Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 28


__ADS_3

Sementara di kamar Eriska, wajah Eriska begitu bete Dan kesal.


"Udahlah Riska ikhlasin aja gak usah murung begitu". Ujar Vita menenangkan.


"Tante Eriska kenapa murung gitu? Gak mau ya nikah sama Om Dito ?? Om Dito baik loh Tante". Ujar Nina


"Tuh lihat, Nina aja bisa menilai Dito dengan baik. Masa Kamu gak bisa?? Hanya Karena Dia gak Se kaya Kamu jadi Kamu mandang rendah? Come on Eriska, Kamu udah kaya gak perlu tambah kaya nanti yang lain gak kebagian". Ujar Vita membujuk Eriska


"Bukan soal itu kak, Aku gak mau nikah sama Dia karena Aku gak cinta". Jawab Eriska kesal.


"Cinta mah gampang. Sering berjalannya waktu juga akan tumbuh. Yang susah tuh cari pria yg baik Dan bertanggung jawab. Dito punya itu semua". Ujar Vita mencoba membujuk.


"Baik apanya ? Otak mesum begitu". Gerutu Eriska


"Mesum gimana?". Vita penasaran


"Dia cium aku saat kita fitting baju tempo hari". Ujar Eriska dengan wajah kesal


"Hahahahahaha". Vita tertawa.


" kenapa ketawa sih?". Eriska merasa kesal.


"Dicium aja pake bilang mesum. Ya wajar Kali Kamu kan calon Istrinya. Lagipula Kamu kan cantik Dan menggoda siapa coba cowok yang tahan". Ujar Vita yang tertawa.


"Kakak sama aja sama Papa ngeselin ah. Udah sana keluar". Gerutu Eriska.

__ADS_1


" OK OK kita keluar. Nina, kita ke kamar yuk sudah malam besok pagi kan kita bersiap untuk pernikahan Tante Eriska". Ujar Vita pada Nina


"Ok Mama. Tante kita ke kamar dulu ya". Nina melambaikan tangan.


"Nikmatilah tidur sendiri malam ini, besok ada yang menemani. Hahahahahahaha". Ledek Vita.


" kakak". Eriska melempar bantal kecil ke pintu keluar.


"Besok pernikahan nya aaaaa pengen kabur rasanya. Tapi kalau begitu hotelku bagaimana". Eriska jengkel menutup wajahnya dengan bantal.


"Mama, Apakah Dito memang lelaki yang pantas untuk Eriska???". Eriska memandang langit-langit.


Eriskapun mencoba untuk tidur. Namun, bayangan ciuman Dito selalu terngiang di benak nya. Sejak kejadian itu setiap saat bayangan itu muncul di pikirannya.


" aaaahhhhh kenapa bayangan itu selalu muncul sih". Eriska melempar bantal entah kemana.


Saat Ia membayangkan nya wajahnya selalu merah merona. "Sial, apa yang Ada dibenakku". Eriska menepuk kepalanya sendiri.


Tiba-tiba ponsel Eriska berbunyi.


"Hallo". Eriska bingung siapa yang menelepon.


"Eriskaaaaa". teriak seseorang diujung telepon. " Its me Stefanie ".


Stefanie Edward adalah Sahabat Eriska saat Kuliajmh di Perancis dulu. Stefanie sendiri adalah keturunan Inggris dan Perancis.

__ADS_1


Pesan Author; Karena English Author yang berantakan, anggap saja percakapan Stefanie dan yang lain dalam bentuk Bahasa Inggris ya.


"Ah stafanie, dimana kamu? kenapa menggunakan nomer negaraku". ujar Eriska


"Aku di lobby hotel mu sekarang, security mu tidak mengizinkan Aku menemui mu". ujar Stefanie.


"ahhhh kamu sudah sampai? ok aku akan menelpon resepsionis untuk memberikanmu izini datang ke kamar ku". ujar Eriska.


"Cepat. Aku sangat lelah". Stefanie menutup telepon nya.


Eriska pun langsung menelepon Resepsionis nya untuk mengizinkan Stefanie masuk.


Stefanie akhirnya bisa datang menemui Eriska.


Stefanie pun sampai di kamar Eriska. Eriska sangat senang kedatangan sahabat nya yang jauh Dari Inggris.


"Stevie, sudah lama tal bertemu aku sangat merindukanmu". Eriska memeluk Stefanie.


"Aku juga sangat merindukanmu". Stefanie membalas pelukannya.


"kamu sangat membuatku terkejut. sangat buru-buru Kamu menikah. apa Kamu menikah dengan Dior". Tanya Stefanie.


"jangan berbicara soal Dior. sejak 5 tahun Aku mencarinya Tapi aku tidak menemukannya". ujar Eriska.


"jadi dengan siapa Kamu akan menikah?". Tanya stefie.

__ADS_1


"kita dijodohkan. Papaku memilihnya untuk menjadi suamiku". ujar Eriska sedikit bete. "ahhhh itu cerita yang panjang aku akan mengatakannya nanti. sekarang Kamu datang ke resepsionis ambil kunci kamarmu Dan beristirahatlah". Ujar Eriska mendorong badan Stefanie keluar dari kamarnya.


__ADS_2