Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (43)


__ADS_3

Hari demi hari dilewati dengan tenang oleh keluarga Dito dan Eriska. Satu minggu berlalu, tiba saat nya Surya dan Niall pergi ke Inggris menjemput masa depan indah Mereka.


Eriska, Dito, Rara, James, Jessica, John, Queena dan Langit mengantar kepergian Niall dan Surya.


"Nyonya, Saya sangat berterimakasih atas segala yang Nyonya lakukan untuk Saya. Jujur Saya berat meninggalkan Nyonya, tapi...".


"Sudahlah Surya, Kamu berhak memiliki kehidupan yang indah. Saya tahu bagaimana kehidupanmu. Saya sangat bahagia atas semua ini. Kamu harus bisa taklukkan Papa Stefanie. Aku serahkan padamu kebahagiaan Stefanie". Ujar Eriska menyemangati Surya.


"Terimakasih Nyonya. Jasa Nyonya tidak akan pernah Saya lupakan". Ujar Surya.


"Salam ya kepada Stefanie. Bahagialah selalu kalian berdua". Eriska menepuk bahu Surya.


"Sekali lagi terimakasih Nyonya". Surya membungkukkan badannya menghormati Eriska.


Ditempat lain, ada Niall dan Rara yang berbincang.


"Ra, jaga diri baik-baik ya. Aku janji tidak akan pergi lama. Kamu berdoa semoga semua baik-baik saja ya". Niall mengelus pipi Rara.


Rara hanya menunduk. Ia merasa sedih saat kepergian Niall. Ia masih tak mengerti dengan perasaannya pada Niall.


"Ra, jangan diam saja. Katakan sesuatu". Ujar Niall yang bingung dengan tingkah Rara.


"I'll miss you". Tiba-tiba Rara memeluk tubuh Niall dengan rasa yang sedih sampai Ia meneteskan air mata.


"Jangan bersedih, Kita akan sering video call. My Baby harus kuat untuk sementara ya. Mama Papa pasti bahagia telah memiliki menantu yang cantik dan baik hati sepertimu. Kamu jaga diri baik-baik ya selama Aku pergi". Niall mencium ujung kepala Rara.


Niall dan Surya sudah bersiap untuk pergi menuju Gate.


"Nyonya, Saya titip Rara dan Langit ya untuk sementara". Ujar Niall.


"Tidak perlu sungkan. Kamu harus fokus dengan tujuanmu di Inggris". Ujar Eriska.


"Kami pamit ya Tuan, Nyonya, dan semua". Niall dan Surya pun berjalan meninggalkan semuanya.


James dan Jessica hanya bergumam.


"Lihat, Surya akan datang untuk meresmikan hubungannya dengan Stefanie. Niall akan pulang mengurus dokumen pernikahan. Huh kapan giliranku ya?". Sidir Jessica pada James.


James hanya tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan Jessica.

__ADS_1


Setelah Niall dan Surya tak terlihat, Mereka semua pergi meninggalkan bandara.


"Akhirnya Surya bisa bertemu Stefanie lagi. Pasti Stefanie sekarang susah tidur deh". Ujar Eriska tertawa membayangkan wajah bahagia Stefanie.


Dito hanya tersenyum dengan perkataan Eriska.


Disatu sisi ada Rara yang merasa sedih.


"Ra, Kamu baik-baik saja kan?". Tanya Eriska.


"Eh iya Nyonya, Saya teh tidak apa-apa". Ujar Rara terkejut suara Eriska membuyarkan lamunan nya.


"Tenang saja Ra, hanya perpisahan sementara, setelah ini In Shaa Allah hidupmu jauh lebih baik. Jangan bersedih ya". Eriska menepuk pundak Rara.


"Iya Nyonya terimakasih". Balas Rara.


Merekapun sampai dirumah. Langit yang tertidur digendong Rara juga Queena yang tertidur digendong Dito.


Dikamar, Rara menangis. Entah apa yang Ia rasakan. Merasa sedih karena ditinggal Niall. Ia tak menyangka saat perpisahan dengan Niall akan seberat ini. Ditengah malam Rara terus menangis tanpa suara. "Kang kenapa ih sedih gini ditinggal Kamu". Ujar Rara dalam keadaan menangis. "Ternyata Aku mencintaimu Niall. Aku sudah terbiasa hidup denganmu. Segera kembali dengan kabar indah ya". Rara memeluk erat Langit. Rara mencurahkan kesedihannya dengan memeluk Langit.


