
Dito tidak langsung pergi ke kota, Ia mencari Eriska dimakam Mamanya.
"Eriska pasti ke makam dulu". Ujar Dito mengendarai mobilnya menuju pemakaman.
Sampai di area pemakaman, Dito melihat mobil milik Eriska. "Benar kan Dia ada disini". Ujar Dito.
Dito keluar dari mobil lalu berjalan mencari Eriska.
Ia sedang melihat Eriska di makan Mama Eriska.
"Mah, Pria pilihan Papa benar-benar tidak bermutu. Dia selalu membuat Eriska kesal. Andai Mama masih hidup pasti Mama menolak dia sebagai Suami Eriska kan?". Ujar Eriska berbicara di makam Mamanya.
"Gak mungkin Mama Anjani menolak Dito kan? Bahkan Mama Anjani yang memilihku menjadi Suamimu". Ujar Dito berjalan menghampiri Eriska.
Dito berjongkok. Ia berdoa untuk Mama mertuanya.
"Maksud Kamu apa bicara seperti itu?". Tanya Eriska.
"Memang Papa Birowo tidak memberitahu kamu?". Tanya Dito
Eriska menggelengkan kepalanya. "Maksdunya apa?". Tanya Dito.
"Mah, Dito kasih tahu anak Mama ini atau tidak?". Dito berbicara di makam mertuanya.
"Gak deh. Nanti saja kasih tau nya". Ujar Dito berdiri lalu menarik tangan Eriska.
"Kamu mau apa? Lepaskan!". Eriska mencoba melepaskan namun genggaman tangan Dito sangat kuat.
"Aku akan mempertemukan Kamu dengan mamaku". Ujar Dito.
Eriska tidak menolak. Sebenarnya Dia ingin sekali datang ke makam Mama Dito namun Dia tidak tahu dimana.
Tak jauh Dari makam Mamanya, mereka sampai Di makam Mamanya Dito.
"Assalamualaikum Mama, lihat. Dito membawa menantu kesayangan Mama". Ujar Dito.
Dito pun memanjatkan doa untuk mamanya. Begitu juga Eriska.
Selesai berdoa, mereka pergi dari pemakaman menuju Parkiran.
Dito mengambil ponselnya menelepon seseorang.
"Assalamualaikum. Yarka, Kamu ambil mobil di pemakaman. Kakak titipkan kuncinya di pak Min ya". Dito menelepon Yarka langsung menutup telepon nya.
__ADS_1
"Sini kunci mobilnya". Ujar Dito.
"Kamu mau merampok saya?". Ujar Eriska kesal.
"Sini cepat. Kamu lupa ya Semalam kita sudah bicara ingin melihat pasangan dari kunci yang Aku berikan padamu". Ujar Dito.
Eriska memberi kunci mobilnya.
"Assalamualaikum pak Min". Dito menyapa pak Min penjaga makam.
"Waalaikumsalam eh nak Dito. Apa kabar?". Tanya pak Min
"Alhamdulillah baik. Pak Min bagaimana?". Tanya Dito
"Alhamdulillah baik Nak". Ujar pak Min.
"Maaf pak Min, Dito boleh minta tolong?". Tanya Dito.
"Minta tolong apa?".
"Dito mah titip kunci mobil beserta mobilnya. Tidak lama lagi Yarka datang untuk mengambilnya". Ujar Dito.
"Oh boleh Nak". Ujar Pak Min
"Ini kunci mobilnya". Dito memberikan kunci mobil nya Dan Pak Min menerima.
"Kamu tutup mata dulu". Ujar Dito memegang sebuah kain.
"Buat apa?". Tanya Eriska.
"Sudah nurut saja". Ujar Dito.
Dito pun mengikatkan kain menutup mata Eriska.
Dito pun menancapkan gas meninggalkan pemakaman.
10 menit berlalu, mereka sampai Di tempat tujuan.
"Kamu diam dulu, Aku akan membukakan pintunya". Ujar Dito
Dito keluar lalu membukakan pintu untuk Eriska. Dito memapah Eriska.
