
Stefanie terlihat sangat sibuk. Dari mengawasi para chef lalu membuat garnish dan lainnya. Stefanie juga sangat berinteraksi baik dengan para chef lain atau cook helpernya. Ia sangat ceria dan periang jadi sangat cepat untuk beradaptasi.
Ditempat pastry, Chef Niall memperhatikan Stefanie dengan tersenyum. Sejak mendengar cerita dari Eriska, pandangannya pada Stefanie berubah. Ia merasa Stefanie adalah wanita yang hebat dan Chef yang hebat. Diusianya yang masih mudah, Dia sudah memiliki pengalaman yang luar biasa dan karier yang hebat.
"Dia sangat cantik saat tertawa seperti itu". Ujar Niall yang tersenyum melihat Stefanie tertawa bersama chef lainnya.
••••••
Diruang rapat semua sudah berkumpul para manager seluruh hotel milik Eriska. Semua nampak tegang saat Mereka melihat Eriska hadir dalam meeting hari ini.
Eriska duduk disamping Tita yang memimpin rapat. Eriska hanya duduk tanpa berbicara sedikitpun. Karena memang Dia datang untuk mengawasi para pekerjanya.
Semua terpatung melihat Eriska meski dengan penampilan yang anggun dan tatapan yang ceria namun semua masih melihat dengan kekhawatiran.
"Rapat bisa dimulai sekarang". Ujar Eriska.
Tita pun berdiri untuk memulai rapat bulanan yang biasa mereka lakukan untuk membahas soal masalah di hotel, kinerja para pegawai di hotel masing-masing, membahas omzet pwrbulan yang didapat dan lainnya. Jika kesalahan sedikitpun biasanya Eriska suka mengamuk dan terkadang memecat orang yang salah. Maka dari itu rapat bulanan ini tekesan menakutkan.
Mereka memulai meeting dengan diawasi singa betina yang tengah Hamil. Dito, Surya dan Tita sangat sibuk dengan rapat ini. Mereka mengecek satu per satu laporan dari para perwakilan hotel milik Eriska seluruh negeri terutama bagian Bali karena bagian Bali adalah hotel terbesar milik Eriska.
Rapat telah selesai dengan baik. Semua berjalan dengan lancar. Semua hotel milik Eriska semakin maju dan pengelolaan semakin baik. Eriska sangat puas dengan hasil kerja para karyawannya. Ia juga bangga dengan Tita, Dito dan Surya yang sudah bekerja keras dalam mengelola hotel miliknya.
"Baik, rapat selesai terimakasih". Ujar Eriska berdiri. Semua ikut berdiri lalu Eriska pergi keluar dengan Dito.
"Terimakasih untuk perwakilan dari semua hotel D'Cozy. Terimakasih atas kerja keras nya selama ini dan rapat selesai". Ujar Tita lalu pergi keluar disusul Surya dan yang lain.
Eriska masuk kedalam ruangannya. Terlihat Jessica sedang bermanja ria dengan James.
"Kkhhhmmmm kalau mau bermesraan tinggal pilih kamar hotel disini". Ledek Eriska yang berjalan masuk kedalam ruangan.
James yang mendengar tiba-tiba berdiri membuat Jessica terjatuh dari sofa.
"James, sakit". Ujar Jessica kesal terduduk dilantai.
"Ah maafkan aku". James membantu Jessica untuk berdiri.
"Hahahahahaha makanya kalau pacaran lihat situasi dan kondisi". Ujar Eriska tertawa lalu duduk dikursi nya.
"Ah Ka bagaimana mau pacaran, kerja James kan 24 jam dalam 7 hari. Ka, kasih libur dong hari minggu ya biar kita bisa pacaran". Jessica memohon.
"Kalau soal libur sih tergantung Aku sedang butuh James atau tidak". Ujar Eriska.
Jessica hanya cemberut. Dia memang tidak bisa protes karena bekerja sebagai pengawal memang harus selalu ada saat boss nya sedang membutuhkan
"Tenang saja Aku akan memberi Dia libur satu hari dalam seminggu. Lagipula Kamu juga pengangguran bisa datang kerumahku kapan saja untuk menemui James". Ujar Eriska.
"Baiklah Nyonya Eriska. Terimakasih Karena sudah memberi waktu libur untuk James. I love you so much". Jessica menghampiri Eriska lalu mencium pipi nya.
"Hey jangan cium istriku". Ujar Dito protes.
__ADS_1
"Ih biarin. Sebelum jadi istrimu juga aku sering menciumnya". Ledek Jessica lalu mencium kembali Eriska.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Waktu makan siang. Eriska meminta Stefanie untuk membuatkan makan siang untuk dirinya dan yang lain.
Stefanie sangat excited mendapat pesanan dari CEO nya itu. Ia membuatnya sendiri.
Satu jam berlalu, Stefanie menelepon ke ruangan Eriska.
"Halo sayangku cintaku CEO Cantikku Yang baik hati, makanan sudah siap. Mau makan di Restaurant apa di kantor?". Tanya Stefanie.
"Kita makan disana saja". Balas Eriska.
"Baiklah kami akan menyiapkan segera". Ujar Stefanie.
"Makan siang sudah siap. Ayo kita menuju Restaurant". Ujar Eriska.
