
Dalam perjalanan Eriska senyum-senyum sendiri. Membayangkan Dito yang seharian menemaninya.
kenapa dengan Diriku ??? Buat apa coba membayangkan Dia??? Gak ini gak boleh terjadi. Aku harus membalaskan apa yang Papa perbuat padaku melalui Dia. Aku Gak boleh suka sama Dia. Ujar Eriska yang sedang menyetir.
pukul 7 malam Ia sampai dirumah.
Eriska berjalan menuju kamarnya.
"Dari mana saja kamu?". Tanya Birowo
" Kan Aku bilang Aku dari rumah Jessica ". jawab Eriska
" Oh ya ??? Kalau Kamu dari rumah Jessica, Tapi kenapa tadi dia datang kesini mencari kamu?". Tanya Birowo
Sial, Jessica acara datang kerumah lagi. Gerutu Eriska dalam hati.
"Aku mau masuk kamar dulu Aku capek". Eriska pergi menuju kamarnya dengan terburu-buru.
" Dari mana anak ini seharian??? Tidak seperti biasanya". Tanya Birowo.
tiba-tiba Ia ingat seseorang.
"Assalamualaikum. Dito". Ujar Birowo menelpon Dito
" Waalaikumsalam. Om Birowo, apa kabar?". Tanya Dito
__ADS_1
"Alhamdulillah baik. bagaimana keadaan mu?". Tanya Birowo.
" Alhamdulillah baik Om. oh Iya ada apa menelpon? ". Tanya Dito.
" Begini, Om mau Tanya, apa hari ini Eriska datang ke makam Mamanya?". Tanya Birowo.
Aduh, Om Birowo Tanya Aku harus jawab apa? Aku sudah janji pada Eriska tidak akan menberitahukan siapapun. Dito merasa bingung.
"Om tahu setiap hari Kamu ke makam Almarhummah Ibu mu. pasti kamu bertemu Eriska kan??". ujar Birowo
" Aahhhhhh hmmmmmm". Dito bingung harus jawab apa.
"Tidak usah bingung, Om tidak akan Tanya pada Eriska. Om hanya ingin memastikan karena seharian ini dia entah kemana. Dia tidak pernah seperti ini sebelum nya terutama tidak ke Hotel. Kalau benar Dia datang ke Makam Mama nya, Om bahagia. Sejak Mamanya meninggal, Dia tidak pernah datang kesana. Entah apa alasannya". Ujar Birowo.
" Tidak apa-apa Om sangat bahagia Dia bisa datang ke kampung halaman Dan datang ke makam Mamanya. Yasudah Terimakasih Dito maaf Om mengganggumu". Ujar Birowo.
"Jangan bicara seperti itu Om. jangan sungkan pada Dito". jawab Dito.
" Yasudah Om tutup telponnya. Assalamualaikum ". ujar Birowo
" Om jaga kesehatan. waalaikumsalam ". Dito menutup telpon nya.
" Akhirnya Kamu datang ke makam Mamamu nak". Ujar Birowo merasa bahagia.
Di kamar Eriska Ia sudah mandi Dan sedang mengeringkan rambutnya.
__ADS_1
"Apa yang harus Aku jawab jika Papa bertanya?". Eriska masih bingung harus berbuat apa.
" Semoga cowok kampung itu tidak memberitahu Papa". gerutu Eriska.
setelah rambutnya kering, Eriska turun untuk makan malam.
"Bi mana makan malam nya?". teriak Eriska.
" Tadi saya sudah masak Tapi lauknya sudah dingin Nona, mau dihangatkan saja?". Tanya Bi Inah.
"Eh Bi, sejak kapan saya makan makanan yang dihangatkan? Bibi makin lama makin ngeselin ya. Panggil surya kemari". gerutu Eriska.
" Baik Nona". Ujar Bi Inah
tak lama Surya datang.
"Ada apa Nona?". Tanya Surya.
" Telepon Restaurant hotel. suruh mereka kirim Pasta untuk makan malam saya. Saya kasih waktu 45 menit. jika mereka telat, Pecat semua karyawan shift malam ini". Eriska berdiri Dan pergi menuju Ruang kerja nya.
Surya menelepon chef restaurant. Ia mengatakan sesuai instruksi Eriska.
para karyawan kelabakan harus cepat membuat dan mengirim kerumah Eriska.
Bi Inah yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya. "Ampun deh Nona muda ini. semakin hari semakin kejam saja". Ujar Bi Inah berbisik
__ADS_1