Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYS S2 (50)


__ADS_3

Setelah berkenalan, John meminta Eimear untuk membersihkan diri.


"Bersihkan badanmu dulu, Kita pergi keluar setelah bersiap". Ujar John mengusap rambut Eimear.


John sangat tahu keadaan Eimear sekarang. Ia mengalami depresi yang sangat berat. Obatnya hanya mendapat perhatian dan butuh orang yang mendengarkan.


Eimear memeluk John. "Tuan, entah apa yang harus Aku katakan. Aku tidak ingin Tuan menikahiku, tapi Aku sudah tidak punya tujuan hidup. Aku bingung dengan keadaan ini". Ujar Eimear menangis kembali.


"Sudahlah anggap saja Tuhan memberimu hadiah pria tampan ini. Jangan terus menyalahkan Tuhan, karena mungkin Tuhan memiliki jalan lain untuk membuatmu bahagia". Ujar John mengelus punggung Eimear.


Eimear melepas pelukannya. "Kenapa Tuan ingin menikahiku? Tuan tidak tahu siapa Aku. Bagaimana jika Aku seorang penipu?". Tanya Eimear.


John hanya tersenyum. "Aku melihat diriku sendiri dimatamu. Aku sama sepertimu dulu. Laku, beruntung ada seorang yang baik membawaku dari kehidupan kelam itu. Namanya Tuan Dior, Ia adalah Tuan ku. Tuan yang sangat baik hati. Ia memberiku pekerjaan, memberiku rumah untuk tinggal, Ia memberikan kehormatan untukku. Aku ingin menjadi seperti Dia menjadi cahaya harapan untukmu". Ujar John seraya tersenyum pada Eimear. "Sudahlah, Kamu mandi dan bersiap sekarang". Ujar John.


Eimear hanya mengangguk lalu pergi menuju kamar mandi.


Setelah 30 menit, Eimear keluar. Ia terlihat jauh lebih segar dari sebelumnya. Ia jauh terlihat cantik berbeda dengan yang tadi dilihat John.


Astaga ternyata Dia Gadis yang cantik. Gumam John dalam hati terpesona melihat cantiknya Eimear.


"Tuan, Kamu kenapa?". Tanya Eimear.


Mendengar perkataan Eimear, membuat lamunan John pecah. "Ah tidak apa-apa. Kamu tunggu disini, Aku akan mandi. Setelah itu kita kebawah untuk sarapan". Ujar John. John berjalan menuju kamar mandi. Ia masih sering curi pandang melihat Eimear.


Eimear keluar menuju balkon. Ia melihat suasana kota ditempat tinggi lantai 20. Saat John mengatakan ingin menikahinya, Ia memiliki sedikit harapan untuk hidup. Ia menutup matanya merasakan angin yang bertiup menghampiri wajahnya. Ia tersenyum dan berkata "Terimakasih Tuhan".


Setelah 20 menit, John sudah keluar dengan menggunakan Jas lengkap nya. Ia terlihat sangat tampan. Eimear yang melihat sungguh terpesona. Pipi Eimear merona.


"Kenapa wajahmu merona?". Tanya John tertawa kecil.


Eimear berbalik badan, Ia menepuk-nepuk pipinya. "Aduh kenapa dengan pipi ini harus merona segala". Ujar Eimear sedikit malu.


Tiba-tiba John merangkul pundak Eimear. "Ayo Kita keluar". Ajak John. Eimear hanya mengangguk.


Mereka berjalan keluar menuju restaurant untuk sarapan. Sepanjang jalan orang melihat kearah Mereka. Fikiran Mereka berfikir siapa pria tampan yang datang dengan wanita yang penampilannya sangat lusung. Eimear yang merasakan terlihat sangat malu dan canggung.


Mereka duduk. Terlihat masih banyak yang memandang pada John dan Eimear. John yang melihat Eimear ketakutan, lalu melihat sekeliling.


Astaga Aku lupa Dia sedang depresi. Pasti merasa ketakutan sekarang. ujar John dalam hati.

__ADS_1


"Ayo Kita keluar". John menggandeng tangan Eimear.


Eimear hanya mengikuti langkah John dengan menundukkan kepalanya.


John membawa Eimear ke seberang jalan kesebuah butik wanita. Mereka masuk kedalam. Eimear bingung dengan apa yang dilakukan John.


"Duduklah". Ujar John pada Eimear.


Eimearpun duduk sembari melihat sekeliling butik. Ia tidak pernah masuk kedalam butik mewah karena Ia tergolong dari keluarga yang sederhana.


