
Mereka telah sampai dirumah. Dito membuka pintu Dan Eriska berjalan cepat masuk kedalam dengan keadaan menangis
"Sandal G ku". renger Eriska.
"Sudahlah sayang mungkin itu bukan rezeky mu". ujar Dito. "Kamu juga di kampung begini pakai sendal mahal. Kan bisa pakai sendal lain". ujar Dito.
"Semua barangku memang bermerk Aku tidak punya sendal lain. Tapi sandal itu sangat penting untukku. Itu sandal khusus yang dibuat untukku". ujar Eriska masih menangis.
"Yasudah Kamu bisa memesannya lagi". ujar Dito.
"Bagaimana Aku bisa memesannya? pengerjaan sandal itu sangat lama butuh waktu 6 bulan. Itu sandal khusus untuk penyakitku". ujar Eriska.
"Penyakit? kamu sakit?". Dito terkejut.
"Ah tidak perlu khawatir, dari dulu Aku selalu mengenakan High heels. lalu sejak 2 tahun lalu Aku selalu merasa sakit pas di check ada salah satu urat di pergelangan kakiku sedikit bermasalah jadi Aku akan selalu merasa sakit. kebetulan aku sedang di London waktu itu Dan ada seorang dokter menyarankan membuat sandal khusus untuk relaxation kaki ku. Dan Aku memilih brand G untuk membuat sandal itu. pengerjaannya lumayan lama sekitar 6 bulan. Jika tidak menggunakan sandal itu, kaki ku selalu merasakan sakit. Makanya Aku tidak tenang kehilangan sandal itu". ujar Eriska.
"Aku akan mencoba mencarinya. tenang saja. didalam masjid ada CCTV nya Aku akan melihat nya nanti". ujar Dito.
"betulkah ?? semoga Kamu bisa menemukannnya". ujar Eriska memeluk tangan Dito.
"Yasudah Kamu mandi lalu Aku akan membuat sarapan". ujar Dito.
"Aku akan memasak selama disini. kamu tunggu saja". ujar Eriska pergi meninggalkan Dito.
Eriska menuju dapur. mengambil beberapa bahan makanan di kulkas. Dito selalu meminta Yarka untuk mengisi kulkas saat Ia Dan Eriska akan kembali. maka dari itu Kulkas mereka tidak pernah kosong.
" Nasi goreng aja deh yang gampang Dan cepat ". Ujar Eriska.
Eriska pun mengenakan celemek.
" Sayang, Kamu mau buat apa?". Dito datang memeluk Eriska dari belakang Dan mencium bahu Eriska.
"Ah kamu buat Aku kaget aja". jawab Eriska. "Aku mau buat nasi goreng". Ujar Eriska.
"Hemmm pasti enak. Yasudah Kamu lanjutkan Aku akan mandi terlebih dahulu". ujar Dito meninggalkan Eriska.
__ADS_1
20 menit berlalu, Eriska telah selesai dengan masakannya.
"Ah sudah selesai. lebih baik mandi dulu deh". Ujar Eriska yang telah selesai masak melihat tubuhnya yang penuh keringat.
didalam kamar, Dito pun telah selesai mandi.
"Sayang Aku mandi dulu ya tunggu Aku. Aku mau ikut juga kerumah Papa Aditya". ujar Eriska kepada Dito.
"OK sayang". balas Dito.
30 menit berlalu. Eriska telah keluar dengan mengenakan Overall jeans panjang dengan kaos polos pendek berwarna Hitam dengan rambut curl nya yang terurai.
"Ya ampun anak gadis siapa ini? cantik nya seperti anak SMA". ledek Dito. "Wah Aku jadi minder jalan denganmu nanti dikira Om Dan keponakan nya". ujar Dito tertawa.
" Kamu gitu deh. memang jelek ya penampilan ku seperti ini?". Eriska yang melihat gaya pakaiannya di cermin
"Siapa bilang? kamu terlihat sangat cantik mengenakan apapun". Ujar Dito memeluk Eriska dari belakang.
"Ayo kita sarapan". Ujar Eriska menarik tangan Dito.
"Sayang tolong ambilkan sepatu kets Aku di mobil dong". Ujar Eriska.
"Baiklah sayang". Dito pun mengambil sepasang sepatu Eriska.
"Ini sayang". ujar Dito memberikan sepasang sepatu nya.
"terimakasih". Eriska Tersenyum.
Eriska memakainya namun Ia terlihat bingung.
"Dasar Jessica sialan, Setelah meminjam tidak mengembalikan balik pola tali sepatunya". gerutu Eriska.
"kamu kenapa sayang?" Tanya Dito.
"hah ?? tidak apa-apa. cuma Sebenarnya Aku tidak bisa memasang tali sepatu ini". ujar Eriska malu.
__ADS_1
Dito tersenyum lalu Ia berlutut. "Sini Aku bantu". Dito memasangkan tali sepatu untuk Eriska lalu memandang Eriska. " Selesai". ujar Dito.
"Terimakasih". ujar Eriska malu.
"Kamu mau naik mobil apa jalan kaki?". Tanya Dito
"Kita jalan kaki deh sekalian olahraga". ujar Eriska.
"Ok ayo sayang". Dito menggandeng Tangan Eriska.
merekapun pergi menuju rumah Aditya. Dalam perjalanan banyak yang memandang pada Eriska Dan Dito. Pasangan yang sangat serasi.
" A Dito sama Teh Eriska cocok ya. yang satu cantik yang satu tampan". ujar Para penduduk yang melihat mereka berdua.
Sampailah mereka dirumah Aditya setelah berjalan 15 menit.
"Assalamualaikum Papa". Dito Dan Eriska mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam. Kalian. kapan sampai?". Tanya Aditya.
"Semalam Pah setelah mengunjungi Papa Birowo". jawab Dito.
"Ah Eriska. Bagaimana keadaan Papa mu?". Tanya Aditya.
" Alhamdulillah baik Pah. Papa apa kabar? Papa dapat salam dari Papa Birowo ". ujar Eriska.
"Waalaikumsalam. Ayo kita masuk dulu". Aditya mengajak masuk.
Tak lama Terlihat Annisa yang sedang menunggu seseorang didekat gerbang.
Bocah itu lagi. Pasti mau menggoda Dito. Gerutu Eriska kesal dalam hatinya.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya Karena support kalian adalah penyemangat untuk Author.
salam manis dari Mrs. A***
__ADS_1