pergi untuk wudhu.


"Oh ya ini sudah dicuci besih kan?". Tanya Eriska


"Sudah sayangku. Kamu bisa memakainya". Ujar Dito sedikit berteriak.


Eriska Tersenyum.


Dito kembali Dan mereka sudah bersiap untuk sholat.


Mereka memulai sholat berjamaah. Sholat dengan keadaan Khusyu. Setelah sholat mereka berdoa masing-masing.


Ya Allah sudah lama Aku tidak sholat apa Engkau bisa menerima Sholat ku ini? Ya Allah Dito bilang Doa anak yang tulus bisa menenangkan orangtua yang sudah meninggal? Kalau gitu ya Allah tenangkanlah Mama disisimu. Ya Allah Mama orang yang baik maka berikan tempat terbaik disurgamu ya Allah. Aku sangat rindu Mama. Mama jika Kamu dengar Eriska, Eriska cuma ingin bilang Eriska sangat sayang sama Mama. Sangat cinta sama Mama. Semoga Mama bisa damai disana. Jangan khawatirkan Eriska disini, Eriska baik-baik saja. Eriska janji disaat merindukan Mama Eriska tidak akan pergi ke club Tapi akan berdoa untuk Mama. Ya Allah jaga Mama disana Dan maafkan semua kesalahan yang Aku buat. Eriska menangis terisak kembali.


Dito yang sedang berdoa berbalik memeluk Eriska kembali.


"Terimakasih". Ujar Eriska pada Dito.


"Sudahlah ini tugas suami menenangkan Istrinya". Ujar Dito yang masih memeluk Eriska.


"Apa yang Kamu katakan Semalam itu benar?". Tanya Eriska.


"Yang mana?". Tanya Dito


"Yang Kamu bilang Kamu mencintai saya?". Tanya Eriska.

__ADS_1


Dito tertawa kecil.


"Apa yang Aku katakan padamu semua benar. Iya Aku sangat mencintaimu. Sejak lama Aku mencintaimu". Ujar Dito masih membelai kepala Eriska.


"Bagaimana Kamu bisa? Sejak 15 tahun kita tidak pernah bertemu?". Tanya Eriska. "Bahkan saya sedikit lupa memory 15 tahun ke belakang". Ujar Eriska.


"Aku juga tidak tahu kenapa perasaan ini ada bahkan tumbuh setiap hari bahkan kita tidak bertemu Tapi perasaan itu tidak pernah hilang. 5 tahun lalu saat Aku merintis karier ku Dan Kamu juga sedang merintis karier mu Om Birowo memberikanku kesempatan yang sangat besar yaitu bisa bertemu Kamu setiap 1 minggu sekali". Ujar Dito.


Eriska merasa bingung. "Saya merasa tidak pernah bertemu dengan Kamu sebelum lamaran yang lalu". Ujar Eriska.


"Kamu mungkin tidak melihatku atau memperhatikanku. Setiap hari kamis Aku selalu ke hotel mu untuk mengantarkan semua produksi ku. Itu kesempatan yang berharga untukku. Meski Aku melihat Kamu dari kejauhan, Tapi aku sudah bahagia". Ujar Dito tersenyum.


"Oh begitu". Ujar Eriska.


"Iya, maaf kan Aku karena Aku selalu mengintaimu dari jauh". Ujar Dito tertawa kecil.


Eriska Tersenyum.


Ia bangun dari pelukkan Dito.


"Dito. Maafkan saya yang selalu kasar padamu. Ini memang sudah tabiat saya. Jujur situasi ini sangat terburu-buru untuk saya terutama pernikahan ini. Saya sangat tidak suka dipaksa seperti ini. Papa mengancam saya jika saya tidak menikah denganmu, pembangunan hotel di Bali Papa hentikan. Akhirnya Saya setuju untuk menikah. Maaf mungkin Saya jahat memanfaatkanmu seperti ini". Eriska melepas mukenanya Dan pergi meninggalkan Dito menuju balkon kamarnya.


Dito berdiri Dan menyusul Eriska yang sedang berdiri memandang matahari yang sebentar lagi terbit.


Dito menyentuh kedua bahu Eriska. "Ini bukan salahmu. Aku mengerti situasimu. Tapi Eriska, bisakah Kamu memberiku kesempatan untuk menjadi suamimu? Bisakah Kamu membuka hatimu untukku ?". Tanya Dito.

__ADS_1


"Saya tidak bisa berjanji kepadamu. Jujur ada seseorang yang Aku tunggu dihidupku. Aku masih belum bertemu dengannya". Ujar Eriska.


Apa yang harus Aku lakukan? Aku tahu Eriska menunggu Dior. Apa Aku katakan bahwa Aku adalah Dior. Ujar Dito dalam hatinya.


__ADS_2