Semua berdiri mengikuti instruksi Nyonya CEO berjalan menuju Restaurant. Eriska dibantu Dito berjalan menuju restaurant.
Mereka sampai Di Restaurant. Seperti tadi, meja dibuat melingkar jadi semua bisa nyaman saat makan atau mengobrol. Dito menarik kursi untuk Eriska lalu Eriska duduk.
"Sayang, semakin hari semakin sesak saja nafasku". Ujar Eriska pada Dito.
"Wajar sayang, perutmu sudah membesar. Maka dari itu jangan terlalu banyak beraktivitas. Kamu bisa mulai untuk ikut yoga kehamilan. Aku baca itu bagus untuk melancarkan persalinan nantinya". Ujar Dito.
"Selamat Siang untuk tamu special kita siang ini. Selamat siang untuk Nyonya dan Tuan CEO beserta yang lainnya. Hari ini saya Chef Stefanie selaku Senior Chef di hotel D'Cozy akan menghidangkan makanan special. Menu pertama Kami appetiser shrimp salad with Olive oil". Para pelayan menyiapkan menu pertama yaitu appetiser.
Mereka mencoba masakan yang dibuat Stefanie.
"So delicious". Sahut Eriska.
"Luar biasa Chef". Sahut Dito.
"Delicious as always". Ujar James.
Surya hanya tersenyum mencoba makanan Stefanie untuk pertama Kali.
Setelah selesai, para Pelayan mengambil piring yang sudah kosong.
"Menu ke dua kami adalah Mashroom soup and cream". Ujar Stefanie tersenyum.
Para Pelayan menghidangkan Mashroom soup buatan Stefanie.
"Oh My God, Stefanie luar biasa makanan yang Kamu buat. Kamu dan Dior sudah hampir sebanding". Ujar Jessica.
"Tentu, Dia salah satu muridku". Sahut Dito tertawa.
Eriska hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
Tidak sangka ternyata Stefanie sangat hebat dalam memasak. Ujar Surya dalam hati dan tersenyum.
__ADS_1
Stefanie melihat Surya tersenyum membuat jantungnya berdetak kencang. Dia tampan sekali saat tersenyum. Ujar Stefanie dalam hati.
Setelah selesai dengan soup, semua dibersihkan lagi.
"Dan inilah menu utama kami. Tenderloin steak dengan mashed potatoes dan rebusan sayuran. Untuk Nyonya Eriska yang sedang hamil, Saya sudah membuatkan Steak dengan tingkat kematangan medium well". Ujar Stefanie memberikan steak pada Eriska.
"Mana enak steak dengan kematangan medium well". Protes Eriska.
"Nyonya Anda bisa mencobanya dulu". Ujar Stefanie
Eriskapun memotong steaknya dan memakannya.
"Ini benar medium well? Tapi masih terasa juicy". Ujar Eriska takjub.
"Dengan tekhnik yang diajarkan oleh chef Dior. Saya bisa membuat steak medium well masih terasa juicy. Dan perlu diketahui, steak ini dibuat tanpa menggunakan wine. Chef Dior yang telah mengajarkan Saya. Terimakasih Chef Dior". Stefanie membungkukkan badannya menghormati Dito.
Semua sangat takjub dengan masakan yang Stefanie buat. Mereka tidak menyangka bahwa kemampuan masaknya sangat luar biasa.
Saat semua makanan sudah habis, Mereka menanyakan dessert nya.
"Chef dessert nya mana?". Tanya Tita.
"Aduh Aku lupa membuat dessert. Karena si bodoh Niall Aku tidak ingin masuk ruang Pastry". Bisik Stefanie.
"Dessert nya ada disini". Niall membawa trolly makanan.
"Red velver supreme dengan resep rahasia dari saya sendiri". Ujar Niall menyiapkan dessert yang Dia buat sendiri.
Merekapun memakannya.
"Penutup yang sangat sempurna". Ujar Jessica.
"Ah masih enakan Kamu yang buat". Bisik Eriska pada Dito.
Dito hanya tersenyum pada Eriska.
Merekapun selesai makan siang dengan punuh kenikmatan dan kebahagiaan.
"Good job Stevie". Ujar Tita dengan menepuk pundak Stefanie.
"You're amazing". Jessica memeluk Stefanie.
James mengacungi dua ibu jari nya kepada Stefanie.
"Itu baru muridku". Sahut Dito pada Stefanie
"Kamu memang sahabatku yang hebat. Terus berkarya dengan tangan ajaibmu itu". Eriska memeluk Stefanie.
Giliran Surya yang menghampirinya. Surya hanya tersenyum dan mengangguk pelan membuat jantung Stefanie berdetak kencang.
__ADS_1
Stefanie memang sudah lama menyukai Surya. Menurutnya, Surya adalah pria yang berbeda. Terlihat seperti batu yang keras namun memiliki perasaan yang lembut. Itu yang Stefanie rasakan. Sebelumnya Ia tidak berniat mendekati Surya karena Ia selalu pergi ke banyak negara. Ia tidak mau memiliki hubungan jarak jauh. Namun sekarang Ia bekerja ditempat yang sama dengan Surya jadi Ia mencoba mendekati Surya meski sangat sulit.