John sedang memilih beberapa gaun casual untuk Eimear serta beberapa barang lainnya.


"Kamu coba itu semua". Ujar John pada Eimear menunjuk tumpukan baju yang dipegang pelayan.


Eimear hanya mengangguk lalu berjalan mengikuti pelayan menuju ruang pas.


Setelah 10 menit menunggu, Eimear keluar dengan gaun pertama. Ia menunduk karena malu. Gaun casual selutut dengan sedikit tali dibagian lengan membuat penampilan Eimear terlihat sangat berbeda.


"Astaga cantik sekali Dia". Gumam John pelan.


"Tuan, bagaimana?". Tanya Eimear.


Eimear merasa malu dengan apa yang dikatakan John.


"Kamu coba yang lain ya". Ujar John.


Eimear mengangguk dan mencoba semuanya.


Setelah mencoba, John membelikan semua yang dicoba karena semua terlihat cantik saat dikenakan oleh Eimear termasuk beberapa pasang sepatu.


Mereka kembali ke hotel untuk sarapan. Lalu Mereka duduk. Eimear sudah tidak Merasa Takut lagi dengan tatapan orang-orang karena penampilannya sudah berubah.


John dan Eimear menikmati sarapannya. Setelah sarapan, John menyimpan semua pakaian yang dibeli ke kamar. Setelah dari kamar, John mengajak Eimear pergi.


"Kita mau kemana Tuan?". Tanya Eimear.


"Gadis, jangan panggil Aku Tuan. Panggil saja John. Aku akan menjadi suamimu. Terlihat aneh Kamu panggil Suamimu sendiri Tuan". Ujar John tersenyum pada Eimear.


"Ba... Baik Tuan eh John". Ujar Eimear menunduk.

__ADS_1


John mengangkat dagu Eimear. "Jangan selalu menundukkan kepalamu". Ujar John.


Eimear hanya mengangguk.


"Semua dokumenmu ada ditanganmu kan?". Tanya John


"Iya Tuan, tapi untuk apa?". Tanya Eimear.


"Loh Kamu memang mau tinggal disini? Aku bukan Irish. Aku tinggal di Perancis jadi Kamu harus ikut denganku. Sekarang kita ke tempat tinggalmu Kita ambil semua barang yang Kamu anggap penting". Ujar John.


"Baiklah". Jawab Eimear.


Merekapun pergi menuju tempat tinggal Eimear.


Setelah menempuh perjalanan satu jam, mereka sampai di pinggiran kota. Tempat ramai penduduk kalangan menengah kebawah. Eimear merasa malu membawa John kerumahnya. Ia meminta untuk datang sendiri tapi John ingin menemani. Sampailah Mereka disebuah gedung tingkat yang sangat terlihat tak layak huni. John melihat sekeliling.


Astaga wanita muda seperti Dia tinggal sendiri ditempat ini?. Tanya John dalam hati merasa kasihan pada Eimear.


Setelah sampai dilorong kamar Eimear, Ia membuka kamarnya. Betapa terkejut nya John melihat kamar tak layak huni. Berukuran 3x3 meter. Sangat kotor dengan tempat tidur yang tak layak guna. John menarik tangan Eimear memeluknya. Ia merasa sangat kasihan pada hidup Eimear. "Penderitaanmu akan berakhir Eimear. Aku berjanji akan membahagiakanmu". John memeluk erat Eimear.


"Terimakasih John". Jawab Eimear lirih.


John melepaskan pelukannya, meminta Eimear mengambil barang-barang berharga yang Ia punya. Setelah mengambil barang-barang nya, Mereka pergi dari gedung itu.


Mereka masuk kedalam mobil.


"Kita akan bersiap sekarang". Ujar John.


"Bersiap untuk apa Tuan?". Tanya Eimear.


"Menikah". Ujar John.


Mendengar perkataan John, Eimear terkejut. Ia tak menyangka John benar-benar akan menikahinya. Ia berfikir John hanya menenangkannya.


"Apa Kamu yakin ingin menikahiku? Kamu bahkan tidak mengenalku". Ujar Eimear.


"Cukup untuk aku mengenalmu. Sekarang Kita bersiap". John menyalakan mesin mobilnya pergi kesebuah Butik pakaian pernikahan.


Selama perjalanan Eimear mencuri pandang pada John. Ia masih tidak percaya Pria kaya yang tampan itu akan menikahinya tanpa berfikir siapa Dia.

__ADS_1


Apa yang Dia inginkan dariku?. Tanya Eimear dalam hatinya.


__ADS_2