Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 135


__ADS_3

Dito, Eriska dan James telah diatas pesawat siap lepas landas.


"Bismillah sayang kita akan pulang". Ujar Dito.


Eriska hanya memeluk tangan Dito dan tersenyum.


"Lihat deh James, Dia duduk dikursi yang biasa Surya duduk. Aku jadi ingat Surya. Dia yang selalu menemaniku selama hampir 6 tahun". Ujar Eriska.


"Lalu kenapa kamu memindahkan tugasnya sebagai pengawal dan menjadi manager ?". Tanya Dito.


"Potensi Dia sangat bagus. Jika hanya menjadi pengawalku, sayang dengan ilmu yang Dia miliki". Ujar Eriska.


"Sekarang kan Kamu memiliki James, Aku sangat tenang jika harus meninggalkanmu untuk bekerja". Ujar Dito.


"Iya sayang". Eriska bersandar dibahu Dito.


"Kamu mau tidur?". Tanya Dito.


"Lumayan mengantuk sih". Ujar Eriska.


"Kamu pindah kedalam saja nanti Aku menyusul. Aku ingin berbicara dengan James". Ujar Dito.


"Baiklah". Jawab Eriska membuka seatbelt lalu pergi ke kamar yang ada didalam pesawat


"James, Kamu ingat ya Kamu harus berada dekat dengan Eriska terus. Jangan biarkan Dia melakukan hal-hal yang aneh. Terkadang orang Hamil tingkah nya sangat aneh". Ujar Dito.


"Memang seperti itu ya Tuan? Jujur saya kurang mengerti tingkah wanita hamil". Ujar James.


"Emosi mereka tidak stabil. Jadi Kamu harus extra sabar dalam menghadapi Eriska. Setelah pulang Aku akan mengurus banyak hal jadi Aku harap Kamu bisa menjaga nya dengan baik". Ujar Dito.


"Tentu Tuan, saya akan menjaga nya dengan sangat baik". Ujar James.


"Baiklah saya masuk dulu. Kamu bisa istirahat". Ujar Dito.


Dito pun masuk. Eriska telah berganti baju untuk tidur.


"Sudah siap untuk tidur rupanya". Ujar Dito.


"Aku mana nyaman menggunakan dress saat tidur". Ujar Eriska.


Dito menghampiri Eriska. "Ih jauh-jauh sana". Ujar Eriska mengusir Dito.


"Loh kenapa? Biasanya nempel padaku". Ujar Dito bingung.


"Kamu bau, sudah sana pergi keluar. Aku mual mencium bau mu". Ujar Eriska kesal.


"Barusan pas diluar Kamu biasa saja kenapa sekaran malah usir aku?". Ujar Dito mendekat.


"Dito keluar. Aku tidak mau dekat-dekat denganmu". Ujar Eriska mengusir Dito.


"Hhmmm OK Aku pergi". Ujar Dito dengan wajah bingung.


Dito kembali ke kursi nya.


"Loh Tuan kenapa kembali?". Tanya James.


"Baru Aku katakan padamu kan wanita Hamil itu aneh. Tadi sebelum masuk Dia sangat lengket padaku saat Aku masuk dia mengusirku dan bilang tubuhku bau. Apa tubuhku bau?". Tanya Dito kepada James.


"Tidak Tuan, tubuhmu wangi". Ujar James.

__ADS_1


"Itulah anehnya wanita hamil". Ujar Dito lalu duduk di kursinya. "Sudahlah lebih baik kita istirahat. Perjalanan masih panjang". ujar Dito menutup matanya untuk tidur


Selang 2 jam saat James dan Dito sudah tertidur, Eriska keluar.


"Sayang, sayang". Eriska membangunkan Dito.


"Ada apa?". Tanya Dito.


"Kamu kenapa tidur disini? Ayo masuk". Ujar Eriska menarik tangan Dito.


"Tadi Kamu mengusirku sekarang bertanya kenapa Aku tidur disini". Ujar Dito.


"Ahhh sudah ayo masuk". Eriska menarik tangan Dito.


Merekapun masuk kedalam lalu berbaring.


Eriska menyandarkan kepalanya di bahu Dito. "Tadi Katanya Aku bau, sekarang diendus-endus". Ujar Dito.


"Sudah diamlah Aku ingin tidur". Ujar Eriska.


"Baiklah Tidurlah sayang". Dito mencium kening Eriska.


Eriska tidur dibahu Dito. Dito menepuk-nepuk pundak Eriska agar Ia tidur dengan nyenyak. Tak lama Dito pun tertidur.


Detak jam terdengar disunyi nya malam diatas awan.


Entah pukul berapa, Eriska terbangun. Ia merasa sangat lapar. Ia beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi keluar.


Eriska melihat James tengah tertidur namun Ia lewati. Ia menuju kabin pramugari.