Didalam pesawat ada dua wajah yang berbeda emosional. Satu raut wajah bahagia akan bertemu orang terkasih, yang satunya raut wajah sedih harus meninggalkan orang terkasih. Surya melihat Niall yang bersedih. Ia berusaha menghibur Niall.


"Terimakasih Tuan". Ujar Niall tersenyum.


"Sudahlah panggil saja Surya. Saya bukan atasanmu lagi sekarang". Ujar Surya.


"Anda juga tidak perlu memanggil Saya Chef kalau diluar". Ujar Niall tertawa kecil.


Surya hanya tertawa kecil dengan obrolan Mereka.


"Niall, Aku salut padamu. Dalam waktu cepat Kamu bisa memiliki Rara. Butuh waktu tiga tahun Aku bisa mengutarakan isi hatiku pada Stefanie". Ujar Surya.


"Butuh waktu tiga tahun juga Aku terluka karena cintaku ditolak Stefanie". Ujar Niall tertawa.


"Benar, Kamu awalnya mencintai Stefanie kan? Hebat juga bisa cepat melupakan". Ujar Surya.


"Hahahahahaha, Aku menyadarinya sekarang Surya bahwa Aku tidak pernah mencintai Stefanie. Aku hanya mengaguminya karena Dia adalah perempuan hebat. Chef wanita hebat yang Aku temui. Maka dari itu Aku mengejarnya. Saat Aku melihat Rara, perasaanku berbeda. Sangat berbeda. Awal jumpa dengannya jantungku berdekatan sangat cepat seperti tersetrum seluruh tubuhku. Saat melihat Ia tersenyum, perasaanku sangat damai seakan melihat cahaya yang indah. Aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini pada siapapun selain pada Rara. Ia wanita yang berbeda. Cara bicara nya pun sangat unik". Ujar Niall tersenyum membayangkan wajah Rara.


"Aku bahagia Kamu menemukan wanita yang benar". Ujar Surya.

__ADS_1


"Terimakasih Surya". Ujar Niall.


Merek saling berbincang satu sama lain. Banyak hal yang Mereka bicarakan. Daei kondisi di London, tentang keluarga Stefanie yang sangat terkenal disana.


"Jujur Niall, Aku sedikit gugup untuk menemui keluarga Stefanie. Aku ini bukan siapa-siapa apa Aku layak jadi Suaminya?". Tanya Surya.


"Surya, Stefanie pasti sudah memikirkan ini semua matang-matang. Tidak mungkin Ia mengambil keputusan secara emosional. Tenanglah Kamu pantas untuk Stefanie". Niall mencoba menenangkan Surya.


"Terimakasih Niall. Semoga urusan kita berdua semua berjalan dengan baik". Ujar Surya.


"Pasti". Niall menepuk bahu Surya.


Mereka terus berbincang hingga Mereka tertidur.


Ditempat lainnya, Jessica yang masih cemberut. Ia merasa sangat kesal pada James. Hubungan Mereka masih belum ada kemajuan berbeda dengan yang lainnya.


James sialan! kapan kamu menikahiku. Jessica mengirim pesan pada James.


Tenanglah Kelinci Kecil. Akan ada waktu yang indah untuk itu. Balas James.


Kapan James??????. Balas Jessica.


Tunggu tanggal mainnya. Aku akan memberikan yang terbaik untukmu. Balas James.


Melihat balasan dari James, Jessica menjadi luluh.


"Apa Dia sudah mempersiapkannya??". Tanya Jessica tersenyum-senyum.


Baiklah Aku akan menunggu Kamu sebentar lagi. Jika melewati batas, Aku akan menikah dengan John. Dia juga cukup tampan. Balas Jessica.


Oh kelinci kecilku sudah mulai Nakal ya. Balas James.


Mau bagaimana lagi? James ku masih belum siap menikahiku. Balas Jessica.


Kelinci Kecilku. Sabar sedikit lagi ya. Aku janji tidak akan lama lagi. balas James.


*Ok Aku pegang janjimu. Sekarang Kamu bisa Istirahat. Besok juga aku sudah mulai bekerja di Hotel. sampai jumpa Jemmy ku yang tampan. Je T'aime.


Oh ho Kelinci Kecilku bisa berbicara bahasa Perancis. baiklah selamat tidur Kelinci kecil. Aku mencintaimu*.

__ADS_1


__ADS_2