"Aku akan membuka penutup ini". Dito mulai membuka.
__ADS_1
Saat Eriska membuka matanya Ia terkejut dengan apa yang dilihat
Rumah lama Eriska. Iya Dito memberikan hadiah rumah lama Eriska.
"Ini kan???". Ujar Eriska benar-benar terkejut.
"Iya ini Rumah lama mu. Hadiah pernikahan dariku untuk mu". Ujar Dito tersenyum.
Eriska memandang pada Dito. Tak terasa Eriska meneteskan air matanya.
"Jangan menangis dulu, kita masuk dulu ya". Ujar Dito mengajak Eriska masuk.
"Ini kuncinya, Kamu bisa membukanya. Sekarang ini adalah rumahmu". Ujar Dito.
Eriska membuka pintu rumahnya dengan keadaan menangis.
Saat dibuka Ia terkejut rumah lamanya tidak ada berubah sedikit pun. Semua masih sama.
Eriska memandang pada Dito. "Bagaimana Kamu bisa melakukan ini semua??". Tanya Eriska.
"Apa yang tidak bisa Aku perbuat untuk membahagiakan Istriku tercinta". Ujar Dito tersenyum.
Eriska berjalan melihat isi rumahnya. Semua masih sama. Tidak ada perubahan sedikitpun. Terdapat bingkai foto keluarganya yang masih terpasang di dinding ruang tamu.
"Mama". Eriska menyentuh foto itu dengan tersenyum.
Eriska melihat semua ruangan termasuk kamar masa kecil nya. Dito Dan Eriska duduk di tempat tidur.
"Bagaimana Kamu bisa? Jujur setelah Papa menjualnya beberapa tahun kemudian Aku ingin membeli rumah ini lagi namun yang membeli nya tidak menjualnya kembali. Saya sangat sedih Dan berfikir semua yang ada dirumah ini telah hilang". Ujar Eriska.
Dito tersenyum. "Ketika Papa mu menjual rumah Dan pabriknya, Aku merasa tidak tega. Karena ini semua kenangan yang indah. Jadi saat Papa menjualnya, Aku lah yang membeli nya". Ujar Dito.
"Apa?? Kamu yang membeli nya?". Tanya Eriska.
"Iya. Saat pelelangan Pabrik Dan Rumah ini Aku datang. Alhamdulillah Aku bisa mendapatkan rumah ini. Tapi maaf Aku tidak bisa membeli pabrik Dan perkebunan Teh mu karena Aku tidak bisa hadir". Ujar Dito sedikit sedih.
Eriska menggenggam tangan Dito. "Terimakasih. Ini lebih dari cukup". Ujar Eriska. "Saya akan membelinya kembali darimu".
"Apa Kamu gila? Rumah ini Aku berikan untuk istriku. Jadi buat apa Kamu membelinya? Aku juga sudah mengganti hak kepemilikan dengan namamu". Ujar Dito. "Terimalah. Aku tidak bisa memberikan lebih untuk Kamu selain ini". Ujar Dito.
"Terimakasih Dito". Eriska memeluk Dito merasa terharu. "Ini lebih berharga dari apapun". Ujar Eriska menangis.
Dito melepaskan pelukannya. "Sudah jangan menangis". Dito menghapus air matanya.
__ADS_1
"Apa Kamu lapar? Kita belum sarapan sama sekali. Kamu mau Aku buatkan apa? Ahhhhhhh kita tidak punya apapun dirumah ini. Tunggu Aku akan pergi keluar untuk membeli bahan makanan". Ujar Dito pergi meninggalkan Eriska.
Didalam kamar Eriska terdapat foto dirinya dengan Mamanya. "Mama, Dia laki-laki yang baik kan? Tapi Aku bingung apa yang harus Aku lakukan sekarang bahkan Dior belum Aku temukan". Ujar Eriska merasa sedih. "Kamu dimana Dior? Aku sangat ingin bertemu denganmu".