"Nyonya, kenapa Anda kemari? Anda bisa menekan tombol jika membutuhkan sesuatu". Ujar Pramugari.


"Nyonya mau makanan apa?". Tanya pramugari.


"Apa Pengawal Saya memberikan susu hamil ?". Tanya Eriska.


"Oh iya ada Nyonya". Ujar pramugari.


"Kamu buatkan susu itu dan berikan Saya beberapa roti dan cookies". Ujar Eriska. "Nanti antarkan keruangan Saya". Ujar Eriska


"Baik Nyonya". Ujar Pramugari ramah.


Eriska pun kembali menuju ruangannya. Lalu Dia kembali naik keatas tempat tidur. Dito masih tertidur sangat pulas. Eriska yang melihat sangat gemas lalu menciumi wajah Dito.


"Manis sekali Suamiku saat tidur". Ujar Eriska tersenyum.


Tak lama pintu diketuk. Eriska beranjak dari tempat tidurnya lalu membuka pintu.


"Nyonya, mau ditaruh dimana makanannya?". Tanya pramugari.


"Disana saja". Ujar Eriska menunjuk meja daan sofa didepan tempat tidurnya.


"Baik Nyonya". Pramugari pun berjalan menuju meja dan meletakkan makanan Eriska. "Apa Nyonya membutuhkan sesuatu lagi?". Tanya pramugari.


"Tidak. Jika saya butuh sesuatu, Saya akan menekan tombol". Ujar Eriska.


"Jika begitu, saya permisi". Pramugaripun pergi. Berlalu dari ruangan Eriska.


Dito terbangun saat Ia merasa Istrinya tidak ada disampingnya. Dito melihat sekeliling Ia terkejut melihat Eriska tengah duduk di tempat yang gelap.

__ADS_1


"Eriska". Dito memanggil Eriska.


"Iya, kenapa?". Tanya Eriska.


"Kamu buat aku kaget saja. Aku kira Kamu jin yang lagi duduk". Ujar Dito.


"Sialan, Kamu anggap Aku jin". Ujar Eriska.


"Kamu sedang apa duduk disitu?". Tanya Dito.


"Snack time aja. Aku lapar". Ujar Eriska.


Dito menghampiri Eriska dan duduk disamping Eriska lalu mengecup bibir Eriska.


"Bibirmu gurih ya". Ledek Dito.


"Aku sedang makan roti ya jadi gurih". Jawab Eriska.


Dito mencium Eriska lagi. "Sayang, biarkan Aku makan dulu". Ujar Eriska.


"Setelah makan jadi boleh?". Tanya Dito.


"Boleh apa?". Tanya Eriska.


"Olahraga malam". Ujar Dito.


"Aneh Kamu, kita sedang di pesawat loh nanti pesawatnya guncang lagi kita sedang berolahraga". Ujar Eriska.


"Mana mungkin guncang. Kamu fikir Aku Hulk". Ujar Dito. "Ayolah sayang". Ujar Dito memohon.


"Kamu aneh-aneh saja deh. Habis mimpi apa sih kamu?". Tanya Eriska.


"Bermimpi Kamu". Ujar Dito bersandar di bahu Eriska. Eriska masih menikmati makanannya.


"Sudah tidur sana biar tidak ngaco pikiranmu". Ujar Eriska kesal karena diganggu saat makan.


"Tega sekali Kamu sayang padaku". Dito pun pergi kembali ke atas tempat tidur dengan wajah kecewa.


"Dasar lelaki tidak lihat sekitar". Gerutu Eriska yang masih menikmati makanannya.


Setelah makan, Ia kembali keatas tempat tidur nya. Ia duduk lalu melihat ponsel nya. Eriska tidak mengantuk lagi akhirnya Ia melihat soal kehamilan disebuah aplikasi kehamilan. Ia sangat serius menonton video yang membahas kehamilan.


Dito yang tengah berbaring, berpindah berbaring dipangkuan Eriska.


"Apa yang sedang Kamu lihat?". tanya Dito.


"melihat soal kehamilan". ujar Eriska.


"apa yang mereka bahas?". tanya Dito


"ya seperti yang dokter katakan agar menjaga diet kita, harus selalu relax Dan lainnya". ujar Eriska.


"sudahlah ayo kita tidur. Aku ingin memelukmu". ujar Dito.


Eriskapun menyimpan ponselnya, lalu berbaring disamping Dito. Dito langsung memeluk Eriska. "Begini kan nyaman". ujar Dito memainkan tubuh Istrinya.


"Geli Sayang cukup". ujar Eriska.


"baiklah. kita tidur". ujar Dito merasa kecewa gagal lagi merayu Eriska.

__ADS_1


Mereka pun tertidur lagi. perjalanan masih jauh menunggu membuat bosan dan akhirnya mereka hanya tidur.


__ADS_2